Why Is The Flat Earth?

Why Is The Flat Earth? Halaman pembuktian bumi datar dan penyangkalan heliosentris.

25/01/2026

MARS LANDING HOAX

STUDI KASUS:
ROKET KE MARS MEMBUTUHKAN OKSIDATOR UNTUK DAPAT MENGHASILKAN ENERGI DORONG (THRUST)

✓Bagaimana Bahan Bakar Roket Bekerja

Oksigen sangat dibutuhkan untuk proses pembakaran bahan bakar roket. Roket menggunakan oksidator, seperti oksigen cair, untuk membakar bahan bakar dan menghasilkan gas panas dengan tekanan tinggi. Gas panas ini kemudian dikeluarkan ke belakang untuk menghasilkan gaya dorong.

Ada dua jenis roket berdasarkan sumber oksidatornya:

1. Roket yang menggunakan oksigen dari udara (air-breathing rocket): Tidak ada roket yang benar-benar menggunakan oksigen dari udara seperti mesin jet.
2. Roket yang membawa oksidator sendiri (non-air-breathing rocket): Roket ini membawa oksidator sendiri, seperti oksigen cair, untuk membakar bahan bakar.

Bahan bakar roket bekerja berdasarkan reaksi kimia yang disebut reaksi oksidasi, di mana bahan bakar bereaksi dengan oksidator (seperti oksigen) untuk menghasilkan gas panas dengan tekanan tinggi. Reaksi oksidasi ini melepaskan energi kimia yang kemudian diubah menjadi energi kinetik, sehingga menghasilkan gaya dorong pada roket.

Reaksi oksidasi pada roket biasanya melibatkan bahan bakar seperti hidrogen cair (LH2) atau kerosene, yang bereaksi dengan oksidator seperti oksigen cair (LOX). Hasil reaksi ini adalah gas panas yang memiliki tekanan dan suhu tinggi, yang kemudian dikeluarkan ke belakang untuk menghasilkan gaya dorong.

Proses reaksi kimia pada roket melibatkan reaksi oksidasi antara bahan bakar dan oksidator. Berikut adalah contoh reaksi kimia untuk roket yang menggunakan hidrogen cair (LH2) sebagai bahan bakar dan oksigen cair (LOX) sebagai oksidator:

2H2 (hidrogen) + O2 (oksigen) → 2H2O (air) + energi

Dalam reaksi ini, hidrogen bereaksi dengan oksigen untuk membentuk air dan melepaskan energi dalam bentuk panas. Energi ini kemudian diubah menjadi energi kinetik, sehingga menghasilkan gaya dorong pada roket.

Reaksi kimia ini terjadi dalam ruang bakar roket, di mana bahan bakar dan oksidator dicampur dan dibakar pada tekanan dan suhu tinggi. Hasil reaksi ini adalah gas panas yang memiliki tekanan dan suhu tinggi, yang kemudian dikeluarkan ke belakang melalui nosel untuk menghasilkan gaya dorong.

✓Konsep Roket di Ruang Vakum Menurut Ilmuwan GE

Roket yang beroperasi di ruang vakum harus membawa oksidator sendiri, seperti oksigen cair, untuk membakar bahan bakar. Jumlah oksigen yang dibutuhkan akan tergantung pada desain roket, durasi misi, dan kebutuhan propulsi.

Jadi, roket harus membawa oksidator yang cukup untuk memastikan proses pembakaran bahan bakar dapat berlangsung dengan baik, karena tidak ada oksigen yang tersedia di ruang vakum. Jumlah oksidator yang dibawa akan mempengaruhi massa total roket dan desain sistem propulsi.

Jumlah oksidator yang dibutuhkan sangat tergantung pada beberapa faktor, seperti:

- Massa roket dan muatan
- Desain sistem propulsi
- Jenis bahan bakar dan oksidator
- Rute dan durasi misi

Konsep roket yang membawa muatan ke bulan seharusnya membutuhkan ribuan atau bahkan jutaan liter bahan bakar dan oksidator. Jumlah oksidator yang tepat harus dihitung dengan hati-hati untuk memastikan bahwa roket memiliki cukup propulsi untuk mencapai tujuan dengan aman. Namun semua hitungan GE masih bias dan hanya hitungan spekulasi elit GE.

Hitungan Spekulasi jumlah oksidator yang dibutuhkan untuk membawa roket ke bulan tidak bisa ditentukan tanpa mempertimbangkan beberapa faktor, seperti:
- Massa Roket dan Muatan: Berat total roket dan muatan yang dibawa.
- Desain Sistem Propulsi: Jenis propelan dan efisiensi mesin roket.
- Rute dan Durasi Misi: Jarak dan waktu tempuh ke bulan.
- Jenis Propelan: Cair atau padat.

