RUMAH SEHAT IBNU MALKAN

RUMAH SEHAT IBNU MALKAN MELAYANI. ( jarak jauh bisa)
Diagnosa penyait-lebah-lintah-Bekam-akupresur-Jari listrik-Ruqyah-Akupun solusi tepat dan cepat tanpa harus minum obat.

tanpa injeksi, operasi dan bebas efek samping. untuk penyakit medis/ nonmedis yang susah dan sulit disembuhkan www.klinik-holistik.blogspot.com
085746950549

*AWAS ISTIDRAJ* 📌Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda:إِذَا رَأَيْتَ اللَّهَ يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْي...
09/02/2026

*AWAS ISTIDRAJ* 📌

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda:

إِذَا رَأَيْتَ اللَّهَ يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا عَلَى مَعَاصِيهِ مَا يُحِبُّ فَإِنَّمَا هُوَ اسْتِدْرَاجٌ.

*“Jika engkau melihat Allah terus memberi hamba sebagian nikmat dunia yang dia senangi, sementara dia tetap tenggelam dalam kemaksiatan kepada-Nya, ketahuilah sesungguhnya itu merupakan istidraj (nikmat yang menyebabkan hamba semakin jauh dari Allah).” Kemudian, Rasulullah membaca ayat:*

فَلَمَّا نَسُواْ مَا ذُكِّرُواْ بِهِۦ فَتَحۡنَا عَلَيۡهِمۡ أَبۡوَٰبَ كُلِّ شَيۡءٍ حَتَّىٰٓ إِذَا فَرِحُواْ بِمَآ أُوتُوٓاْ أَخَذۡنَٰهُم بَغۡتَةً فَإِذَا هُم مُّبۡلِسُونَ

“Tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; hingga apabila mereka telah larut dalam kegembiraan dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun mengazab mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS. Al-An’am: 44)

📚 *HR. Ahmad*

Wallahu A'lam Bish-Shawab

07/02/2026

_Saudaraku...._
_Anak-anakku...._

*Nabi Muhammad* ﷺ bersabda:

رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ أَدْرَكَ عِنْدَهُ أَبَوَاهُ الْكِبَرَ فَلَمْ يُدْخِلَاهُ الْجَنَّةَ

🌏👉 *"Celakalah seseorang, (ketika) aku disebut-sebut di depannya dan ia tidak mengucapkan shalawat kepadaku*

🌏👉 *Celakalah seseorang, (ketika) bulan Ramadhan menemuinya kemudian ramadhan berakhir tapi ia belum mendapatkan ampunan*

🌏👉 *Celakalah seseorang yang mendapati kedua orang tuanya berusia lanjut namun kedua orang tuanya tidak dijadikannya sebab baginya masuk surga (melalui baktinya kepada keduanya)”* [ _HR. Tirmidzi_ ]

‼️👉 *MARI BERSHOLAWAT* 👇‼️

🤲 *اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِ سَيِّدٍنَا مُحَمَّدّ صَلَاةً تَكُونُ لَكَ رِضَاءً وَلِحَقِّهِ اَدَاءً* 🤲

🍞💬 JANGAN BICARA BILA ANDA TIDAK TAHU UCAPAN ANDA BENAR ATAU SALAH!📕 Asy-Syaikh Shalih Alu asy-Syaikh hafizhahullah berk...
06/02/2026

🍞💬 JANGAN BICARA BILA ANDA TIDAK TAHU UCAPAN ANDA BENAR ATAU SALAH!

📕 Asy-Syaikh Shalih Alu asy-Syaikh hafizhahullah berkata,

الكلمة إذا لم تعلم أنها من الحق الذي تؤجر عليه، فاتركها، لأنها عليك وليست لك.

"Kalimat yang apabila Anda tidak tahu apakah itu benar dan mendatangkan pahala bila diucapkan, maka tinggalkan,

karena sesungguhnya kalimat tersebut justru akan mendatangkan keburukan bagi Anda, bukan kebaikan."

