Rumah Sehat

Rumah Sehat semua bisa dicari

26/10/2014

Keputihan

Keputihan atau biasa juga disebut leukorrhea atau fluor albus adalah penyakit yang banyak diderita kaum wanita yang ditandai dengan keluarnya cairan bukan darah dari va**na. Ada dua jenis keputihan yang dikenal di dunia medis yaitu keputihan normal dan keputihan abnormal.

Ciri-ciri keputihan normal adalah lendir berwarna keputihan, encer, bening, tidak gatal, dan tidak berbau. Setiap wanita bisa mengalami keputihan normal. Penyebabnya bisa karena keletihan, alergi dengan bahan pakaian dalam, alergi makanan atau bahkan salah satu gejala pra menstruasi.
Wanita yang secara seksual terangsang juga akan mengeluarkan cairan bening yang mirip dengan keputihan. Semuanya normal jadi tidak perlu diobati, tidak perlu disumpal atau dikuras. Biarkan saja karena hal tersebut adalah bagian dari siklus organ reproduksi wanita.

Berikut ini beberapa jenis keputihan Normal yang dialami sebagian besar wanita:
1. Melahirkan bayi
2. Saat mendapatkan haid pertama kali
3. Menjelang haid
4. Saat mengalami ovulasi
5. Alergi kondom
6. Mengidap penyakit menahun
7. Gangguan jiwa / strees
8. Radang leher rahim
9. Terangsang oleh aktifitas seksual

Jenis keputihan yang kedua adalah keputihan Abnormal yaitu keputihan penyakit yang disebabkan oleh kuman, parasit dan jamur. Selain bisa bertambah parah jika dibiarkan, keputihan abnormal bisa menulari pasangan seks. Mengapa? karena pada lendir keputihan terkandung bibit penyakit dan kuman. Ada beberapa jenis kuman yang bisa mengotori va**na yaitu haemophilus, va**nalis, staphylococcus, escherichia coli, diptheroids.

Keputihan abnormal berwarna kehijauan, kental, gatal dan berbau. Biasanya muncul flek kekuningan yang membekas di celana dalam. Parasit penyebab keputihan tersebar bebas di alam dan bisa menjangkiti wanita karena gaya hidup yang tidak sehat, air cebok yang tidak bersih, atau karena tertular di toilet umum.
Keputihan yang disebabkan jamur berbeda dengan yang disebabkan oleh parasit. Keputihan jamur berwarna putih susu, gatal yang lebih runyam, dan kadang muncul luka di bibir va**na karena garukan. Tidak jarang rasa gatal merembet ke selangkangan, lipatan perut, bahkan di lipat bawah sela payudara. Jamur keputihan bisa menyebar ke mana-mana di bagian tubuh melalui jemari tangan. Jamur terbawa oleh kuku tangan sehabis menggaruk di lokasi keputihan dan menularkan ke bagian tubuh yang lain.

Mengapa keputihan tidak kunjung sembuh padahal sudah ke dokter dan mengkonsumsi obat? keputihan yang tidak kunjung sembuh meski sudah diobati biasanya disebabkan karena salah obat. Patut diketahui bahwa jenis obat untuk membasmi keputihan karena parasit tidak sama dengan obat keputihan yang disebabkan oleh jamur atau kuman. Jadi jika tidak tepat memilih obat, keputihan yang diderita tidak akan sembuh.

Selain itu, keputihan juga tidak akan sembuh jika pengobatan tidak tuntas dilakukan. Bibit penyakit masih ada tapi pengobatan sudah dihentikan. Karena itu dalam setiap pengobatan keputihan harus dipastikan bahwa bibit penyakit sudah hilang semua.

Ada dua bentuk pengobatan keputihan yaitu pengobatan dengan cara diminum dan pengobatan dengan memasukkan obat ke dalam liang va**na. Kedua bentuk obat tersebut mampu membasmi bibit penyakit, tetapi obat yang dimasukkan ke dalam va**na hanya diberikan kepada wanita yang sudah menikah, bukan untuk gadis karena bisa merusak selaut dara.

Secara medis, keputihan harus dipastikan dengan pemeriksaan laboratorium untuk melihat jenis penyebabnya. Dari situ Dokter bisa memilih jenis pengobatan yang tepat. Cara ini sangat tepat tapi kurang praktis dan tidak ekonomis.
Secara praktis, dokter seharusnya sudah bisa mengetahui dan memastikan jenis keputihan yang diderita ketika mendengarkan keluhan pasien misalnya warna dan bau yang muncul. Dengan cara itu dokter dapat memberi obat yang tepat tanpa harus mengambil sampel lendir untuk diperiksa di laboratorium. Kebanyakan pasien keputihan juga enggan diambil lendirnya untuk pemeriksakan laboratorium.
Selain pengobatan medis, terdapat juga cara tradisional mengobati keputihan berupa ramuan yang terdiri dari bahan-bahan alami sehingga aman digunakan.

