23/02/2026
𝐌𝐄𝐍𝐆𝐊𝐄𝐑𝐃𝐈𝐋𝐊𝐀𝐍 𝐁𝐀𝐍𝐆𝐒𝐀 𝐀𝐅𝐑𝐈𝐊𝐀 𝐃𝐄𝐍𝐆𝐀𝐍 𝐏𝐄𝐓𝐀 𝐁𝐔𝐌𝐈 𝐃𝐀𝐍 𝐓𝐄𝐎𝐑𝐈 𝐄𝐕𝐎𝐋𝐔𝐒𝐈
✓Fakta Luas Tanah Afrika
Kebanyakan orang meremehkan luasnya Afrika, sering kali disesatkan oleh proyeksi peta standar yang memperkecil benua tersebut agar sesuai dengan grid persegi panjang. Kenyataannya, Afrika adalah raksasa geografis, yang terbentang lebih dari 30 juta kilometer persegi dengan luas yang sulit untuk dibayangkan dengan mudah. Wilayahnya sangat luas sehingga Anda dapat dengan nyaman memasukkan seluruh daratan Amerika Serikat, Tiongkok, dan India ke dalam perbatasannya, dan masih memiliki sisa ruang yang cukup untuk menampung sebagian besar wilayah Eropa. Ini bukan hanya hal-hal sepele yang menyenangkan; ini adalah pengingat yang kuat tentang bagaimana alat visual kita dapat membentuk—dan terkadang mendistorsi—pemahaman kita tentang proporsi dunia yang sebenarnya.
Di luar jejak fisiknya, skala besar ini menciptakan tempat lahirnya keanekaragaman yang tak tertandingi. Ketika sebuah benua dapat menelan beberapa negara terbesar di dunia sekaligus, benua tersebut secara alami mencakup beragam iklim, budaya, dan ekosistem. Dari bukit pasir Sahara hingga hutan hujan lebat di Kongo, wilayah ini memungkinkan ribuan kelompok etnis dan bahasa berbeda untuk berkembang. Memandang Afrika berarti melihat daratan yang tidak hanya berisi negara, namun juga berisi hampir seluruh keanekaragaman hayati dan manusia di dalamnya
✓PETA GLEASON
Asal mula Alexander Gleason 1892 menggambarkan PETA BUMI DATAR, didasarkan pada bentuk bumi berdasarkan Kitab Suci (Bible) yang dia baca, kemudian dia buat buku panduannya sesuai apa yang dia dapat di kitab suci tersebut.
Peta ini disertai dengan buku dimana Alexander Gleason menjelaskan argumennya tentang bentuk bumi.
Peta ini bukan sekadar perangkat praktis untuk pengukuran waktu atau cara memamerkan proyeksi baru. Bagi Gleason, peta ini mendukung keyakinannya bahwa teori bola bumi yang bulat adalah salah. Dengan klaimnya untuk menunjukkan bumi "sebagaimana adanya", "secara ilmiah dan praktis benar", peta Gleason menggunakan bahasa kebenaran kartografi untuk membuat klaim yang bersaing tentang kebenaran.
Dalam buku tahun 1890 ini, "Is the Bible from Heaven? Is The Earth a Globe?" (Apakah Alkitab dari Surga? Apakah Bumi Bulat?, Gleason menggambarkan karya "Para Skeptis Jujur" dalam mempertanyakan teori bumi bulat, dan menyarankan peta datarnya sebagai alat pengajaran untuk setiap kelas di sekolah.
Pernyataan Alexander Gleason pada Patennya:
"Perlu diketahui bahwa saya, ALEXANDER GLEASON, warga negara Amerika Serikat, yang tinggal di Buffalo, di wilayah Erie dan Negara Bagian New York, telah menemukan 'limeChart' yang baru dan lebih baik, yang spesifikasinya sebagai berikut.
Penemuan saya mengacu pada perangkat mekanis dan ilustrasi geografis tertentu, yang akan digunakan pada peta dunia melingkar datar, dan akan dijelaskan dan diklaim secara lengkap dan jelas di bawah ini, dengan mengacu pada gambar-gambar yang menyertainya, di mana- Gambar 1 menunjukkan peta dunia melingkar datar, yang menunjukkan garis besar beberapa benua, beberapa pulau yang lebih besar, lengan penunjuk, dan hal-hal lain yang akan ditunjukkan dengan lebih jelas di bawah ini. Gambar 2 adalah elevasi penampang vertikal tengah melalui bagian tengah kecil peta, yang menunjukkan sebagian lengan penunjuk dan konstruksi bagian-bagian yang dengannya mereka diikat secara bergerak bersama-sama dan keduanya pada peta." (No. 497.917. Dipatenkan pada 23 Mei 1893 MALAM;
Saksi. ZWLJZD 5; Penemu.
