Oikonomics

Oikonomics OPENPO is a digitally-driven, Social-Economics Ecosystems OPENPO by Oikonomics Ecosystems

MATA HAMBA, HATI YANG BERGANTUNGDi mana kita menaruh pandangan saat hidup terasa berat? Teologi yang benar bukan hanya p...
30/12/2025

MATA HAMBA, HATI YANG BERGANTUNG

Di mana kita menaruh pandangan saat hidup terasa berat? Teologi yang benar bukan hanya pengetahuan di kepala, tapi jangkar bagi jiwa saat badai datang.

Mazmur 123:1-4 mengajarkan kita posisi paling aman bagi orang percaya: Menjadi hamba yang matanya terus tertuju pada tangan Tuannya yang Berdaulat. Kita tidak menuntut keadilan, karena keadilan akan menghancurkan kita. Kita menatap-Nya untuk memohon belas kasihanโ€”anugerah yang telah dijamin di dalam Kristus.

Temukan istirahat sejati dengan menyadari ketergantungan mutlak kita kepada Allah. Simak renungan hari ini. [Link ke Renungan]

Renungan Harian Kristen Mazmur 123:1-4. Temukan kekuatan saat menghadapi penghinaan dengan memandang kedaulatan Allah. Belajar sikap hati hamba yang bergantung penuh pada belas kasihan-Nya.

[Khotbah 31 Desember 2025]APA YANG TERTULIS DI BALIK AGENDA 2025 ANDA? ๐Ÿ“–โœจ(Oleh Pdt. Ebenhaizer Nuban Timo) Sesaat lagi k...
28/12/2025

[Khotbah 31 Desember 2025]
APA YANG TERTULIS DI BALIK AGENDA 2025 ANDA? ๐Ÿ“–โœจ
(Oleh Pdt. Ebenhaizer Nuban Timo)

Sesaat lagi kita akan menutup buku agenda tahun ini. Mungkin di lembaran terakhir, kita akan menuliskan "Goodbye 2025". Namun, tahukah kita bahwa buku itu tidak benar-benar tertutup?

Isinya akan terus bercerita. Tentang siapa yang kita bantu, tentang tangisan yang kita seka, atau justru tentang mereka yang kita abaikan. Di hadapan Tuhan, setiap goresan tinta merah karena kepahitan atau noda air mata karena pergumulan, semuanya terbaca dengan jelas.

Jangan biarkan agenda 2026 nanti hanya berisi rencana sukses pribadi. Mari isi dengan "Tugas Mesianis"โ€”melayani mereka yang paling hina, si miskin, dan yang menderita. Sebab saat kita melakukannya untuk mereka, kita melakukannya untuk Dia. ๐Ÿ•Š๏ธ

Mari datang pada-Nya malam ini. Mohon "pemutihan" atas segala khilaf, dan mulailah menulis cerita baru yang lebih berdampak.

God be with you. Amin. ๐Ÿ™

Menutup buku agenda 2025 bukan sekadar refleksi, melainkan sebuah audit iman. Temukan makna mendalam tentang 'Buku Kehidupan', perumpamaan domba dan kambing, serta misi mesianis dalam membantu sesama di tahun 2026. Sebuah renungan tentang pertobatan dan kasih yang tak terlupakan oleh Allah

HATI YANG TENANG DI TENGAH TEKANANBanyak orang cari "healing" ke mana-mana, tapi hatinya tetap nggak tenang. Kenapa ya? ...
28/12/2025

HATI YANG TENANG DI TENGAH TEKANAN

Banyak orang cari "healing" ke mana-mana, tapi hatinya tetap nggak tenang. Kenapa ya? ๐Ÿค”

Mazmur 119:165 punya jawabannya: "Besarlah ketenteraman pada orang-orang yang mencintai Taurat-Mu."

Ternyata, damai yang asli itu bukan datang dari situasi yang tenang, tapi dari hati yang melekat pada janji Tuhan. Di tengah tekanan seberat apa pun, kita tetap bisa "gembira" seperti orang yang dapat harta karun. ๐Ÿ’Ž

Mari baca Renungan Firman lengkapnya di sini:

Temukan rahasia ketenangan hati yang sejati di tengah tekanan hidup melalui perenungan Mazmur 119:161-168 tentang dahsyatnya janji dan Firman Tuhan.

Masihkah Kita Menyebut Ini Sekadar "Takdir"?Saat air bah menerjang saudara kita di Aceh dan Sumatera, mudah bagi kita un...
28/12/2025

Masihkah Kita Menyebut Ini Sekadar "Takdir"?

