15/02/2026
Imlek Korea: Seollal dan Semangat Kebersamaan
Banyak orang mengenal Imlek identik dengan Tiongkok. Namun di Korea Selatan, perayaan Tahun Baru Imlek dikenal dengan nama Seollal (설날) salah satu hari raya terpenting dalam budaya Korea.
Seollal bukan sekadar pergantian tahun dalam kalender lunar, tetapi momen sakral untuk kembali ke akar: keluarga, tradisi, dan rasa hormat kepada leluhur.
Tradisi Seollal yang Penuh Makna
Saat Seollal tiba, masyarakat Korea biasanya:
1. Pulang Kampung (Mudik Versi Korea)
Jutaan orang kembali ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga. Suasananya mirip arus mudik Lebaran di Indonesia penuh haru dan kebersamaan.
2. Charye (차례)
Upacara penghormatan kepada leluhur dengan menyajikan hidangan khusus sebagai bentuk rasa terima kasih dan doa.
3. Sebae (세배)
Anak-anak dan anggota keluarga yang lebih muda melakukan salam hormat kepada orang tua dan orang yang lebih tua, lalu menerima doa serta uang keberuntungan (sebaetdon).
4. Makan Tteokguk (떡국)
Sup kue beras khas Tahun Baru. Konon, seseorang dianggap “bertambah satu tahun usia” setelah memakan tteokguk saat Seollal.
Lebih dari Sekadar Perayaan Di Korea Selatan, Seollal adalah tentang nilai Kebersamaan,Rasa hormat,Kekeluargaan,Refleksi diri untuk memulai tahun yang baru.
Nilai-nilai ini sangat selaras dengan filosofi DAGACHI. Dalam bahasa Korea, Dagachi (다같이) berarti “bersama-sama.”
Seollal mengajarkan bahwa kebahagiaan bukan hanya soal pesta atau hadiah, tetapi tentang hadir untuk satu sama lain.
Dagachi membawa semangat yang sama Menghubungkan orang,membangun kolaborasi,menguatkan komunitas dan Bertumbuh bersama.
Karena pada akhirnya, yang membuat sebuah perayaan menjadi bermakna bukanlah kemeriahannya tetapi kebersamaan di dalamnya.
Seperti Seollal di Korea, Dagachi hadir untuk menyatukan, menghubungkan, dan melangkah ke tahun baru dengan semangat bersama-sama.