26/01/2026
Mengulas mustika Wilayatus Syahid (Syeikh Dimiyati Al Bateni)
Pada tahun 1995, saya bersama kakakku datang ke Banten, tepatnya di ponpes Roudhotul 'Ulum, milik Syeikh Dimiyati Al Bantani. Dalam acara mengikuti beat Thoreqot Syadaliyyah. Dari perjalanan ini (satu) tahun kemudian 1996, saya datang kembali dengan kakakku kesana, namun setelah bertemu, Syeikh Dimiyati, memintaku untuk bermuqim dulu selama (7) bulan di pondoknya.
Maka hari itu juga saya di tinggal oleh kakakku dan mulai mengabdi kepadanya. Tapatnya pada bulan Dzulhijjah 1417, atau bulan April 1997. Kakakku datang kembali setelah hampir delapan bulan saya berada disana, beliau mengabarkan bahwa ibuku sakit keras dan ingin berjumpa denganku.
Sehabis jamaah sholat asyar, saya menghadap ke Syeikh Dimiyati, untuk ijin pulang dikarenakan ibuku ingin bertemu denganku. Beliau awalnya diam saja. Namun setelah beberapa menit kemudian, beliau hanya bilang:
"Tunggu disini dulu!"
Lalu beliau pergi ke kamarnya. Dan setelah datang kembali, beliau langsung menarik tanganku (seperti orang mau ijab qobul) dan entah apa yang beliau bacakan saat itu, terlalu lirih dan sangat pelan sekali. Lalu beliau mengeluarkan wadah dari saku bajunya dan menyerahkannya kepadaku.
Dari sini beliau langsung menulis pada secarik kertas dan berkata padaku:
"Ini wasilah syahid, cukup kamu pegang dan bacakan tulisan ini (sambil beliau memberi kertas yang barusan di tulisnya) minumkan airnya atau bisa juga lewat pijatan halus pada ibumu atau siapa saja yang membutuhkan pertolongan bathinmu, insya Allah banyak di ijabah".
Setelah saya pulang diantar kakakku dan menemui ibuku, beliau lagi terbaring sakit dan badanya sangat kurus sekali. Setelah melihatku datang, beliau langsung memelukku dengan tangisan rindu, namun lemah sekali suaranya.
Setelah suasana mulai tenang, saya bikinkan air doa sesuai anjuran dari Syeikh Dimiyati, dan sesudahnya diminumkan ke ibuku. Kurang dari setengah jam, ibuku mendadak bangun dan ingin makan. Padahal kata kakakku sudah hampir puluhan hari beliau terbaring lemah dan hanya minum air saja, itupun harus dibantu oleh anak- anaknya.
Dari wasilah mustika ini akhirnya esoknya ibuku sudah bisa duduk dan berbincang ria dengan anak- anak lain. Nah dari kisah ini akhirnya mustika ini selalu kupakai disaat ada orang yang datang butuh ikhtiarku.
Mustika Wilayatus Syahid manfaat Multifungsi.
Bagi yang berminat bisa langsung japri/wa : 081280320803