Saat air bah menerjang saudara kita di Aceh dan Sumatera, mudah bagi kita untuk berkata, "Ini cobaan Tuhan." Tapi, benarkah demikian?

Firman Tuhan dalam Roma 8:19-22 mengingatkan kita bahwa seluruh makhluk sedang "mengeluh dan merasa sakit bersalin." Alam tidak sedang baik-baik saja. Ia sedang mengerang karena diperbudak oleh keserakahan manusia yang terus mengeksploitasi tanpa henti.

Banjir ini bukan sekadar bencana alam; ini adalah "khotbah" dari tanah yang terluka. Ini adalah cermin dari kegagalan kita menjaga mandat Tuhan untuk memelihara bumi.

Mari simak renungan selengkapnya tentang bagaimana seharusnya "Anak-anak Allah" merespons rintihan alam ini.

Merespons banjir Aceh & Sumatera melalui Roma 8: Alam sedang mengerang menantikan anak-anak Allah yang memulihkan, bukan yang merusak karena tamak.

NATAL SUDAH LEWAT, SEKARANG APA? ๐ŸŽ„โžก๏ธ๐Ÿ‘ฃLilin sudah padam, kado sudah dibuka. Pesta Natal telah usai. Tapi, apakah iman kit...
27/12/2025

NATAL SUDAH LEWAT, SEKARANG APA? ๐ŸŽ„โžก๏ธ๐Ÿ‘ฃ

Lilin sudah padam, kado sudah dibuka. Pesta Natal telah usai. Tapi, apakah iman kita juga ikut "disimpan" sampai Desember tahun depan?
Kisah di Yohanes 1 hari ini menampar kita dengan realita: Mengenal "Bayi Natal" di kepala saja TIDAK CUKUP.

Ketika Andreas mendengar bahwa Yesus adalah Anak Domba Allah, dia tidak cuma diam dan mencatat info itu. Alkitab mencatat: "lalu mereka pergi mengikut Yesus."
Iman sejati itu BERGERAK. Iman sejati itu meninggalkan zona nyaman untuk berjalan di belakang Kristus.

Tuhan Yesus mengundang kita hari ini: "Marilah dan kamu akan melihatnya."
Jadi, setelah Natal ini, apakah kamu cuma jadi PENONTON kekristenan, atau mau jadi PELAKUNYA yang tinggal bersama Dia setiap hari?

๐Ÿ“– Baca renungan lengkap "Bukan Sekadar Tahu" di: ๐Ÿ‘‰ Renungan.Online (Link di Bawah)

Renungan Minggu setelah Natal dari Yohanes 1:35-42. Natal telah usai, saatnya bergerak dari sekadar tahu tentang Bayi Natal menjadi pengikut Kristus yang aktif.

APAKAH MASALAHMU TERLIHAT LEBIH BESAR DARI TUHANMU? ๐ŸงSeringkali mata kita seperti "terkunci" pada notifikasi masalah: ta...
26/12/2025

APAKAH MASALAHMU TERLIHAT LEBIH BESAR DARI TUHANMU? ๐Ÿง

Seringkali mata kita seperti "terkunci" pada notifikasi masalah: tagihan menumpuk, sakit penyakit, atau ketidakpastian masa depan. Kita mengalami distorsi realitas: Masalah jadi raksasa, Tuhan jadi kerdil.

Di tengah chaos itu, Yohanes Pembaptis memberikan instruksi radikal untuk mereset fokus kita: "Lihatlah Anak Domba Allah!" (Yohanes 1:29)

Bukan "Lihatlah kekuatanmu", bukan "Lihatlah strategimu". Tapi lihatlah DIA yang sudah membereskan masalah terbesar alam semesta (dosa) di kayu salib. Jika Dia sanggup menanggung dosa dunia, Dia pasti sanggup menopang pergumulanmu hari ini.

Stop sejenak. Tarik napas. Alihkan pandangan dari badai, dan tataplah Sang Nahkoda. Pengharapanmu valid karena Dia berdaulat.

๐Ÿ“– Baca renungan lengkap "Reset Fokus" di: ๐Ÿ‘‰ Renungan.Online (Link di Bawah)

Renungan Yohanes 1:29 tentang cara mereset fokus saat hidup penuh kecemasan. Temukan kedamaian dengan mengalihkan pandangan dari masalah kepada Anak Domba Allah.

๐ŸŒŸ NATAL: SAAT SANG PENCIPTA MENJADI CIPTAANBayangkan misteri terbesar dalam sejarah ini: Allah yang tidak terbatas, rela...
25/12/2025

๐ŸŒŸ NATAL: SAAT SANG PENCIPTA MENJADI CIPTAAN

Bayangkan misteri terbesar dalam sejarah ini: Allah yang tidak terbatas, rela membatasi diri-Nya masuk ke dalam tubuh bayi manusia yang lemah.