📚 Sumber: Syarh al-Arba'in an-Nawawiyyah, (1/411)

*BISMILLAH*Pertemanan Sehat Itu Sederhana, Saling Jaga, Saling Ingatkan, Saling DoakanBukan diukur dari seberapa sering ...
06/02/2026

*BISMILLAH*

Pertemanan Sehat Itu Sederhana, Saling Jaga, Saling Ingatkan, Saling Doakan

Bukan diukur dari seberapa sering kalian jalan bareng, apalagi dari seberapa ramai lingkaranmu. Pertemanan yang sehat itu tentang kualitas bukan kuantitas

Pertemanan yang sehat itu ketika kalian saling jaga tidak membiarkan satu sama lain jatuh dalam keburukan, saling ingatkan meskipun kadang terasa seperti menegur, tapi niatnya untuk kebaikan, saling doakan, bahkan dalam diam, tapi do'anya tulus dari hati

Kadang "circle" yang sehat ngga selalu ramai. Bisa jadi satu atau dua orang, tapi mereka membuatmu merasa aman, diterima dan dikuatkan

Rosululloh Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Seseorang tergantung agama temannya, maka lihatlah siapa yang menjadi teman akrabmu". HR. Abu Dawud dan Tirmidzi

06/02/2026

Bismllah

*🥀JUJUR ITU HADIAHNYA SURGA*

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ إِلَى الْبِرِّ ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِيْ إِلَى الْجَنَّةِ

Hendaknya kamu selalu jujur, karena kejujuran itu akan membawa kepada kebaikan,

dan kebaikan itu akan membawa kedalam ke Surga. (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)

Dalam hadits ini Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan umatnya berlaku jujur dalam perkataan, perbuatan, ibadah dan dalam semua perkara.

Jujur itu berarti selaras antara lahir dan batin, ucapan dan perbuatan, serta antara berita dan fakta.

Maksudnya, hendaklah kalian terus berlaku jujur. Karena jika engkau senantiasa jujur,

maka itu akan membawamu kepada al-birr (yakni melakukan segala kebaikan),

dan kebaikan itu akan membawamu ke Surga yang merupakan puncak keinginan, sebagaimana Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

إِنَّ الْأَبْرَارَ لَفِي نَعِيمٍ

Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan.” [Al-Infithâr/82:13]

04/02/2026

*ONE DAY ONE HADITS*

Rabu, 4 Februari 2026 / 16 Sya'ban 1447

*" Tradisi Nyadran "*

عن علي بن أبي طالب رضي الله عنه قال، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:
إِنِّي كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا فَإِنَّهَا تُذَكِّرُكُمِ الْآخِرَةَ

”Dulu aku melarang kalian untuk ziarah kubur. Sekarang lakukanlah ziarah kubur, karena ziarah kubur mengingatkan kalian akan akhirat.” (HR. Ahmad 1236 dan dishahihkan oleh Syuaib al-Arnauth).

Pelajaran yang terdapat dalam hadits:

1- Ziarah kubur, tujuan yang manfaatnya kembali kepada orang yang berziarah. Bentuknya mengingatkan orang yang berziarah akan kematian dan kehidupan dunia yang fana. Bekal utama mereka adalah iman dan amal soleh.
2- Ziarah kubur itu sendiri adalah sunnah, bila sesuai dengan tata aturan syari’at Islam. Di antaranya tidak menentukan waktu-waktu tertentu diulang pada waktu tertentu, dengan acara tertentu.
3- Tujuan yang manfaatnya kembali kepada mayit. Bentuknya adalah salam dari pengunjung dan doa kebaikan untuk mayit, serta seluruh penghuni kubur lainnya. Orang mati yang sudah tidak mampu menambah amal, dia sangat membutuhkan doa orang yang masih hidup.
4- Tentang status nyadran.
-Nyadran sejatinya reminisensi(kenangan) dari upacara hindu.
-Nyadran dilestarikan oleh sebagian orang jawa dan menjadi adat mereka.
-Nyadran dilakukan di waktu tertentu, yaitu di bulan sya’ban, yang oleh orang jawa disebut wulan ruwah. Sebagian referensi menyebutkan, kata ruwah merupakan turunan dari kata arwah (ruh).
- Nyadran bukan semata kegiatan senang-senang, bergembira ria, namun ada unsur ritual tertentu. Keberadaan ritual ini tidak akan lepas dari keyakinan tertentu atau ideologi yang menjadi motivasi utama untuk melakukannya.
- Nyadran tidak hanya dilakukan kaum muslimin, tapi juga selain penganut islam, seperti kejawen, hindu, dan penganut aliran kepercayaan lainnya.
5- Mengacu pada beberapa catatan di atas, kita beralih pada pembahasan hukum nyadran.
1- Dengan memahami tradisi nyadran, kita tentu sepakat nyadran 100% bukan ajaran islam. Hanya saja, oleh sebagian orang jawa diklaim sebagai bagian dari islam. Mulai dari sejarah yang melatar belakanginya, hingga perjalanannya, bukti nyata nyadran bukan ajaran islam. Bahkan sejatinya, nyadran merupakan reminisensi ajaran hindu. Di sebagian situs berita dirilis, Umat Islam dan katholik ‘Nyadran’ bersama. Sungguh aneh jika masih dianggap ajaran islam??
2- Salah satu fenomena akhir zaman, yang dialami umat Islam, membeo kepada orang kafir dalam tradisi dan dan ritual mereka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ، وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ، حَتَّى لَوْ سَلَكُوا جُحْرَ ضَبٍّ لَسَلَكْتُمُوهُ

