Tempat Ruqyah Di Batam

Tempat Ruqyah Di Batam Tempat Ruqyah di Batam | Bengkel Manusia Indonesia Call (+62) 813-2871-2147 | www.ruqyah.or.id

Bekam Batam Kota Rekomendasi Bekam di Batam Kota Tempat Bekam Terdekat dan Klinik Bekam Terdekat Batam Kota Call (+62) 8...
25/12/2025

Bekam Batam Kota Rekomendasi Bekam di Batam Kota Tempat Bekam Terdekat dan Klinik Bekam Terdekat Batam Kota Call (+62) 813-2871-2147

Anda mencari bekam Batam di Kecamatan Batam Kota Kelurahan Sungai Panas, Kelurahan Baloi Permai, Kelurahan Taman Baloi, Kelurahan Sukajadi, Kelurahan Belian, atau Kelurahan Teluk Tering?

Bekam Batam Kota atau tempat bekam terdekat di Kecamatan Batam Kota yang sangat profesional hadir di Kelurahan Sungai Panas, Kelurahan Baloi Permai, Kelurahan Taman Baloi, Kelurahan Sukajadi, Kelurahan Belian, dan Kelurahan Teluk Tering.

Bekam sangat diminati masyarakat karena manfaatnya bagi kesehatan fisik, mental, dan selaras dengan pengobatan sunnah.

Artikel ini dibuat untuk membantu Anda menemukan tempat bekam di Bekam Batam Kota dan klinik bekam terdekat yang tepat yakni Bekam Batam Kota Ruqyah Batam Kota Bengkel Manusia Indonesia.

Apa Manfaat Bekam Goresan (Sayatan)?

Bekam merupakan metode terapi dengan mengeluarkan darah kotor melalui sayatan (goresan) 0,9 mm pada permukaan kulit menggunakan alat khusus. Metode ini sangat mujarab membantu:

✅ Melancarkan peredaran darah
✅ Mengurangi pegal dan nyeri otot
✅ Meningkatkan daya tahan (imun) tubuh
✅ Membantu meredakan stres dan kelelahan
✅ Mengobati migrain, darah tinggi, kolesterol
✅ Menurunkan kadar gula darah pradiabetes dan I-II

Apa Manfaat Ruqyah?

Ruqyah bermanfaat untuk aspek spiritual, psikis, dan emosional, di antaranya;

✅ Menenangkan jiwa, hati, dan pikiran gelisah
✅ Menguatkan iman, tawakal, dan ketenangan batin
✅ Mengembalikan keseimbangan rohani dan emosional
✅ Membersihkan gangguan jin, sihir, al ‘ain (pandangan mata)
✅ Membantu mengatasi was-was, ketakutan berlebihan, dan kecemasan
✅ Membantu penyembuhan gangguan tidur, mimpi buruk, dan rasa tertekan
✅ Membantu gangguan psikosomatis (penyakit fisik yang dipicu kondisi mental)
✅ Menjadi ikhtiar syariah bagi penyakit yang tidak terdeteksi secara medis modern

Ruqyah bukan sekadar “mengusir gangguan” melainkan sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah dan memperbaiki kondisi hati.

Selengkapnya:

Bekam Batam Kota Rekomendasi Bekam di Batam Kota Tempat Bekam Terdekat dan Klinik Bekam Terdekat Batam Kota Call (+62) 813-2871-2147

Ruqyah Batam: Was-was dan Syakk dalam Perspektif Islam, Hakikat, Faktor Penyebab, dan PenyembuhannyaWas-was merupakan sa...
16/12/2025

Ruqyah Batam: Was-was dan Syakk dalam Perspektif Islam, Hakikat, Faktor Penyebab, dan Penyembuhannya

Was-was merupakan salah satu penyakit batin yang paling melelahkan jiwa. Banyak yang bertanya apakah was-was bisa disembuhkan atau hilang dengan sendirinya?

Was-was merampas ketenangan, mengganggu kekhusyukan ibadah, bahkan dalam banyak kasus menyeret penderitanya ke dalam lingkaran kecemasan yang berkepanjangan.

Al Qur’an sebagai pedoman yang sangat sempurna tidak hanya menjelaskan asal-usul was-was, tetapi juga memberikan metode penyembuhan yang jelas, rasional, dan aplikatif.

Hakikat Was-was

Al Qur’an secara tegas menyebut bahwa sumber utama was-was adalah bisikan setan.

مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ

Artinya:

“Dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi” (QS. An-Nas 4).

Was-was bukanlah suara hati yang jujur, bukan p**a intuisi sehat. Was-was adalah bisikan destruktif yang tujuannya merusak keyakinan, ibadah, dan ketenangan seorang hamba.

Perbedaan Was-was dan Syakk

Kesalahan fatal yang sering terjadi adalah menyamakan syakk (keraguan) dengan was-was, padahal keduanya sangat berbeda.

Syakk adalah keraguan yang muncul dari proses berpikir yang seimbang antara iya dan tidak berdasarkan konstruksi rasional.

Sedangkan was-was itu tidak berlandaskan dalil, tidak berpijak pada fakta (kebenaran), bersifat berulang, memaksa, melelahkan, dan mengandung kecemasan tanpa sebab nyata.

