Inspirasi Master Rajneesh

Inspirasi Master Rajneesh Kami menerjemahkan ucapan Master Osho ke dalam bahasa Indonesia, semoga bisa menginspirasi pembaca.

RAHASIA MEDITASITidak ada yang tersembunyi dari Tuhan karena Tuhan ada di dalam segala sesuatu. Dan bagian dalam mengeta...
14/03/2026

RAHASIA MEDITASI

Tidak ada yang tersembunyi dari Tuhan karena Tuhan ada di dalam segala sesuatu. Dan bagian dalam mengetahui segalanya. Engkau bisa menyembunyikan sesuatu dari orang lain, tetapi engkau tidak bisa menyembunyikannya dari diri sendiri, dan di sanalah Tuhan bersembunyi. Itu bukan pada objek, tetapi pada subjek itu sendiri.

Ada sebuah kisah Sufi…. Dua murid mendatangi seorang Master; mereka ingin mencapai kebenaran. Sang Master memberi masing-masing dari mereka seekor merpati dan berkata kepada mereka, ‘Pergilah ke tempat di mana tidak ada seorang pun yang menyaksikanmu dan bunuhlah merpati itu.’

Yang pertama pergi persis ke luar rumah. Tidak ada seorang pun – saat itu siang yang panas dan tidak ada seorang pun di jalan. Dia membunuh merpati itu, lalu kembali. Murid yang lain tidak pernah muncul selama tiga tahun. Sang Master menunggu dan menunggu, dan setelah tiga tahun murid itu datang dengan merpati dan berkata, ‘Aku tidak bisa menemukan tempat di mana Dia tidak menjadi penyaksinya. Aku telah mencoba segala macam tempat, tempat di mana tidak ada seorang pun yang mengamati. Aku telah pergi ke gua-gua yang gelap dan dalam, di mana bahkan jika ada seseorang di sana, dia tidak akan bisa melihatnya. Tetapi di mana pun Dia mengamati dari dalam diriku.’

Kemudian aku memejamkan mata, tetapi Dia sedang mengamati dari dalam pintu. Dalam tiga tahun ini aku telah mencoba semua yang mungkin dilakukan manusia. Maaf – aku tidak bisa memenuhi tugas ini.’

Sang Master sangat gembira dan berkata, ‘Engkau diterima dan yang pertama ditolak. Engkau telah menemukan rahasia meditasi yang sesungguhnya. Hiduplah selalu dengan kesadaran akan penyaksian ini dan Tuhan akan hadir bagimu. Dia hadir.’

(Osho, The 99 Names of Nothingness, #5)

PREM HASIBO - CINTA yang MEMENUHI SEMUA KEBUTUHAN----Prem Hasibo. Prem berarti cinta dan Hasibo adalah nama Sufi untuk T...
14/03/2026

PREM HASIBO - CINTA yang MEMENUHI SEMUA KEBUTUHAN
----

Prem Hasibo. Prem berarti cinta dan Hasibo adalah nama Sufi untuk Tuhan. Artinya: Dia yang memenuhi semua kebutuhan.

Nama lengkapmu berarti: Cinta, Tuhan yang memenuhi semua kebutuhan. Dan cinta adalah kebutuhan utama. Segala sesuatu yang lain adalah sekunder. Segala sesuatu yang lain hanyalah sarana untuk mencapai tujuan besar itu. Jika cinta terjadi, maka semuanya telah terjadi; jika cinta tidak terjadi, maka tidak ada yang terjadi, seluruh kehidupan hanyalah tanah tandus.

Dan sangat jarang cinta mekar merekah, karena tanah yang disediakan masyarakat tidak memadai untuk itu. Bahkan, ia menghalanginya. Ia meracuni benihnya. Ia mengajarkan orang untuk dipenuhi kebencian, kemarahan, ambisi, dan sifat posesif.

Masyarakat didirikan bukan atas dasar cinta tetapi atas dasar kebencian. Ia bergantung pada pergumulan, kekerasan, perang. Masyarakat tidak mampu menyediakan cinta. Cinta akan menghancurkan seluruh fondasi tempat ia berdiri.

Selama jutaan tahun masyarakat tetap seperti itu. Dan kecuali fondasi masyarakat diubah, ia tidak akan menjadi fenomena yang benar-benar manusiawi. Itu akan tetap menjadi sesuatu di antara binatang dan manusia, sebuah tempat persinggahan sementara. Masyarakat terus membawa semua kekerasan yang ada pada binatang dan telah menghilangkan semua cinta yang ada di dalamnya.

