16/02/2026
SANTAPAN ROHANI, MULUT BILANG REZEKI TAK TERTUKAR, TAPI MENGAPA SAAT HIDUP SULIT HATI MENJERIT?
Di mulut sy bisa bilang rezeki tidak pernah tertukar, hrs pasrah atas kehendak Allah, Tapi di hati sy sedih n hancur serta menjerit. Entah manusiawi atau tidak Yg pasti sy lesu, hilang semangat n ingin nangis terus. Susah sekali anak sy dapat kerja ...tidak seperti karir ibu nya yg melesat saat msh jadi pegawai. Lalu semua jatuh n habis habisan. Maaf ..sy ingin sedikit melepas beban. Sy merinding saat baca postingan ustadz bahwa kita hrs berserah pada Allah
Jawab: Saya merasa bahagia ketika ada sahabat yang mendapatkan pencerahan ketika membaca tulisan santapan rohani. Banyak yang tersentuh, merinding bahkan menangis. Banyak hati hati yang kering kemudian mak nyess seperti baru saja dibasahi oleh hujan yang turun dari langit.
Banyak yang paham lalu tersadar. Bahkan ada yang shock karena menyadari selama ini salah mengerti. Selama ini ada yang menutupi pemahaman hatinya. Selama ini diri dan nafsunya sudah menghalanginya untuk mengenal Allah. Hati tempatnya iman sudah tertutup atau tercover. Sebab itulah hidupnya kering kerontang dari ketenangan dan kebahagiaan. Apa yang menutupi/ mengcover/ megkafir? Yaitu apa yang ada didalam kepalamu.
Makanya selalu saya tulis, ketika anda membaca tulisan santapan rohani pinggirkan dulu akal pikirmu, hapalanmu, hujjahmu, debatmu, dalilmu, pintermu dll. Sebab kalau kamu masih membawa serta isi kepalamu maka pasti akan ketutup hatimu dan tidak akan bisa menerima pencerahan. Dalam bahasa lain ketika akal pikirmu masih mendominasi maka akan membuat hatimu dalam kegelapan. Bahasa arab kegelapan adalah dzulumat, orangnya disebut dengan dzalim. Nah pertanyaannya siapa sebenarnya yang dzalim/ dalam kegelapan?
Relate dengan curhatan sahabat diatas, "Di mulut sy bisa bilang rezeki tidak pernah tertukar, hrs pasrah atas kehendak Allah, Tapi di hati sy sedih n hancur serta menjerit. Entah manusiawi atau tidak Yg pasti sy lesu, hilang semangat n ingin nangis terus.". Inilah yang disebut dengan hati yang kering kerontang tapi tidak menyadari. Inilah yang disebut dengan dzulumat/ dzolim tapi nggak nyadar. Hatinya gelap tidak mampu melihat Allah dibalik takdir dan dibalik segalanya.
Diatas hanya satu kisah sebagai ibroh, sebab ada jutaan kisah yang sama atau mirip. Mulutnya fasih mengatakan rezeki tidak akan pernah tertukar, bahkan sering ceramah tentang makna keikhlasan, namun ketika rezekinya dibikin seret hatinya menjerit. Mulutnya sangat lihai berceramah tentang ilmu agama yang bersumber dari akal pikiranya. Sumbernya dari hapalannya, sekolahnya, kitabnya dll yang tersimpan di kepala. Artinya apa yang disampaikan tidak berasal dari hati, melainkan dari dirinya sendiri. Sedangkan hatinya tetap tertutup/ tercover oleh diri dan ilmunya sendiri. Pertanyaanya siapa sebenarnya yang hatinya tercover/ terkafir?
Hatinya sedih hancur dan menjerit ketika rezekinya dibikin seret. Lalu menjalani hidup dengan lesu, hilang semangat dan nangis setiap hari. Mengapa demikian? Sebab hatinya ketutup oleh akal pikirnya sendiri. Akal yang ada di otaknya berhitung matematika, lalu melihat kemungkinan terburuk yang akan terjadi dimasa depan. Hidupnya penuh kekhawatiran karena dirinya menghitung dengan hitungannya sendiri. Lalu prasangkanya liar kesana kemari memicu kekhawatiran yang berkepanjangan. Kalau dibiarkan demikian otomatis hati akan merana, dan akan memicu munculnya penyakit penyakit kronis. Misalnya hipertensi, jantung, asam lambung, migren dan lain sebagainya.