Konsep Roket yang membawa manusia ke bulan menggunakan kombinasi minyak tanah dan oksigen cair sebagai propelan. Namun, jumlah pastinya tidak bisa ditentukan tanpa perhitungan yang lebih spesifik.

Rumus untuk menghitung jumlah oksidator yang dibutuhkan pada roket dapat dihitung menggunakan beberapa konsep, seperti:

1. Rasio Oksidator-Bahan Bakar (O/F Ratio): Rasio antara massa oksidator dan massa bahan bakar yang dibutuhkan untuk reaksi kimia yang optimal.

Rumus umum untuk menghitung massa oksidator yang dibutuhkan adalah:

m_oksidator = (O/F Ratio) x m_bahan_bakar

di mana:
- m_oksidator = massa oksidator yang dibutuhkan
- m_bahan_bakar = massa bahan bakar yang dibutuhkan
- O/F Ratio = rasio oksidator-bahan bakar yang spesifik untuk jenis propelan yang digunakan.

2. Impuls Spesifik (Isp): Ukuran efisiensi sistem propulsi roket. Semakin tinggi Isp, semakin efisien penggunaan propelan.

Rumus untuk menghitung massa total propelan (bahan bakar + oksidator) yang dibutuhkan adalah:

m_propelan = m_roket_awal / e^(Δv / (g0 x Isp))

di mana:
- m_propelan = massa total propelan yang dibutuhkan
- m_roket_awal = massa awal roket (termasuk muatan)
- Δv = perubahan kecepatan yang dibutuhkan (dalam m/s)
- g0 = percepatan gravitasi standar (sekitar 9,81 m/s^2)
- Isp = impuls spesifik mesin roket (dalam detik)

Dengan menggunakan rumus-rumus ini, kita dapat menghitung jumlah oksidator yang dibutuhkan untuk misi roket tertentu. Namun, perlu diingat bahwa perhitungan ini memerlukan data yang spesifik tentang roket dan misi yang direncanakan.

✓ Hitungan Spekulasi Misi Roket Ke Mars yang tidak Jelas hasil perhitungan AI dari Pengetahuan kaum GE

Untuk menghitung jumlah oksidator yang dibutuhkan untuk roket dengan massa 1 ton untuk mencapai Mars dan kembali ke Bumi, kita perlu mempertimbangkan beberapa faktor, seperti:

1. Perubahan Kecepatan (Δv): Untuk mencapai Mars, roket perlu mencapai kecepatan sekitar 11,2 km/s untuk mencapai orbit rendah Bumi, kemudian melakukan manuver transfer Hohmann yang membutuhkan tambahan Δv sekitar 3,6 km/s untuk mencapai Mars. Untuk kembali ke Bumi, roket perlu melakukan manuver yang sama dengan Δv yang sama atau sedikit lebih besar karena pengaruh gravitasi Mars dan Bumi saat kembali.

Total Δv yang dibutuhkan adalah sekitar:
- Ke Mars: 11,2 km/s (orbit rendah Bumi) + 3,6 km/s (transfer Hohmann) = 14,8 km/s
- Dari Mars ke orbit Mars: 5,6 km/s (lepas dari gravitasi Mars)
- Dari orbit Mars ke Bumi: 5,6 km/s (transfer Hohmann) + 11,2 km/s (masuk atmosfer Bumi) = 16,8 km/s
Total Δv = 14,8 km/s + 5,6 km/s + 16,8 km/s = 37,2 km/s

2. Rasio Oksidator-Bahan Bakar (O/F Ratio): Mari kita asumsikan rasio O/F adalah 3,5.

3. Impuls Spesifik (Isp): Mari kita asumsikan Isp adalah 350 detik.

Menggunakan rumus Tsiolkovsky untuk menghitung massa propelan yang dibutuhkan:

m_propelan = m_roket_awal / e^(Δv / (g0 x Isp))

di mana:
- m_roket_awal = 1000 kg (massa awal roket)
- Δv = 37200 m/s (perubahan kecepatan total)
- g0 = 9,81 m/s^2
- Isp = 350 detik

m_propelan = 1000 / e^(37200 / (9,81 x 350))
m_propelan = 1000 / e^(37200 / 3433,5)
m_propelan = 1000 / e^(10,83)
m_propelan = 1000 / 50291
m_propelan ≈ 0,02 kg (ini tidak masuk akal, karena hasilnya terlalu kecil)

Karena perhitungan di atas tidak masuk akal, mari kita coba dengan pendekatan yang berbeda.