23/10/2014

Tips Melahirkan Normal tanpa jahitan :

1. Menyiapkan diri sebelum persalinan

Hal pertama yang harus anda lakukan adalah membuat diri anda yakin bahwa proses persalinan akan berjalan dengan baik. Kemampuan diri anda dalam menjalani proses normal adalah salah satu modal awal untuk memasuki persalinan normal tanpa jahitan. Adapun beberapa cara seperti pijatan prenium yang umunya dilakukan pada bulan-bulan akhir trimester ketiga atau adap**a yang melatih dengan proses senam kegel yang bertujuan melatih otot-otot di lubang pengeluaran.

2. Memilih tempat

Pemilihan tempat merupakan salah satu faktor untuk mendapatkan proses persalinan normal tanpa jahitan, meskipun semua kembali pada kondisi kesehatan anda dan janin akan tetapi bantuan tempat yang nyaman dapat membuat anda rileks dan menjalani persalinan dengan lancar. Pilihlah tempat yang memungkinkan anda bergerak bebas misalnya tempat tidur yang tidak terlalu sempit dan menggangu proses persalinan, suasana yang terlalu ramai akan membuat anda tidak rileks dan memicu kecemasan yang berlebih yang mengakibatkan terganggunya proses persalinan.

3. Hindari kelelahan yang berlebih mendekati masa persalinan

Salah satu terjadinya episiotomi adalah adanya gangguan pada ibu hamil, gangguan tersebut baik secara ringan ataupun berat. Gangguan ringan seperti kelelahan menjadi salah satu alasan dilakukan pengguntingan atau robekan (episiotomi ) oleh karena itu hindari aktivitas yang berlebih ketika anda memasuki bulan akhir kehamilan, mendekati persalinan anda. Gunakan waktu istirahat yang cukup dengan menjaga asupan nutrisi dengan makanan yang memiliki kandungan kalori untuk energi ekstra menjelang persalinan.

4. Melakukan gerakan ringan untuk melatih otot

Gerakan ringan yang umum dilakukan pada trimester terakhir yaitu dengan melakukan gerakan kepala, dahi dan hidung sehingga menyentuh lantai begitu juga dengan tangan, lutut dan jari-jari kaki yang ikut menyentuh lantai. Hal ini membantu bayi anda memasuki posisi terbaik dan mendorongnya bayi sehingga meminimalisir keadaan sungsang ketika lahir. Anda juga bisa mengelola posisi lain seperti melakukan aktivitas rumah dan juga berjalan sebanyak yang anda sanggup melakukannya. Ketika anda melakukan posisi jongkok sebaiknya menggunakan bantuan dengan berpegang pada benda yang kuat di samping anda.

5. Menggunakan aromaterapi untuk membuat anda rileks

Bagi anda yang melakukan pemijatan perineum dengan minyak seperti minyak zaitun atau minyak bunga (aromaterapi ) untuk membantu peregangan otot dapat membuat suasana yang lebih nyaman dan memberikan ketenangan mendekati persalinan. Ketenangan sangat dibutuhkan karena dapat membantu anda untuk mendapatkan proses persalinan normal, begitu juga untuk anda yang ingin meminimalisir jahitan pada proses persalinan anda.

6. Alpukat dan minyak zaitun untuk peregangan membantu proses persalinan

Anda dapat mengkonsumsi alpukat dan minyak zaitun untuk membantu peregangan kulit anda dari dalam. Konsumsi teh daun raspberry juga selama trimester terakhir 2 cangkir setiap hari akan membuat proses persalinan karena membantu adanya kontraksi lebih produktif .

7. Usahakan untuk tidak mengangkat bokong

Mengangkat bokong (pantat) ketika proses persalinan akan menyebabkan terjadinya robekan jalan lahir bayi yang lebih luas. Hal ini karena apabila bokong anda terangkat, tidak adanya penyangga akan menyebabkan otot mudah terkoyak.

18/09/2014

ALS ( Amyotrophic Lateral Sclerosis )
Penyakit ALS ini 90% tidak bisa disembuhkan. Benarkah? Mengenai hal ini, dr. H. Taufan Budi S, SpBs dari RS Medistra dan RS Satyanegara, Jakarta, menjelaskan, ALS adalah penyakit degenerasi saraf motorik yang progresif atau makin lama makin buruk.