Oleh sebab itu para ulama menegaskan bahwa was-was bukanlah masalah keyakinan melainkan gangguan dari setan.

Contoh Ringan Was-was dan Syakk

Was-was dalam Wudhu

Sudah membasuh tangan, tapi muncul pikiran. “Tadi airnya kena semua belum ya?” Lalu diulang berkali-kali meski tidak ada bukti air tidak mengenai anggota wudhu. Ini was-was karena muncul tanpa sebab nyata dan mendorong pengulangan berlebihan.

Was-was dalam Salat

Sudah takbiratul ihram (takbir), tiba-tiba muncul bisikan “Niatku tadi benar atau belum?” Padahal sudah tahu tata cara niat, tapi tetap merasa tidak tenang dan yakin. Ini was-was tidak pernah merasa cukup dan selalu ingin mengulang-ulang.

Was-was tentang Najis

Setelah buang air kecil, merasa selalu ada tetesan keluar atau merasa ada yang merembes dari kemaluan. Padahal tidak terlihat (kering), tidak terasa, dan tidak ada bekasnya. Akibatnya bolak-balik ke toilet dan sulit salat. Ini was-was setan dan bukan kehati-hatian.

Was-was dalam Kebersihan

Menyentuh gagang pintu toilet umum, misalnya toilet masjid, SPBU atau mall lalu berpikir “Ini gagang pasti najis.” Padahal dia tidak tahu asal-muasalnya, tapi langsung menjustifikasi gagang pintu tadi.

Lalu dia mencuci tangannya berulang kali atau mengguyur gagang pintu berulang kali. Pembenaran secara sepihak (justifikasi) adalah was-was yang nyata dalam keseharian.

Was-was dalam Keyakinan

Muncul pikiran buruk atau ragu-ragu tentang iman lalu merasa berdosa padahal tidak diucapkan dan tidak diyakini, hanya terlintas saja. Ini termasuk was-was setan dan bukan sebuah dosa.

Ciri Utama Was-was

❌ Tidak pernah puas
❌ Menimbulkan cemas
❌ Muncul berulang-ulang
❌ Tanpa ada dalil atau bukti
❌ Memaksa untuk mengulang
❌ Diliputi ragu yang terus-menerus

Syakk dalam Aktivitas Sehari-hari

Selesai mengunci pintu, lalu muncul ragu: “Tadi sudah dikunci atau belum ya?” Keraguan ini sekali muncul, tidak berulang-ulang, dan biasanya hilang setelah dicek pintunya.

Syakk dalam Hitungan

Menghitung uang lalu ragu: “Tadi jumlahnya Rp 1 juta atau Rp 900 ribu ya?” Ini syakk normal karena keterbatasan konsentrasi, bukan gangguan.

Syakk dalam Ibadah

Saat sedang salat, ragu-ragu sebentar: “Ini rakaat ke-2 atau ke-3?” Jika jarang terjadi, maka ini syakk biasa. Solusinya ambil yang paling yakin atau melakukan sujud sahwi.

Syakk Kurang Informasi

Ragu apakah makanan ini halal atau tidak karena belum tahu bahannya. Atau makan di rumah makan yang samar-samar tidak ada label halal dari LPPOM MUI.

Ini syakk sehat yang harus dicari kejelasannya (klarifikasi) dan kebenarannya (tabayyun) dan hal ini bukanlah termasuk was-was.

Syakk Hilang Setelah Keputusan

Ragu-ragu memilih jalan, misalnya di persimpangan jalan (pilih belok kanan/kiri/lurus) lalu setelah memilih salah satu, keraguan hilang dan tidak mengganggu pikiran. Ini ciri syakk tidak melekat dan tidak memaksa.

Ciri Utama Syakk

❌ Hilang setelah diambil keputusan
❌ Muncul sesekali, tidak terus-menerus
❌ Bisa diselesaikan dengan ilmu/klarifikasi
❌ Tidak menimbulkan kecemasan berlebihan
❌ Tidak merusak ketenangan ibadah atau aktivitas
❌ Tidak memaksa untuk mengulang-ulang perbuatan
❌ Ada sebab yang masuk akal karena kurang fokus dan lupa

Was-was Menghancurkan Kekhusyukan

Was-was disebut oleh para ulama sebagai perusak ibadah paling berbahaya. Jika seseorang selamat darinya, maka ia telah selamat dari banyak keburukan-keburukan.

Syaikh Ahmad Al-Haitami menjelaskan bahwa was-was bisa menyeret seseorang hingga kehilangan akal sehat jika terus dituruti.

Sebaliknya, orang yang tidak mempedulikannya, justru akan melihat was-was itu lenyap dengan sendirinya.

Lima Jalan Penyembuhan Was-was

Bersikap Tidak Peduli (Al-I‘radh)

Inilah obat paling mujarab yakni masa bodoh atau tidak peduli. Tidak meladeni keraguan, tidak mengulang ibadah, dan tidak menuruti bisikan apa pun.

Syaikh Ahmad Al-Haitami menegaskan bahwa siapa yang menuruti was-was, maka was-was itu akan terus membesar hingga menyerupai kegilaan.

Mengambil Sikap Kebalikannya

Dalam hukum syariat (fikih), penyakit was-was diobati dengan pemahaman dan keyakinan, bukan dengan perasaan. Ini merupakan prinsip mujarab melawan was-was.

