RUMAH BUGAR

RUMAH BUGAR RUMAH BUGAR: melayani- pijat tradisional-reflexy dan bekam [pengobatan ala nabi]

RUMAH BUGAR,berlokasi d cibubur 7 jl.lp tembak no 94 [samping alfa mart]
untuk boking hub ke no 021-8772075.bisa d pangil jg..
-pasilitas - ruangan full ac
- tmpat nyaman
- parkir luas
-trafis berpengalaman,masih muda dan lajang [ blum pd nikah]

07/11/2025

Assalamualaikum sahabat BUGAR

pada kesempatan kali ini kita akan berlajar dari
kisah Abdurrahman bin Auf sahabat Nabi SAW yang kaya raya dan gemar sedekah!!

Menurut buku Kisah 10 Pahlawan Surga karya Abu Zaein, di bawah ini kisah singkat penuh inspirasi dari sahabat Nabi yang bernama Abdurrahman bin Auf.

Di antara sepuluh sahabat Nabi Muhammad SAW yang dikenal sebagai Assabiqunal Awwalun, ada satu sosok yang sangat istimewa dan memiliki kisah inspiratif tentang kekayaannya yang melimpah. Dia adalah Abdurrahman bin Auf, seorang sahabat yang tampan dan memiliki prinsip keislaman yang kuat.

Abdurrahman bin Auf memeluk agama Islam hanya dua hari setelah sahabat terkasih, Abu Bakar As-Siddiq, mengucapkan syahadat. Ia lahir di Makkah, sepuluh tahun setelah tahun Gajah, dan lebih muda dari Rasulullah SAW. Ayahnya, Auf bin Abdu Auf, adalah tokoh terkemuka dari Bani Zuhrah, sementara ibunya bernama Asy-Syifa binti Auf.

Sebelum memeluk Islam, nama asli Abdurrahman adalah Abdu Amru. Pada masa itu, kaum Quraisy sering memberi nama anak-anak mereka dengan nama yang tidak mengandung unsur Allah, seperti Abdul Ka'bah dan Abdul Uzza. Namun, setelah memeluk Islam, Abdurrahman menjadi sosok yang dikenal karena kedermawanannya.

Abdurrahman bin Auf adalah pedagang yang sukses dan dermawan. Ia selalu berusaha mencari ridha Allah SWT dalam setiap usahanya.

Ketika berdagang, ia sangat berhati-hati untuk menjauhkan diri dari barang-barang yang haram. Keuntungan dari usahanya tidak hanya dinikmati sendiri, tetapi juga dibagikan kepada keluarga dan digunakan untuk perjuangan di jalan Allah.

Saking dermawannya, harta Abdurrahman bin Auf terbilang 'subur'. Penduduk Madinah bahkan berkata bahwa seluruh masyarakat di sana berserikat dengannya.

Ia meminjamkan 1/3 dari hartanya kepada mereka, membayari utang-utang mereka, dan membagikan 1/3 lainnya kepada mereka yang membutuhkan. Semua orang sangat menghormatinya karena kebaikan hatinya.

Setelah Rasulullah SAW wafat, Abdurrahman bertugas menjaga kesejahteraan para istri Nabi. Ia memenuhi segala kebutuhan mereka dan mengawasi mereka saat bepergian.

Suatu ketika, ia membeli sebidang tanah dan membagikannya kepada Bani Zuhrah serta Ummahatul Mukminin. Ketika Aisyah RA diberitahu tentang hadiah tanah itu, ia bertanya, "Siapa yang menghadiahkan tanah ini untukku?"

"Abdurrahman bin Auf," jawab si petugas.

Aisyah pun mengingat sabda Rasulullah, "Tidak ada orang yang kasihan kepada kalian sepeninggalku kecuali orang-orang bersabar."

Semakin banyak keuntungan yang diperoleh Abdurrahman, semakin besar p**a kedermawanannya. Ia bersedekah baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan.

Meskipun ia selalu memberi, Abdurrahman tidak pernah jatuh miskin. Justru, kehidupannya semakin makmur. Ia dijuluki "tangan emas" karena segala yang dikerjakannya selalu sukses dan membuahkan hasil yang besar.

Ketika Abdurrahman merelakan hartanya untuk membantu orang lain, Allah memberinya limpahan harta berkali-kali lipat. Ia meninggal di usia 72 tahun dan termasuk dalam deretan 10 sahabat Nabi yang dijamin masuk surga. Saat wafat, nilai kekayaannya pun diperkirakan sekitar Rp6 triliun.

Abdurrahman bin Auf juga dikenal karena sumbangannya yang luar biasa. Ia pernah memberikan 200 uqiyah emas untuk memenuhi kebutuhan logistik selama Perang Tabuk. Saat Rasulullah SAW menyerukan untuk berinfak, ia tidak pernah ragu.

Dalam Perang Badar, ia memberikan santunan 400 dinar kepada masing-masing veteran. Ia juga menyumbangkan 40 ribu dinar, 500 ekor kuda, dan 1.500 unta untuk para pejuang.

Tidak hanya itu, Abdurrahman juga pernah membeli kurma yang hampir busuk dari para pedagang di Madinah. Aksinya membuat pedagang sangat gembira karena bisa menjual kurma mereka.

Dari Abdurrahman bin Auf, dapat dipelajari tentang kedermawanan dan tanggung jawab sosial. Sahabat nabi ini menggunakan kekayaannya untuk membantu orang lain dan berjuang di jalan Allah.