Saraf pada otot motorik atau pergerakan, mulai dari otak ke sumsum tulang belakang lalu ke otot, mengalami degenerasi atau penuaan. Akibatnya, otot motorik atau otot lurik yang berfungsi sebagai pergerakan tidak dapat menerima perintah otak.

Selain itu, pada sumsum tulang belakang tampak pengapuran di bagian samping (lateral). Itu sebabnya, disebut Lateral Sclerosis ?2. Hingga kini, 90% penyebab ALS belum bisa diketahui, sedangkan 10% penyebabnya adalah faktor genetis dan lingkungan.

Karena yang terjadi adalah kelainan degeneratif, penyakit ini sering ditemukan pada penderita di atas usia 50 tahun. Tetapi, tidak menutup kemungkinan terjadi pada usia muda. Lalu, apakah pada usia muda terjadi penuaan?

“Bukan orangnya yang menjadi tua, namun sel-sel saraf motorik atau saraf yang bekerja memerintah otot sesuai otak tersebut menjadi tua sebelum waktunya. Hal ini terjadi terus hingga keadaan otot makin memburuk,” ujar dr. Taufan.
Gejala ALS ditandai oleh melemahnya otot-otot pergerakan yang bekerja atas perintah otak. Tergantung otot mana yang terserang lebih dulu. Misalnya, jika serangan awal terjadi pada jari telunjuk kanan, maka jari ini akan melemah, lalu diikuti ibu jarinya.

Selain melemah, otot juga akan mengecil, sehingga akan tampak telunjuk dan ibu jarinya mengecil (atropi). Penyakit ini dikatakan berangsur memburuk karena akan diikuti saraf lengan bawah, lengan atas, kaki kiri dan kanan, dan seterusnya. Otot jantung tidak berada di bawah kendali otak, jadi luput dari serangan penyakit ini.

Gejala ALS bisa terlihat dari hal tertentu: misalnya gelas terjatuh ketika dipegang, atau lemah berjalan. Bila terkena saraf menelan, maka penderita akan sulit menelan, tersedak, dan hilang refleks batuk. Dapat terjadi kram otot atau kejang otot terus-menerus (fasikulasi), hingga suatu saat tidak hanya lemah kaki dan tangan, tapi juga perubahan suara sampai sulit berbicara. Bahkan, bila terkena saraf yang berperan untuk bernapas, maka penderita akan sesak napas sehingga terpaksa menggunakan alat bantu napas.

Kondisi ini memaksa penderita berbaring dalam waktu lama sehingga membuka kemungkinan terinfeksi penyakit pada paru-paru yang disebut pneumonia. Terlebih bila penderita sudah menggunakan alat bantu napas.

Sayangnya, belum ada obat yang bisa mengobati penyakit ini sampai tuntas. “Pengobatan masih berupa upaya untuk menahan laju pemburukan yang terjadi. Misalnya, dengan vitamin penambah kekebalan tubuh atau zat antioksidan, seperti Q10. Berbagai pengobatan mutakhir terus dicoba, termasuk terapi stem cell (sel punca) yang saat ini masih dalam penelitian,” ungkap dr. Taufan.

Penyakit ini memang sulit dicegah, namun secara umum kita harus meningkatkan kekebalan tubuh, baik dengan diet dan olahraga yang baik, plus mengonsumsi asupan vitamin dan antioksidan.

05/04/2014

Ciri-ciri Bayi Alergi Susu Sapi

Susu merupakan cairan bergizi dengan warna putih pekat. Susu dihasilkan oleh kelenjar susu mahluk mamalia baik itu hewan maupun manusia. Susu sendiri merupakan makanan utama bayi yang baru lahir. Komponen senyawa lengkap di dalamnya mempu menopang pertumbuhan dengan baik. Salah satu jenis susu yang paling banyak dikonsumsi adalah susu sapi. Susu jenis ini bahkan paling umum dijumpai dalam susu formula bayi. Hal tersebut wajar mengingat komponen senyawa yang terkandung di dalam susu sapi terbilang lengkap mulai dari kalori, kalsium, protein, lemak, karbohidrat, fosfor, Vitamin A, B1, dan C serta air. Meski bergizi, namun susu sapi juga bisa menimbulkan reaksi menyimpang terhadap bayi. Gejala yang muncul cukup beragam mulai dari gangguan pada kulit sampai pencernaan. Berikut ciri-ciri bayi alergi susu sapi yang patut Anda ketahui.

