06/03/2026
Kenapa kasus diare sering meningkat setelah bulan Ramadan.?
Ada beberapa alasan yang cukup masuk akal dari sisi kesehatan dan pola makan:
1. Perubahan pola makan mendadak
Selama Ramadan orang makan 2 kali utama (sahur dan berbuka).
Setelah Ramadan selesai, banyak orang langsung kembali ke pola makan normal atau bahkan makan lebih sering dan lebih banyak.
Usus yang sudah sebulan beradaptasi bisa “kaget”, sehingga muncul gangguan pencernaan termasuk diare.
2. Konsumsi makanan berlemak dan pedas meningkat
Saat Lebaran biasanya banyak makanan seperti:
👉opor
👉rendang
👉sambal
👉gorengan
👉santan
Makanan tinggi lemak, santan, dan pedas dapat merangsang usus dan mempercepat gerakan usus → memicu diare.
3. Makanan Lebaran sering disimpan lama.
Kue dan lauk Lebaran sering:
👉disimpan berhari-hari
👉dipanaskan berulang
👉terbuka saat banyak tamu
Hal ini meningkatkan risiko kontaminasi bakteri seperti:
✅E. coli
✅Salmonella
yang merupakan penyebab umum diare.
4. Pola makan tidak teratur saat silaturahmi
Saat Lebaran orang sering:
✅makan di banyak rumah
✅mencicipi berbagai makanan
✅makan dalam porsi kecil tapi berulang
✅Campuran makanan yang banyak dalam waktu singkat dapat mengganggu keseimbangan pencernaan.
5. Minuman manis dan dingin berlebihan
Sirup, soda, es buah, dan minuman manis berlebihan bisa menyebabkan:
👉fermentasi di usus
👉menarik air ke usus
Akibatnya tinja menjadi lebih cair.
✅ Kesimpulannya:
Lonjakan diare setelah Ramadan biasanya karena perubahan pola makan yang drastis, makanan berlemak/santan, serta faktor kebersihan makanan saat Lebaran