Untuk itu, hikmah yang bisa diambil adalah bahwa harta yang dimiliki seharusnya digunakan untuk membantu sesama dan berkontribusi pada masyarakat.

sekian, salam RUMAH BUGAR
Wassalamualaikum WR WB

07/11/2025

Assalamualaikum sahabat BUGAR

وَإِذَا سَمِعُوا۟ ٱللَّغْوَ أَعْرَضُوا۟ عَنْهُ وَقَالُوا۟ لَنَآ أَعْمَـٰلُنَا وَلَكُمْ أَعْمَـٰلُكُمْ سَلَـٰمٌ عَلَيْكُمْ لَا نَبْتَغِى ٱلْجَـٰهِلِينَ
Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling darinya dan mereka berkata, "Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil".

Al-Qaṣaṣ 28:55

07/10/2023

QS. Al-Isra' Ayat 7

7. Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri.

02/10/2023

Assalamualaikum sahabat BUGAR

Allah SWT berfirman:
Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus dari rahmat Allah melainkan orang orang yang kufur,” (QS Yusuf: 87).

05/01/2020

KISAH SAHABAT NABI MUHAMMAD SAW

Assalamualaikum sahabat bugar.

Suatu hari Umar Bin Khattab mengadu kepada Rasulullah SAW akan sahabatnya Abu Bakar As-Shiddiq yang mengganggu pikirannya.
Umar berkata:
"Wahai Rasulullah, ijinkan aku mengungkapkan keresahan hatiku akan apa yang telah Abu Bakar lakukan terhadap diriku."

Dengan lembut Rasulullah menjawab:
"Damaikan hatimu sahabatku, lalu teruskan maksud hatimu".
Setelah tenang, Umar kembali berkata:
"Suatu waktu, Abu Bakar bertemu dengan ku, akan tetapi dia tidak langsung memberi salam kepadaku, dia menunggu aku yg terlebih dahulu mengucapkan salam kepadanya. Aku tidak tahu apa salahku padanya."

Rasulullah SAW tidak ingin masalah ini mengganggu persahabatan diantara kedua sahabat yang sangat dicintainya ini.
Maka Rasulullah pun meminta Abu Bakar dihadapkan bersama agar dapat menjelaskan perihal yang sebenarnya.
Dan ketika Abu bakar hadir ditempat, maka Rasulullah pun bertanya kepada dirinya akan prasangka kerenggangannya dengan Umar.
Maka Abu bakar pun menjawab dengan jawaban santun penuh kasih sayang yang membuat tangis seisi ruangan.

Katanya:
"Wahai Rasulullah, aku pernah mendengar Engkau bersabda:
"Bahwasanya orang yg lebih dahulu mengucapkan salam kepada saudaranya, maka Allah akan membangunkan untuknya satu istana di dalam syurga".
"Maka aku ingin istana tersebut menjadi miliknya Umar Bin Khattab sahabatku tercinta"
Maka Umar pun menangis mendengar jawabannya dan memeluk erat sahabat mulianya itu.

waalaikumsalam wr wb sahabat bugar semoga bermanfaat

09/11/2019

KISAH SEDERHANA DISEBUAH DESA YANG SUBUR, HIDUPLAH 2 LELAKI BERSAUDARA.

Sang kakak telah berkeluarga dgn 2 org anak, sdgkan si adik masih melajang.

Mrk menggarap satu lahan berdua dan ketika panen, hasilnya mrk bagi sama rata.

Disuatu malam setelah panen, si adik duduk sendiri dan berfikir. "pembagian ini sungguh tdk adil, sehrsnya kakakku lah yg mendpt bagian lbh banyak krn dia hidup dgn istri dan kedua anaknya.

"Maka dimalam yg sunyi itu diam2 dia menggotong satu karung padi miliknya dan meletakkanya dilumbung padi milik kakaknya".

Ditempat yg lain, sang kakak juga berfikir, "pembagian ini adil jika adikku mendpt bagian yang lbh banyak, krn ia hidup sendiri, jika terjadi apa2 dgnnya tak ada yg mengurus, sdgkan aku ada anak dan istri yg kelak merawatku."

Maka sang kakak pun bergegas mengambil satu karung dari lumbungnya dan mengantarkan dgn diam2 ke lumbung milik sang adik.

Kejadian ini terjadi bertahun-tahun.

Dlm benak mrk ada tanda tanya, knp lumbung padi mrk spt tak berkurang meski telah menguranginya setiap kali panen?

Hingga disuatu malam yg lengang setelah panen, mrk berdua bertemu ditengah jalan.

Masing2 mrk menggotong satu karung padi.

Tanda tanya dlm benak mrk terjwb sudah, seketika itu juga mrk saling memeluk erat, mrk sungguh terharu berurai air mata menyadari betapa mrk saling menyayangi.

Beginilah sehrsnya kita bersaudara...👨‍❤‍👨🙏
Jgn biarkan Harta menjadi pemicu permusuhan melainkan menjadi perekat yg teramat kuat diantara saudara.

Allah telah menanamkan cinta pd hati mrk yg mau lelah memikirkan nasib saudara2 mrk.

Allah tak akan membiarkan kita kekurangan jika kita selalu berusaha mencukupi kehidupan org lain.