Pola Klinis Alergi Susu Sapi
Jika digeneralisir, terdapat 3 respon klinis atas konsumsi susu sapi oleh bayi. Pertama adalah respon cepat yang mencakup waktu setelah mengkonsumsi susu sapi hingga munculnya gejala alergi. Kedua adalah respon sedang yang umumnya mencakup sistem pencernaan dan dimulai dari 45 menit sampai 20 jam setelah mengkonsumsi susu sapi. Terakhir adalah respon lambat yang umumnya berupa gangguan kulit dan juga saluran cerna, biasanya muncul setelah 20 jam mengkonsumsi susu sapi.

Adapun ciri-ciri bayi alergi susu sapi respon cepat biasanya berupa bintik merah layaknya campak disertai atau tidak disertai dengan gatal. Ciri lainnya adalah saluran pernapasan bayi yang terganggu dan ditandai dengan munculnya bunyi “ngikk” atau Wheezing yang umumnya muncul setelah mengkonsumsi susu sapi meski dalam jumlah yang sedikit. Sementara itu ciri-ciri bayi alergi susu sapi respon sedang ditandai dengan gejala muntah juga diare yang umumnya terjadi dalam rentang waktu 45 menit hingga 20 jam setelah meminum susu sapi. Terakhir adalah ciri-ciri bayi alergi susu sapi respon lambat adalah diare, konstipasi atau sulit buang air besar dan juga terkena dermatitis atau gangguan kulit yang parah.

Gejala Secara Umum

Selain pengelompokan di atas, pada dasarnya secara umum ciri-ciri bayi alergi susu sapi antara lain:
1. Gangguan saluran cerna yang ditandai dengan gejala sering muntah atau gumoh. Mengalami kembung dan cegukan. Tak jarang p**a bayi terlihat sering buang angin, mulet atau ngeden juga cenderung leboh rewel dan gelisah utamanya di malam hari. Bayi yang terkena alergi susu sapi juga cenderung sering buang air besar meski pada kondisi tertentu ditemukan bayi yang malah menderita konstipasi. Adapun kotoran bayi yang terserang alergi umumnya cair berwarna hijau dengan bau yang lebih tajam. Ciri lainnya adalah terjadinta Hernia Umbilikalis atau area pusar menjadi menonjol, Scrotalis Inguinalis atau benjolan di daerah selangkangan dan juga buah z***r.
2. Kulit menjadi sensitive dan sering muncul bintik atau bisul berwarna merah utamanya di bagian p**i dan sekitar mulut juga telinga. Muncul puka kerak di bagian kulit kepala dan muncul bercak berwarna hitam pada kulit layaknya bekas gigitan nyamuk. Selain itu, mata, telinga juga area rambit sering terasa gatal yang dibarengi dengan kondisi dimana kelenjar pada bagian belakang kepala membesar. Hal lain yang menjadi ciri-ciri bayi alergi susu sapi adalah kotoran telinga yang berlebih dan berbau tajam
3. Ciri lainnya ada pada lidah yang sering ditumbuhi bercak putih sepert jamur. Sementara itu bibir bayi cenderung kering dan bibir bawah tepatnya pada bagian tengah berwarna lebih gelap kebiruan.
4. Nafas berbunyi atau Hipersekresi Bronkus. Napas ini berbunyi dan disertai dengan batuk terutama di malam hari dan hilang di pagi hari.
5. Hidung bayi menjadi lebih sensitive. Sering menderita bersin, pilek dan kotoran di hidung jadi lebih banyak. Bayi dalam kondisi ini umumnya sering tersedak sebab saluran pernapasannya tersumbat dan bernapas hanya dengan 1 lubang hidung.
6. Mata menjadi lebih sensitive dan juga sering berair dan dipenuhi kotoran atau belekan.
7. Produksi keringat bayi jadi berlebih walau suhu dingin sekalipun. Keringat biasanya muncul di bagian dahi.
8. Ciri-ciri bayi alergi susu sapi lainnya adalah berat badannya yang berlebih atau bisa juga kurang. Hal ini dipicu kecenderungan bayi meminta minuman secara berlebihan demikian halnya sebaliknya.
9. Saluran kencing menjadi tergangu. Umumnya gejalanya berupa warna urin yang cenderung orange atau merah.
Selain ciri-ciri fisik, ternyata bayi yang mengalami kondisi alergi susu sapi juga bisa mengalami perubahan psikologis atau prilaku.