Jika kita asumsikan bahwa sekitar 98-99% dari massa roket adalah propelan untuk misi ini, maka:
m_propelan = 0,98 x 1000 kg = 980 kg (atau 0,99 x 1000 kg = 990 kg)

Dengan rasio O/F = 3,5, maka:
m_oksidator = 3,5 / 4,5 x m_propelan
m_oksidator = 3,5 / 4,5 x 980 kg ≈ 762 kg (atau 3,5 / 4,5 x 990 kg ≈ 770 kg)

Jadi, oksidator yang dibutuhkan adalah sekitar 762-770 kg.

Namun kata Elit GE, perhitungan ini masih sangat sederhana dan tidak mempertimbangkan banyak faktor yang mempengaruhi misi ke Mars dan kembali ke Bumi. Dalam prakteknya, perhitungan yang lebih akurat dan detail diperlukan untuk menentukan jumlah oksidator yang dibutuhkan. (Alasan AI)

✓ Kesimpulan
- Pembakaran Roket membutuhkan Oksidator sebagai Energi Dorong
- Di Ruang Vakum Oksigen wujud Gas tidak dapat bekerja
- Kebutuhan Oksidator masih berupa hitungan spekulasi karena Teknologi yang telah hilang dari Dongeng pendaratan di Bulan.
- Konsep Kebutuhan Oksidator Roket ke Mars ternyata tidak jelas.
- Roket di Ruang Vakum hanyalah sebuah konsep dan belum ada realitas dalam eksperimen laboratorium.

Wallahu A'lam Bishshowab

Bumi Seperti Karpet yang DiBentangkan Dalam kosmologi Islam, Al-Quran mengibaratkan bumi seperti karpet yang terbentang:...
25/01/2026

Bumi Seperti Karpet yang DiBentangkan

Dalam kosmologi Islam, Al-Quran mengibaratkan bumi seperti karpet yang terbentang: sebuah dunia yang ditata, diratakan, dan dipersiapkan untuk dihuni. Di atasnya menjulang langit yang dihiasi bintang-bintang.

Al-Qur‟an menggunakan isyarat untuk menggambarkan bumi, salah satunya yaitu dengan ungkapan bumi sebagai hamparan dengan term firasy, madda, bisāṭ, mihād, daḥa, suṭiḥat dan ṭaḥa.
Para ulama sepakat bahwa makna dari term firasy, madda, bisāṭ, mihād, daḥa, suṭiḥat dan ṭaḥa dalam Al Qur'an yang bermakna bumi sebagai hamparan menurut para mufassir; agar permukaannya menjadi tempat tinggal yang menyenangkan dan tenang, bumi itu membentang lebar dan luas tidak bertemu ujung ke ujung. Diperuntukkan untuk kehidupan manusia, agar manusia dapat berjalan diatasnya tidak bergoyang-goyang.

1. Ayat yang Menggunakan Istilah “Hamparan”

Beberapa ayat Al-Qur’an menggunakan kata yang berakar dari makna hamparan untuk bumi, misalnya:

وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ فِرَاشًا
“Dan Allah menjadikan bumi bagi kalian sebagai firāsy (hamparan)...” (QS. Al-Baqarah: 22)

أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهَادًا
“Bukankah Kami telah menjadikan bumi sebagai mihād (hamparan/tempat tidur)?” (QS. An-Naba’: 6)

وَالْأَرْضَ فَرَشْنَاهَا فَنِعْمَ الْمَاهِدُونَ
“Dan bumi telah Kami hamparkan, maka sebaik-baik yang menghamparkan (adalah Kami).” (QS. Adz-Dzāriyāt: 48)

2. Makna Bahasa Arab Kata-Kata Kunci

Firāsy (فِرَاشًا)
Berarti: alas, karpet, tempat tidur, sesuatu yang dibentangkan agar bisa ditempati dengan nyaman.
→ Konotasinya: bumi disiapkan agar manusia dapat hidup, beraktivitas, dan merasa tenang di atasnya.

Mihād (مِهَادًا)
Dari akar kata m-h-d (م-ه-د) yang berarti: meratakan, melunakkan, mempersiapkan tempat agar layak ditempati.
→ Dipakai juga untuk “ranjang bayi” (mahād), yang lembut dan menenangkan.
→ Jadi bumi diibaratkan seperti ranjang atau tempat tidur yang siap ditempati dengan nyaman.

Farashnāhā (فَرَشْنَاهَا)
Dari kata farasha (فَرَشَ) yang berarti: menghamparkan, membentangkan, meratakan.
→ Menunjukkan bahwa Allah menjadikan bumi seakan terbentang luas tidak bertemu ujung ke ujung (bukan bulat).

3. Aspek Balaghah (Keindahan Bahasa)

Penggunaan kata hamparan bukan berarti bumi itu datar mutlak, melainkan gambaran fungsi bumi bagi manusia: terasa luas, nyaman, diam dan bisa ditempati.