Injil Yohanes 1:14 mencatat: "Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita."

Tahukah Saudara? Kata "diam" di sini aslinya berarti "berkemah". Allah tidak lagi tinggal jauh di balik asap gunung yang menakutkan atau di istana langit yang tak terjangkau. Di dalam Yesus, Allah mendirikan tenda-Nya tepat di sebelah "tenda" kehidupan kita yang seringkali berantakan dan kotor.

Inilah Jantung Berita Natal: Kita tidak perlu mendaki ke sorga untuk mencari Allah (karena kita tidak mampu). Sebaliknya, Allah yang berdaulat dan penuh kasih yang TURUN menjumpai kita.

Dia datang bukan membawa daftar hukum yang menghukum, melainkan membawa "Kasih karunia demi kasih karunia". Seperti ombak di laut yang tak henti-hentinya, demikianlah anugerah-Nya menutupi segala dosa dan kekurangan kita.

Selamat Natal! Biarlah kita tertegun kembali melihat kemuliaan Allah di wajah Yesus Kristus.

Renungan Natal Yohanes 1:14-18: Selami misteri Firman menjadi manusia. Temukan kemuliaan Allah yang 'berkemah' di tengah kita dan kasih karunia yang melimpah menggantikan hukum Taurat.

DI SAAT KITA SIBUK MENDEKORASI POHON NATAL, RIBUAN KELUARGA DI SUMATERA SEDANG KEHILANGAN ATAP RUMAHNYATema Natal 2025 "...
24/12/2025

DI SAAT KITA SIBUK MENDEKORASI POHON NATAL, RIBUAN KELUARGA DI SUMATERA SEDANG KEHILANGAN ATAP RUMAHNYA

Tema Natal 2025 "Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga" bukan sekadar slogan. Ini adalah panggilan darurat. Ancaman bagi keluarga hari ini bukan hanya banjir air bah, tapi juga "banjir" teknologi yang menggerus moralitas, AI yang mendisrupsi pendidikan, dan konten medsos yang merusak kesucian pernikahan demi virus cuan.

Allah hadir menyelamatkan keluarga justru di titik nadir. Seperti Ia hadir bagi Yusuf dan Maria yang terusir dan terancam. Mari jadikan Natal tahun ini momentum untuk kembali ke akar: Membangun mezbah keluarga, mendidik anak dengan keteladanan, dan peduli pada mereka yang sedang berduka.

Karena di rumah ibadah mungkin tak ada air mata, tapi perjuangan sesungguhnya dimulai saat kita melangkah keluar pintu gereja.

Mari baca Renungan Natal di bawah ini bersama keluarga anda.

Temukan makna mendalam Tema Natal Nasional 2025: "Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga" di tengah krisis bencana Sumatera dan tantangan moral era digital. Artikel ini mengupas kontras kisah kelahiran Yesus dalam Injil Matius dan Lukas, menyoroti keteladanan Yusuf dan Maria dalam menghadapi badai...

AIR MATA SAYA TUMPAH KETIKA MEMBACA RENUNGAN NATAL INI...Oma: "Palungan hati saya kotor. Apakah Yesus mau lahir di situ?...
24/12/2025

AIR MATA SAYA TUMPAH KETIKA MEMBACA RENUNGAN NATAL INI...

Oma: "Palungan hati saya kotor. Apakah Yesus mau lahir di situ?" ๐Ÿฅบ

Seringkali kita merasa tidak layak menyambut Natal karena merasa hati kita penuh "sampah" dosa dan kesibukan. Tapi ingatlah kisah Natal pertama: Yesus lahir di kandang, bukan di istana bersih.

Natal adalah momen giving, bukan receiving. Allah memberikan Diri-Nya bagi kita yang tidak sempurna. Jika palungan hatimu kotor, izinkan Dia masuk. Darah-Nya yang akan mengubah merah kirmizi dosamu menjadi putih seperti bulu domba. โœจ

Mari sediakan hati, bukan karena hati kita sudah suci, tapi karena Dia yang Kudus mau diam di sana dan membasuh kita.
Selamat menyambut Natal. Biarlah hatimu jadi palungan-Nya yang mulia. โค๏ธ .

Temukan makna Natal sejati melalui renungan Lukas 2:1-14 oleh Pdt. Ebenhaizer Nuban Timo. Pelajari mengapa hati harus menjadi palungan bagi Yesus, pentingnya kesetaraan gender, dan bagaimana membawa nilai mimbar ke dalam pasar (dunia kerja) di Natal 2025 ini.