(Osho - “The 99 Names of Nothingness, #16”)

Lucifer, iblis, dengan tenang sedang memanggang roti untuk teh sorenya di atas api neraka abadi. Tiba-tiba, terdengar su...
14/03/2026

Lucifer, iblis, dengan tenang sedang memanggang roti untuk teh sorenya di atas api neraka abadi. Tiba-tiba, terdengar suara keras di gerbang.

Iblis itu melihat sekeliling dengan terkejut dan melihat sebuah Rolls Royce perak panjang melaju masuk menembus kobaran api. Di bagian depan Rolls Royce itu ada seorang gadis yang berteriak kegirangan, dan seorang pria besar, mengenakan sorban, berdiri di bemper belakang - tertawa terbahak-bahak. Berpegangan pada pria di belakang mobil itu ada barisan panjang orang-orang, bernyanyi dan merayakan.

Para pendatang baru itu segera merasa nyaman, dan iblis merasa bahwa neraka tidak lagi seperti dulu. Jadi Lucifer menelepon Tuhan untuk datang dan membantu menyelesaikan masalahnya.

Ketika Tuhan tiba, Dia kagum dengan apa yang dilihatnya.

“Apa yang terjadi dengan semua api abadi dan kutukan?” tanya Tuhan. “Tempat ini sama sekali tidak seperti yang kita iklankan di bumi!”
“Aku tahu, ini mengerikan!” isak iblis. "Sejak Osho datang ke sini bersama para sannyasinnya, seluruh tempat ini harus ber-AC!"

Osho ~ Nansen The Point of Departure, Chpt 1

14/03/2026

BELAJAR PENYAKSIAN

Jika engkau terus menerus berpikir dari segi ego, maka bahkan penyaksianmu pun akan menjadi penyakit, maka meditasimu akan menjadi penyakit, dan agamamu akan menjadi penyakit. Dengan ego segalanya menjadi penyakit. Ego adalah ketidaknyamanan besar dalam keberadaanmu. Ia seperti duri dalam daging; ia terus menyakitkan. Ia seperti luka.

Jadi apa yang harus dilakukan? Hal pertama, ketika engkau berusaha menyaksikan, hal pertama yang dikatakan Patanjali adalah: berkonsentrasi pada objek dan jangan berkonsentrasi pada subjek. Mulailah dari objek - dharana, konsentrasi. Lihatlah pohon itu, dan biarkan pohon itu ada di sana. Engkau melupakan dirimu sepenuhnya; engkau tidak dibutuhkan. Keberadaanmu di sana akan menjadi gangguan terus-menerus dalam pengalaman dari kehijauan, dari pohon, dari mawar. Engkau hanya membiarkan mawar itu ada di sana. Engkau sepenuhnya menjadi tidak sadar akan dirimu sendiri - engkau berfokus pada mawar. Biarkanlah mawar berada di sana: tidak ada subjek, hanya objeknya. Ini adalah langkah pertama dari samyama.

Kemudian langkah kedua: jatuhkanlah mawar, jatuhkanlah penekanan pada mawar. Sekarang tekankanlah kesadaran dari mawar - tetapi tetap saja tidak ada subjek yang diperlukan, hanya kesadaran bahwa engkau sedang menyaksikan, bahwa di sana ada penyaksian.

Dan barulah kemudian langkah ketiga bisa diambil, yang akan membawamu mendekati apa yang Gurdjieff sebut sebagai mengingat-diri, atau Krishnamurti menyebut kesadaran, atau Upanishad menyebut penyaksian. Tapi pertama-tama dua langkah itu harus dipenuhi; maka yang ketiga datang dengan mudah. Jangan langsung melakukan yang ketiga. Pertama objeknya, lalu kesadaran, lalu subjeknya.

Begitu objek dijatuhkan dan penekanan pada kesadaran tidak lagi menjadi ketegangan, subjeknya ada di sana tetapi tidak ada subjektivitas di dalamnya. Engkau ada di sana tetapi tidak ada "aku" di dalamnya, hanya keberadaan. Engkau ada, tetapi tidak ada perasaan bahwa "Aku ada." Kurungan dari "aku" telah hilang; hanya keberadaan yang ada. Keberadaan itu ilahi. Jatuhkan "aku" dan jadilah hanya keberadaan itu.