Gaya bahasa ini termasuk tasybīh (perumpamaan), yakni bumi diibaratkan dengan ranjang, alas, karpet, atau tempat tidur— benda yang identik dengan ketenangan yang diam dan tidak bergerak.

Hal ini menunjukkan aspek rahmat (kasih sayang) Allah, bahwa bumi bukan sekadar tempat tinggal, tapi tempat untuk beribadah dan meneliti untuk mempelajari ayat ayat keberadaan Allah.

---

✓Studi kasus berdasarkan surat an-nazi’at ayat 30 pada lafadz دحاها

untuk mengoreksi Apakah lafadz “dahaaha” jika dicari turunan katanya akan ditemukan lafadz “al udhiyyu” yang artinya telur burung unta?

Makna دَحَا di Kamus Al Munawir jika digabungkan dengan kata وَالأرْضَ artinya Membentang luas

Kata دَحَا termasuk Fi'il berdasarkan Bina' Mu'tal Naqish dan termasuk didalam Bab فَعَلَ – يَفْعُلُ

Dalam kamus al munawir ketika kita mencari turunan kata dari potongan ayat دحاها, dimana lafadz ها adalah isim dhomir, maka ditemukan wazan fiil dan masdarnya yaitu :

دحا – دحوا

Yang artinya adalah membentangkan (kamus al munawir edisi kedua hal. 391).

Dan memang benar pada lafadz ini, juga ditemukan turunan kata الادحي tapi artinya bukan telur burung unta. Adapun kalimat lengkapnya yang al faqir temukan dalam kamus al munawir adalah sebagai berikut :

Yang artinya adalah “sarang telur burung unta dipasir” (kamus al munawir edisi kedua hal. 391).

Jadi sudah jelas, dan bisa kita katakan bahwa tafsir telur burung unta sangatlah tidak tepat jika disematkan pada lafadz الأدحي, karena arti yang sebenarnya adalah “sarang telur burung unta di pasir”.

Titik poin dari penafsiran pada lafadz ayat diatas, jika mau dilarikan pada lafadz الأدحي maka bukan bentuk dari telur burung untanya yang dimaksud, melainkan bentuk dari sarang burung untanyalah yang dimaksud. Dan satu lagi bahwa sarang telur burung unta itu berada diatas pasir, jika bumi dikatakan bulat seperti telur burung unta seharusnya juga berada diatas pasir.

Dimana sebelum bumi ini ditempati oleh manusia, Allah swt mempersiapkan bumi ini telebih dahulu. Ini sama halnya dengan sikap burung unta yang mempersiapkan sarangnya terlebih dahulu sebelum ditempati telurnya.

Burung unta ketika membuat sarang, hal yang pertama kali dia lakukan adalah melembutkan atau menggemburkan tanah atau pasir yang akan digunakan untuk mengerami telurnya.

Maka :

{وَالأرْضَ بَعْدَ ذَلِكَ دَحَاهَا}

Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya. (An-Nazi'at: 30)

yang hal ini diperjelas oleh firman berikutnya:

{أَخْرَجَ مِنْهَا مَاءَهَا وَمَرْعَاهَا}

Ia memancarkan darinya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya. (An-Nazi'at: 31).

Dalam tafsir surat Ha Mim Sajdah telah diterangkan bahwa bumi diciptakan sebelum penciptaan langit, tetapi bumi baru dihamparkan sesudah langit diciptakan. Dengan kata lain, Allah Subhanahu wa Ta'ala baru mengeluarkan semua yang terkandung di dalam bumi dengan kekuasaan-Nya ke Alam wujud (setelah langit diciptakan). Demikianlah makna ucapan Ibnu Abbas dan yang lainnya yang bukan hanya seorang, kemudian dipilih oleh Ibnu Jarir.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayakku, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Ja'far Ar-Ruqqi, telah menceritakan kepada kami Ubaidillah (yakni Ibnu Umar), dari Zaid ibnu Abu Anisah, dari Al-Minhal ibnu Amr dari Sa'id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna dahhaha, bahwa makna yang dimaksud ialah mengeluarkan mata airnya dan tetumbuhannya serta membelah jalan-jalan sungai-sungainya dan menjadikan padanya gunung-gunung, padang pasir, jalan-jalan, dan dataran-dataran tingginya. Yang demikian itulah yang dimaksud oleh firman-Nya: Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya. (An-Nazi'at: 30). Hal ini telah dijelaskan keterangannya sebelumnya.

Sumber:
-Tafsir Imam Ibnu Katsir
-Kamus Al Munawir
-Kitab Nahwu Shorof

Conclude: Bumi Membentang dan Bumi Dihamparkan adalah makna sebenarnya Bumi Datar.