Contohnya:

Merasa ada najis → Anggap suci
Ragu batal wudhu → Anggap wudhu sah
Ragu niat salat → Anggap niat sudah benar

Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

إِذَا وَجَدَ أَحَدُكُمْ فِي بَطْنِهِ شَيْئًا فَأَشْكَلَ عَلَيْهِ أَخَرَجَ مِنْهُ شَيْءٌ أَمْ لَا، فَلَا يَخْرُجَنَّ مِنَ الْمَسْجِدِ حَتَّىٰ يَسْمَعَ صَوْتًا أَوْ يَجِدَ رِيحًا، رواه البخاري (١٣٧) ومسلم (٣٦١)

Artinya:

“Apabila salah seorang dari kalian merasakan sesuatu di dalam perutnya lalu ia ragu apakah ada sesuatu yang keluar darinya atau tidak (kentut), maka janganlah ia keluar dari masjid untuk membatalkan salatnya sampai ia mendengar suara atau mencium baunya” (HR. Bukhari No. 137 dan HR. Muslim No. 361).

Sabar dan Latihan Terus-Menerus

Was-was tidak bisa hilang dalam sehari, dua hari atau tiga hari. Menghilangkan was-was butuh kesabaran, latihan mental, dan bimbingan spiritual secara khusus.

Syaikh Al-‘Izz bin ‘Abdussalam As-Syafi‘iyyah menjelaskan orang yang sedang melawan was-was dengan keyakinan sedang memerangi setan, maka ia mendapatkan pahala jihad, karena dirinya sedang melawan musuh Allah.

Memperbanyak Isti‘adzah dan Zikir

Nabi Muhammad ﷺ menjelaskan adanya setan khusus bernama Khanzab yang mengganggu salat.

أَنَّهُ أَتَى النَّبِيَّ ﷺ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ ، إِنَّ الشَّيْطَانَ قَدْ حَالَ بَيْنِي وَبَيْنَ صَلَاتِي وَقِرَاءَتِي ، يُلَبِّسُهَا عَلَيَّ . فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ : ذَاكَ شَيْطَانٌ يُقَالُ لَهُ خِنْزَبٌ ، فَإِذَا أَحْسَسْتَهُ فَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْهُ ، وَاتْفِلْ عَلَى يَسَارِكَ ثَلَاثًا . قَالَ : فَفَعَلْتُ ذَلِكَ فَأَذْهَبَ اللَّهُ عَنِّي . رواه مسلم (٢٢٠٣)

Artinya:

“Aku mendatangi Rasulullah ﷺ dan berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya setan telah menghalangi aku dari salat dan bacaanku, hingga ia mengacaukannya bagiku. Rasulullah ﷺ bersabda: Itu adalah setan yang bernama Khanzab. Jika engkau merasakannya, maka berlindunglah kepada Allah darinya dan meludahlah ke arah kiri tiga kali. Ia berkata: Aku pun melakukannya, lalu Allah menghilangkan gangguan itu dariku” (HR. Muslim No. 2203).

Solusinya:

✔ Berlindung kepada Allah
✔ Meludah ringan ke kiri tiga kali
✔ Memperbanyak zikir pagi dan petang
✔ Zikir benteng terkuat dari gangguan jin dan setan

Belajar dan Memahami Ilmu Ibadah

Mayoritas penderita was-was adalah mereka yang tidak paham standar ibadah, hanya mengikuti perasaan dan bukan ilmu.

Kemudian mengira kehati-hatian yang berlebihan sebagai takwa. Padahal para ulama salaf justru ringkas, tegas, dan yakin dalam ibadah.

Imam Malik meriwayatkan bahwa gurunya, Rabi‘ah, adalah orang yang sangat cepat dalam wudhu dan tidak terjebak keraguan sama sekali, itulah buah ilmu.

Bekam dan Ruqyah Salah Satu Solusi

Selain ikhtiar mental dan spiritual di atas, bekam maupun ruqyah termasuk salah satu sarana penyembuhan yang diakui syariat Islam. Bekam membantu menyeimbangkan sistem saraf, hormon, dan emosi.

Ruqyah syariah membersihkan pengaruh spiritual negatif akibat gangguan setan atau jin. Keduanya sudah dipraktikkan sejak zaman Nabi Muhammad ﷺ.

Was-was yang kronis sering kali bersifat bio-psiko-spiritual, sehingga penyembuhannya juga perlu pendekatan yang menyeluruh.

Was-was bukan takdir permanen, dan bukan p**a tanda lemahnya iman. Ia adalah ujian. Setiap ujian pasti ada jalan keluarnya.

Semoga Allah memberikan kita hati yang tenang, akal yang jernih, dan ibadah yang lurus di atas sunah Rasulullah ﷺ.

Selengkapnya: https://an-nubuwwah.or.id/ruqyah/ruqyah-batam-was-was-dan-syakk-dalam-perspektif-islam,-hakikat,-faktor-penyebab,-dan-penyembuhannya.html

Ruqyah Batam: Kesurupan, Kepanikan, dan Pelajaran Besar dari Surat Al Fatihah Yang Sering DiabaikanSuatu sore, ketika su...
15/12/2025

Ruqyah Batam: Kesurupan, Kepanikan, dan Pelajaran Besar dari Surat Al Fatihah Yang Sering Diabaikan

Suatu sore, ketika suasana kantor saya mulai agak sepi dan sunyi serta aktivitas hampir usai, ponsel saya berdering.