Adapun gejala yang bisa Anda amati antara lain:
1. Gangguan bernama Neuro Anatomis yakni kondisi dimana bayi mudah kaget terlebih jika ada suara pengganggu. Bayi juga jadi lebih sering gemetar terutama pada bagian tangan, bibir dan kaki.
2. Gerakan motorik yang berlabihan juga merupakan ciri-ciri bayi alergi susu sapi. Gejalanya bisa berupa kepala atau mata bayi sering melihat ke bagian tas. Sementara itu kaki dan tangannya aktif bergerak dan susah diam. Kepalanya sering digerakkan secara kaku ke belakang sehingga ia ada dalam posisi melengkung.
3. Tidur yang terganggu terutama di malam hari menuju pagi. Bayi lebih gelisah dan bahkan tak jarang menangis, tertawa dan berteriak dalam tidurnya.
4. Agresifitas bayi meningkat terutama di usia 6 bulan.
5. Susah untuk berkonsentrsi dan mudah bosan terutama saat bermain. Saat meminum susu, perhatiannya dengan mudah akan teralih.
6. Kondisi emosi bayi meningkat dan mudah menangis juga tidak sabaran.
7. Gangguan Oral motor atau terlambat berbicara juga merupakan salah satu ciri-ciri bayi alergi susu sapi.
8. Impulsif, lebih sering berteriak dibandi mengoceh atau bergumam khas bayi.
9. Jika gejala ini berkepanjangan, bayi bisa saja mengalami kondisi ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) atau Gangguan Pemusatan Perhatian dan juga Autis.
Namun, alergi ini bukan pemicu hanya saja ia bisa memperberat bakat ADHB juga Autis sang bayi. Kerena itu, pahami ciri-ciri bayi alergi susu sapi secara benar agar bisa ditangani sedini mungkin.

05/04/2014

Mengenali Alergi Sejak Dini Pada Anak

Orang tua sering tidak sadar bahwa bayinya sudah terserang alergi. Gejala yang mirip pilek, seperti hidung meler, ruam pada kulit, sakit perut atau anak yang rewel bisa jadi sebuah pertanda adanya alergi. Banyak orang tua menganggap hal ini biasa terjadi akibat pilek, sakit perut biasa, atau sekadar rewel, terutama bila gejala ini hanya muncul sebentar-sebentar, datang dan pergi.

Ketika bayi memiliki reaksi alergi, ini adalah hasil dari respons sistem kekebalan tubuh yang berlebihan. Sistem kekebalan diprogram untuk menangkal penyakit, tapi terkadang ia bereaksi terhadap substansi yang tidak berbahaya, misalnya debu yang dianggap sebagai serangan parasit, virus, atau bakteri. Untuk melawannya, sistem imun memproduksi secara berlebih protein pelindung yang disebut antibodi. Produksi yang berlebihan ini menyebabkan pembengkakan dan terlukanya jaringan, misalnya hidung tersumbat. Reaksi alergi si kecil bisa berulang kembali saat anak terpapar alergen, sesuatu yang memicu reaksi kekebalan tubuhnya.

Menurut Dr. Widodo Judarwanto, SpA, dari Allergy Behaviour Clinic, alergi dipengaruhi oleh tiga hal, yakni faktor genetik, ketidakmatangan saluran cerna, dan paparan yang menyebabkan alergi itu terjadi. Seseorang yang memiliki bakat alergi, akan terus menderita alergi sampai ia dewasa. Meski demikian manifestasi alergi saat dewasa dengan saat masih anak-anak akan berbeda.
Sayangnya, banyak orang tua tidak menyadari bahwa tanda-tanda alergi sudah bisa dikenali sejak dini. Alih-alih menemukan apa pemicu alergi, orang tua lebih s**a mengobati anak dengan salep atau obat untuk menghilangkan efek alergi. Dalam jangka panjang, ketergantungan pada obat ini bisa menyebabkan pengeroposan tulang dan memberatkan kerja ginjal. Sebaiknya Anda menghindari alergi dengan mengenali apa saja pemicu alergi anak.

Dalam dunia kedokteran, tes alergi yang sudah dikenal adalah double blind placebo control food challenge (DBFCFC). Namun keakuratan tes ini terbilang rendah, selain prosesnya yang rumit dan lama. Solusinya, Anda bisa melakukan tes eliminasi provokasi makanan di rumah sakit tertentu. Tes ini bisa dilakukan jika si kecil sudah mengenal makanan padat dan kemungkinan pencernaannya sudah matang.

Beberapa Kasus Alergi
Mungkin Anda menganggap alergi itu sebatas gangguan pernapasan seperti asma dan gatal-gatal pada kulit. Parents memberikan kemungkinannya untuk Anda.

