09/04/2022
Masih banyak mitos yang beredar seputar perASIan di tengah2 masyarakat saat ini, meskipun sebenarnya kita sudah bisa mengakses berbagai informasi melalui media sosial. Sehingga kita sebagai parents bisa lebih bijak dalam mengambil keputusan.
Seperti contohnya kalimat yang sering sekali kita dengar, "ibu menyusui jangan makan pedes yaa, nanti ASInya jadi pedes. " Kok lagi menyusui minum es siih?? Nanti bayinya bisa kena pilek lho!!"
Jadi itu mitos atau fakta??
Jawabannya adalah *MITOS*
yukk... Belajar lagi yukkk βΊβΊ
Proses pencernaan pada ibu menyusui akan berjalan normal seperti halnya individu biasa. Makanan dari mulut akan di dorong ke lidah menuju esofagus. Selanjutnya akan masuk ke lambung untuk kemudian masuk ke sistem penyerapan di usus. Tidak ada "jalan pintas" Dari mulut ibu langsung ke dalam payudara π€π€
Jadi, yaaaa... Kalau ibunya makan pedes tentunya tidak akan membuat rasa ASInya pedes juga. Apalagi sampai membuat bayinya muntah2.
Berbicara soal muntah, hal ini harus di bedakan regurgitasi atau yang di kenal dalam istilah awam sebagai gumoh. Kondisi ini merupakan hal yang umum, terutama pada bayi yang mendapatkan ASI eksklusif. Hal ini disebabkan karena bayi menelan udara saat menyusui, cara mencegahnya adalah dengan menyendawakan bayi setelah setiap kali menyusu.
Bagaimana dengan es? Yaa sama saja. Es yang ibu minum akan masuk dan di proses di saluran pencernaan. Jadi, tidak serta merta membuat ASI menjadi dingin dan bayi jadi pilek. Cuma gini, kalau ibu2 menyusui minum es, kan gak mungkin minum es batu doang. Biasanya di campur es teh manis, sirup, dll. Naah, kalo di minum dalam jumlah berlebihan akan mengakibatkan si ibu merasa kenyang (karena gula yang terkandung dalam minuman tadi) dan akhirnya malas makan makanan yang begizi.
Demikian juga kalau ibunya terlalu banyak makan cabai, akan beresiko perutnya kembung, diare dll. Sehingga akan mengganggu proses menyusui.
Jadi intinya adalah, segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik.
Ibu dalam 6 bulan pertama menyusui membutuhkan tambahan energi sebesar 500 kalori/hari untuk menghasilkan jumlah susu normal. Sehingga total kebutuhan energi selama menyusui akan meningkat menjadi 2400 kkal per hari. Dalam pelaksanaannya dapat dibagi menjadi 6 kali makan (3x makan utama 3x makan selingan) sesuai dengan pedoman gizi yang di anjurkan.
Untuk mengetahui terpenuhinya energi dengan cara menimbang berat badan. Bila terjadi penurunan >1kg per minggu setelah 3 minggu pertama menyusui berarti kebutuhan kalori tidak tercukupi sehingga akan mengganggu produksi ASI.
Terakhir, ibu menyusui sangat membutuhkan cairan agar dapat menghasilkan air susu dengan cepat. Dianjurkan minum 2-3 liter air perhari atau lebih dari 8 gelas air sehari (12-13 gelas sehari).
Waktu minum paling yang paling baik adalah pada saat bayi sedang menyusui atau sebelumnya, sehingga cairan yang diminum bayi dapat diganti.
Semoga informasi ini bermanfaat, semangatt terus yahh bunda dalam mengASIhi sibuah hati βΊβΊ