Wallahu A'lam Bishshowab

DUNNING - KRUGER PENGANUT GEEfek Dunning–Kruger adalah bias kognitif di mana orang dengan kompetensi terbatas dalam doma...
25/01/2026

DUNNING - KRUGER PENGANUT GE

Efek Dunning–Kruger adalah bias kognitif di mana orang dengan kompetensi terbatas dalam domain tertentu melebih-lebihkan kemampuan atau pengetahuan mereka dalam Berpikir. Pada dasarnya, semakin sedikit Anda mengetahui, semakin besar kemungkinan Anda berpikir bahwa Anda mengetahui semuanya. Dan semakin banyak waktu yang Anda habiskan untuk belajar, semakin Anda menyadari bahwa Anda belum cukup mengetahui dan selalu ada lebih banyak hal yang dapat Anda pelajari.

Orang-orang yang percaya pada bumi bulat sering kali sangat terpengaruh oleh efek Dunning-Kruger, berpikir bahwa mereka merasa tenang karena mempunyai semua jawaban hanya karena mereka dapat meniru apa yang diajarkan kepada mereka sepanjang hidup mereka dari sekolah, TV, dan buku pelajaran. Mereka sering kali dengan cepat mengejek tanpa meluangkan waktu untuk meneliti model bumi datar dan dengan tulus mencoba memahami cara kerja bumi datar dan tidak bergerak.

SEMUA penganut bumi datar dulunya adalah orang-orang yang percaya pada bumi bulat! Kita semua yang hidup setelah berakhirnya Perang Dunia Kedua tumbuh dengan diajarkan informasi heliosentris yang sama seperti masyarakat lainnya. Tidak ada satu pun argumen atau pernyataan yang dapat Anda sampaikan kepada penganut bumi datar yang belum kita ketahui, karena kita dulunya sama.

Perbedaannya adalah para peneliti bumi datar memutuskan untuk melampaui bias kognitif bumi bulat dan membuka diri terhadap penelitian yang lebih dalam. Para peneliti dan ilmuwan Bumi Datar tidak takut untuk mengakui bahwa mungkin apa yang kita pikir sebelumnya benar, sebenarnya salah. Para peneliti Bumi Datar tidak terlalu keras kepala untuk dapat mengubah pemahaman bentuk bumi yang sebenarnya ketika dihadapkan dengan alternatif logis mengenai cara kerja di alam semesta berdasarkan prinsip-prinsip sains. Oleh karena itu, peneliti bumi datar SELALU ingin belajar lebih banyak, karena selalu ada lebih banyak kebenaran yang bisa diungkap!

Navigasi Langit Membuktikan Bumi Datar! Kita selalu mendengar dari para fanatik Bumi Bulat bahwa navigasi langit membukt...
25/01/2026

Navigasi Langit Membuktikan Bumi Datar!

Kita selalu mendengar dari para fanatik Bumi Bulat bahwa navigasi langit membuktikan bahwa bumi itu bulat. Sebaliknya! Metode navigasi ini sudah ada sejak 4.000 tahun yang lalu. Ini sangat kuno. Ini kembali ke masa jauh sebelum adanya ide bumi bulat dipikirkan. Ini menjadi lebih akurat seiring berjalannya waktu dengan penemuan kompas magnetik dan sekstan.

Baik kompas maupun sekstan merupakan instrumen bumi datar. Kompas menunjuk ke pusat di utara dan sekstan digunakan untuk mengukur sudut antara cakrawala dan benda langit, seperti Polaris atau matahari.

Di laut, cakrawala selalu datar sempurna. Agar sekstan dapat berfungsi, sumbu x, garis dasarnya juga HARUS rata. Hal ini tidak akan berhasil jika bumi berbentuk bola dengan kelengkungan yang konstan.

Misalnya, kita berada di garis 45 derajat N di laut. Mengapa disebut garis 45 derajat N? Karena pada garis tersebut kita melihat Polaris dengan sudut 45 derajat. Di khatulistiwa, suhunya akan menjadi nol. Itu sebabnya sulit untuk melihatnya. Hal ini tentu saja menghilang tak lama kemudian, saat kita bergerak lebih jauh ke selatan. Jadi, jika bumi benar-benar sebuah bola yang berputar dengan air yang melengkung, maka kita akan melihat Polaris pada sudut yang lebih rendah. Itu tidak akan pernah benar. Para fanatik Bumi Bulat bisa mengatakan apa pun yang mereka inginkan. Secara matematis, BOLA mustahil. 45 derajat hanya mempunyai arti pada bidang datar yang diam. Ini adalah fakta. Ini geometri sederhana.

Bertahun-tahun sebelum GPS ditemukan, nenek moyang kita mengembangkan metode untuk menavigasi lautan. Pada malam hari, untuk mengetahui garis lintang mereka menggunakan Polaris yang ada di pusat bumi, dengan mengukur sudut antara bintang utara dan cakrawala datar. Untuk menemukan Polaris, yang perlu kita lakukan hanyalah menemukan Biduk. Polaris adalah bintang terakhir.