Di ujung sana terdengar suara seorang laki-laki yang jelas diliputi kepanikan. Nada bicaranya terburu-buru, nafasnya tak teratur.

“Pak, Pak. Ini tempat rukiah itukan… Tolong Pak, adik saya sedang kesurupan,” ucapnya nyaris tanpa jeda.

Ia lalu memohon agar saya segera datang ke rumahnya. Dalam kondisi seperti itu, tentu permintaan tersebut sangat bisa dipahami.

Namun pada saat yang bersamaan, saya juga sedang berada dalam pekerjaan yang tidak memungkinkan untuk ditinggalkan.

Dengan hati berat, saya menjelaskan keadaan saya dan mengatakan bahwa saya belum bisa datang saat itu juga.

Beberapa detik terdiam, lalu ia berkata dengan suara yang lebih pelan namun penuh harap: “Kalau begitu, Pak… bisakah Bapak meruqyah dari telepon saja?” pintanya.

Saya menghela nafas sejenak sebelum menjawab. Saya sampaikan dengan jujur dan tenang.

“Sebaiknya Anda sendiri yang meruqyah langsung adik Anda. Ruqyah lebih efektif bila dilakukan oleh orang terdekat, apalagi Anda berada di tempat dan bisa memastikan kondisi fisiknya aman, sudah berwudhu, posisinya baik, dan tidak membahayakan.”

Ia terdengar ragu. Seakan kepercayaan dirinya runtuh. “Tapi, Pak… saya tidak punya banyak hafalan Al Qur’an dan tidak fasih,” katanya lirih.

Saya tidak langsung menanggapi. Lalu saya bertanya perlahan, bukan untuk menguji, tapi untuk menenangkan. “Kamu hafal surat Al-Ikhlash, Al-Falaq, An-Naas, ayat Kursi atau surat-surat pendek lainnya?”

Ia terdiam cukup lama sebelum menjawab dengan nada malu. “Tidak, Pak… saya cuma hafal Al-Fatihah saja.”

Mendengar itu, saya tersenyum kecil meski ia tak bisa melihatnya. Saya merasakan ada pelajaran besar yang akan Allah tunjukkan sore itu.

Saya pun berkata dengan mantap. “Kalau begitu, itu sudah cukup.” Ia kembali terdiam, mungkin terkejut.

Saya lanjutkan. “Kamu wudhu dulu dan tenang. Hadirkan niat karena Allah. Lalu bacakan Al-Fatihah kepada adikmu, pelan-pelan tapi yakin.”

“Ulangi beberapa kali. Tiupkan sedikit ke telapak tanganmu, lalu usapkan ke kepala dan punggungnya sambil berdoa. Jangan terburu-buru. Jangan panik. Yang bekerja bukan kamu, tapi Allah.”

Dengan suara yang mulai lebih stabil, ia menjawab. “Baik, Pak. Saya lakukan sekarang.” Telepon pun ditutup dan saya melanjutkan pekerjaan saya yang sempat terhenti.

Beberapa jam berlalu. Malam semakin sunyi. Saya hampir saja terlelap ketika ponsel kembali berdering.

Nomor yang sama muncul di layar. Kali ini, suara di seberang terdengar sangat berbeda, lega, ringan, bahkan nyaris bergetar oleh rasa syukur.

“Pak… alhamdulillah. Adik saya sudah sadar. Sekarang dia normal lagi. Terima kasih banyak, Pak.” Saya spontan menjawab. “Alhamdulillah… itu semua karena rahmat dan pertolongan Allah.”

Setelah panggilan itu berakhir, saya terdiam cukup lama. Hati saya terasa hangat sekaligus tersentuh. Bukan karena keberhasilan metode, bukan p**a karena peran saya.

Justru karena pelajaran sederhana yang kembali ditegaskan. Al-Fatihah, yang sering kita baca setiap hari, ternyata begitu dahsyat ketika dibaca dengan iman, ketundukan, dan ketawakalan.

Kisah ini kembali mengingatkan saya bahwa dalam ruqyah, teknik dan bacaan memang penting, tetapi yang paling menentukan adalah kehadiran hati, keikhlasan, dan izin Allah.

Bahkan dari seorang yang merasa “hanya hafal Al Fatihah” Allah tetap menunjukkan kuasa-Nya.

Karena Al Fatihah bukan sekadar bacaan pembuka salat, melainkan doa, penghambaan, dan permohonan perlindungan yang agung.

Dan malam itu, saya kembali belajar kadang yang paling sederhana, justru menyimpan kekuatan paling besar.

