01/03/2026
Lombok Utara, 1/3/2026 – Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Lombok Utara mengajukan permohonan pemulangan dari Doha, Qatar, setelah lokasi tempat kerjanya berada sangat dekat dengan pangkalan militer Amerika Serikat yang sebelumnya dilaporkan menjadi sasaran serangan Iran.
Permohonan ini disampaikan oleh Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBH NU) Kabupaten Lombok Utara kepada Kepala Dinas Tenaga Kerja setempat. PMI bernama Reni Purnami, kelahiran Mataram, 31 Desember 1999, saat ini bekerja di Al Hilal, Doha.
Ketua LPBH NU Lombok Utara, Marianto, SH, menjelaskan, “Kondisi PMI baik, namun ia ketakutan karena setiap menit rudal balistik melintas di langit dekat tempat ia bekerja.” Dari data LPBH NU, terdapat 24 Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Lombok Utara yang bekerja di wilayah Timur Tengah, namun baru satu orang yang meminta dipulangkan karena faktor keamanan.
Dalam permohonan tersebut, LPBH NU meminta Dinas Tenaga Kerja berkoordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI dan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), serta menghubungi Perwakilan RI di Qatar, baik KBRI maupun KJRI, guna memastikan perlindungan hukum dan keselamatan PMI.
Karena bertepatan dengan hari libur, surat permohonan juga dikirim melalui WhatsApp kepada Bupati Lombok Utara agar segera ditindaklanjuti, sambil menunggu arahan dari Kedutaan Besar RI di Doha. LPBH NU juga meminta perhatian Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, untuk mendata masyarakat NTB di Jazirah Arab. Gubernur NTB memiliki jaringan luas karena pengalaman sebagai Direktur Perlindungan WNI di Kementerian Luar Negeri dan mantan Dubes RI untuk Turki.
“Kami berharap ada langkah cepat dan terkoordinasi demi keselamatan para pejuang devisa, khususnya yang berasal dari NTB,” tutup Marianto. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Disnaker Lombok Utara maupun BP2MI terkait langkah lanjutan, namun LPBH NU memastikan akan terus mengawal proses ini.