“Sungguh kalian akan mengikuti kebiasaan kaum sebelum kalian, sama persis sebagaimana jengkal tangan kanan dengan jengkal tangan kiri, hasta kanan dengan hasta kiri. Sampai andaikan mereka masuk ke liang biawak, kalian akan mengikutinya.” (HR. Bukhari 3456, Muslim 2669 dan yang lainnya).
Meskipun konteks hadis ini berbicara tentang orang yahudi dan nasrani, tapi secara makna mencakup seluruh kebiasaan kaum muslimin yang mengikuti tradisi dan budaya yang menjadi ciri khas orang kafir.
Sementara, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan kaidah, meniru ritual orang kafir, apapun bentuknya, berarti telah meniru kebiasaan mereka. Dan tindakan ini telah melanggar peringatan dalam hadis dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

من تشبه بقوم فهو منهم

“Siapa yang meniru kebiasaan satu kaum maka dia termasuk bagian dari kaum tersebut.” (HR. Abu Daud 4031 – hadis shahih).
3- Nyadran dilakukan di waktu tertentu, yaitu bulan ruwah (sya’ban).
Masyarakat memilih waktu ini tentu tidak sembarangan. Ada keyakinan yang melatar-belakanginya. Jika tidak, mereka akan melakukannya di sepanjang tahun tanpa mengenal batas waktu. Dan karena itulah mereka menyebut bulan sya’ban sebagai bulan ruwah. Bulan untuk mengirim doa bagi para arwah leluhur. Bagian yang perlu kita garis bawahi di sini, nyadran dilakukan di setiap bulan sya’ban.
Dalam hadis dari Abu Hurairah radhiyallhu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ قُبُورًا، وَلَا تَجْعَلُوا قَبْرِي عِيدًا

“Janganlah kalian menjadikan rumah kalian sebagaimana kuburan. Dan jangan jadikan kuburanku sebagai ‘id.” (HR. Ahmad 8804, Abu Daud 2042, Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannaf 7542 – hadis shahih).

Tema hadits yang berkaitan dengan Al-Quran:

1- Alloh ajarkan prinsip mendoakan saudara kita yang telah meninggal,

وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: “Ya Rabb Kami, beri ampunlah Kami dan saudara-saudara Kami yang telah beriman lebih dulu dari Kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati Kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb Kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hasyr: 10)

2- Orang-orang sukses yang tidak tertipu dengan dunia.

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.
[Surat Aal-E-Imran : 185]

3- Mestinya Ummat Islam lebih mentaati Nabinya daripada ibadahnya orang kafir musyrik lalu dibungkus seolah islami. Kenapa demikian?

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا [الأحزاب/36]

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (p**a) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. (QS Al-Ahzab/ 33: 36).Lr

01/02/2026

*"RASA KHAWATIR YANG BERLEBIH TERHADAP MASA DEPANMU ADALAH SIKAP BERBURUK SANGKA KEPADA ALLAH SWT."*

SYEKH ABDUL QADIR JAILANI

Rasa khawatir yang berlebih terhadap masa depan sering kali kita anggap sebagai bentuk kewaspadaan.