Allah tak akan menyusahkan kita yg selalu berusaha membahagiakan org lain.

sekian, semoga bermanfaat
salam RUMAH BUGAR

05/11/2019

"KHADIJAH ISTRI TERKASIH RASUL"

🌹Khadijah Memang Wanita Istimewa🌹

DUA PERTIGA (2/3) wilayah Makkah adalah milik Siti Khadijah binti khuwailid, istri pertama Rasulullah SAW. Ia wanita bangsawan yang menyandang kemuliaan dan kelimpahan harta kekayaan. Namun ketika wafat, tak selembar kafan pun dia miliki. Bahkan baju yang dikenakannya di saat menjelang ajal adalah pakaian kumuh dengan 83 tambalan.

“Fatimah putriku, aku yakin ajalku segera tiba,” bisik Khadijah kepada Fatimah sesaat menjelang ajal. “Yang kutakutkan adalah siksa kubur. Tolong mintakan kepada ayahmu, agar beliau memberikan sorbannya yang biasa digunakan menerima wahyu untuk dijadikan kain kafanku. Aku malu dan takut memintanya sendiri”.

Mendengar itu Rasulullah berkata, “Wahai Khadijah, Allah menitipkan salam kepadamu, dan telah dipersiapkan tempatmu di surga”.

Siti Khadijah, Ummul Mu’minin (ibu kaum mukmin), pun kemudian menghembuskan nafas terakhirnya dipangkuan Rasulullah. Didekapnya sang istri itu dengan perasaan pilu yang teramat sangat. Tumpahlah air mata mulia Rasulullah dan semua orang yang ada di situ.

Dalam suasana seperti itu, Malaikat Jibril turun dari langit dengan mengucap salam dan membawa lima kain kafan.

Rasulullah menjawab salam Jibril, kemudian bertanya, “Untuk siapa sajakah kain kafan itu, ya Jibril?”

“Kafan ini untuk Khadijah, untuk engkau ya Rasulullah, untuk Fatimah, Ali dan Hasan,” jawab Jibril yang tiba-tiba berhenti berkata, kemudian menangis.

Rasulullah bertanya, “Kenapa, ya Jibril?”

“Cucumu yang satu, Husain, tidak memiliki kafan. Dia akan dibantai, tergeletak tanpa kafan dan tak dimandikan,” jawab Jibril.

Rasulullah berkata di dekat jasad Khadijah, “Wahai Khadijah istriku sayang, demi Allah, aku tak kan pernah mendapatkan istri sepertimu. Pengabdianmu kepada Islam dan diriku sungguh luar biasa. Allah Mahamengetahui semua amalanmu. Semua hartamu kau hibahkan untuk Islam. Kaum muslimin pun ikut menikmatinya. Semua pakaian kaum muslimin dan pakaianku ini juga darimu. Namun begitu, mengapa permohonan terakhirmu kepadaku hanyalah selembar sorban!?”

Tersedu Rasulullah mengenang istrinya semasa hidup.

Khadijah

Dikisahkan, suatu hari, ketika Rasulullah p**ang dari berdakwah, beliau masuk ke dalam rumah. Khadijah menyambut, dan hendak berdiri di depan pintu, kemudian Rasulullah bersabda, “Wahai Khadijah, tetaplah kamu di tempatmu”.

Ketika itu Khadijah sedang menyusui Fatimah yang masih bayi. Saat itu seluruh kekayaan mereka telah habis. Seringkali makanan pun tak punya, sehingga ketika Fatimah menyusu, bukan air susu yang keluar akan tetapi darah. Darahlah yang masuk dalam mulut Fatimah r.a.

Kemudian Rasulullah mengambil Fatimah dari gendongan istrinya, dan diletakkan di tempat tidur. Rasulullah yang lelah sep**ang berdakwah dan menghadapi segala caci-maki serta fitnah manusia itu, lalu berbaring di pangkuan Khadijah hingga tertidur.

Ketika itulah Khadijah membelai kepala Rasulullah dengan penuh kelembutan dan rasa sayang. Tak terasa air mata Khadijah menetes di p**i Rasulullah hingga membuat beliau terjaga.

“Wahai Khadijah, mengapa engkau menangis? Adakah engkau menyesal bersuamikan aku?” tanya Rasulullah dengan lembut.

Dahulu engkau wanita bangsawan, engkau mulia, engkau hartawan. Namun hari ini engkau telah dihina orang. Semua orang telah menjauhi dirimu. Seluruh kekayaanmu habis. Adakah engkau menyesal, wahai Khadijah, bersuamikan aku, ?" lanjut Rasulullah tak kuasa melihat istrinya menangis.

“Wahai suamiku, wahai Nabi Allah. Bukan itu yang kutangiskan," jawab Khadijah.
"Dahulu aku memiliki kemuliaan, Kemuliaan itu telah aku serahkan untuk Allah dan RasulNya. Dahulu aku adalah bangsawan, Kebangsawanan itu juga aku serahkan untuk Allah dan RasulNya. Dahulu aku memiliki harta kekayaan, Seluruh kekayaan itupun telah aku serahkan untuk Allah dan RasulNya”.

"Wahai Rasulullah, sekarang aku tak punya apa-apa lagi. Tetapi engkau masih terus memperjuangkan agama ini. Wahai Rasulullah, sekiranya nanti aku mati sedangkan perjuanganmu belum selesai, sekiranya engkau hendak menyeberangi sebuah lautan, sekiranya engkau hendak menyeberangi sungai namun engkau tidak memperoleh rakit atau pun jembatan, maka galilah lubang kuburku, ambillah tulang-belulangku, jadikanlah sebagai jembatan bagimu untuk menyeberangi sungai itu supaya engkau bisa berjumpa dengan manusia dan melanjutkan dakwahmu”.