*Gangguan Pernapasan

Gejala yang terlihat begitu mirip antara pilek dan alergi membuat Anda susah membedakannya. Simak tanda-tanda berikut ini:

- Gangguan pernapasan atas:
hidung berair, suara menjadi bindeng dan kepala sedikit pusing kemungkinan besar disebabkan pilek. Gejala ini akan hilang dalam seminggu atau lebih. Tapi, gangguan hidung berair disertai cairan ingus encer yang tidak berhenti bisa mengindikasikan alergi.
Satu reaksi alergi yang patut Anda waspadai meski jarang terjadi adalah anaphylaxis yang bisa menghambat bayi bernapas atau menelan. “Anaphylaxis adalah reaksi tipe cepat pada alergi yang bisa mengganggu pembuluh darah dan saluran napas secara cepat dan bisa mengancam jiwa. Gejala yang terlihat adalah napas menjadi sesak dan tensi turun dengan cepat,” ujar Dr. Widodo.

- Gangguan pernapasan bawah:
batuk dan napas yang berbunyi seperti siulan, dikenal dengan mengi, adalah hal yang biasa terjadi pada bayi dan batita. Sebabnya, bayi memiliki saluran udara yang kecil dan sensitif di paru-parunya. Dr. Widodo menganalogikannya dengan kebiasaan orang dewasa yang sering berdehem untuk membersihkan lendir dari kerongkongan. Gejala ini tidak berbahaya. Meskipun begitu, jika anak mengalami mengi lagi, kemungkinan ia memiliki bakat asma.
Mengi bisa jadi berbahaya jika mulai mengganggu pernapasan. Perhatikan, apakah ia lebih berat menghirup atau melepas napasnya, apakah dadanya sesak atau perutnya menjadi sakit saat ia bernapas atau lubang hidungnya kembang kempis. Jika Anda melihat gejala ini, segera hubungi dokter.

*Mata
Conjunctivitis atau mata merah, adalah kondisi yang bisa disebabkan oleh dua hal yaitu alergi dan virus. Gejalanya adalah mata memerah, sulit untuk melihat dan menjadi sulit dibuka pada pagi hari. Alergi conjuctivitis tidak terlihat berbeda dari mata merah yang disebabkan oleh virus, jadi dokter anak Anda perlu untuk mendiagnosanya lebih lanjut. “Jika merahnya hanya timbul sebentar, dan kemudian hilang dalam kurang dari sejam, kemungkinan itu hanya iritasi biasa akibat debu,” jelas Dr. Widodo.
Ada beberapa hal yang bisa mengindikasikan alergi yang menyebabkan mata merah. Bayi yang punya alergi mungkin sering mengucek mata mereka (mata yang alergi cenderung terasa gatal, mata berair berlebihan), keluar banyak air mata, terdapat lingkaran hitam di bawah mata, dan terasa tidak nyaman.

*Kulit
Bayi yang baru lahir kadang mengalami ruam, tapi kebanyakan ruam akan hilang saat usia 2 sampai 3 bulan. Setelah itu Anda bisa mengamati apakah ia memiliki alergi ruam. Alergi ruam yang paling sering terjadi adalah atopic dermatitis, atau eksim. Bagi kebanyakan bayi, ini adalah tanda awal bahwa ia memiliki bakat alergi. Eksim memiliki tanda merah, bersisik, dan terkadang terdapat ruam halus pada p**i, perut, lengan, dan kaki bayi. Pada batita dan anak yang lebih tua, tanda ini muncul dengan kulit yang kering dan gatal, di leher, pergelangan tangan, dan pergelangan kaki, dan di lipatan siku dan lutut.

*Perut
Virus bisa menyebabkan muntah, diare, perut sakit, dan kembung. Tapi gejala ini juga bisa muncul akibat alergi. Saluran cerna adalah target awal dan utama proses terjadinya alergi makanan. Ketidakmatangan saluran cerna menyebabkan alergi paling sering ditemukan pada anak usia di bawah 2 tahun dan semakin berkurang pada usia 5 atau 7 tahun. Efek yang sering muncul dari alergi di saluran cerna adalah nyeri perut atau kolik pada bayi dan anak. Anak menjadi sering rewel di malam hari disertai tangisan yang sangat keras. Menurut Dr. Widodo pada usia 2-7 tahun, keluhan nyeri perut bisa terungkap karena anak sudah bisa bicara.

*Perilaku
Anak yang memiliki alergi biasanya cenderung sensitif. “90% dari penelitian yang dilakukan menyatakan bahwa alergi mengganggu perkembangan fungsi otak. Jika pencernaan terganggu, efeknya adalah emosi yang tinggi, tidak bisa diam, konsentrasi terganggu, dan sulit tidur. Anak alergi biasany keras kepala dan emosinya pasti tinggi,” papar Dr. Widodo. Pada si kecil, kemungkinan yang terjadi adalah gangguan bicara seperti cadel, gagap, atau terlambat bicara. Ia juga menjadi rewel dan tidak nyaman.