"LILIN KE-EMPAT SUDAH MENYALA!" (Yohanes 1:3).Di tengah sibuknya kita menyiapkan kado dan dekorasi, pernahkah kita berta...
23/12/2025

"LILIN KE-EMPAT SUDAH MENYALA!"
(Yohanes 1:3).

Di tengah sibuknya kita menyiapkan kado dan dekorasi, pernahkah kita bertanya: Siapa sebenarnya yang kita tunggu?

Yohanes 1:1-3 mengingatkan kita bahwa Dia yang lahir di palungan bukanlah bayi biasa. Dia adalah Sang Pencipta semesta yang rela "turun tangan" dan datang langsung menemui kita di tengah kekacauan dunia.

Bukan kita yang mencari Dia, tapi Dia yang mendatangi kita.
Bayangkan, Tuhan yang menciptakan seluruh galaksi, ternyata memilih untuk datang menemui kita secara pribadi. Inilah kabar sukacita di Minggu Adven IV. ๐ŸŒŸ

Ingin melihat Natal dari sudut pandang yang lebih dalam? Yuk, sempatkan 2 menit membaca renungan singkat ini.

Sambut Minggu Adven IV dengan merenungkan kasih Sang Pencipta semesta yang rela datang menemui kita melalui Firman yang hidup dalam Yohanes 1:1-3.

๐ŸŒ… Habis Gelap, Terbitlah Surya Pagi Rahmat AllahSembilan bulan Zakharia membisu. Namun, kalimat pertama yang keluar dari...
23/12/2025

๐ŸŒ… Habis Gelap, Terbitlah Surya Pagi Rahmat Allah

Sembilan bulan Zakharia membisu. Namun, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya bukanlah keluhan, melainkan sebuah proklamasi agung tentang Kesetiaan Tuhan.

Di Minggu Adven terakhir ini, Nyanyian Zakharia (Benedictus) mengingatkan kita akan satu hal penting: Allah tidak pernah lupa. Keselamatan kita adalah bukti bahwa Allah mengingat Perjanjian-Nya yang kekal.

Yesus Kristus datang sebagai "Surya Pagi" yang melawat kita di tengah kegelapan dosa dan ketakutan. Dia membebaskan kita, bukan supaya kita hidup sembarangan, melainkan supaya kita dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut seumur hidup kita.

Apakah "Surya Pagi" itu sudah bersinar di hatimu hari ini?

๐Ÿ“– Baca renungan selengkapnya: ๐Ÿ‘‰ Renungan.Online

Renungan Adven IV Lukas 1:67-80: Nyanyian Zakharia menyingkapkan kesetiaan perjanjian Allah dan kedatangan Kristus sebagai Surya Pagi yang membawa anugerah keselamatan bagi umat-Nya.

JIWA YANG MEMBESARKAN TUHANBacaan: Lukas 1:46-49Di Minggu Adven IV ini, sikap hati Maria dalam Magnificat mengajarkan ki...
22/12/2025

JIWA YANG MEMBESARKAN TUHAN
Bacaan: Lukas 1:46-49

Di Minggu Adven IV ini, sikap hati Maria dalam Magnificat mengajarkan kita esensi iman Kristen sejati: membesarkan Tuhan di atas segala masalah hidup. Kita dipanggil untuk hidup bagi kemuliaan Allah semata (Soli Deo Gloria), menjadikan jiwa kita layaknya "kaca pembesar" yang memperlihatkan keagungan kasih Tuhan kepada dunia. Natal adalah bukti inisiatif Allah yang berdaulat untuk merangkul kita dalam kerendahan, mengingatkan bahwa keselamatan adalah murni anugerah-Nya dan bukan karena kehebatan diri kita sendiri.

Mari kita menyambut Natal dengan menggeser fokus dari ego dan kekuatiran menjadi sukacita karena anugerah-Nya. Untuk mendapatkan inspirasi harian yang meneduhkan dan menguatkan iman, mari membaca Renungan.Online.

Renungan Minggu Adven IV berdasarkan Lukas 1:46-49 ini mengajak kita meneladani 'Nyanyian Maria' untuk mengalihkan fokus dari masalah kepada kedaulatan Tuhan dan menyadari anugerah-Nya yang mengangkat orang rendah hati

Address

Jakarta

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Oikonomics posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Practice

Send a message to Oikonomics:

Share

Share on Facebook Share on Twitter Share on LinkedIn
Share on Pinterest Share on Reddit Share via Email
Share on WhatsApp Share on Instagram Share on Telegram