"Ingatkan mereka tentang kebesaran Allah, Ingatkan mereka kepada yang hak, Ajak mereka kepada Islam, wahai Rasulullah”.

Rasulullah pun tampak sedih. “Oh Khadijahku sayang, kau meninggalkanku sendirian dalam perjuanganku. Siapa lagi yang akan membantuku?”
“Aku, ya Rasulullah!” sahut Ali bin Abi Thalib. jawab, menantu Rasullulah...

Di samping jasad Siti Khadijah, Rasulullah kemudian berdoa kepada Allah.

“Ya Allah, ya ILahi Rabbiy, limpahkanlah rahmat-Mu kepada Khadijahku, yang selalu membantuku dalam menegakkan Islam, Mempercayaiku pada saat orang lain menentangku, Menyenangkanku pada saat orang lain menyusahkanku, Menenteramkanku pada saat orang lain membuatku gelisah”.

Semoga bermanfaat 🙏

02/11/2019

💦💦 ZAHID dan ZULFAH💦💦

Pada zaman Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi wa aali wasallam, hiduplah seorang pemuda yang bernama Zahid, yang berumur 35 tahun, namun belum juga menikah.
Dia tinggal di Suffah (teras) masjid Madinah.

Ketika sedang mengasah pedangnya, tiba-tiba Rasulullah Saw datang dan mengucapkan salam. Zahid kaget dan menjawabnya agak gugup.

“Wahai saudaraku Zahid…selama ini engkau sendiri saja,” Rasulullah Saw menyapa.

“Allah bersamaku ya Rasulullah,” kata Zahid, sambil tertunduk tak kuasa melihat kharismatik wajah Beliau.

“Maksudku kenapa engkau selama ini membujang saja, apakah engkau tidak ingin menikah…,?” Tanya Rasulullah Saw.

Zahid menjawab, “Ya Rasulullah, aku ini seorang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap dan wajahku tak tampan, siapa yang mau dengan diriku ya Rasulullah?”

”Asal engkau mau, itu urusan yang mudah.” Kata Rasulullah Saw sambil tersenyum.

Kemudian Rasulullah Saw memerintahkan Sahabatnya untuk membuat surat yang isinya adalah melamar wanita yang bernama Zulfah binti Said, anak seorang bangsawan Madinah yang terkenal kaya raya dan terkenal sangat cantik jelita.

Setelah surat itu selesai ditulis, maka Rasulullah memberikan surat tersebut kepada Zahid dan memerintahkan agar segera mendatangi rumah Said dan menyerahkan surat lamaran tersebut kepadanya.

Disebabkan di rumah Said sedang ada tamu, maka Zahid setelah memberikan salam kemudian memberikan surat tersebut dan diterima di depan rumah Said.

“Wahai saudaraku Said, aku membawa surat dari Rasulullah yang mulia diberikan untukmu saudaraku.”

Said menjawab, “Wah, ini adalah suatu kehormatan buatku.”

Lalu surat itu dibuka dan dibacanya. Ketika membaca surat tersebut, Said agak terperanjat karena tradisi Arab perkawinan yang selama ini biasanya seorang bangsawan harus kawin dengan keturunan bangsawan dan yang kaya harus kawin dengan orang kaya.

Akhirnya Said bertanya kepada Zahid, “Wahai saudaraku, betulkah surat ini dari Rasulullah?”

Zahid menjawab, “Apakah engkau pernah melihat aku berbohong...”

Dalam suasana yang seperti itu Zulfah datang dan berkata, “Wahai ayah, kenapa sedikit tegang terhadap tamu ini… bukankah lebih baik di persilahkan masuk?”

“Wahai anakku, ini adalah seorang pemuda yang sedang melamar engkau supaya engkau menjadi istrinya,” kata ayahnya.

Di saat Zulfah melihat Zahid, sambil menangis ia berkata,
“Wahai ayah, banyak pemuda yang tampan dan kaya raya semuanya menginginkan aku, aku tak mau dengan dia ayah..!”

Zulfah merasa dirinya terhina.

Maka Said berkata kepada Zahid, “Wahai saudaraku, engkau tahu sendiri anakku tidak mau…bukan aku menghalanginya dan sampaikan kepada Rasulullah bahwa lamaranmu ditolak.”

Mendengar nama Rasul disebut ayahnya, Zulfah berhenti menangis dan bertanya kepada ayahnya, “Wahai ayah, mengapa membawa-bawa nama Rasulullah?”

Akhirnya Said berkata, “Lamaran kepada dirimu ini adalah perintah Rasulullah.”

Zulfah kaget kemudian beristighfar beberapa kali,
أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ...أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ...أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ...
Ia menyesal atas kelancangan perbuatannya itu. Seketika ia berkata kepada ayahnya, “Wahai ayah, kenapa tidak sejak tadi ayah berkata bahwa yang melamar ini Rasulullah, kalau begitu segera aku harus dinikahkan dengan pemuda ini.
Karena aku ingat firman Allah dalam Al-Qur’an surah An Nur:

إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (النور ٥١)
“Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka diminta Allah dan Rasul-Nya agar Rasul yang mengadili (mengambil keputusan ) diantara mereka, ucapan yang muncul hanyalah : Kami mendengar, dan kami patuh/taat”. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung."
(QS. An Nur 24:Ayat 51)”

Zahid pada hari itu merasa jiwanya melayang-layang ke angkasa dan baru kali ini merasakan bahagia yang tiada taranya, dan segera melangkah p**ang.