TIP MENCEGAH ALERGI

Meskipun belum ditemukan cara super akurat untuk mengetahui penyebab alergi, Anda bisa menghindari alergi dengan cara mencatat gejala yang muncul dan waktunya. Mungkin binatang, bahan pakaian tertentu, atau makanan berpotensi memunculkan alergi.

Minimalkan alergi si kecil dengan:
- Menutupi alas tidur dan bantal dengan penutup anti debu halus.
- Mengganti detergen dan kosmetik bayi dengan yang memiliki kandungan hypoallergenic.
- Larangan merokok di dalam rumah.
- Membersihkan rumah dari debu secara berkala. Debu bisa terdapat di baju yang tersimpan lama di lemari, karpet lama, atau tumpukan buku.
- Tidak menggunakan karpet (terutama di kamar bayi).
- Tidak memiliki binatang peliharaan di rumah.
- Berikan ASI minimal selama 6 bulan. Anda bisa memperoleh manfaat ASI lebih banyak dengan menghindari makanan-makanan seperti susu, telur, ikan, dan kacang

05/04/2014

Flu Singapura/ Hand Foot And MouthDisease (HMFD).

Flu Singapura bukanlah jenis flu biasa yang kita kenal, sesuai dengan sasaran serangan penyakit tersebut (mulut, tangan dan kaki). Penyakit ini memang merupakan terjemahan dari hand foot and mouth disease (HMFD).
Istilah sebutan ‘Flu Singapura’ sendiri disinyalir merupakan manifesto fenomena dari jumlah riwayat epidemiologis penyakit tersebut di wilayah negara Singapura sendiri pada tahun 2000-an.
Walau dapat sembuh dengan sendirinya, Penyakit Kaki, Tangan, dan Mulut (PKTM) tidak dipandang sebelah mata oleh pihak negara Singapura sendiri. Singapura sedikitnya telah mendonasikan seperangkat alat pendeteksi dini ‘flu singapura’ di beberapa titik pintu masuk wilayah Indonesia.
Seperangkat alat yang merupakan piranti yang dapat membaca suhu tubuh manusia secara akurat berkat thermal sensor yang dirancang sedemikian rupa untuk mendiagnosa instan para komuter Singapura-Indonesia agar eksistensi PKTM dapat ditindaklanjut lebih dini. Bahkan beberapa pihak bandara udara di Indonesia telah menlajlin kerjasama dengan beberapa pihak rumah sakit agar dapat dilakukan ‘penjemputan pasien’ lebih dini meninjau rentannya penularan PKTM itu sendiri.

Penyakit, Kaki, Tangan, dan Mulut
Penyakit Kaki, Tangan, dan Mulut merupakan infeksi virus ringan yang sangat menular yang sering ditemukan ada anak-anak. Disebut demikian karena gejalanya memang dapat dilihat pada ketiga bagian tubuh tersebut. Pada mulut, muncul vesikel-veskel yang kemudian pecah membentuk luka yang bergaung (ulkus) pada lidah, gusi, dan p**i bagian dalam. Luka ini tentunya terasa nyeri sehingga penderita menjadi sulit menelan. Sedangkan pada kulit telapak kaki dan tangan akan muncul lesi-lesi merah yang datar atau benjolan kecil (papul), beberapa seperti gelembung kecil (vesikel) yang tidak disertai rasa gatal. Beberapa dapat ditemukan pada bokong.
Sebetulnya, pada tahap awal penyakit gejala yang ada seperti gejala infeksi virus lainnya, yaitu demam, penurunan nafsu makan, rasa lemas/tidak enak badan (malaise), dan sakit tenggorokan. Rentang waktu antara masuknya virus ke dalam tubuh sampai munculnya gejala biasa 3 - 7 hari. Sedangkan, luka di mulut baru muncul 1 – 2 hari setelah mulainya demam, diikuti oleh lesi pada kulit. Karena merupakan infeksi virus, penyakit ini akan membaik sendiri dalam 7-10 hari ketika antibodi tubuh sudah terbentuk (self-limiting disease).
Virus yang paling sering menjadi biang keladi penyakit ini memiliki nama coxsackievirus A16 yang merupakan bagian dari suatu kelompok virus yang disebut enterovirus. “Anggota” enterovirus yang lain juga dapat menyebabkan penyakit ini, namun sebagian besar kasus Penyakit Kaki, Tangan, dan Mulut tidak serius. Walaupun demikian salah satu jenis enterovirus, yaitu enterovirus 71 dapat menyebabkan keadaan yang lebih berat atau ada komplikasi, bahkan sampai meninggal.
Komplikasi yang dapat muncul tersebut, berupa:

* Peradangan selaput otak (meningitis) karena infeksi virus. Peradangan juga mempengaruhi cairan saraf pusat yang mengelilingi otak dan tulang belakang. Infeksi ini biasanya ringan dan akan sembuh dengan sendirinya.

