22/01/2016
Yuk lanjut pembahasan ke jenis sepeda selanjutnya.
2.MTB: mountain Bike
-Tipe All Mountain MTB
Tipe ini, mengutamakan kenyamanan untuk menjelajahi segala medan. Sepeda Tipe All Mountain dilengkapi dengan suspensi depan dan belakang (full suspension), sehingga mampu melintasi medan berbatu, naik turun bukit, serta menjelajahi hutan dan lintasan off road.
-Tipe Downhill MTB:
Sesuai dengan namanya, tipe ini digunakan untuk medan yang berbukit dan bergunung, sehingga kurang nyaman dan tidak effisien digunakan di jalan-jalan perkotaan. Roda dan ban sepeda yang cukup besar mengakibatkan kayuhan terasa berat sehingga cepat lelah. Sepeda ini dibuat seringan mungkin karena agar tidak over terlalu berat saat sepeda ini dinaiki pengendaranya sehingga cocok untuk balapan turun. Sepeda ini dirancang untuk menuruni bukit saja, sedangkan untuk menaiki bukit sepeda ini sulit digunakan.
-Tipe Freeride MTB:
Tipe Freeride MTB ini lebih diarahkan untuk mampu menghadapi lompatan tinggi dan kondisi-kondisi extreme. Sepeda ini kurang cocok digunakan untuk bersepeda touring jarak jauh. Pada intinya konsep asli freeride adalah ketiada aturan. Tujuan ataupun ketetapan yang seharusnya dipatuhi dalam lingkup bersepeda gunung pun, freeride menjadi salah satu fenomena paling kreatif karena meliputi gaya bersepeda amplitudo, kontrol, dan kecepatan bersepeda. Sepeda freeride biasanya merupakan hasil modifikasi dari sepeda yang diperuntukkan untuk menuruni bukit (donwhill) . Sepeda tersebut biasanya memiliki gigi yg memungkinkan pengendaranya menaiki bukit sama mudahnya dengan saat menuruninya. Sepeda freeride MTB juga memiliki sedikit fitur suspensi dan lebih ringan. Sepeda ini mirip sepeda Donwhill tetapi dirancang agar lebih mudah untuk dikayuh. Sepeda ini merupakan perpaduan cross country dan donwhill. Namun, sepeda ini tak akan bekerja dengan baik sebagaimana kedua sepeda tersebut saat di medan aslinya.
-Tipe Cross Country/XC MTB:
Tipe Cross Country ini bisa disebut juga dengan tipe XC. Dari namanya dapat diketahui bahwa sepeda ini memang digunakan untuk menjelajah dengan jarak tempuh yang cukup jauh. Untuk meredam benturan, sepeda XC dilengkapi dengan suspensi di bagian depan saja. Tipe ini bisa disebut juga dengan tipe XC/ Hardtail/Cross Country, dari namanya dapat diketahui seri XC Race merupakan sepeda para petualang yang cepat di medan cross country. Cepat di tanjakan maupun saat melibas trek menurun. Sepeda XC race yang ringan, cepat dan responsif yang akan membawa Anda menuju podium juara, atau untuk mengalahkan rekan Anda saat berpetualang bersama. Sepeda XC memang digunakan untuk menjelajah dengan stabil pada jarak yang cukup jauh. Sangat optimal digunakan pada tanjakan jalan aspal maupun jalan tanah. Biasanya sepeda XC digunakan untuk medan-medan perkotaan. Sepeda XC dirancang untuk jalur off-road dengan rintangan minimum hingga menengah. Saat memakai Hardtail MTB, Anda mengayuh atau menggowes akan merasakan kayuhan yang sangat baik. Sepeda Hardtail ini jauh lebih awet dibandingkan dengan MTB Full Suspensi.
-Tipe Dirt Jump MTB:
Tipe Dirt Jump ini memiliki fungsi yang mirip dengan BMX, frame sepeda jenis ini biasanya menampakkan kesan kekar dan kokoh, tetapi tetap stylish. Sepeda dirt jump dirancang untuk melakukan lompatan-lompatan tinggi dan extreme. Sepeda dirt jump digunakan untuk melompat di jalanan perkotaan. Sepeda dirt jump memiliki setang yang mirip dengan BMX tetapi frame lebih besar. Selain itu, sepeda dirt jump memiliki suspensi pada fork depan.
-Tipe Trail:
Sepeda tipe trail ini adalah modifikasi cross country dengan menggunakan sistem suspensi yang lebih halus sehingga dapat melalui rintangan yang lebih sulit dan lebih ekstrem. Kekurangannya, kayuhan sepeda ini lebih membutuhkan banyak tenaga saat mengayuh. Namun, sekarang ini sudah dibuat teknologi suspensi belakang dan depan yang dapat dimatikan jika tidak dibutuhkan.
Sekian penjelasan ringkas mengenai jenis & peruntukan sepeda MTB.
Terima Kasih...
Next: Fixed Gear.