20/02/2026
Ada kutipan yang aku pernah dapet dari cuplikan drakor (lupa judulnya apa) tapi terus terngiang dan di retweet jadi living notion kehidupanku, bentar.. tahan napasZzz inhale exhale..
baca • ini • pelan-pelan, kira-kira tulisannya gini:
"keseharian bagimu, sebuah perjalanan untukku"
Misalnya di foto ini, waktu aku eksplor pertama kali ke Baduy, ada Ayah (Guide Warlok sekaligus host fam kami disana) bersama dengan anak-anaknya yang ikut menjemput rombongan kami.
Nah, coba bayangin dalam satu jalur ada batu besar yang licin, lumpur yang agak dalam, pinggiran bidang miring yang berlumut, yang spontan memantikku mengkalkulasi resiko "lewat mana ya ini?", tiba-tiba Ayah sahut dari belakang "Sama aja!", dengan nada bergurau.
Iya juga sih, sama aja kan.. Mungkin yang bikin beda di makna rasa pengalamannya, tapi jalannya sama.. tetep lewatin di jalan itu..
Kami melewati perjalanan yang bagi mereka umumnya bisa 30-45 menit tapi untuk kami bisa tiba sampai ke Baduy Dalam butuh sekitar 5 jam.
Aku benar-benar hanyut menikmati tapakan kakiku menginjak akar-akar pohon yang gagah besar itu, cuitan spontan gambling yang "ah lewat ini aja" yang mencoba memilih jalan berbeda dari beberapa orang di depanku..
Menikmati kesatuan intimasi denyut Baduy di perjalanan itu.. Gak habis-habis rasa syukur "Waah.. Asli.. Kaya banget hidupku Tuhan.. Makasih..Makasih..Makasih".
Perjalanan ke Baduy bisa jadi rumah kampung halaman bagi Ayah dan keluarganya, tapi bersamaan juga jadi artefak kisah eksplorasi batin bagiku yang menghayati proses aku sampai kesana, di momen itu, melepas dan dealing dengan banyak hal sampai disediakan Tuhan berjodoh lewat , aku masih ingat aku menghubungi Kak Dewi bilang "pengen deh jalan ke kampung", aku kangen alam, aku kangen hutan..
Terus romantisnya Tuhan, dirayakannya aku dengan semua kelimpahanNya, menjemput keberanianku, dibersamai teman kampusku yang kok bisa dari Manado, kita bisa ketemu lagi dan itu di Baduy.. Kami ngelihat malam bintang yang jernih tanpa polusi cahaya disana, ngobrol main bareng Teja tengah malem pakai senter yang goyang-goyang dan lampu teplok, kunang-kunang di atas bukuku.