23/01/2026
Ada luka yang tidak terlihat, tapi beratnya terasa setiap hari. Bukan karena cinta yang berakhir, melainkan karena hati yang dikhianati oleh orang yang pernah dipercaya sepenuh jiwa. Senyum masih bisa dipaksakan, tapi rasa sesak itu tetap tinggal di dalam dada.
Perempuan sering kali memilih diam, menelan air mata, dan menyalahkan diri sendiri. Padahal, disakiti bukan tanda kelemahan—itu bukti bahwa kamu pernah mencintai dengan tulus. Luka batin bukan untuk dipendam, tapi untuk disembuhkan dengan penuh kesadaran.
Jika hatimu masih terasa perih, ketahuilah: kamu tidak rusak, kamu sedang berproses. Perlahan, rasa sakit ini bisa dilepaskan, dan dirimu yang utuh akan kembali. Kamu pantas bahagia tanpa rasa takut dan trauma masa lalu.