Rumah Sakit Hidayah Boyolali-RSHB

Rumah Sakit Hidayah Boyolali-RSHB RSHB hadir untuk melayani masyarakat di bidang kesehatan

https://www.facebook.com/share/p/1Zfe6Q9MzB/
25/12/2025

https://www.facebook.com/share/p/1Zfe6Q9MzB/

Ironi Sektor Kesehatan: Rumah Sakit Bertambah, Kasus Medikolegal Meningkat, Ahli Hukum Kesehatan Masih Langka

https://mudanews.com/lingkungan-kesehatan/2025/12/26/ironi-sektor-kesehatan-rumah-sakit-bertambah-kasus-medikolegal-meningkat-ahli-hukum-kesehatan-masih-langka/

Pertumbuhan rumah sakit di Indonesia terus menunjukkan tren meningkat. Di berbagai daerah, fasilitas layanan kesehatan baru bermunculan, baik milik pemerintah maupun swasta. Secara kasat mata, kondisi ini mencerminkan kemajuan sektor kesehatan nasional.

Namun di balik pertumbuhan tersebut, tersimpan persoalan yang jarang mendapat perhatian publik. Bertambahnya jumlah rumah sakit tidak selalu diiringi dengan kesiapan sistem hukum kesehatan, khususnya dalam menghadapi sengketa medis atau kasus medikolegal.

Padahal, semakin kompleks layanan kesehatan, semakin besar p**a potensi konflik antara pasien, tenaga medis, dan rumah sakit.

Regulasi Bertambah, Pemahaman Hukum Tertinggal

Hukum kesehatan mengatur berbagai aspek penting dalam pelayanan kesehatan. Mulai dari hak dan kewajiban pasien, tanggung jawab dokter dan tenaga kesehatan, peran rumah sakit, hingga sanksi administratif maupun pidana.

Namun dalam praktiknya, pemahaman terhadap hukum kesehatan masih menjadi persoalan. Banyak tenaga medis baru menyadari pentingnya aspek hukum ketika masalah sudah terjadi.

Ketua Bidang III Pengurus PERHATI-KL Pusat 2022–2028 yang membawahi Badan Hukum dan Pembelaan Anggota (BHP2A), Anton Christanto, menyebut perkembangan regulasi kesehatan di Indonesia berjalan sangat cepat, sementara pendampingan hukum belum merata.

“Regulasi di bidang kesehatan berkembang pesat. Sayangnya, pemahaman dan kesiapan pendampingan hukum belum sejalan dengan kompleksitas persoalan yang dihadapi dokter di lapangan,” ujar Anton.

Risiko Medikolegal Dokter THT-BKL

Dokter spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher (THT-BKL) termasuk kelompok tenaga medis dengan risiko medikolegal yang cukup tinggi. Tindakan medis di bidang ini sering melibatkan prosedur invasif dan memiliki potensi komplikasi, meskipun telah dilakukan sesuai standar profesi.

Dalam beberapa tahun terakhir, PERHATI-KL mencatat adanya peningkatan laporan kasus medikolegal yang melibatkan dokter THT-BKL di berbagai daerah. Bentuknya beragam, mulai dari pemanggilan klarifikasi, pengaduan ke rumah sakit, hingga proses hukum perdata dan pidana.

Tidak jarang, persoalan bermula dari perbedaan persepsi antara pasien dan dokter, komunikasi yang kurang efektif, atau ekspektasi pasien yang tidak sesuai dengan realitas medis.

Rumah Sakit Banyak, Pendampingan Medikolegal Terbatas

Saat ini, Indonesia memiliki lebih dari tiga ribu rumah sakit. Namun jumlah praktisi hukum yang memiliki pemahaman mendalam tentang hukum kesehatan masih sangat terbatas.