Padahal, jika ditelusuri lebih dalam, ia menyimpan kegelisahan batin yang halus: ketidakpercayaan terhadap kebijaksanaan Allah SWT.

Kekhawatiran semacam ini lahir ketika manusia merasa dirinya pusat kendali, seolah seluruh takdir bergantung sepenuhnya pada perhitungan akal dan kekuatan usaha semata.

Manusia lupa bahwa masa depan bukan ruang kosong yang gelap tanpa penopang, melainkan wilayah yang telah berada dalam pengetahuan dan pengaturan-Nya.

Ketika hati terus-menerus dipenuhi prasangka buruk tentang apa yang akan terjadi, sesungguhnya kita sedang menuduh takdir sebagai sesuatu yang kejam, bukan sebagai rahmat yang tersembunyi.

Padahal, Allah tidak pernah lalai, tidak pernah keliru menempatkan hamba-Nya dalam jalan hidupnya.
Khawatir yang berlebihan juga menandakan kegagalan hati untuk berserah.

Ia membuat doa berubah menjadi tuntutan, dan usaha kehilangan ketenangan. Dalam keadaan ini, manusia bekerja dengan gelisah, bukan dengan tawakal.
Ia melangkah dengan beban, bukan dengan keyakinan.

Berbaik sangka kepada Allah bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan berjuang sambil tenang, bergerak tanpa ketakutan yang melumpuhkan.

Ketika hati percaya bahwa apa pun yang datang adalah bagian dari rencana-Nya, maka masa depan tidak lagi menakutkan. Ia menjadi ruang harap, tempat iman diuji dan kedewasaan jiwa dibentuk.

01/02/2026

*_EMBUN PAGI_*
💦🌎💦
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Embun pagi menyapa dengan lembutnya,
Menyentuh bumi dalam kerendahan hati,
Suasana tenang menjadi ajakan sujud,
Merasakan kebesaran-Nya dalam doa yang tulus.

Dalam gemerlap fajar yang menggugah,
Embun pagi mengajak untuk merendahkan diri,
Menyembah Sang Pencipta dengan kerendahan hati,
Menyatu dalam sujud yang penuh keikhlasan.

Mengalir bagai air mata yang suci,
Embun pagi mengajarkan arti kehambaan,
Menerima segala karunia dengan rasa syukur,
Menyelami kebesaran-Nya dengan tulus ikhlas.

Dalam keheningan embun yang menyelubungi,
Terbentanglah ladang suci untuk sujud,
Mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa,
Mengabdi dalam kerendahan hati yang tulus.

Embun pagi, saksi bisu dari sujud yang tulus,
Menyentuh jiwa yang haus akan cahaya-Nya,
Menyucikan hati dari kedunguan dunia,
Menyatu dalam sujud yang penuh rasa penuh.

Dalam kelengangan embun yang meresap,
Terhanyutlah jiwa yang sujud dalam kerendahan,
Memuliakan diri di hadapan Yang Maha Esa,
Merendahkan diri di bawah limpahan kasih-Nya.

Embun pagi, titisan sujud yang tulus,
Menyirami kehidupan dengan keberkahan,
Menyucikan hati dari segala dosa dan noda,
Membimbing langkah pada jalan-Nya yang benar.

Dalam aroma sujud yang harum memabukkan,
Embun pagi menggoda untuk tunduk patuh,
Menghadap pada arah yang haq yang Esa,
Merasakan kelembutan dalam ketaatan yang tulus.

O embun pagi, pesan suci dari kerendahan hati,
Mengajarkan arti cinta pada Sang Pencipta,
Mengalun doa dalam segenap keheningan,
Menuju kebahagiaan yang abadi di sisi-Nya.

Dalam kedamaian embun yang menyelimuti,
Disambutlah sujud dalam alunan doa,
Merajut hubungan yang tak ternilai dengan-Nya,
Menguatkan iman dalam kepasrahan yang tulus.

