19/09/2022
Dokter Perangkap Profesi.
Mungkin tidak ada diantara kita yang merasa bahwa kita sudah terperangkap dan diperangkap dalam profesi kita.
Pertanyaannya siapa yang memerangkap ?
Kita sudah merasa sangat senang berada dalam profesi ini. Tidak mudah bagi seseorang untuk bergabung dengan profesi ini. Harus punya dua hal, kemampuan inteligensia yang kuat dan bagi yang berkuliah di swasta harus mempunyai kemampuan finansial yang kuat. Tidak banyak orang yang punya salah satunya apalagi yang punya keduanya.
Hal itu menyebabkan jika berada dalam lingkungan profesi ini, kita " merasa" mendapatkan privilege. Kita merasa bahwa kita ini sudah luar biasa dan orang harus menghargai kita. Hal ini muncul akibat egosentris profesi yang begitu kuat.
Akibatnya kita ( profesi) lalai membangun kekuatan atau menambah kekuatan. Profesi ini yang dulunya begitu kuat sehingga Kepala Puskesmas Direktur Rumah Sakit, Kepala Dinas Kesehatan, bahkan Menteri Kesehatan yang dulunya berasal dari dokter sekarang sudah diambil profesi lain. Tanpa bermaksud mendikotomikan dengan profesi lain, hal yang ingin kami sampaikan adalah, profesi ini mulai tertinggal saat berpacu dengan profesi lain, bahkan dokter bukan lagi tenaga kesehatan. Walaupun sebagian kita masih tetap merasa bahwa profesi ini sangat kuat.
Sehingga sebetulnya siapa yang memerangkap ? Kalau boleh kita introspeksi, kita kita ini mempunyai kontribusi untuk memerangkap diri kita dalam profesi kita.
Adakah yang salah?
Tidak ada individu yang salah. Yang ada adalah kesalahan kolektif dan dokter ternina bobokan dalam nyanyian damai, bahkan sesudah kesejahteraan dokter jatuh longsor sesudah berjalannya penjaminan sosial bidang kesehatan, kita juga masih ternina bobokan.
Kita masih merasa eksklusif dan kuat.
Dokter itu orang orang cerdas.
Dokter itu terhormat.
Dokter itu profesi yang banyak pahalanya.
Sehingga banyak orang menumpang hal itu dan berkata.
Dokter itu seharusnya tidak memikirkan uang.
Dokter itu seharusnya sosial
Dokter itu seharusnya memperbanyak ibadah dan pengabdian.
Dokter itu tidak perlu pendapatan , karena balasannya dari Yang Diatas.
Dan tentu saja ada diantara kita yang mengamini dan biasanya yang mengamini itu sudah berada di zona nyamannya dan mereka akan berkolaborasi dengan yang membuat pernyataan.
Saatnya kita mulai menyadari bahwa seiring dengan perkembangan zaman, dokter juga harus melakukan reposisi. Kita harus bersama sama memperkuat profesi ini. Dan sebetulnya tidak cukup hanya dengan memperkuat profesi saja. Kita juga harus memperkuat posisi anak didik kita ( residen), trainee, dokter, dokter gigi dan bahkan semua tenaga kesehatan lain.
Saatnya bagi kita, berada di luar profesi dan melihat dari luar bagaimana sebetulnya profesi kita di lihat dari kacamata luar. Kita juga harus melihat melalui cermin , melihat profesi ini dengan mata jernih dan jujur.
Saatnya kita melakukan tindakan mempercantik profesi ini.
Jika ada bopeng, ditambal
Jika pucat di buat merona.
Jika kurang cerah,di cerahin.
Jika bengkok dilurusin.
Jika cukup di beri kosmetik, ya di kosmetikin.
Kalau perlu operasi plastik, sebaiknya dilakukan.
Itu pendapat saya.
Bagaimana pendapat sejawat?
Silakan tulis di kolam komentar
Patrianef Vascular
Praktisi Kedokteran.