Sampai di masjid ia bersujud syukur. Rasulullah yang mulia tersenyum melihat gerak-gerik Zahid yang berbeda dari biasanya.

“Bagaimana Zahid?”

“Alhamdulillah lamarannya diterima ya Rasulallah,” jawab Zahid.

“Apakah sudah ada persiapan?”

Zahid menundukkan kepala sambil berkata, “Ya Rasulallah, aku tidak memiliki apa-apa.”

Akhirnya Rasulullah menyuruhnya pergi ke beberapa sahahbat untuk membantunya mendapatkan uang untuk menikah.

Setelah mendapatkan uang yang cukup banyak, Zahid pergi ke pasar untuk membeli perlengkapan perkawinan.

Tak lama kemudian setibanya di pasar, bersamaan itu p**a ada pengumuman Jihad untuk perang melawan orang kafir yang mau menyerang masyarakat muslim Madinah.

Zahid Mulai bingung untuk menentukan sikap, menikah atau berjuang demi Agama Allah.

Akhirnya dia mencoba kembali lagi ke masjid. Ketika Zahid sampai di masjid, dia melihat kaum Muslimin sudah siap-siap dengan perlengkapan senjata, Zahid bertanya, “Ada apa ini?”

Sahabat menjawab, “Wahai Zahid, hari ini orang kafir akan menghancurkan kita, apakah engkau tidak mengetahui?”

Zahid istighfar beberapa kali sambil berkata, “Wah jika begitu uang untuk menikah ini akan aku belikan baju besi dan kuda yg terbaik, aku lebih memilih jihad bersama Rasulullah dan menunda pernikahan ini."

Para sahabat menasihatinya, “Wahai Zahid, nanti malam kamu berbulan madu, tetapi engkau malah hendak berperang?”

Zahid menjawab dengan tegas, “Hatiku sudah mantap untuk bersama Al Musthafa Rasulullah pergi berjihad.”

Lalu Zahid membacakan ayat AlQur'an di hadapan sahabat Nabi:

قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ (التوبة ٢٤)
“Katakanlah, Jika bapak -bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum kerabatmu, harta kekayaan yang kamu
usahakan, perniagaan yang kamu kuatiri kerugiannya dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai , itu semua lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya (dengan) berjihad di jalan-Nya. Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” (QS. At Taubah, 9:24).

Akhirnya Zahid maju ke medan pertempuran. Dengan hebatnya beliau bertempur, banyak dari kaum kafirin tewas di tangannya dan pada akhirnya beliau mendapatkan syahid. Gugur demi membela agama Allah dan Rasulullah. . .

Peperangan telah usai, kemenangan direbut oleh Rasul dan pasukannya.

Senja yang penuh dengan keberkahan ketika Rasullullah memeriksa satu persatu yang telah gugur di jalan Allah, sebagai Syuhada Allahu azza wajalla.

Nampak dari kejauhan sosok pemuda yg bersimbah darah dengan luka bekas sasatan pedang.

Rasulullah menghampiri jasad pemuda itu sambil meletakkan kepalanya di pangkuan manusia agung ini. Habiballah
memeluknya sambil menangis tersedu-sedu, "Bukankah engkau ya Zahid yg hendak menikah malam ini ??"
Tapi engkau memilih keridhaan Allah, berjihad bersamaku."

Tak lama kemudian Rasulullah tersenyum sembari memalingkan muka ke sebelah kiri karena malu.
Disebabkan karena ternyata sesosok bidadari cantik dari Surga menjemput Ruh mulia pemuda ini, dan tak sengaja gaunnya tersingkap hingga betisnya yang indah terlihat.
Ini yang membuat Rasulullah malu.

Rasulullah berkata, “Hari ini Zahid berbulan madu dengan bidadari yang lebih cantik daripada Zulfah.”

Lalu Rasulullah membacakan Al-Qur’an;

وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا ۚ بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ * فَرِحِينَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَيَسْتَبْشِرُونَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُوا بِهِمْ مِنْ خَلْفِهِمْ أَلَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ (آل عمران ١٦٩ - ١٧٠)
“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, sejatinya mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki. Mereka dalam keadaan bahagia disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal dibelakang yang belum menyusul mereka dan tidak (p**a) mereka bersedih hati."
(QS. Ali Imran, 3:169-170.)

Pada saat itulah para sahabat meneteskan air mata, dan Zulfah pun berkata,
“Ya Allah, alangkah bahagianya calon suamiku itu, jika aku tidak dapat mendampinginya di dunia, maka izinkanlah aku mendampinginya di akhirat.”
Semoga bermanfa'at.