Embun pagi, penjaga rahasia sujud yang tulus,
Menyirami hati yang haus akan kehadiran-Nya,
Mengalirkan cinta-Nya dalam setiap hembusan angin,
Menghampiri rahmat-Nya

01/02/2026

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين وصلى الله على سيد المرسلين وإمام المتقين نبينا محمد وعلى جميع إخوانه من النبيين والمرسلين وعلى ءاله الطيبين

*Saling sindir tapi tetap elegan*

Perbedaan pendapat antar para ulama adalah sesuatu lumrah terjadi. Diantara perbedaan itu ada yang sampai ke tingkat persaingan atau rivalitas. Bahkan di level ulama senior sekalipun.

Hanya sayangnya, ada yang mempertontonkan perbedaan itu dalam bentuk yang tak sejalan dengan ilmu yang mereka miliki. Walau tak sedikit juga yang mengekspresikan perbedaan itu dengan cara yang elegan dan berkelas.

*Contohnya apa yang terjadi antara Imam Ibnu Hajar al-Asqalani (Syafi’iyyah) dan Imam Badruddin al-‘Aini (Hanafiyyah).*

***

Raja al-Mu`ayyad membangun sebuah masjid di daerah Ghoriyah – Kairo. Tokoh yang ditunjuk untuk menjadi pengajar ilmu hadits di masjid itu adalah Badruddin al-‘Aini.

Menara masjid tidak dibangun dengan kokoh. Menara itu miring dan membahayakan orang-orang yang lewat di bawahnya. Hal ini pun menjadi pembicaraan masyarakat.

*Ibnu Hajar ikut mengomentari hal ini dengan sebuah syair:*

لِجَامِعِ مَوْلاَنَا الْمُؤَيَّدِ رَوْنَق
مَنَارَتُهُ بِالْحُسْنِ تَزْهُوْ وَبِالزَّيْنِ

تَقُوْلُ وَقَدْ مَالَتْ عَنِ الْقَصْدِ: أَمْهِلُوْا
فَلَيْسَ عَلىَ جِسْمِيْ أَضَرُّ مِنَ
(الْعَيْنِ)

*Masjid Maulana (Raja) begitu megah*
*Menaranya dihias dengan sangat indah*
*Karena miring, ia pun berkata: hati-hatilah*
*Tak ada yang lebih membahayakan tubuhku selain ‘mata’*

Sindiran dalam syair ini ada pada kata العين (mata). Secara zahir, yang dimaksud dengan ‘mata’ disini adalah mata orang yang melihat menara dengan hasad sehingga menara pun miring karena terkena ‘ain.

*Tapi makna yang tersembunyi dibalik kata ‘ain ini adalah العيني yaitu Badruddin al-‘Aini yang ditunjuk oleh Raja untuk menjadi pengajar di masjid itu. Seolah-olah al-‘Aini adalah penyebab kesialan (فأل سيء) terhadap masjid dan menaranya.*

Ketika syair ini sampai ke telinga Imam al-‘Aini, ia pun membalas dengan syair:

مَنَارَةٌ كَعَرُوْسِ الْحُسْنِ إِذْ جُلِيَتْ
وَهَدْمُهَا بِقَضَاءِ اللهِ وَالْقَدَرِ

قَالُوْا أُصِيْبَتْ بِعَيْنٍ قُلْتُ وَيْحَكُمُ
مَا أَوْجَبَ الْهَدْمَ إِلاَّ خِسَّةُ (الْحَجَرِ)

*Menara seperti pengantin cantik ketika dilihat*
*Rusaknya karena qadha Allah dan qadar-Nya*
*Kata mereka ia terkena ‘ain, aku katakan: apa-apaan kalian*
*Tidak ada yang membuatnya rusak melainkan buruknya batu bata*

Sindiran dalam syair ini terdapat dalam kata الحجر (batu). Secara zahir, yang dimaksud dengan batu disini adalah batu bata yang menjadi bahan untuk membangun menara.