Makanya sering juga saya tulis anda yang diberikan musibah berat misalnya kena sihir sebenarnya bentuk lain dari cinta Allah kepadamu. Ketika engkau kesulitan untuk menyerah, maka Allah sendiri yang menghancurkan akal pikirmu melalui ujian sihir. Mau kamu berjuang seribu kali dengan segenap kemampuanmu, ilmumu, kecerdasanmu, profesormu dll tetap saja berakhir dengan kegagalan. Semua buntu, akalmu mentok dan tidak ada jalan keluar. Mengapa disetting demikian? Supaya engkau, mengibarkan bendera putih lalu menyerahkan dirimu kepada Allah.
Ketika pasangan mengkhianatimu itu sungguh2 nggak masuk akal. Ketika bisnismu hancur lebur dan tetap hancur meskipun sudah mengerahkan segala daya upaya itu sangat tidak masuk logika. Ketika kehormatanmu tiba tiba terinj4k inj4k semua itu sungguh tidak masuk akal. Dan masih banyak lagi dampak ujian sihir yang sungguh tidak masuk akal. Mau dilihat dari sudut pandang manapun tidak akan pernah masuk akal. Tak pernah engkau menyangka semua bisa terjadi, tapi nyatanya terjadi. Mengapa disetting demikian? Supaya engkau tidak lagi memakai hitung hitungan logika dan akal pikir.
Seperti apa itung itungan akal?. Misalnya, "Kalau nggak kerja nggak makan. Kalau sebulan cuman dapat sejuta mana cukup untuk bayar cicilan dan bayar sekolah anak. Kalau nggak ada uang mana ada orang yang menghargai. Kalau nggak ada uang gimana bisa meminang calon kekasih. Kalau kerja jadi kuli bisa mempermalukan keluarga. Kalau hanya jadi buruh mana bisa membanggakan orang tua". Inilah akalmu yang mendominasi hidupmu selama ini, sadar atau tidak sadar. Inilah diri/ nafsumu yang engkau jadikan tuhan selain Allah, sadar atau nggak sadar. Bahkan belasan atau berpuluh puluh tahun merasa dalam kebenaran, hanya karena sering ceramah tentang ilmu agama yang dahulu pernah dihapalkannya.
Mengapa bisa dikatakan, nafsu dijadikan tuhan selain Allah?. Sebab meyakini uang yang kasih makan, uang yang bisa bikin bahagia, uang bisa melindungi, uang bisa mengabulkan hajat, meyakini pekerjaan yang memberi rezeki, meyakini kekayaan adalah syarat bagi kehormatan dan kemuliaan. Bukankah sudah jelas yang kasih makan, yang kasih rezeki, yang mengabulkan hajat, yang memberi kekayaan dll hanyalah Allah? Pertanyaan ke tiga sebenarnya yang menduakan Allah itu siapa?
"Iya juga ya? Terus aku harus gimana ustadz, supaya hatiku yakin dan tenang menghadapi dinamika kehidupan?". Caranya adalah, hasbunallah wani'mal wakiiil.. Wakafa billaahi wakiilaa. Laa haula wala quwwata illaa billaahil aliyyil adziim. Laa ilaaha illallaah. Astaghfirullah. Dan silahkan tambahkan lagi dzikir yang sering engkau lafadzkan tapi sedikit sekali yang masuk ke dalam hati.
Wakafaa billaahi wakiilaa, cukuplah Allah sebagai pelindungku dan pelindungmu. Allah yang bisa dirasakan dalam hati dan dilihat dengan ruh. Oleh karena itu berpalinglah dari menghadap nafsu dan akal pikir untuk kemudian menghadap kepada hatimu atau qalbumu. Karena disitulah kiblat yang sebenar benarnya. Caranya berkali kali saya sampaikan ketika anda membaca tulisan santapan rohani yaitu dengan menutup akal pikirmu.