Selain itu, para budak keturunan kulit hitam Amerika harus mengetahui hal ini dengan baik. Ketika budak kulit hitam ingin melarikan diri dari Amerika bagian selatan, menuju kebebasan, ke utara, mereka akan mengikuti labu minuman menuju kebebasan. Para budak membuat lagu tentang hal itu untuk mendorong saudara-saudara yang tertawan agar melarikan diri. Labu minum (The drinking gourd) adalah istilah umum Afrika untuk Biduk.

Untuk menemukan garis bujur, itu sedikit lebih sulit. Pada siang hari, mereka akan menggunakan sinar matahari. Perlu ada waktu universal yang terpusat. Di akhir sejarah, Greenwich terpilih. Garis bujurnya 0 derajat pada peta Gleason, di sisi kanan. Akhirnya kronometer ditemukan yang disetel ke waktu Universal Greenwich.

Mereka harus menunggu matahari mencapai titik tertingginya pada siang hari untuk mendapatkan posisinya. Ketika bayang-bayang berada di kaki mereka, itulah saat matahari telah mencapai titik puncaknya dan mereka akan membaca. Mereka akan mengurangi atau menambah waktu Universal Greenwich. Jadi, jika mereka berada 10 jam di belakang Greenwich, mereka tahu suhunya 150 derajat W. Hal ini tidak sulit. Itu hanya memakan waktu.

Hal-hal tersebut tidak akan mungkin terjadi jika kita hidup di atas bola dengan air yang melengkung, yang berputar dan bergoyang seiring perubahan bintang kutub setiap beberapa ribu tahun. Itu mungkin hanya karena tidak ada yang berubah. Rasi bintang tidak berubah. Mereka tidak menyebar secara terpisah. Mereka tidak saling bersilangan. Tidak ada paralaks! Itu semua tidak masuk akal! Semuanya dapat diandalkan karena dapat diprediksi. Hal ini hanya dapat terjadi pada bumi yang datar dan tidak bergerak.

✓Jika bumi adalah bola yang berputar, mengapa kita bisa melihat bintang-bintang yang sama pada posisi yang sama di malam hari dan tidak bergerak satu inci pun selama lebih dari 400 tahun? atau bintang-bintang bergerak bersama dengan apa yang disebut planet bumi???

Jawab:
Sekstan membuktikan Bumi Diam dan Langit Beredar

Sebelum mengenal GPS, para penjelajah di abad ke-18 pada umumnya menggunakan sebuah alat navigasi manual untuk menentukan posisi kapal pada saat berlayar di laut lepas. Alat navigasi yang berukuran kecil ini dinamakan dengan teropong bintang Sekstan.

Ditemukan oleh John Hadley dan Thomas Godrey pada tahun 1730, alat ini terdiri dari komponen rumit berupa kaca filter, cermin index, cermin horizon, micrometer drum, busur derat, teleskop, dan juga indeks lengan.

Sekstan umumnya digunakan dalam navigasi laut dan penerbangan. Sekstan adalah instrumen berharga yang digunakan untuk menentukan sudut antara cakrawala dan benda langit seperti Matahari, Bulan, atau Bintang. Sekstan digunakan dalam navigasi langit untuk menghitung lintang dan bujur.

Instrumen ini terdiri dari busur bertingkat, mekanisme bidik, dan lengan indeks bergerak yang digunakan untuk mengukur sudut antara dua objek. Sebuah cermin ditempatkan pada lengan radial. Cermin tersebut digerakkan atau disesuaikan hingga benda langit tersebut dipantulkan ke dalam cermin setengah keperakan yang sejajar dengan teleskop dan tampak berimpit dengan cakrawala melalui teleskop. Jarak sudut benda langit atau bintang di atas cakrawala dibaca dari busur bertingkat sekstan.

Secara umum, prinsip kerja Sextant adalah mengukur ketinggian bendalangit di atas cakrawala. Pertama- tama, posisikan cermin horizon ke arah cakrawala. Kedua, arahkan
cermin indeks ke arah benda angkasa, bisa matahari, bulan, dan bahkan rasi bintang. Ketiga, posisikan benda langit sejajar dengan garis horizon lalu mulail membaca sudut ketinggiannya. Tapi jangan lupa, selama mengukur sudut, pastikan melakukannya dengan cepat dan tepat. Catat juga waktu tiap detik, menit, dan jamnya, karena kesalahan menit dapat menyebabkan kapalmu melenceng satu mil di lautan.