sekian, salam RUMAH BUGAR

01/11/2019

ISTIGHFAR

Imam Ahmad bin Hambal Rahimakumullah (murid Imam Syafi'i) dikenal juga sebagai Imam Hambali. Di masa akhir hidupnya beliau bercerita;
Suatu waktu (ketika saya sudah usia tua) saya tidak tau kenapa ingin sekali menuju satu kota di Iraq. Padahal tidak ada janji sama orang dan tidak ada keperluan.
Akhirnya Imam Ahmad pergi sendiri menuju ke kota Bashrah. Beliau bercerita;
Begitu tiba di sana waktu Isya', saya ikut shalat berjamaah isya di masjid, hati saya merasa tenang, kemudian saya ingin istirahat.
Begitu selesai solat dan jamaah bubar, Imam Ahmad ingin tidur di masjid, tiba-tiba penjaga masjid datang menemui Imam Ahmad sambil bertanya; "Kenapa kamu di sini, syaikh?."
Penjelasan
Kata "syaikh" boleh digunakan untuk 3 panggilan:
1⃣untuk orang tua,
2⃣orang kaya atau pun
3⃣orang yg berilmu.
Panggilan Syaikh dikisah ini panggilan sebagai orang tua, karena penjaga tu memanggil hanya sebagai orang tua.
Penjaga masjid itu tidak tau yang lelaki itu adalah Imam Ahmad. Dan Imam Ahmad pun tidak memperkenalkan dirinya. Di Iraq, semua orang kenal siapa Imam Ahmad, seorang ulama besar & ahli hadits, sejuta hadits dihafalnya, sangat shalih & zuhud. Zaman itu tidak ada kamera / gambar sehingga orang tidak tau wajahnya, cuma namanya sudah terkenal.
Imam Ahmad menjawab, "Saya ingin istirahat, saya musafir."
Kata penjaga tu, "Tidak boleh, tidak boleh tidur di masjid."
Imam Ahmad bercerita,
"Saya diusir oleh orang itu, disuruh keluar dari masjid, Setelah keluar masjid, dikuncinya pintu masjid. Lalu saya ingin tidur di birai masjid."
Ketika sudah berbaring di birai masjid Penjaganya datang lagi, marah-marah kepada Imam Ahmad. "Kamu mau apa lagi syaikh?". Kata penjaga itu.
Sy mau tidur, saya musafir", kata Imam Ahmad.
Lalu penjaga masjid berkata;
"Di dalam masjid tidak boleh, di birai masjid juga gak boleh." Imam Ahmad diusir. Imam Ahmad bercerita, "Saya diusir sampai jalanan."
Di samping masjid ada penjual roti (rumah kecil sekaligus untuk membuat & menjual roti). Penjual roti ini sedang membuat adunan, sambil melihat kejadian imam Ahmad diusir oleh penjaga masjid tadi.
Ketika Imam Ahmad sampai di jalanan, penjual roti itu memanggil dari jauh; "Mari syaikh, anda boleh nginap di tempat saya, saya punya tempat, meski pun kecil."
Kata Imam Ahmad, "Baik". Imam Ahmad masuk ke rumahnya, duduk di belakang penjual roti yg sedang membuat roti (dengan tetap tidak memperkenalkan siapa dirinya, hanya bilang sebagai musafir).
Penjual roti ini punya perilaku baik dan memuliakan tetamu. Kalau Imam Ahmad mengajak bersembang, pasti dijawabnya. Kalau tidak, dia terus membuat adunan roti sambil *(terus-menerus)* melafazkan *ISTIGHFAR.* _"Astaghfirullah"_
Saat meletakkan garam, _astaghfirullah_, memecah telur, _astaghfirullah_ , mencampur gandum _astaghfirullah_. Dia senantiasa mengucapkan _istighfar_. Sebuah kebiasaan mulia. Imam Ahmad terus memerhatiknnya.
Lalu imam Ahmad bertanya, _"Sudah berapa lama kamu lakukan ini?"_
Orang itu menjawab;
"Sudah lama sekali syaikh, saya menjual roti sudah 30 tahun, jadi semenjak itu saya lakukan."
Imam Ahmad bertanya;
"Apa hasil dari perbuatan mu ini?"
Orang itu menjawab;
"(lantaran wasilah istighfar) Tidak ada hajat / keinginan yg saya minta, kecuali PASTI dikabulkan Allah. Semua yg saya minta ya Allah... pasti saya akan dapat"
Rasulullah
صلى الله عليه وسلم
pernah bersabda;
"Siapa yg menjaga istighfar, maka Allah akan menjadikan jalan keluar baginya dari semua masalah dan Allah akan berikan rezeki dari jalan yg tidak disangka-sangkanya."
Lalu orang itu melanjutkan, "Semua dikabulkan Allah kecuali satu, masih satu yg belum Allah beri."
Imam Ahmad penasaran lantas bertanya;
"Apa itu?"
Kata orang itu;
"Saya minta kepada Allah supaya dipertemukan dengan Imam Ahmad."
Seketika itu juga Imam Ahmad bertakbir, "Allahu Akbar..!
Allah telah mendatangkan saya jauh dari Bagdad pergi ke Bashrah dan bahkan - sampai diusir oleh penjaga masjid - Sampai ke jalanan, ternyata karena ISTIGHFAR MU."
Penjual roti itu terperanjat, memuji Allah, ternyata yg di depannya adalah Imam Ahmad. Ia pun langsung memeluk & mencium tangan Imam Ahmad.

(SUMBER: Kitab Manakib Imam Ahmad)
Wallahu a'lam
Saudara ku & Sahabat ku tercinta... Mulai detik ini - marilah senantiasa kita hiasi lisan kita dengan ISTIGHFAR - dan JANGAN SAMPAI ilmu yang SANGAT PENTING ini TIDAK DIAMALKAN OLEH MASING-MASING DIRI KITA.
Semoga Allah merahmati kita semua, Aamiin.