Surat Al Fatihah

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

(Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm)

1. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

(Al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn)

2. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam

ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

(Ar-raḥmānir-raḥīm)

3. Dia Allah Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

مَٰلِكِ يَوْمِ ٱلدِّينِ

(Māliki yaumid-dīn)

4. Yang menguasai di Hari Pembalasan

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

(Iyyāka na’budu wa iyyāka nasta’īn)

5. Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan

ٱهْدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلْمُسْتَقِيمَ

(Ihdinaṣ-ṣhirāṭal-mustaqīm)

6. Tunjukilah kami jalan yang lurus,

صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ ٱلْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ

(Sirāṭallażīna an’amta ‘alaihim ghairil-maghḍụbi ‘alaihim wa laḍ-ḍāllīn)

7. (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (p**a jalan) mereka yang sesat

Tentang Al-Fatiḥah

Surat ke-1 dalam Al-Qur’an Al-Fatihah, artinya Pembukaan. Disebut surat Al-Fatihah (Pembuka) dikarenakan sebagai surat pertama dalam kitabullah.

Disebut juga sebagai Ummul Qur’an (Ibunya Al-Qur’an) karena mengandung seluruh inti ajaran Qur’an, seperti tauhid, ibadah dan lain sebagainya.

Ini adalah tujuh ayat yang paling agung di dalam Al-Qur’an, tujuh ayat yang selalu diulang-ulang. Ringkasan beberapa rujukan penting dari kitab-kitab tafsir, kajian-kajian, dan rujukannya.

1. Tafsir Ibn Katsir, pembahasan tentang nama, faedah, dan penyebutan sebagai asy-syifa’ (obat/penawar)

Ibn Katsir menjelaskan nama-nama Al-Fatiḥah (Umm al-Kitab, Ash-Shifa’, As-Sab‘ul Mathani) dan merangkum hadis serta atsar yang menyebutkannya sebagai penawar (ruqyah). Ini rujukan tafsir klasik yang sering dijadikan rujukan ulama.

2. Riwayat yang menyebut Al-Fatiḥah sebagai “penawar” atau “ruqyah” (contohnya riwayat Abu Sa‘id tentang orang yang diruqyah karena diracuni

Beberapa kitab riwayat mencatat kisah dan hadis yang menyebut Al-Fatiḥah sebagai penawar (al-shifa’/ar-ruqyah). Contoh disebutkan dalam Sunan Ad-Darimi yang dijelaskan di tafsir-tafsir.

3. Kajian modern dan artikel akademik tentang manfaat rohani dan fungsi terapeutik Al-Fatiḥah

Lembaga-lembaga kajian modern, misalnya Yaqeen Institute dan mengulas bagaimana Al-Fatiḥah berfungsi sebagai pusat doa, penyejuk hati, dan dalam tradisi Islam juga digunakan sebagai ruqyah spiritual. Ini berguna untuk melihat perspektif kontemporer dan psikospiritual.

Yaqeen Institute for Islamic Research (Yaqeen Institute) beralamat di 7750 N. MacArthur Blvd, Suite 120237, Irving, Texas, Amerika Serikat. Mereka adalah lembaga penelitian nirlaba yang berfokus pada isu-isu Islam, dipimpin oleh Omar Suleiman.

4. Ringkasan fatwa atau penjelasan kontemporer tentang keutamaan Al-Fatiḥah

Penjelasan ulama kontemporer merangkum keutamaan Al Fatihah sebagai inti ibadah, ringkasan tauhid, doa paling lengkap. Termasuk praktik ruqyah dengan mengutamakan bacaan Al-Qur’an, tawakkal, dan tindakan pencegahan medis bila perlu.

5. Artikel-artikel ringkasan bahasa Indonesia yang mengumpulkan pendapat ulama Ibn Katsir, Musthafa al ‘Adawi

Beberapa kajian-kajian Islam berbahasa Indonesia menyajikan ringkasan tafsir Al-Fatiḥah dari Ibnu Katsir dan penjelasan singkat aplikatif sehingga cocok dipakai untuk umat Islam di Indonesia.

Selengkapnya:

Ruqyah Batam Kesurupan, Kepanikan, dan Pelajaran Besar dari Surat Al Fatihah Yang Sering Diabaikan

Ruqyah Jembatan I Barelang: Dakwah Kehidupan Yang Mendahului Kampanye ModernDi tengah hiruk-pikuk perbincangan publik te...
14/12/2025

Ruqyah Jembatan I Barelang: Dakwah Kehidupan Yang Mendahului Kampanye Modern

Di tengah hiruk-pikuk perbincangan publik tentang kesehatan mental dan pencegahan bunuh diri, satu fakta penting kerap luput disadari: kampanye menjaga kehidupan bukanlah konsep dan hal yang baru.

Jauh sebelum istilah mental health awareness dikenal dunia modern, pesan larangan mengakhiri hidup sudah lebih dulu disuarakan agama, khususnya Islam.

Ruqyah akbar di Jembatan I Barelang Batam adalah kampanye kehidupan yang telah dimulai sejak wahyu pertama kenabian.

Perdebatan seputar kegiatan ruqyah di Jembatan I Barelang Batam yang dilakukan Yayasan An Nubuwwah bersama Ruqyah On The Street Batam (RoS An Nubuwwah Batam) sejatinya membuka ruang diskusi yang lebih luas dan mendasar.

Siapa sebenarnya yang lebih dahulu berkampanye tentang pencegahan bunuh diri, dunia modernkah atau wahyu ilahi?