KANTOR PATEN UNrrn TATES;
ALEXANDER GLEASON, DARI BUFFALO, NEWYORK, PEMBERI HAK KEPADA PERUSAHAAN ELEOTROTYPE DAN ENGRAVING BUF FALO, DI TEMPAT YANG SAMA;
SPESIFIKASI yang merupakan bagian dari Surat Paten No. 497.917, tertanggal 23 Mei 1893.
Aplikasi diajukan pada tanggal 15 Agustus 1892. Nomor seri 443.074.)
Gleason mengajarkan bahwa :
Ilmu harus bisa dibuktikan dengan panca indra dan ini yang disebut ilmiah (scientific),
dan tidak bertentangan dengan keberadaan Tuhan sebagai sang pencipta.
Prinsip sains yang benar adalah alat pembuktian kebenaran firman Tuhan apapun agamanya, jadi jika sains bertentangan dengan Firman Tuhan maka akan dianggap itu bukan Sains, biasanya menggunakan eksperimen observasi deskriptif dan tujuannya adalah untuk menguatkan keimanan orang beragama melalui sains.
Bumi yang tehampar luas dan tiada seorang pun di antara kita yang akan mengetahui luas bumi sesungguhnya "Seluas langit dan Bumi".
https://tafsirweb.com/1265-surat-ali-imran-ayat-133.html
Gleason Map bukanlah luas bumi yg sesungguh nya. Gleason map hanyalah sebuah peta yg memetakan area sesuai dengan skala peta tersebut.
Skala jarak peta ada nya di garis lintang.
1° = 60 mil laut (nm)
1° = 111.12 km
1 menit = 1.852 km
1 detik = 0.03086 km
1 detik = 30.86 meter
Skala waktu adanya di garis bujur.
15° = 1 jam
15° = 60 menit.
Luas area peta lingkaran berdasarkan skala peta :
L = Luas km²
L = pi * (1,852*60*360)^2
L = 5.027.352.525,6
Untuk mengukur jarak di peta Gleason bisa menggunakan rumus :
r = 111.12 km
φ = Lintang
λ = Bujur
d = Jarak km
d = r * sqrt(((90–φ1)^2 + (90–φ2)^2)) - ((90–φ1) * (90–φ2) * cos(λ1 - λ2))
Rumus diatas menggunakan rumus dasar ini :
a = √(b^2+c^2)-(2*b*c*cos(A))
Menentukan ukuran skala peta Gleason adanya di garis Lat/Lintang :
Diameter peta : 15,6 cm
Skala = (111,12*360)/15,6
Skala = 1 : 256.430.769
Para pelaut saat mengukur jarak haluan di peta.
Acuan yg mereka pake itu garis lintang, bukan garis bujur.
1° = 60 mil laut
1 menit = 1 mil laut
1 mil laut = 1,852 km
***********************
✓Anggapan Penemuan Nenek Moyang Manusia di Afrika oleh Para ilmuwan GE
Teori transisi kera ke manusia yang dikembangkan oleh para evolusionis saat ini adalah “Australopithecus”, “Homo habilis”, “Homo erectus”, dan “Homo sapiens”. australophithecus, yang berarti "Kera Selatan", telah terbukti hanyalah kera punah yang sangat mirip dengan banyak simpanse modern dalam hal tinggi badan, panjang lengan dan kaki, bentuk tengkorak, gigi, struktur mandibula, dan banyak detail lainnya. homo habilis (kera Afrika), klasifikasi hipotetis yang dibuat pada tahun 1960-an oleh ketua tim Turkana Boy Richard Leakey adalah klasifikasi yang dianggap perlu oleh para evolusionis antara Australophithecus dan Homo erectus, karena lompatannya terlalu drastis. diperlukan spesies manusia kera dengan kapasitas tengkorak lebih besar yang dapat berjalan tegak dan menggunakan peralatan.
Secara kebetulan selama karirnya, fosil yang digali pada akhir tahun 1980an dianggap sebagai Homo habilis (kera Afrika), dan Leakey karena hal ini dianggap sebagai seorang jenius dalam bidang ilmiah. sampai orang-orang sezamannya, Bernard Wood dan C. Loring Brace, menyimpulkan bahwa lengan Homo habilis terlalu panjang, kaki terlalu pendek, dan struktur rangka terlalu mirip kera untuk disebut kera. Jari tangan dan kaki mereka seperti pemanjat pohon, dan rahang serta kapasitas tengkorak mereka sebanding dengan kera modern.