SEKIAN, SALAM RUMAH BUGAR

15/10/2019

Selamat siang RUMAH BUGAR
simak tips sepele tapi penting 👌

1. Cabut charger hape dari colokan setelah digunakan. Charger yang lampu merahnya masih menyala, otomatis masih menghantarkan listrik. Pernah baca, ada anak kecil tewas kesetrum setelah ngemut ujung charger menggantung yang lupa dicabut orangtuanya.

2. Biasakan mematahkan sedikit ujung tusuk sate atau siomay sebelum dimakan atau akan dibuang. Tetangga pernah menginjak tusukan sate yang dibuang sembarangan di jalanan. Gak tanggung-tanggung, jempol kakinya sampe dioperasi akibat tertusuk tembus atas bawah.

3. Pisahkan daging rambutan dengan bijinya sebelum dikasih ke anak. Begitu p**a dengan permen, sebaiknya dibelah dua dulu sebelum dikasih ke anak. Bulatan rambutan dan permen kadang lebih besar dari diameter tenggorokan anak kecil. Pernah nonton berita, ada anak tewas keselek rambutan. Atau juga pernah ada balita hampir kehilangan nafas, muka sudah membiru karena keselek permen.

4. Sering makan nasi goreng, gado-gado atau makanan bungkusan lainnya yang ujung kemasannya distaples, bukan diikat karet? Hati-hati... Coba bayangkan kalo peluru staples yang kecil dan tajam itu nyangkut ke tenggorokan atau nempel di usus.

5. Sebelum membuang serpihan pecah beling ke tempat sampah, baiknya dibungkus plastik dulu, trus dilakban, dan kasih tulisan "awas kaca". Memang kesannya kurang kerjaan. Tapi pernah lihat postingan teman, ada pemulung yang jarinya berdarah-darah setelah mengais bak sampah. Kan kasian...

6. Bagi mbak-mbak atau ibu-ibu berhijab syar'i, biasakan memperhatikan ujung hijab ataupun rok sebelum naik motor atau dibonceng. Ujung kain yg menjuntai bisa jadi malapetaka... ada yang pernah tewas jatuh dari motor usai sholat taraweh setelah ujung mukenahnya masuk jari-jari roda motor.

7. Periksa bawah mobil anda sebelum dikeluarkan dari garasi. Pada anomali cuaca seperti ini, yang hujannya gak menentu, kucing kadang mencari tempat yang cenderung hangat.
Lokasi ruang mesin atau kolong dekat knalpot dan ban biasanya menjadi tempat berteduh

