19/08/2022
Tips Sederhana Menyimpan Bahan untuk Membuat Jamu
Indonesia merupakan salah satu negeri yang banyak menghasilkan berbagai macam rempah-rempah. Bahan ini sering digunakan untuk membuat jamu tradisional. Minuman jamu sendiri ada sejak ratusan tahun lalu dan diyakini dapat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Secara spesifik, manfaat jamu beragam, tergantung jenis bahan yang digunakan pada jamu itu sendiri.
Ada banyak bahan rempah-rempah yang dapat digunakan untuk membuat jamu, entah sebagai bahan utama ataupun bahan pelengkap. Misalkan seperti jahe, kunyit, temulawak, kencur, laos, kapulaga, lengkuas, kayu manis dan masih banyak lainnya. Jamu tradisional buatan sendiri sebaiknya langsung dikonsumsi mengingat masa simpannya yang pendek.
Namun, hal tersebut dapat diatasi dengan menyimpan bahan-bahan untuk membuat jamu supaya lebih awet, sehingga sewaktu-waktu dapat digunakan untuk membuat jamu tradisional, Berikut tips sederhana yang dapat diterapkan untuk menyimpan bahan pembuat jamu:
Simpan dalam Wadah Kedap Udara
Hal sederhana yang dapat dilakukan adalah menyimpan rempah-rempah di wadah yang kedap udara. Hal ini dikarena udara merupakan tempat hidup bebas dapat mempercepat proses pembusukan pada rempah-rempah. Selain itu wadah kedap udara dapat membuat rempah-rempah terbebas dari jamur.
Maka dari itu sebelum sebelum menyimpan rempah-rempah, cucilah dengan bersih rempah-rempah tersebut, serta keringkan dengan cara dianginkan-anginkan, jangan dikeringkan melalui sinar matahari langsung. Baru setelah itu masukkan ke dalam wadah kedap udara seperti toples kaca atau jar.
Sangrai dan Haluskan
Beberapa jenis rempah-rempah akan lebih baik jika sebelum disimpan disangrai dan dihaluskan terlebih dahulu. Teknik menyangrai ini dapat membuat kadar air dalam rempah hilang, sehingga akan lebih awet jika disimpan dalam jangkat waktu yang lama. Selain itu, menyangrai juga dapat membuat aroma yang keluar akan menjadi semakin tajam.
Beberapa jenis rempah yang dapat disangrai misalkan seperti merica, kemiri, ketumbar. Setelah disangrai, bisa juga dihaluskan dan disimpan dalam wadah tertutup.
Simpan di Tempat yang Tepat
Ketika menyimpan rempah-rempah hindarilah tempat yang ada sinar matahari langsung. Hal ini dikarenakan dapat merusak kualitas dan kesegaran dari rempah tersebut. Namun, jangan juga disimpan pada tempat yang lembap, karena selain mempercepat proses pembusukan, juga dapat membuat beberapa jenis rempah tumbuh tunas baru atau berjamur.
Jangan juga disimpan pada suhu tinggi, misalkan di dekat kompor. Hal ini dapat merusak kandungan yang ada pada rempah-rempah. memperpendek umur, serta menurunkan rasa rempah. Simpanlah rempah-rempah pada suhu ruang dan di tempat yang kering.
Untuk beberapa jenis rempah yang mengadung banyak air bisa disimpan di lemari pendingin. Misalkan seperti minyak wijen, batang serai, serta daun-daunan. Dan untuk daun yang bertektur lunak seperti mint, basil calntro, bisa diletakkan pada wadah yang diberi sedikit air untuk memastikan daun tetap terhidrasi, lalu masukkan ke lemari pendingin.
Gantung Rempah-Rempah
Beberapa jenis rempah-rempah daun-daunan, misalkan seperti daun salam, selain dapat menyimpan di lemari pendingin, dapat juga disimpan dengan cara menggantungnya secara terbalik. Hal ini bermanfaat untuk menghilangkan kandungan air yang ada pada daun-daunan. Sehingga rempah-rempah akan menjadi kering dan tahan lama.
Namun, pada jenis rempah daun herba seperti rosemary, oregano, sage, shives dan lainnya dapat disimpan pada kertas yang sediki lembap supaya tidak kering dan mudah layu. Kemudian masukkan ke dalam wadah tertutup untuk membatasi oksigen yang masuk.
Itulah beberapa tips yang untuk menyimpan bahan-bahan yang sering digunakan untuk membuat jamu. Sehingga bahan tersebut dapat tahan dalam jangka waktu yang panjang, dan dapat digunakan untuk membuat jamu tradisional sewaktu-waktu.