Kondisi ini berdampak pada pola penyelesaian kasus medis. Sengketa yang seharusnya dapat diselesaikan secara proporsional sering kali langsung dibawa ke ranah hukum. Dalam situasi tersebut, dokter kerap berada pada posisi paling rentan, sementara rumah sakit cenderung mengambil langkah defensif untuk melindungi institusi.

Peran BHP2A PERHATI-KL

Untuk menjawab tantangan tersebut, PERHATI-KL membentuk Badan Hukum dan Pembelaan Anggota (BHP2A). Lembaga ini bertugas memberikan pendampingan hukum kepada dokter spesialis THT-BKL yang menghadapi persoalan medikolegal.

Di tingkat pusat, BHP2A berperan menyusun standar penanganan kasus, mengoordinasikan pendampingan hukum, serta bekerja sama dengan tim hukum yang memahami dunia medis. Sementara di tingkat cabang, BHP2A menjadi pintu pertama pelaporan kasus dan pendamping awal bagi anggota.

“BHP2A dibentuk agar anggota tidak menghadapi masalah hukum sendirian. Pendampingan dilakukan sejak awal agar proses berjalan adil dan proporsional,” kata Anton.

Asuransi Tanggung Gugat Profesi PERHATI-KL

Selain pendampingan hukum, PERHATI-KL juga telah memiliki Asuransi Tanggung Gugat Profesi PERHATI-KL sebagai bentuk perlindungan tambahan bagi anggotanya.

Asuransi ini dirancang untuk membantu anggota menghadapi dampak finansial dari kasus medikolegal. Dalam pelaksanaannya, BHP2A berperan dalam pengelolaan mekanisme, pendampingan proses klaim, serta memastikan hak anggota terpenuhi sesuai ketentuan organisasi.

Anton menegaskan, premi asuransi tersebut relatif terjangkau dan disesuaikan dengan kondisi anggota. “Dengan premi yang ringan, anggota sudah mendapatkan perlindungan finansial dan pendampingan organisasi. Ini penting agar dokter bisa bekerja dengan rasa aman,” ujarnya.

Bukan Membela Kesalahan

PERHATI-KL menegaskan bahwa pendampingan hukum dan asuransi tanggung gugat profesi bukan dimaksudkan untuk membenarkan kesalahan medis. Jika terjadi pelanggaran etik atau disiplin, proses tetap harus dijalankan sesuai ketentuan.

Namun organisasi memastikan agar dokter tidak dikriminalisasi dan setiap persoalan dinilai secara objektif dengan melibatkan keahlian medis yang relevan.

Perlindungan Dokter, Perlindungan Pelayanan Kesehatan

Kasus-kasus medikolegal yang melibatkan dokter spesialis THT-BKL menjadi pengingat bahwa pembangunan sektor kesehatan tidak cukup hanya dengan menambah jumlah rumah sakit dan fasilitas.

Diperlukan sistem hukum kesehatan yang siap, pendampingan medikolegal yang kuat, serta perlindungan profesi yang adil. Dengan demikian, dokter dapat bekerja secara profesional dan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu.

https://youtube.com/shorts/zUY5SYKumAo?si=2vERlgOCLXFPbGHqBanjir Aceh: Anak-Anak Tidak Minta Mainan, Mereka Minta Al-Qur...
22/12/2025

https://youtube.com/shorts/zUY5SYKumAo?si=2vERlgOCLXFPbGHq

Banjir Aceh: Anak-Anak Tidak Minta Mainan, Mereka Minta Al-Qur’an

Di tengah tenda-tenda pengungsian pascabanjir Aceh, ada kisah yang jauh lebih dari sekadar kesedihan – itu adalah pelajaran tentang keteguhan hati dan kedalaman iman anak-anak yang menjadi korban bencana.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan momen haru saat seorang anak di lokasi pengungsian menatap relawan dengan polos, bukan meminta mainan, uang, atau camilan. Ia justru bertanya tentang Al-Qur’an dan perlengkapan ibadah — bukan untuk bermain, tetapi untuk terus melanjutkan ibadahnya meski rumah dan semua yang ia miliki hancur diterjang banjir.