Ketika dunia internasional sejak 2003 mengusung narasi su***de prevention dan mental health awareness, Islam telah menanamkan pesan tersebut sejak turunnya wahyu pertama pada tahun 610 Masehi. Artinya apa?

Intinya yang dilakukan RoS An Nubuwwah Batam bukanlah tindakan liar, menghasut, menistakan agama, dan menyimpang dari akidah. Kegiatan ini adalah kelanjutan dakwah yang berakar kuat pada Al Qur’an dan hadis Nabi Muhammad ﷺ.

Kampanye Modern vs Kampanye Wahyu

Secara historis, dunia mengenal International Association for Su***de Prevention (IASP) yang didirikan pada tahun 1960 di Vienna, Austria, oleh dua tokoh kesehatan mental dunia, Erwin Ringel dan Norman Farberow.

Sejak saat itu, kampanye pencegahan bunuh diri mulai digaungkan secara global. Namun lebih dari 1.300 tahun sebelum itu, Al Qur’an telah secara eksplisit melarang manusia mengakhiri hidupnya sendiri.

Larangan ini bukan sekadar norma sosial, melainkan perintah langsung dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang menyentuh dimensi akidah, moral, dan tanggung jawab kemanusiaan.

Larangan Tegas dalam Al Qur’an

Firman Allah:

وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

“Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah Maha Penyayang kepadamu” (QS. An Nisa’ 29).

Ayat ini tidak hanya melarang tindakan bunuh diri, tetapi menegaskan bahwa kehidupan manusia berada dalam naungan kasih sayang Allah. Mengakhiri hidup berarti menolak rahmat Allah tersebut.

Dalam ayat lain:

وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ

“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu ke dalam kebinasaan” (QS. Al Baqarah 195).

Para ulama tafsir menjelaskan bahwa ayat ini mencakup segala bentuk tindakan yang membawa kehancuran, baik fisik, mental, maupun spiritual, termasuk halnya bunuh diri akibat keputusasaan.

Dalam ayat lain:

وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ

“Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang telah Allah haramkan (untuk dibunuh) kecuali dengan alasan yang benar” (QS. Al Isra’ 33).

Para ulama tafsir sepakat bahwa ayat ini merupakan larangan tegas membunuh manusia tanpa hak dan termasuk salah satu pokok penjagaan jiwa (ḥifẓ an-nafs) dalam maqaṣid al-syari’ah.

Dengan demikian, Al Qur’an sejak awal telah membangun narasi pencegahan bunuh diri berbasis iman dan harapan, jauh sebelum dunia modern merumuskannya dalam terminologi psikologi.

Hadis Nabi Muhammad ﷺ tentang Peringatan dan Perlindungan Jiwa

Larangan bunuh diri juga ditegaskan secara keras dalam hadis-hadis Nabi Muhammad ﷺ.
Salah satu hadis Nabi Muhammad ﷺ ditegaskan:

مَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِحَدِيدَةٍ فَحَدِيدَتُهُ فِي يَدِهِ، يَجَأُ بِهَا فِي بَطْنِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا

“Siapa yang membunuh dirinya dengan besi, maka besi itu akan berada di tangannya, ia tusukkan ke perutnya di neraka Jahanam untuk selama-lamanya” (HR. Bukhari No. 5778).

Hadis ini bukan untuk menakut-nakuti tanpa tujuan, melainkan untuk menjaga manusia agar tidak terjerumus ke dalam keputusasaan ekstrem. Islam memandang bunuh diri sebagai dosa besar karena ia menutup pintu taubat dan memutus harapan.

Namun Islam tidak berhenti pada larangan semata. Nabi Muhammad ﷺ juga mengajarkan harapan dan ketahanan mental.

Sabda Nabi Muhammad ﷺ:

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ؛ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

“Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin. Sesungguhnya semua urusannya adalah baik baginya, dan hal itu tidak dimiliki oleh siapa pun kecuali orang mukmin. Jika ia mendapatkan kesenangan, ia bersyukur maka itu baik baginya. Dan jika ia ditimpa kesusahan, ia bersabar maka itu pun baik baginya” (HR. Muslim No. 2999).

Pesan ini sejalan dengan prinsip kesehatan mental modern: resiliensi, harapan, dan makna hidup.

Ruqyah sebagai Intervensi Spiritual dan Psikologis

Dalam Islam, ruqyah bukan praktik mistik yang samar dan gelap, namun adalah doa-doa, zikir, dan ayat-ayat Al Qur’an yang dibaca untuk memohon kesembuhan dan ketenangan jiwa.

Nabi Muhammad ﷺ sendiri melakukan dan membolehkan ruqyah selama tidak mengandung kesyirikan. Kegiatan ruqyah yang dilakukan RoS An Nubuwwah Batam di Jembatan I Barelang Batam harus dilihat sebagai ikhtiar spiritual kolektif.

Khususnya untuk menghadirkan nilai-nilai harapan di ruang publik yang kerap diasosiasikan dengan keputusasaan. Ruang-ruang yang selama ini dilekati stigma sebagai tempat lahirnya keputusasaan, kesedihan, dan keputusan tragis mengakhiri hidup.

Di tempat semacam inilah pesan tentang harapan justru menjadi paling relevan untuk disuarakan. Menghadirkan doa, zikir, dan ayat-ayat Al Qur’an di ruang publik bukan sekadar simbol keagamaan.

