27/02/2015
📝Satu hal yang cukup memprihatinkan bagi kita adalah menyebarnya dukun dan tukang sihir yang berkedok sebagai tabib yang mampu mengobati berbagai penyakit.
🔖Di antara mereka banyak juga yang berani memasang iklan di surat kabar dan mengklaim dirinya mampu mengetahui hal yang ghaib. Wal ‘iyadhu billah!
📛Di antara contoh praktik-praktik pengobatan yang mereka lakukan misalnya:
❎ Pengobatan melalui jarak jauh,
👉di mana keluarga pasien cukup membawa selembar foto pasien.
👉Setelah itu, si tabib akan mengetahui bahwa ia menderita (misalnya) sakit jantung dan gagal ginjal.
👉Oleh si tabib, penyakit itu kemudian di- transfer jarak jauh ke binatang tertentu, misalnya kambing.
💥 Hal ini jelas-jelas termasuk berobat kepada dukun,
✋karena apakah hanya melihat foto seseorang kemudian diketahui bahwa jantungnya bengkak, ginjalnya tidak berfungsi, dan lain-lain?
❎ Pengobatan metode lainnya,
👉pasien hanya diminta menyebutkan nama, tanggal lahir, dan kalau perlu weton- nya. 👉Bisa hanya dengan telepon saja.
👉 Setelah itu, si tabib akan mengatakan bahwa pasien tersebut memiliki masalah dengan paru-paru atau jantungnya, atau masalah-masalah kesehatan lainnya.
❎ Dukun lainnya hanya meminta pasiennya untuk mengirimkan sehelai rambutnya lewat pos.
👉Setelah itu dia akan “menerawang ghaib” untuk mendeteksi, me-rituali, dan memberikan sarana ghaib kepada pasiennya.
❎ Pengobatan dengan “ajian-ajian”
👉 yang dapat ditransfer jarak jauh atau dengan menggunakan “benda-benda ghaib” tertentu seperti “batu ghaib”, “gentong keramat”
👉 (cukup dimasukkan air ke dalam gentong kemudian airnya diminum), dan lain sebagainya.
♨Praktik perdukunan dan sihir seolah-olah memang tidak dapat dipisahkan. Demikian p**a pelakunya. Orang yang mengaku sebagai dukun, paranormal, atau orang pintar juga melakukan sihir. Dan demikian p**a sebaliknya.
♻Demikianlah salah satu kerusakan yang sudah tersebar luas di Indonesia ini 🇮🇩. . .
☝Semoga Allah Ta’ala melindungi kita semua dari kesyirikan.
Aamiin. . . . .