25/01/2026
MARS LANDING HOAX
STUDI KASUS:
ROKET KE MARS MEMBUTUHKAN OKSIDATOR UNTUK DAPAT MENGHASILKAN ENERGI DORONG (THRUST)
✓Bagaimana Bahan Bakar Roket Bekerja
Oksigen sangat dibutuhkan untuk proses pembakaran bahan bakar roket. Roket menggunakan oksidator, seperti oksigen cair, untuk membakar bahan bakar dan menghasilkan gas panas dengan tekanan tinggi. Gas panas ini kemudian dikeluarkan ke belakang untuk menghasilkan gaya dorong.
Ada dua jenis roket berdasarkan sumber oksidatornya:
1. Roket yang menggunakan oksigen dari udara (air-breathing rocket): Tidak ada roket yang benar-benar menggunakan oksigen dari udara seperti mesin jet.
2. Roket yang membawa oksidator sendiri (non-air-breathing rocket): Roket ini membawa oksidator sendiri, seperti oksigen cair, untuk membakar bahan bakar.
Bahan bakar roket bekerja berdasarkan reaksi kimia yang disebut reaksi oksidasi, di mana bahan bakar bereaksi dengan oksidator (seperti oksigen) untuk menghasilkan gas panas dengan tekanan tinggi. Reaksi oksidasi ini melepaskan energi kimia yang kemudian diubah menjadi energi kinetik, sehingga menghasilkan gaya dorong pada roket.
Reaksi oksidasi pada roket biasanya melibatkan bahan bakar seperti hidrogen cair (LH2) atau kerosene, yang bereaksi dengan oksidator seperti oksigen cair (LOX). Hasil reaksi ini adalah gas panas yang memiliki tekanan dan suhu tinggi, yang kemudian dikeluarkan ke belakang untuk menghasilkan gaya dorong.
Proses reaksi kimia pada roket melibatkan reaksi oksidasi antara bahan bakar dan oksidator. Berikut adalah contoh reaksi kimia untuk roket yang menggunakan hidrogen cair (LH2) sebagai bahan bakar dan oksigen cair (LOX) sebagai oksidator:
2H2 (hidrogen) + O2 (oksigen) → 2H2O (air) + energi
Dalam reaksi ini, hidrogen bereaksi dengan oksigen untuk membentuk air dan melepaskan energi dalam bentuk panas. Energi ini kemudian diubah menjadi energi kinetik, sehingga menghasilkan gaya dorong pada roket.
Reaksi kimia ini terjadi dalam ruang bakar roket, di mana bahan bakar dan oksidator dicampur dan dibakar pada tekanan dan suhu tinggi. Hasil reaksi ini adalah gas panas yang memiliki tekanan dan suhu tinggi, yang kemudian dikeluarkan ke belakang melalui nosel untuk menghasilkan gaya dorong.
✓Konsep Roket di Ruang Vakum Menurut Ilmuwan GE
Roket yang beroperasi di ruang vakum harus membawa oksidator sendiri, seperti oksigen cair, untuk membakar bahan bakar. Jumlah oksigen yang dibutuhkan akan tergantung pada desain roket, durasi misi, dan kebutuhan propulsi.
Jadi, roket harus membawa oksidator yang cukup untuk memastikan proses pembakaran bahan bakar dapat berlangsung dengan baik, karena tidak ada oksigen yang tersedia di ruang vakum. Jumlah oksidator yang dibawa akan mempengaruhi massa total roket dan desain sistem propulsi.
Jumlah oksidator yang dibutuhkan sangat tergantung pada beberapa faktor, seperti:
- Massa roket dan muatan
- Desain sistem propulsi
- Jenis bahan bakar dan oksidator
- Rute dan durasi misi
Konsep roket yang membawa muatan ke bulan seharusnya membutuhkan ribuan atau bahkan jutaan liter bahan bakar dan oksidator. Jumlah oksidator yang tepat harus dihitung dengan hati-hati untuk memastikan bahwa roket memiliki cukup propulsi untuk mencapai tujuan dengan aman. Namun semua hitungan GE masih bias dan hanya hitungan spekulasi elit GE.
Hitungan Spekulasi jumlah oksidator yang dibutuhkan untuk membawa roket ke bulan tidak bisa ditentukan tanpa mempertimbangkan beberapa faktor, seperti:
- Massa Roket dan Muatan: Berat total roket dan muatan yang dibawa.
- Desain Sistem Propulsi: Jenis propelan dan efisiensi mesin roket.
- Rute dan Durasi Misi: Jarak dan waktu tempuh ke bulan.
- Jenis Propelan: Cair atau padat.
Konsep Roket yang membawa manusia ke bulan menggunakan kombinasi minyak tanah dan oksigen cair sebagai propelan. Namun, jumlah pastinya tidak bisa ditentukan tanpa perhitungan yang lebih spesifik.
Rumus untuk menghitung jumlah oksidator yang dibutuhkan pada roket dapat dihitung menggunakan beberapa konsep, seperti:
1. Rasio Oksidator-Bahan Bakar (O/F Ratio): Rasio antara massa oksidator dan massa bahan bakar yang dibutuhkan untuk reaksi kimia yang optimal.