Namun adalah upaya mengembalikan makna ruang keputusasaan menjadi ruang pengingat bahwa hidup masih layak diperjuangkan. Nilai-nilai harapan itu disampaikan bukan dengan paksaan, tetapi dengan pendekatan spiritual yang lembut.

Setiap masalah memiliki jalan keluar dan setiap luka memiliki kesempatan sembuh dan setiap jiwa masih memiliki nilai di hadapan Allah.

Ruqyah di sini bukan menggantikan peran medis atau psikologis, melainkan melengkapi sebuah pendekatan yang sejalan dengan konsep bio-psycho-social-spiritual yang diakui dalam dunia kesehatan modern.

Mengapa Harus di Ruang Publik?

Dakwah Islam sejak awal memang hadir di ruang publik. Nabi Muhammad ﷺ menyampaikan risalah di pasar, masjid, dan tempat-tempat umum.

Maka, menghadirkan ruqyah dan doa di ruang publik seperti Jembatan I Barelang Batam bukanlah penyimpangan, melainkan pengulangan metode dakwah profetik.

Pesan yang dibawa RoS An Nubuwwah Batam pun sangat jelas:

✅ HIDUP INI BERNILAI
✅ PENDERITAAN BUKAN AKHIR SEGALANYA
✅ KAMU TIDAK SENDIRIAN, SELALU ADA HARAPAN
✅ SELALU ADA JALAN KEMBALI JIKA PASRAH SAMA ALLAH

Ketika Ruqyah Dicaci maki dan Dibuli, Masalah Siapa?

Ironisnya, kegiatan ini justru menuai cibiran dan perendahan. Pertanyaannya jika pesan yang disampaikan adalah larangan bunuh diri dan ajakan menjaga kehidupan, di mana letak kesalahannya?

Jika kampanye pencegahan bunuh diri versi lembaga internasional dipuji, sementara kampanye berbasis Al Qur’an direndahkan, maka problemnya bukan pada ruqyah, melainkan pada cara sebagian orang memandang agama.

Meremehkan ruqyah berarti meremehkan ayat-ayat Al-Qur’an yang dibaca di dalamnya. Dan meremehkan ayat-ayat tersebut sama artinya dengan melecehkan perintah Allah tentang menjaga jiwa manusia.

Ruqyah Sebagai Dakwah Kehidupan

Ruqyah akbar di Jembatan I Barelang Batam bukan aksi sensasional, bukan bentuk pelarian dari ilmu pengetahuan. Ruqyah akbar adalah dakwah kehidupan yang berakar pada wahyu, diperkuat oleh hadis, pendapat ulama, dan relevan dengan persoalan manusia modern.

Ketika dunia baru memulai kampanye pencegahan bunuh diri pada 1960, Al Qur’an telah mengajarkannya sejak 610 Masehi. Maka, RoS An Nubuwwah Batam hanya sedang melanjutkan pesan lama yang tak pernah using:

“Hidup Adalah Amanah. Putus Asa Bukan Pilihan. Kembali Kepada Allah (Sang Pencipta) Adalah Jalan Keselamatan”.

Dan pesan inilah yang seharusnya diteladani, bukan direndahkan. Ruqyah akbar di Jembatan I Barelang Batam bukan aksi kontroversial, melainkan manifestasi dakwah kehidupan yang sejati.

Ia berdiri di atas nilai yang sama dengan kampanye global, bahkan lebih tua dan lebih kokoh secara spiritual. Barangkali yang lebih bijak adalah bertanya:

“Mengapa pesan kehidupan dari Al Qur’an masih terasa asing di negerinya sendiri?”

Selengkapnya:

Ruqyah Jembatan I Barelang Dakwah Kehidupan Yang Mendahului Kampanye Modern

Bekam Batam: Hubungan Bekam dengan Kondisi Psikologis Pasien Secara Medis dan Spiritual - Bengkel Manusia Indonesia Call...
13/12/2025

Bekam Batam: Hubungan Bekam dengan Kondisi Psikologis Pasien Secara Medis dan Spiritual - Bengkel Manusia Indonesia Call (+62) 813-2871-2147

Pengobatan bekam (hijamah) selama ini dikenal luas sebagai pengobatan klasik yang sangat bermanfaat bagi kesehatan fisik. Meski demikian, tidak banyak yang mengetahui bahwa bekam juga memiliki hubungan erat dengan kondisi psikologis pasien.

Terutama dalam meredakan stres, kecemasan, dan kelelahan mental. Sejumlah praktisi kesehatan komplementer menyebutkan bekam tidak hanya bekerja pada tubuh. Melainkan juga memengaruhi sistem saraf, emosi, dan ketenangan batin seseorang.

Secara fisiologis, bekam membantu melancarkan peredaran darah dan mengurangi ketegangan otot. Kondisi ini berpengaruh langsung pada kerja sistem saraf pusat, termasuk otak, yang berperan penting dalam mengatur emosi dan suasana hati.

