18/03/2017
OH NO ! ADA JERAWAT !
Jerawat dapat muncul ketika folikel rambut tersumbat oleh percampuran sel kulit mati, kotoran, dan sebum (zat yang diproduksi kelenjar minyak yang berfungsi mencegah kekeringan pada kulit). Kemudian, dapat terjadi infeksi bakteri yang menyebabkan peradangan pada daerah sumbatan tersebut.
Ada beberapa faktor yang dapat memicu atau meningkatkan risiko seseorang mengalami jerawat, di antaranya:
1. Perubahan hormon. Diperkirakan bahwa jerawat yang terjadi pada orang-orang dewasa disebabkan oleh perubahan kadar hormon. Delapan dari sepuluh kasus jerawat pada orang dewasa, terjadi pada wanita, karena wanita lebih sering mengalami perubahan hormon pada masa-masa tertentu, yaitu ketika menstruasi dan kehamilan. Jerawat kerap muncul pada sebagian wanita menjelang periode menstruasi. Sedangkan pada wanita hamil, jerawat biasa muncul pada tiga bulan pertama kehamilan. Bagi wanita yang mengalami kondisi yang disebut sindrom ovarium polikistik, selain munculnya jerawat, naiknya berat badan serta munculnya kista kecil di dalam ovarium juga bisa terjadi.
2. Masa pubertas. Hal ini biasanya dialami oleh remaja. Pada masa pubertas, produksi sebum oleh kelenjar minyak akan meningkat seiring dengan tingginya produksi hormon testosteron. Dan terkadang, produksi sebum tersebut melebihi kuantitas yang dibutuhkan oleh kulit.
3. Efek samping penggunaan kosmetik.
4.Kecanduan merokok.
5.Stres.
6. Efek samping obat-obatan. Hal ini biasanya terjadi pada penggunaan obat lihium, steroid, dan antiepilepsi. Suplemen vitamins B2, B6, dan B12 juga dapat menyebabkan efek samping berupa jerawat.
7. Keturunan. Jika kita memiliki orang tua yang pernah yang bermasalah dengan jerawat, maka kita berisiko besar mengalami hal yang sama. Bahkan tingkat keparahan jerawat bisa saja lebih tinggi terutama sebelum memasuki usia dewasa. Selain itu, apabila orang tua kita masih memiliki masalah dengan jerawat, maka kita juga berisiko mengalami hal yang sama meski sudah memasuki usia dewasa.[aldokter.com]