Navigasi langit masih digunakan oleh pelaut swasta, dan khususnya oleh kapal pesiar jarak jauh di seluruh dunia. Bagi awak kapal pesiar kecil, navigasi langit umumnya dianggap sebagai keterampilan penting saat menjelajah di luar jangkauan visual daratan. Meskipun teknologi GPS (Global Positioning System) dapat diandalkan, pelaut lepas pantai menggunakan navigasi langit sebagai alat navigasi utama atau sebagai cadangan.

✓Sekstan hanya berguna untuk menemukan garis lintang tanpa kronometer.

Pada tahun 1700-an, kapal-kapal berlayar ke timur atau barat dan dapat menentukan garis lintang dengan Polaris atau matahari pada tengah hari setempat. Inggris kehilangan banyak kapal, yang mengira mereka berada bermil-mil dari pantai namun sebenarnya sangat dekat dan akhirnya mengalami karam saat melakukan perjalanan ke timur/barat. Hadiah ditawarkan kepada siapa saja yang bisa menemukan cara untuk mengetahui garis bujur.

John Harrison mengembangkan kronometer, jam yang sangat akurat yang memiliki tingkat perubahan kesalahan yang dapat diprediksi dan konstan. dengan kronometer ini, dia dapat menyetel jam ke waktu di Greenwich, 000 derajat dan mengetahui matahari bergerak 15 derajat setiap jam, seorang navigator dapat menentukan seberapa jauh dia ke timur atau barat dari Greenwhich. misalnya, jika seorang navigator menentukan matahari tepat di atas kepala, LAN, dan kronometer menunjukkan pukul 15.00 di Greenwich, maka Anda mengetahui bahwa Anda berada 3 x 15, atau 45 derajat di sebelah barat Greenwich.

Sekstan hanya dapat digunakan jika Anda dapat melihat bintang navigasi dan cakrawala secara bersamaan (fajar atau senja dalam cuaca cerah). Anda juga harus memiliki almanak bahari terkini, kronometer, dan bagan serta aturan paralel yang relevan.

Cara Kerja Sextan:
1. Melihat Objek: Navigator melihat melalui teleskop sekstan dan menyelaraskan objek langit dengan cakrawala dan pantau perubahan langit.
2. Mengukur Sudut: Alat ini menggunakan cermin untuk membawa pantulan benda langit ke bidang pandang yang sama dengan cakrawala. Sudutnya kemudian dibaca dari busur bertingkat sekstan.
3. Gunakan Tabel atau Perhitungan: Sudut yang diukur, beserta waktu pastinya, digunakan dengan almanak bahari dan tabel pengurangan penglihatan untuk menghitung posisi kapal.

Manfaat Sekstan:
• Keandalan: Alat ini tidak bergantung pada sistem elektronik atau baterai, sehingga alat ini aman dari kegagalan.
• Presisi: Bila digunakan dengan benar, ini memberikan data navigasi yang akurat.
• Pentingnya Sejarah: Ini telah menjadi instrumen kunci dalam navigasi maritim sejak penemuannya pada abad ke-18.

Meskipun kapal modern terutama mengandalkan GPS, sekstan masih diajarkan dan digunakan sebagai cadangan jika terjadi kegagalan elektronik. Mereka juga dihargai karena praktik navigasi tradisional dan angkasa.

Bukti lain Bumi Diam: Polaris

Apakah Polaris itu bukan bintang tetap, bukan bintang utara/bintang tepat di northpole, bukan 'bintang actual real?

Apakah Polaris merupakan bintang bergerak mengikuti 3 gerakan bumi bulat, bintang absurd yang tidka jelas koordinatnya terhadap bumi bulat, bintang semu/delay, tidak terukur dalam tahun cahaya kelengkungan ruang waktu?

✓Kontroversi model Heliosentris dengan Bintang Polaris yang membuktikan konsep Bumi Datar

Model Heliosentris dan Bintang Polaris memiliki hubungan kontroversial dalam sejarah astronomi.

Kontroversi dengan Bintang Polaris
Bintang Polaris, juga dikenal sebagai Bintang Utara, adalah bintang yang terletak di konstelasi Ursa Minor dan berfungsi sebagai titik acuan utara dalam navigasi. Pada zaman kuno, orang-orang percaya bahwa Bintang Polaris adalah pusat dari langit dan alam semesta.

Ketika model Heliosentris muncul, ada perdebatan tentang apakah Matahari atau Bintang Polaris yang merupakan pusat dari alam semesta. Beberapa orang berpendapat bahwa Bintang Polaris adalah pusat karena posisinya yang tetap di langit utara, sementara Matahari dan planet-planet lainnya bergerak.

Bintang Polaris tetap di tempatnya karena beberapa alasan:

1. Bintang Polaris tidak bergerak karena berada di tempat tertinggi di kubah bumi yang diam.
2. Bintang Polaris terletak di kutub langit utara, yang berarti bahwa bintang ini tetap di tempatnya dipusat analemma Matahari dan Bulan .
3. Bumi diam dan datar sebagai model Geosentris.