Rumus umum untuk menghitung massa oksidator yang dibutuhkan adalah:
m_oksidator = (O/F Ratio) x m_bahan_bakar
di mana:
- m_oksidator = massa oksidator yang dibutuhkan
- m_bahan_bakar = massa bahan bakar yang dibutuhkan
- O/F Ratio = rasio oksidator-bahan bakar yang spesifik untuk jenis propelan yang digunakan.
2. Impuls Spesifik (Isp): Ukuran efisiensi sistem propulsi roket. Semakin tinggi Isp, semakin efisien penggunaan propelan.
Rumus untuk menghitung massa total propelan (bahan bakar + oksidator) yang dibutuhkan adalah:
m_propelan = m_roket_awal / e^(Δv / (g0 x Isp))
di mana:
- m_propelan = massa total propelan yang dibutuhkan
- m_roket_awal = massa awal roket (termasuk muatan)
- Δv = perubahan kecepatan yang dibutuhkan (dalam m/s)
- g0 = percepatan gravitasi standar (sekitar 9,81 m/s^2)
- Isp = impuls spesifik mesin roket (dalam detik)
Dengan menggunakan rumus-rumus ini, kita dapat menghitung jumlah oksidator yang dibutuhkan untuk misi roket tertentu. Namun, perlu diingat bahwa perhitungan ini memerlukan data yang spesifik tentang roket dan misi yang direncanakan.
✓ Hitungan Spekulasi Misi Roket Ke Mars yang tidak Jelas hasil perhitungan AI dari Pengetahuan kaum GE
Untuk menghitung jumlah oksidator yang dibutuhkan untuk roket dengan massa 1 ton untuk mencapai Mars dan kembali ke Bumi, kita perlu mempertimbangkan beberapa faktor, seperti:
1. Perubahan Kecepatan (Δv): Untuk mencapai Mars, roket perlu mencapai kecepatan sekitar 11,2 km/s untuk mencapai orbit rendah Bumi, kemudian melakukan manuver transfer Hohmann yang membutuhkan tambahan Δv sekitar 3,6 km/s untuk mencapai Mars. Untuk kembali ke Bumi, roket perlu melakukan manuver yang sama dengan Δv yang sama atau sedikit lebih besar karena pengaruh gravitasi Mars dan Bumi saat kembali.
Total Δv yang dibutuhkan adalah sekitar:
- Ke Mars: 11,2 km/s (orbit rendah Bumi) + 3,6 km/s (transfer Hohmann) = 14,8 km/s
- Dari Mars ke orbit Mars: 5,6 km/s (lepas dari gravitasi Mars)
- Dari orbit Mars ke Bumi: 5,6 km/s (transfer Hohmann) + 11,2 km/s (masuk atmosfer Bumi) = 16,8 km/s
Total Δv = 14,8 km/s + 5,6 km/s + 16,8 km/s = 37,2 km/s
2. Rasio Oksidator-Bahan Bakar (O/F Ratio): Mari kita asumsikan rasio O/F adalah 3,5.
3. Impuls Spesifik (Isp): Mari kita asumsikan Isp adalah 350 detik.
Menggunakan rumus Tsiolkovsky untuk menghitung massa propelan yang dibutuhkan:
m_propelan = m_roket_awal / e^(Δv / (g0 x Isp))
di mana:
- m_roket_awal = 1000 kg (massa awal roket)
- Δv = 37200 m/s (perubahan kecepatan total)
- g0 = 9,81 m/s^2
- Isp = 350 detik
m_propelan = 1000 / e^(37200 / (9,81 x 350))
m_propelan = 1000 / e^(37200 / 3433,5)
m_propelan = 1000 / e^(10,83)
m_propelan = 1000 / 50291
m_propelan ≈ 0,02 kg (ini tidak masuk akal, karena hasilnya terlalu kecil)
Karena perhitungan di atas tidak masuk akal, mari kita coba dengan pendekatan yang berbeda.
Jika kita asumsikan bahwa sekitar 98-99% dari massa roket adalah propelan untuk misi ini, maka:
m_propelan = 0,98 x 1000 kg = 980 kg (atau 0,99 x 1000 kg = 990 kg)
Dengan rasio O/F = 3,5, maka:
m_oksidator = 3,5 / 4,5 x m_propelan
m_oksidator = 3,5 / 4,5 x 980 kg ≈ 762 kg (atau 3,5 / 4,5 x 990 kg ≈ 770 kg)
Jadi, oksidator yang dibutuhkan adalah sekitar 762-770 kg.
Namun kata Elit GE, perhitungan ini masih sangat sederhana dan tidak mempertimbangkan banyak faktor yang mempengaruhi misi ke Mars dan kembali ke Bumi. Dalam prakteknya, perhitungan yang lebih akurat dan detail diperlukan untuk menentukan jumlah oksidator yang dibutuhkan. (Alasan AI)
✓ Kesimpulan
- Pembakaran Roket membutuhkan Oksidator sebagai Energi Dorong
- Di Ruang Vakum Oksigen wujud Gas tidak dapat bekerja
- Kebutuhan Oksidator masih berupa hitungan spekulasi karena Teknologi yang telah hilang dari Dongeng pendaratan di Bulan.
- Konsep Kebutuhan Oksidator Roket ke Mars ternyata tidak jelas.
- Roket di Ruang Vakum hanyalah sebuah konsep dan belum ada realitas dalam eksperimen laboratorium.
Wallahu A'lam Bishshowab