Selengkapnya: https://www.bekam.or.id/blog/bekam-batam-hubungan-bekam-dengan-kondisi-psikologis-pasien-secara-medis-dan-spiritual.html

IASP Beri Apresiasi Kegiatan Ruqyah Jembatan I Barelang Batam dalam Kampanye Pencegahan Bunuh DiriKegiatan Ruqyah Akbar ...
10/12/2025

IASP Beri Apresiasi Kegiatan Ruqyah Jembatan I Barelang Batam dalam Kampanye Pencegahan Bunuh Diri

Kegiatan Ruqyah Akbar Jembatan I Barelang Batam Kep**auan Riau yang digelar pada Jumat, 21 November 2025, mendapat apresiasi positif dari International Association for Su***de Prevention (IASP), sebuah organisasi internasional berbasis di Washington DC Amerika Serikat yang berfokus pada edukasi, riset, dan kampanye global pencegahan bunuh diri.

Dalam surat resminya yang ditujukan kepada Ketua Yayasan An Nubuwwah Batam, Candra P. Pusponegoro, IASP menyampaikan penghargaan yang tinggi atas komitmen dan kontribusi Yayasan An Nubuwwah melalui gerakan Ruqyah on The Street (RoS) Batam.

IASP menilai bahwa kegiatan rohani yang dikemas dengan pendekatan edukasi kesehatan mental tersebut memiliki nilai kemanusiaan yang kuat dan berpotensi besar menekan angka risiko bunuh diri di masyarakat.

IASP menegaskan bahwa kampanye antibunuh diri yang digelar di Jembatan I Barelang bukan hanya sekadar kegiatan spiritual, tetapi juga bentuk kepedulian nyata untuk menghadirkan ruang aman bagi masyarakat yang sedang menghadapi tekanan psikologis, depresi, maupun kecemasan berat.

“Kami sangat menghargai dedikasi Anda dan pekerjaan bermakna yang dilakukan oleh Yayasan An Nubuwwah dan Ruqyah on The Street (RoS) Batam. Kampanye yang Anda selenggarakan merupakan upaya yang menginspirasi dan berdampak besar dalam meningkatkan kesadaran dan memberikan dukungan bagi mereka yang berisiko,” tulis IASP dalam pernyataan resminya, Rabu (10/12/2025).

Sebagai lembaga internasional yang setiap tahun memimpin kampanye World Su***de Prevention Day, IASP menyampaikan bahwa halaman acara resmi mereka sedang ditutup untuk persiapan pembaruan menuju agenda 2026. Karena itu, mereka belum dapat memasukkan kegiatan Ruqyah Akbar Jembatan I Barelang ke dalam daftar program tahun 2025.

Meski demikian, IASP tetap mendorong Yayasan An Nubuwwah agar kembali mengirimkan laporan kegiatan serta program yang direncanakan pada tahun 2026, sehingga dapat dipertimbangkan untuk dipromosikan sebagai bagian dari kampanye global secara resmi.

“Kami dengan hangat mendorong Anda untuk mengirimkan kegiatan yang direncanakan tahun depan menjelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia 2026. Mengirimkan lebih awal memastikan kami dapat membantu membagikan dan mempromosikan upaya berharga Anda sebagai bagian dari kampanye global kami,” lanjut IASP yang bermarkas di 1717 Pennsylvania Ave Northwest Suite 1025, Washington, DC, Amerika Serikat.

Surat itu juga menegaskan bahwa IASP memandang upaya Yayasan An Nubuwwah sebagai salah satu contoh pendekatan lokal yang efektif dalam memperluas edukasi pencegahan bunuh diri. Terutama di wilayah yang kerap menjadi lokasi kasus bunuh diri seperti kawasan Jembatan I Barelang Batam.

Gerakan Ruqyah on The Street (RoS) di Barelang Batam selama ini dikenal sebagai inisiatif spiritual dan kemanusiaan yang menggabungkan ruqyah syari, konseling dasar, edukasi kesehatan mental, dan pendampingan emosional bagi masyarakat yang mengalami tekanan psikologis.

Kegiatan ini telah menarik perhatian publik karena mampu menjangkau masyarakat dari berbagai kalangan, termasuk mereka yang enggan mencari bantuan formal.

Dengan adanya apresiasi dari organisasi internasional seperti IASP, Yayasan An Nubuwwah Batam berharap agar gerakan Ruqyah Akbar dan RoS semakin diperkuat, diperluas, dan berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak orang.

“Terima kasih atas apresiasi dan dukungan IASP kepada Yayasan An Nubuwwah Batam dan RoS. Semoga kegiatan An Nubuwwah dan RoS bisa semakin bermanfaat bagi umat manusia,” ujar Muhammad Candra P. Pusponegoro Abidzar Rizqi Marzaqah Al Hana, Co-Funder dan CEO Yayasan An Nubuwwah Batam, Rabu (10/12/2025).

Selengkapnya: https://an-nubuwwah.or.id/berita/an-nubuwwah/iasp-beri-apresiasi-kegiatan-ruqyah-jembatan-i-barelang-batam-dalam-kampanye-pencegahan-bunuh-diri.html

Address

Anggrek Sari Blok G/2 Taman Baloi
Batam
29463

Website

https://ruqyah.or.id/

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Tempat Ruqyah Di Batam posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Share on Facebook Share on Twitter Share on LinkedIn
Share on Pinterest Share on Reddit Share via Email
Share on WhatsApp Share on Instagram Share on Telegram