31/01/2026
Perilaku anak laki-laki sering terlihat lebih aktif, eksploratif, dan penuh gerak. Hal ini bukan semata-mata karena faktor karakter, tetapi juga dipengaruhi oleh perkembangan otak, hormon, dan kebutuhan sensorimotor yang berbeda pada setiap anak.
Di usia dini, anak laki-laki cenderung belajar melalui aktivitas fisik, mencoba batas, dan menyalurkan energi lewat gerak. Perilaku seperti berlari, memanjat, menyentuh banyak benda, atau sulit duduk diam bukan selalu tanda kenakalan, melainkan bagian dari proses belajar dan perkembangan sistem saraf.
Yang terpenting bukan menekan perilaku tersebut, tetapi mengarahkannya dengan stimulasi yang tepat, aturan yang jelas, dan pendampingan yang konsisten agar anak belajar mengelola energi, emosi, dan tanggung jawabnya secara bertahap.
Jika ingin mengetahui apakah perilaku dan perkembangan anak sudah sesuai dengan usianya, ketik SKRINING.