Semoga bermanfaat 🤗
salam rumah bugar MENGEMBALIKAN KEBUGARAN ANDA

06/04/2019

KISAH ABDULLAH BIN UMMI MAKTUM dan IBLIS
Sahabat...
Tahukah kamu siapakah Abdullah bin Ummi Maktum itu?
Jika kamu biasa mentadabburi Qur'an Surah 'ABASA, maka namanya bukanlah sesuatu yang asing bagimu.
Ya, Ia adalah seorang tuna netra Sahabat Nabi Muhammad Saw. Beliau menjadi salah satu sebab turunnya surah 'Abasa.
Yang karena dialah, Nabi Muhammad mendapat teguran dari Allah, sewaktu Nabi Saw berbicara dengan para pembesar Quraisy, dengan tujuan agar mereka memeluk agama Islam.
Abdullah bin Ummi Maktum adalah salah seorang sahabat yang mulia Rasulullah, yang juga sepupu dari Ummul Mukminin Khadijah radhiallahu ‘anha, istri Nabi Muhammad Saw.
Nasab beliau adalah Ibnu Qays bin Za-idah bin al-Usham. Abdullah memiliki kedekatan nasab dengan Ummul Mukminin Khadijah radhiallahu ‘anha. Ibu dari Khadijah adalah saudaranya Qays bin Za-idah, ayah dari Abdullah bin Ummi Maktum.
Beliau termasuk di antara as-sabiquna-l awwalun (orang-orang yang pertama memeluk agama islam).
Sahabat...
Tak banyak yang tahu, bahwa sesungguhnya baliau adalah sang muadzin Rasulullah.
Sebagian orang mengetahui bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya memiliki satu orang muadzin saja, yaitu Bilal bin Rabah ra. Padahal tidak hanya Bilal yang menjadi muadzin Rasulullah, ada nama lain juga, yaitu Abdullah bin Ummi Maktum radhiallahu ‘anhu.
Kedua muadzin Rasulullah ini, Bilal bin Rabah dan Abdullah bin Ummi Maktum ra, memiliki waktu khusus untuk mengumandangkan adzan. Bilal bin Rabah diperintahkan adzan pada waktu shalat tahajud,, sedangkan Abdullah bin Ummi Maktum adzan pada saat datangnya waktu shalat subuh.
Sebagaimana dari Ummul Mukminin, Aisyah radhiallahu ‘anha, meriwayatkan,
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا: ” أَنَّ بِلَالًا كَانَ يُؤَذِّنُ بِلَيْلٍ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: كُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يُؤَذِّنَ ابْنُ أُمِّ مَكْتُومٍ، فَإِنَّهُ لَا يُؤَذِّنُ حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ “
“Sesungguhnya Bilal adzan pada waktu (sepertiga) malam. Karena itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Makan dan minumlah kalian sampai Ibnu Ummi Maktum adzan. Karena ia tidak akan adzan kecuali setelah terbitnya fajar shadiq (masuk waktu subuh).”
Sahabat...
Ada satu cerita menarik, yang dapat diambil hikmahnya dari Abdullah bin Ummi Maktum ini.
Dikisahkan suatu hari, Abdullah bin Ummi Maktum mengikuti pengajian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Dalam kesempatan itu, Rasul Saw menyampaikan kepada ummatnya akan kewajiban setiap muslim yang mendengar adzan untuk segera menunaikan shalat. Karena kondisi fisiknya, yakni matanya yang buta, ia memberanikan diri bertanya kepada baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.
"Wahai Rasulullah, apakah saya juga diwajibkan kendati saya tidak bisa melihat?" tanya Ibnu Ummi Maktum.
Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab,
"Apakah kamu mendengar seruan adzan?"Ibnu Ummi Maktum menjawab,
"Ya, saya mendengarnya."
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun memerintahkannya agar ia tetap pergi ke masjid meskipun sambil merangkak. Maka, dengan penuh keimanan, setiap adzan berkumandang dan waktu shalat tiba, Abdullah bin Ummi Maktum pergi ke masjid untuk mendirikan jamaah shalat subuh, sekalipun dia harus pergi dengan sebatang tongkat karena buta.
Pada keesokan harinya, seperti biasanya, Abdullah bin Ummi Maktum pergi ke masjid untuk shalat berjamaah.
Di tengah jalan, Abdullah bin Ummi Maktum tersandung sebuah batu hingga badannya tersungkur dan sebagian batu tadi mengenai wajahnya hingga darah mengalir. Tak berapa lama kemudian, datanglah sosok lelaki tak dikenal menghampirinya, kemudian lelaki itu bertanya,
"Paman hendak pergi kemana?"
"Saya hendak memenuhi panggilan Ilahi," jawab Abdullah dengan tenang.
Lelaki itu lalu berjanji untuk selalu menemani dan mengantar Abdullah bin Ummi Maktum pergi dan p**ang ke masjid setiap hari.
Hingga tibalah suatu saat Abdullah bin Ummi Maktum ingin tahu siapa nama lelaki
yang selalu mengantarnya. Namun spontan saja lelaki asing itu menjawab,
"Apa yang paman inginkan dari namaku?"
"Saya ingin berdoa kepada Allah Ta'ala atas kebajikan yang selama ini engkau lakukan," jawab Abdullah bin Ummi Maktum.
Tidak usah Paman, Paman tidak perlu berdoa untuk meringankan penderitaanku," tegasnya.
Abdullah bin Ummi Maktum pun tersentak dan terkejut atas jawaban lelaki itu, ia pun kemudian bersumpah atas nama Allah Subhanahu Wa Ta'ala, meminta lelaki itu untuk tidak menemuinya lagi sampai ia tahu betul siapa dan mengapa ia terus memandunya menuju ke masjid tanpa mengharapkan balasan apapun. Mendengar sumpah Abdullah bin Ummi Maktum, laki-laki itu berpikir panjang, ia kemudian berkata,
"Baiklah, akan aku katakan siapa diriku sebenarnya. Aku adalah iblis," jawabnya.
Abdullah bin Ummi Maktum tersentak kaget, dan hampir tidak percaya mendengar penuturan lelaki asing itu.
"Bagaimana mungkin engkau menuntunku ke masjid, sedangkan dirimu menghalangi manusia untuk shalat?" tanya Abdullah."Engkau masih ingat ketika dulu hendak melaksanakan shalat subuh berjamaah, lalu tersandung batu dan bongkahannya mengenai wajahmu?"
"Iya, aku ingat," jawab Abdullah.
"Ketahuilah, pada saat itu aku mendengar ucapan malaikat bahwasanya Allah Ta'ala telah mengampuni setengah dari dosamu. Aku takut kalau engkau tersandung untuk kedua kalinya, lalu Allah Ta'ala akan menghapuskan setengah dosamu yang lain.
Oleh karena itu, aku selalu menuntunmu ke masjid dan mengantarkanmu p**ang, aku khawatir jika engkau kembali tersandung untuk yang kedua kalinya," jelasnya.
Ternyata, iblis ini tidak pernah rela sedikit pun melihat hamba Allah Subhanahu Wa Ta'ala menjadi ahli ibadah, hingga ia tak segan untuk menggunakan topeng kebaikan, khawatir kalau mangsanya akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda.
Sahabat...
Kisah di atas menggambarkan kepada kita bahwa sesungguhnya iblis tak akan pernah berhenti untuk menggoda dan menyesatkan manusia.
Dalam hal yang baik pun, iblis selalu berusaha untuk membelokkan orang yang beriman ke arah yang dimurkai Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Ketahuilah sahabat...Sesungguhnya iblis itu adalah musuh yang nyata bagimu.
(QS Fatir 35 : 6).
Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala senantiasa membimbing dan meridhai setiap ibadah kita. Aamiin Ya Rabbal Alaamiin.
**HIKMAH DARI KISAH INI**
1. Apa yang dilihat belum tentu benar seperti apa yang terlihat.
2. Iblis akan selalu melakukan tipu daya muslihat untuk menyesatkan manusia.
3. Iblis selalu bersembunyi dibalik topeng kebaikan.

Address

CIBUBUR

15644

Telephone

021-87720875

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when RUMAH BUGAR posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

  • Want your practice to be the top-listed Clinic?

Share

Share on Facebook Share on Twitter Share on LinkedIn
Share on Pinterest Share on Reddit Share via Email
Share on WhatsApp Share on Instagram Share on Telegram