Bocah lain juga sempat meminta sajadah untuk ibunya, karena sajadah lama mereka telah hanyut terbawa arus banjir. Yang menjadi kebutuhan utama bukan kesenangan masa kecil, melainkan sesuatu yang menguatkan jiwa dan ketenangan batin di tengah ujian hidup yang begitu berat.

Permintaan yang datang dari anak-anak itu mencerminkan bahwa bagi mereka, keimanan dan penguatan spiritual jauh lebih penting daripada hiburan sesaat. Saat makanan dan pakaian mungkin sudah tersedia melalui bantuan logistik, kebutuhan akan kitab suci dan perlengkapan ibadah adalah ruang yang selama ini terlewat dalam banyak paket bantuan.

Momen ini bukan hanya mengharukan — ia juga menjadi pengingat kuat bagi semua pihak bahwa dalam situasi bencana, kebutuhan manusia tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga spiritual dan emosional. Anak-anak yang kehilangan rumah dan sekolah mereka kini mengajarkan kepada kita bahwa ketenangan batin juga adalah kebutuhan dasar, terutama di tengah situasi yang penuh kekhawatiran dan ketidakpastian.

Semoga kisah ini menggerakkan lebih banyak pihak untuk mendukung bantuan yang tidak hanya berupa logistik, tetapi juga dapat memenuhi kebutuhan ibadah dan ketenangan batin bagi para korban — khususnya anak-anak — yang sedang berada di ujung keterbatasan.

Di tengah keterbatasan pascabencana banjir di Sumatra, momen mengharukan datang dari anak-anak terdampak. Saat bantuan disalurkan, mereka dengan penuh antusi...

PERHATI-KL dan PMI Sumut Bersinergi, Bakti Kesehatan untuk Korban Banjir Aceh Tamiang
20/12/2025

PERHATI-KL dan PMI Sumut Bersinergi, Bakti Kesehatan untuk Korban Banjir Aceh Tamiang

  Mudanews.com Medan — Tim Perhimpunan Dokter Spesialis THT Bedah Kepala Leher Indonesia (PERHATI-KL) Pusat bersama Yayasan Karya Kasih Kesehatan PERH

BismillahirrahmanirrahimYa Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,Pada hari Jumat yang penuh berkah ini kam...
12/12/2025

Bismillahirrahmanirrahim

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
Pada hari Jumat yang penuh berkah ini kami memohon kehadiran-Mu dalam MusCab IDI Cabang Boyolali.

Ya Allah, limpahkanlah rahmat, taufik, dan hidayah-Mu kepada kami semua,
Agar Muscab ini dapat berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh keberkahan.

Karuniakanlah kepada kami hati yang jernih, niat yang tulus, serta kebijaksanaan dalam bermusyawarah.

Ya Allah, berikanlah pimpinan yang amanah, adil, bijaksana, dan mampu membawa IDI Cabang Boyolali menjadi organisasi yang kuat, kompak, dan bermanfaat bagi profesi dokter dan seluruh masyarakat.

Mudahkanlah dan jadikan Muscab ini sebagai sarana untuk memperkuat silaturahim, memperkuat organisasi,
serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Boyolali.

Ya Allah, jadikanlah setiap keputusan yang dihasilkan hari ini sebagai keputusan terbaik menurut-Mu,
dan jadikanlah Muscab ini sebagai awal dari kebaikan, kemajuan, dan keberkahan bagi kami semua.
Aamiin YRA

Address

Kragilan Mojosongo
Boyolali
57371

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Rumah Sakit Hidayah Boyolali-RSHB posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Practice

Send a message to Rumah Sakit Hidayah Boyolali-RSHB:

Share

Share on Facebook Share on Twitter Share on LinkedIn
Share on Pinterest Share on Reddit Share via Email
Share on WhatsApp Share on Instagram Share on Telegram