Bahasa lain menutup akal pikir adalah,
Meminggirkan dulu
Mengesampingkan dulu
Mem4tikan dulu
Membuang sementara waktu
Dikalahkan dulu
Semua istilah diatas maksudnya sama saja. Yaitu meminggirkan akal pikirmu dulu lalu mempersilahkan takdir untuk melewati karpet permadani menuju kiblat hati yang ada dalam dada. Secara dzohir kita sholat menghadap kiblat atau thawaf mengelilingi kakbah. Itulah baitullah. Secara batin, hati kita menghadap kepada Yang Punya rumah yaitu Allah. Yang Punya Rumah itulah yang mengatur segala takdir.
"Tapi sulit ustadz, pikiranku selalu mengatakan kalau nggak kerja maka nggak makan. Kalau rezeki seret hatiku menjerit". Itulah yang disebut hawa nafsu (nafsu amaroh). Yaitu nafsu yang lebih percaya bisikan akal pikir dibandingkan dengan bisikan iman dalam hati. Nafsu yang membuat hatimu ketutup sehingga menjerit. Ketika kiblat nafsu adalah akal pikir maka otomatis hatimu dalam kegelapan sehingga merana.
Oleh karena itu PR kita semua adalah mencontreng dengan tanda silang statement, "kalau nggak kerja nggak makan", lalu hadapkan dirimu/ nafsumu kepada kiblat hati. Yaitu hati yang meyakini "Yang kasih makan adalah Allah". Mendekatlah kepada baitullah dalam hati lalu bertawaflah kepadanya sambil mengatakan, "kami datang ya Allah, labbaikallahumma labbaik". Teruslah tawaf jangan sampai engkau terpental. Berjuanglah untuk terus mendekat sampai di Maqom Ibrahim, lalu sholatlah disana. Maqom Ibrahim adalah tingkatan dari hamba yang dekat dan dikasihi oleh Allah. Ib = hamba, Rahim = Yang Maha Penyayang.
Dan perjuangan untuk menghadap baitullah sehingga menjadi hamba yang dicintai Allah adalah pengalaman nyata seiring dengan proses yang tidak sebentar. Karena seringkali kita terpental untuk kemudian nafsu kembali menghadap dirinya sendiri. Dengan itulah hati menjerit kembali. Akan tetapi jika anda serius ingin kembali kepada Allah, niscaya seiring pengalaman dan waktu akan ada saatnya imanmu semakin kuat menancap. Inilah yang disebut dengan hidayah/ petunjuk Allah.
Misalnya ketika anda berjuang untuk meminggirkan keyakinan bahwa kalau tidak kerja nggak makan, lalu lebih percaya Allah yang kasih makan maka anda akan mengalami sendiri janji janji Allah. Meskipun anda berada dibalik tembok yang tebal tetap saja datang makanan dari arah yang tidak disangka sangka. Dan keajaiban ini selalu berulang tiada putusnya. Sampai hatimu bertambah yakin dan semakin sempurna keyakinannya. Dan pada akhirnya hatimu tetap tenang meskipun berada diujung bumi. Tenang karena yakin Allah yang menjamin semuanya segalanya.
Saat itulah tutupan, cover atau kekafiran dalam hatimu sudah tersingkap. Saat itulah dzulumat atau kegelapan hati telah sirna karena terpapar cahaya yang datang dari lubuk hati yang terdalam. Saat itulah anda yakin bahwa semuanya, segalanya ternyata berasal dari Allah. Dan saat itulah anda akan tetap tenang meskipun berada ditengah badai. Tenang karena ada Allah.
Ketika dihatimu hanya ada Allah (iman) maka hidup pasti selamat, tenang, aman, nyaman, damai, bahagia dan sejahtera sekarang dan selama lamanya yang terbingkai dalam satu kata "Islam". Sehingga orang yang iman kepada Allah, pasti hatinya islam (pasrah). Orang yang hatinya pasrah kepada Allah pasti berbuah akhlak yang terpuji. Akhlak yang terpuji sebagai buah iman dan islam disebut taqwa. Endingnya orang yang taqwa pasti akan masuk surga.
Semoga mencerahkan, share ya?
Syukron
Klinik Pendekar Langit