06/02/2026
Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan mencatat tren kemiskinan di Sulsel terus mengalami penurunan dalam enam tahun terakhir, sejak 2019 hingga September 2025. Berdasarkan data terbaru, persentase penduduk miskin pada September 2025 tercatat sebesar 7,43 persen atau setara dengan 685,14 ribu jiwa. Capaian ini menjadi angka terendah pascapandemi Covid-19 dan menunjukkan perbaikan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang berkelanjutan.
Jika dibandingkan dengan September 2019, jumlah penduduk miskin Sulsel saat itu masih berada di angka 759,58 ribu jiwa atau 8,56 persen. Meski sempat mengalami fluktuasi pada masa pandemi, sejak 2023 hingga 2025 tren penurunan terjadi secara konsisten, baik dari sisi persentase maupun jumlah penduduk miskin.
BPS Sulsel juga mencatat penurunan disparitas kemiskinan antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Pada September 2025, tingkat kemiskinan di wilayah perdesaan tercatat 9,56 persen, sementara di wilayah perkotaan berada pada angka 5,17 persen. Kondisi ini menunjukkan upaya pengentasan kemiskinan, khususnya di perdesaan, mulai memberikan dampak nyata.
Penurunan angka kemiskinan ini tidak terlepas dari kebijakan pembangunan yang terarah, penguatan sektor produktif, peningkatan kualitas infrastruktur, ekonomi, dan sosial, serta program-program yang tepat sasaran. Selain itu, kualitas kemiskinan juga terus membaik, ditandai dengan semakin sempitnya jarak pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan serta berkurangnya ketimpangan antarpenduduk miskin.
Capaian tersebut merupakan hasil kerja kolaboratif antara pemerintah pusat dan daerah, pemerintah kabupaten/kota, instansi vertikal, hingga peran aktif aparatur desa, pendamping program, dan seluruh lapisan masyarakat di Sulawesi Selatan.