* Ensefalitis. Merupakan infeksi berat pada jaringan otak dan dapat menyebabkan kematian. Namun, komplikasi ini jarang.

* Miokarditis (Coxsackie Virus Carditis) atau perikarditis, peradangan otot jantung atau selaput jantung. Komplikasi ini jarang.

* Pneumonia atau radang paru-paru. Komplikasi ini jarang.

* Paralisis atau kelumpuhan anggota gerak (seperti polio). Komplikasi ini jarang.

Karena menyerang anak-anak, komplikasi yang sering ditemukan adalah dehidrasi. Rasa nyeri pada mulut dan tenggorokan menyebabkan anak menjadi sulit untuk menelan. Karena itu, anak harus minum yang cukup selama sakit. Jika dehidrasinya berat, pemberian cairan melalui pembuluh darah (intravena) harus dilakukan.
Pintu masuk utama serangan coxsackievirus ke dalam tubuh adalah mulut manusia. Cairan sekret hidung, tenggorokan, ludah, cairan dari lesi gelembung di kulit, atau tinja penderita berfungsi sebagai kuda troya yaitu tempat virus “bersembunyi”. Virus kemudian akan menanamkan diri pada mukosa mulut, dan menyebar ke kelenjar getah bening dalam 24 jam. Dari sana, virus bergerilya di dalam darah dan menyebar ke mukosa mulut serta kulit.
Karena disebarkan melalui kontak dengan sekret-sekret tersebut, penyakit ini sering ditemukan pada anak-anak (< 10 tahun) yang sistem kekebalan tubuhnya belum baik, di tempat penitipan anak, dimana sering terjadi penggantian popok, dan tangan-tangan kecil sering keluar-masuk mulut. Virus juga dapat menyebar melalui sekret hidung atau tenggorokan yang disemprotkan ke udara sewaktu seseorang batuk atau bersin. Penularan kontak tidak langsung dapat melalui barang, handuk, baju, peralatan makanan, dan mainan yang terkontaminasi.
Walaupun jarang, penyakit ini juga dapat menyerang remaja dan orang dewasa. Namun, karena infeksi yang pertama kali dapat menimbulkan kekebalan atau imunitas, orang dewasa dan anak yang lebih tua, lebih kecil risiko terserang penyakit ini. Virus dapat menyebar sampai berminggu-minggu setelah tanda dan gejala menghilang. Beberapa orang yang mengekskresi virus tersebut, bisa tidak menujukkan tanda atau gejala Penyakit Kaki, Tangan, dan Mulut.
Karena merupakan self-limiting disease, tidak ada terapi spesifik untuk menangani infeksi ini. Yang penting adalah pencegahan penularan infeksi virus dengan menjaga higienitas diri dan lingkungan. Cuci tangan yang bersih secara teratur, terutama setelah menggunakan toilet atau setelah mengganti popok anak, dan sebelum menyiapkan makanan untuk keluarga. Bersihkan benda-benda di sekitar dengan air dan sabun, kemudian ditambahkan dengan larutan klorin (1/4 cangkir klorin dengan 1 galon air).
Untuk meningkatkan daya tahun tubuh, penderita sebaiknya tetap makan makanan yang bergizi dan banyak beristirahat. Untuk mencegah dehidrasi, dianjurkan minum yang banyak. Susu lebih dipilih daripada minuman yang bersifat asam seperti jus buah dan soda. Sedangkan untuk mengatasi penyerta seperti demam dan nyeri yang ditimbulkan, dapat diberikan obat anti-piretik dan analgetik seperti parasetamol.
Untuk membantu mengatasi rasa nyeri di dalam mulut, anak dapat diberikan minum air es, susu dingin, es krim baik yang berupa krim maupun batangan. Untuk membersihkan mulut, mengurangi nyeri dan peradangan, dianjurkan melakukan kumur-kumur dengan air garam hangat beberapa kali sehari. Campurkan ½ sendok teh garam dengan 1 cangkir air hangat. Makan makanan yang lembek yang tidak membutuhkan kunyahan seperti bubur

Address

Cilegon
Banten
42433

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Rumah Sehat posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Share on Facebook Share on Twitter Share on LinkedIn
Share on Pinterest Share on Reddit Share via Email
Share on WhatsApp Share on Instagram Share on Telegram