03/12/2025
Hari ini, mari kita menepi sejenak dari hiruk pikuk dunia, dan memusatkan hati kita pada sebuah perayaan yang jauh lebih agung daripada sekadar tanggal di kalender. Kita menyambut Hari Disabilitas Internasional — bukan sebagai hari belas kasihan, melainkan sebagai perayaan yang mendalam tentang kemanusiaan, ketangguhan, dan keberagaman yang memperkaya jiwa kolektif kita.
Bukan Keterbatasan, Melainkan Kekuatan yang Teruji
Di tengah miliaran kisah yang membentuk dunia, ada suara-suara yang mungkin terdengar lebih sunyi, namun memiliki resonansi yang paling kuat. Mereka adalah saudara-saudari kita, individu penyandang disabilitas, yang hidupnya adalah puisi tentang daya juang yang tak terpatahkan.
Mereka telah mengubah tantangan menjadi guru terbaik, mengubah pandangan sinis menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan fisik atau mental hanyalah satu bagian kecil dari identitas yang luas dan tak terbatas. Di balik kursi roda, di balik tongkat, di balik keheningan suara atau visual, terdapat lautan bakat, kecerdasan, dan cinta yang menunggu untuk diakui dan dirayakan.
Kita sering kali melihat perbedaan, namun lupa untuk melihat jiwa yang sama yang bersemayam di dalamnya—jiwa yang merindukan penghormatan, kesempatan yang setara, dan ruang untuk berkontribusi.
Panggilan untuk Hati yang Terbuka
Ini adalah panggilan untuk meruntuhkan tembok-tembok tak terlihat yang dibangun dari stigma, prasangka, dan ketidakpedulian. Ini adalah janji bahwa setiap individu, tanpa memandang kemampuan fisik atau mental, berhak berjalan di bawah langit yang sama dengan martabat penuh.
Selamat Hari Disabilitas Internasional. Mari kita berjalan bersama, saling merangkul, menuju cahaya kesetaraan untuk semua