*Tapi makna yang tersembunyi dari kata ini adalah ابن حجر yaitu Ibnu Hajar yang mencoba menyindir Imam al-‘Aini sehingga layak dibalas dengan cara seperti itu.*

***

*Munafasah (persaingan) antara Imam Ibnu Hajar dan Imam al-‘Aini sudah sangat masyhur. Tapi keduanya tak kehilangan kehormatan ketika mengekspresikan rivalitas itu.*

Ini yang disebut dengan at-tauriyah dalam ilmu balaghah. *Gaya tauriyah ini membuat perbedaan pendapat keduanya -yang sampai ke tahap rivalitas- terlihat begitu indah dan tetap memberikan faidah ilmu bagi murid-muridnya dan para pecinta ilmu secara umum.*

Andaikan saja perbedaan pendapat antar para ulama kita juga diekspresikan dengan cara yang elegan…

[YJ]

اَللَّّهُمَّ ارْزُقْنِيَ الفَهْمَ وَالعِلْمَ وَالحِكْمَةً وَالعَقْلَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَاحِمِيْنَ

آمين... آمين...يارب العالمين...

Semoga bermanfaat

والله أعلم بالصواب والخطاء
berat Pengikut

31/01/2026
09/09/2025

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Sejenak Pagi
*Sabar*

Memang tidak mudah menjadi kuat di kala lemah.
Memang tidak mudah untuk bersabar di saat lelah.
Memang tidak mudah untuk tenang di saat resah.

Namun bukan hal yang susah untuk menadah tangan memohon kepada Alloh Ta'ala Yang Maha Pemurah lagi Maha Indah.

Sabar kala musibah menyapa...
Ungkapan yang ringan di lisan namun 'tak semua mampu melaksanakan.

*A. Sungguh Menakjubkan*
Rasululloh ﷺ bersabda :
*"Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. Dan apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya...”*
(HR Muslim: 2999)

*B. Ujian Keimanan.*
Alloh Ta'ala berfirman, “Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan begitu saja mengatakan, “Kami telah beriman” sedangkan mereka tidak diuji....?"

*"Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka. Maka sesungguhnya Alloh mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang berdusta”*
(QS. al-Ankabut: 2-3)

Dengan ujian musibah...
Terpisahkan antara kaum yang benar-benar beriman (dengan ketentuan Alloh Ta'ala) dan kaum yang hanya mengaku-aku semata.

*_Allahumma Sholli 'Ala Sayyidina Muhammad, Wa 'ala Aali Sayyidina Muhammad_*

Wallahu A'lam Bisshawab.

Ya Alloh, jadikanlah awal hariku ini sebagai kesuksesan dan akhirnyapun dipenuhi dengan keberhasilan serta pertengahan diliputi dengan kebaikan.

Ya Alloh, sampaikanlah sholawat kepada Rasululloh ﷺ dan keluarganya. Jadikanlah kami termasuk orang yang bertaubat kepadaMu, lalu Engkau menerima taubatnya dan orang yang bertawakkal kepadaMu, lalu Engkau melindungi dan orang yang merendah di hadapanMu, lalu Engkau Mengasihinya.

*Robbana Taqobbal Minna*
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), Aamiin.

😊❤️👍

31/08/2025

*Setiap kebaikan, sekecil apa pun itu, memiliki kekuatan untuk* *menciptakan gelombang positif.*

*Saat kita berbuat baik, kita tak hanya* *menerangi hidup orang lain, tapi juga mengisi hati kita sendiri dengan kebahagiaan*.

*Ingatlah, benih kebaikan yang kita tanam hari ini akan tumbuh menjadi pohon kebaikan yang* rindang, memberikan keteduhan bagi banyak jiwa.*

*Jadi, jangan pernah ragu untuk berbuat baik, karena kebaikanmu adalah cahaya bagi dunia.*

*Selamat sore, selamat beraktivitas 🌻*

*--Salam sehat buat kita semuanya🙏🤍💪*

*--Salam seruput KOPI....👍👍

Address

Jaddih Tengah 2 Gang Bujuk Pote, Socah, Kabupatén Bangkalan
Bangkalan
69161

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when RUMAH SEHAT IBNU MALKAN posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Practice

Send a message to RUMAH SEHAT IBNU MALKAN:

Share

Share on Facebook Share on Twitter Share on LinkedIn
Share on Pinterest Share on Reddit Share via Email
Share on WhatsApp Share on Instagram Share on Telegram