04/01/2026
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan dalam sebuah pidato di Mar-a-Lago, Florida, bahwa pemerintahannya akan melibatkan perusahaan-perusahaan minyak besar Amerika Serikat untuk masuk ke Venezuela guna memperbaiki industri minyak negara tersebut yang kini mengalami kerusakan serius.
Trump menggambarkan industri minyak Venezuela sebagai “kegagalan total” dalam beberapa tahun terakhir, dengan produksi yang sangat rendah dibandingkan dengan potensi sebenarnya. Ia menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan minyak terbesar di AS akan menghabiskan miliaran dolar untuk memperbaiki infrastruktur minyak yang rusak parah dan mulai menghasilkan keuntungan bagi negara Venezuela.
Menurut Trump, langkah ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas setelah operasi militer besar yang dilancarkan AS di Venezuela akhir pekan lalu, yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro. Pemimpin AS menyatakan bahwa keterlibatan perusahaan minyak itu diharapkan dapat memulihkan perekonomian dan menjadikan Venezuela sebagai negara yang mampu memanfaatkan sumber daya minyak besarnya secara optimal.
Meski Trump optimistis, sejumlah perusahaan minyak besar di AS hingga kini belum memberikan komentar tegas mengenai rencana investasi tersebut. Beberapa analis energi menyatakan bahwa tantangan teknis dan politik di Venezuela dapat membuat proses rehabilitasi industri minyak memakan waktu dan biaya yang sangat besar.
Sebelumnya, Venezuela pernah menjadi salah satu negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia, tetapi penurunan produksi, kurangnya investasi, dan sanksi internasional telah melemahkan sektor tersebut.