Bintang Polaris telah menyangkal model Heliosentris dan membuktikan bahwa

1. Kebohongan Rotasi Bumi.
2. Kebohongan Revolusi Bumi.
3. Menyangkal konsep Inklinasi dan Deklinasi.
4. Menyangkal model Heliosentris.

Model heliosentris memang tidak dapat menjelaskan fenomena Bintang Polaris. Model heliosentris hanya menjelaskan bahwa planet-planet bergerak mengelilingi Matahari, tetapi tidak menjelaskan fenomena Bintang Polaris yang terletak di kutub langit utara.

Beberapa teori alternatif telah dikemukakan untuk menjelaskan fenomena Bintang Polaris, seperti teori Geosentris yang menyatakan bahwa Bumi adalah pusat alam semesta. Namun, teori ini telah dibantah oleh metode perhitungan matematika dan konsep Heliosentris yang belum jelas kebenarannya.

Bahwa banyak yang dianggap sebagai bukti ilmiah untuk model Heliosentris yang disajikan dalam bentuk konsep matematis dan gambaran ilustrasi. Ini karena ilmu pengetahuan seringkali menggunakan model matematis untuk menjelaskan fenomena alam.

Namun konsep matematis bukanlah fakta sebenarnya karena banyak ketidakakuratan angka dan gambaran geometri masih dalam konsep perkiraan. Salah satu yang sering salah adalah Ketidakpastian dalam pengukuran nilai karbon yang dijadikan acuan dalam konsep heliosenstris seperti teori Bigbang dan Evolusi Darwin, dan ini merupakan contoh dari ketidakpastian yang ada dalam pengukuran ilmiah.

Ketidakpastian ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kesalahan konsep dan teori, kualitas instrumen, kesalahan formula pengukuran, atau bahkan kesalahan dalam penggambaran data observasi.

Pentingnya Kritik dan Verifikasi;
Kritik dan verifikasi adalah bagian penting dari proses ilmiah. Ilmu pengetahuan harus selalu terbuka untuk kritik dan verifikasi, dan harus siap untuk merevisi atau menggantikan teori yang ada jika ditemukan bukti baru yang lebih kuat.

Kesimpulan
Bintang -bintang benar -benar berputar di sekitar titik diam yang disebut North Star Polaris ..... ini tidak mungkin ada di model Heliosentris. Bintang Polaris telah membuktikan bahwa Bumi Diam dan Datar karena konsep lengkungan bumi bola ternyata tidak menghalangi pelaut dari benua Eropa bagian selatan dapat menyaksikan Bintang Polaris.

Yang harus Anda lakukan adalah memikirkannya.😊

23/01/2026

Kubah internal memiliki Elektromagnetik Pulse (EMP) yang membuat roket tidak dapat menembusnya kecuali dengan (Sulthan), QS Ar Rahman 33. 😊

Kubah itu ada 2:
✓Kubah Eksternal (Lapisan atap langit sebenarnya);
✓Kubah Internal (Lapisan Elektromagnetik).

Langit pertama memiliki 2 jenis kubah, kubah eksternal sebagai batas antar langit dan kubah internal sebagai batas antar langit dan bumi dibawah langit pertama. 😊

Matahari, bulan dan bintang ada di antara kubah eksternal dan kubah internal, kubah internal adalah lapisan elektromagnetik Toroida. 😊

Kubah internal memiliki Elektromagnetik Pulse (EMP) yang membuat roket tidak dapat menembusnya kecuali dengan (Sulthan), QS Ar Rahman 33. 😊

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يٰمَعْشَرَ الْجِنِّ وَا لْاِ نْسِ اِنِ اسْتَطَعْتُمْ اَنْ تَنْفُذُوْا مِنْ اَقْطَا رِ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضِ فَا نْفُذُوْا ۗ لَا تَنْفُذُوْنَ اِلَّا بِسُلْطٰنٍ
"Wahai golongan jin dan manusia! Jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan (dari Allah)."
(QS. Ar-Rahman 55: Ayat 33)

Tinggi Kubah Eksternal adalah sejauh 500tahun perjalanan (convert perjalanan kaki = 26juta km), Tinggi Kubah Internal (elektromagnetik layer/firmament = batas balon helium) mulai sekitar 50 km.😊

Masih percaya satelit bisa tembus kubah???

Address

Jalan Semingkir
Banyumas
53134

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Why Is The Flat Earth? posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Share on Facebook Share on Twitter Share on LinkedIn
Share on Pinterest Share on Reddit Share via Email
Share on WhatsApp Share on Instagram Share on Telegram