24/08/2021
HABBATUSSAUDA
Habbatussauda atau Jintan Hitam telah digunakan di banyak Negara Timur Tengah untuk pengobatan alami selama lebih dari 2000 tahun. Bahkan sejak tahun 1960, lebih dari 200 perguruan tinggi ternama di dunia telah melakukan studi dan menemukan khasiat serta manfaat dari habbatussauda yang luar biasa.
Dioscorides, ahli fisika Yunani di abad ke satu, melaporkan bahwa Nigella Sativa (Jintan hitam) dipakai untuk mengobati sakit kepala, hidung tersumbat, sakit gigi, dan penyakit internis. Selain itu juga digunakan untuk membantu masa menstruasi dan meningkatkan produksi Air Susu Ibu (ASI).
Tokoh Muslim, Al Biruni (973-1048), yang menggabungkan obat-obatan leluhur India dan Cina menyebutkan bahwa jintan hitam adalah sejenis biji-bijian yang digunakan sebagai bahan nutrisi di abad ke 10 dan 11 Masehi.
Dalam sistem pengobatan di Greco-Arab/Unani-Tibb, yang berasal dari Hippocrates, Galen dan Ibnu Sina, jintan hitam merupakan penyembuh yang sangat bernilai dalam mengobati fungsi pencernaan dan hepatitis yang digambarkan sebagai stimulan untuk kondisi-kondisi berbeda.
Ibnu Sina (980-1037), dalam karya terbesarnya “The Canon of Medicine”, yang dianggap banyak orang sebagai buku paling terkenal di dunia kedokteran, baik di Timur atau di Barat, menyatakan bahwa habbatussauda bermanfaat menstimulasi energi di tubuh dan membantu penyembuhan dari kelelahan atau kurang semangat.
Berbagai penelitian memberikan bukti bahwa Jintan hitam nyata dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh jika digunakan sepanjang waktu. Referensi Nabi Muhammad SAW mendeskripsikan bahwa jintan hitam atau Habbatussauda sebagai penyembuh segala penyakit kecuali kematian.
Mengapa banyak sekali data yang menunjukkan kedasyatan jintan hitam ini, hal ini tidak bukan dikarenakan kandungan zat aktif yang luar biasa di dalamnya, antara lain:
Minyak atsiri, minyak lemak, d-limonena, simena, glucosida, saponin, zat pahit, nigelin, nigelon, dan timokonon.
Bahan aktif jintan hitam:
thymoquinone, nigellone dan fixed oils
Bahan penting lainnya: protein, karbohidrat, dan asam lemak esensial
Senyawa lain: asam linoleat, asam oleat, kalsium, kalium, besi, seng, magnesium, selenium, natrium, vitamin A, vitamin B, vitamin B2, niacin, dan vitamin C.
Monosakarida: glucose, rhammose, xylose, dan arabinose, polisakarida serat (non starch)
Asam lemak terutama asam lemak tidak jenuh, dan asam lemak esensial (linoleat dan linolenat)
15 macam asam amino, termasuk delapan dari sembilan asam amino utama
Argin dan Karoten