Antropolog Amerika Holly Smith pada tahun 1994 menyimpulkan bahwa Homo habilis bukanlah Homo, atau manusia sama sekali, melainkan hanya seekor kera seperti Australopithecus. dia menyatakan bahwa, "Membatasi analisis fosil pada spesimen yang memenuhi kriteria ini, pola perkembangan gigi gracile australopithecus dan Homo habilis tetap diklasifikasikan pada kera Afrika. Pola perkembangan gigi Homo erectus dan Neanderthal diklasifikasikan pada manusia."
✓Manusia tidak berevolusi dari kera:
Menurut buku Kisah Para Nabi tulisan Ibnu Katsir dikatakan bahwa Allah menciptakan Nabi Adam dengan tangan-Nya sendiri agar iblis tidak sombong kepada Adam. Beliau diciptakan dengan tanah yang diambil dari hamparan Bumi dengan warna yang beragam, yaitu putih merah, dan hitam.
Karenanya, anak cucu Nabi Adam lahir dalam keadaan yang berbeda-beda. Penciptaan manusia dari tanah ini juga tersemat dalam surat Al Shad ayat 71.
إِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّى خَٰلِقٌۢ بَشَرًا مِّن طِينٍ
Artinya: "(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah,"
Lalu, ketika tiba waktunya Allah untuk meniupkan ruh ke dalam tubuh Nabi Adam, Dia berfirman kepada malaikat dalam surat Al Shad ayat 72.
فَإِذَا سَوَّيْتُهُۥ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِن رُّوحِى فَقَعُوا۟ لَهُۥ سَٰجِدِينَ
Artinya: "Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya,"
Setelah ruh Nabi Adam mulai masuk dari kepala, secara tiba-tiba beliau bersin. Lantas malaikat mengucapkan Alhamdulilah yang artinya segala puji bagi Allah, Nabi Adam pun turut mengucapkan Alhamdulilah.
Hal ini terdapat dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban, Rasulullah SAW bersabda:
"Setelah Allah meniupkan ruh ke dalam jasad Adam hingga ketika ruh itu sampai di kepalanya, Adam pun bersin dan mengucapkan: 'Alhamdulillahi Rabbil 'alamin (segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam), Allah Tabaraka wa Ta'ala menjawab: 'Yarhamukallah (semoga Allah merahmatimu)" (HR Ibnu Hibban).
Lalu, saat ruh Nabi Adam mulai masuk ke matanya, beliau melihat buah-buahan yang ada di surga. Setelah ruh tiba di perutnya, mulailah Nabi Adam berkeinginan untuk makan.
Bahkan, sebelum ruh tiba di kaki Nabi Adam, ia sudah meloncat lebih dulu karena ingin mendekati buah-buahan di surga. Oleh sebab itu, dalam surat Al Anbiya ayat 37 Allah menjelaskan tabiat manusia yang memiliki sifat tergesa-gesa.
خُلِقَ ٱلْإِنسَٰنُ مِنْ عَجَلٍ ۚ سَأُو۟رِيكُمْ ءَايَٰتِى فَلَا تَسْتَعْجِلُونِ
Artinya: "Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku perIihatkan kepadamu tanda-tanda azab-Ku. Maka janganlah kamu minta kepada-Ku mendatangkannya dengan segera,"
Nabi Adam diciptakan dengan tinggi 60 hasta, ini sesuai dengan sebuah hadits yang berbunyi:
"Tingginya tubuh Adam adalah 60 hasta dengan lebar 7 hasta," (HR Ahmad).
Sebagai sosok mulia, Rasulullah Muhammad SAW menjelaskan dengan rinci ciri-ciri fisik Nabi Adam. Seperti dalam sebuah hadist, Rasulullah Muhammad SAW memberikan gambaran rupa dan tinggi Nabi Adam.
“Allah telah menjadikan Adam dengan ketinggian 60 hasta kemudian (Allah) berfirman: Pergilah dan memberi salamlah kepada para malaikat itu, dan dengarkanlah mereka memberi hormat kepada engkau. Itulah kehormatan engkau dan keturunan engkau, lalu (Adam) mengucapkan: Assalamualaikum, maka (para malaikat) mengucapkan assalamu alaikum wa rahmatullah, (para malaikat) menambahkan: warahmatullah, maka setiap orang yang masuk surga serupa dengan Adam (dalam hal perawakan/postur dan gambaran), dan manusia itu senantiasa bertambah kecil sampai sekarang.” (HR Bukhari Muslim).
Dalam hadist tersebut, Rasulullah Muhammad SAW menjelaskan jika Allah SWT menciptakan Nabi Adam berdasarkan rupanya hingga tinggi yang mencapai 60 hasta atau kurang lebih mencapai 27,4320 meter yang kemudian dibulatkan menjadi 30 meter.
Padahal menurut teori Darwin tinggi nenek moyang manusia adalah setinggi kera simpanse🤔
Astaghfirullah...