Dan jika engkau telah bekerja terlalu lama dalam menyaksikan, maka selama beberapa bulan, setidaknya selama tiga bulan, jatuhkanlah hal itu sepenuhnya, jangan lakukan apa pun tentangnya. Jika tidak, pola lama bisa berlanjut dan bisa mencemari kesadaran baru. Engkau hanya memberi jeda selama tiga bulan, dan selama tiga bulan engkau bermeditasi dengan metode katarsis - Dinamis, Kundalini, Nataraj - jenis di mana seluruh penekanannya adalah melakukan sesuatu dan sesuatu itu lebih penting. Hanya menari, dan tarian menjadi penting, bukan penarinya. Penarinya harus kehilangan dirinya sepenuhnya dalam menari. Jadi selama tiga bulan berhentilah menyaksikan dan tenggelamkan diri dalam beberapa meditasi. Ini benar-benar berbeda. Terserap dalam sesuatu berarti benar-benar melupakan dirimu sendiri. Menari akan sangat baik, bernyanyi akan sangat baik - lupakanlah dirimu sepenuhnya di dalamnya. Jangan tetap memisahkan dirimu dan terbagi-bagi.

Jika engkau bisa menari sedemikian rupa sehingga hanya tariannya yang tersisa dan penarinya menghilang, suatu hari tiba-tiba engkau akan melihat tariannya juga menghilang. Dan kemudian ada kesadaran yang bukan dari pikiran dan bukan dari ego. Sesungguhnya kesadaran itu tidak bisa dilatih; sesuatu yang lain harus dilakukan sebagai persiapan, dan kesadaran itu datang kepadamu. Engkau hanya perlu menjadi tersedia untuknya.

OSHO ~ Yoga: The Alpha and the Omega, Vol 8, Chpt 10

14/03/2026

MEDITASI DAN CINTA

Jika engkau bermeditasi dan perlahan-lahan keluar dari ego, dan keluar dari kepribadianmu, dan menyadari diri sejatimu, cinta akan datang dengan sendirinya. Engkau tidak perlu melakukan apa pun, itu adalah pembungaan spontan. Tetapi ia hanya mekar dalam iklim tertentu, dan iklim itulah yang aku sebut meditasi.

Dalam iklim keheningan - tanpa pikiran, tanpa gangguan di dalam, kejelasan mutlak, kedamaian dan keheningan - tiba-tiba, engkau akan melihat ribuan bunga telah mekar di dalam dirimu, dan keharuman mereka adalah cinta. Tentu saja, pertama-tama engkau akan mencintai dirimu sendiri, karena itu akan menjadi perjumpaan pertamamu.

Pertama-tama, engkau akan menjadi sadar akan keharuman yang muncul di dalam dirimu dan cahaya yang telah lahir di dalam dirimu, dan kebahagiaan yang sedang tercurah padamu. Maka cinta akan menjadi sifat alamimu. Maka engkau akan mencintai banyak orang; maka engkau akan mencintai semuanya.

OSHO - The Invitation

14/03/2026

METODE MEDITASI PALING SEDERHANA

Metode yang paling sederhana dari meditasi adalah hanya satu cara, untuk menyaksikan. Ada seratus dua belas metode meditasi, tetapi menyaksikan merupakan bagian penting dari semua seratus dua belas metode.

Jadi sejauh itu menyangkut diriku, menyaksikan adalah satu-satunya metode. Seratus dua belas metode itu adalah aplikasi yang berbeda dari menyaksikan.

Inti pentingnya, semangat meditasi adalah belajar bagaimana untuk menyaksikan.

Menyaksikan adalah menemukan cermin di dalam dirimu.

Dan sekali engkau telah menemukan itu, keajaiban mulai terjadi. Ketika engkau hanya menyaksikan pikiran, pikiran menghilang. Lalu tiba-tiba ada keheningan yang luar biasa yang engkau tidak pernah tahu. Ketika engkau menyaksikan suasana hatimu - marah, sedih, bahagia - mereka tiba-tiba menghilang dan keheningan yang bahkan lebih besar akan dialami.

(OSHO - Light on the Path, #1)

14/03/2026

KISAH MULLA NASRUDIN: MENOLONG IMAM

Suatu hari Mulla Nasrudin melihat kerumunan orang berkumpul di sekitar sumur kota. Seorang imam Muslim dengan sorban besar di kepalanya terjatuh ke dalam air, dan berteriak minta tolong.

Orang-orang mencondongkan tubuh dan berkata, "Berikanlah tanganmu, imam, berikanlah tanganmu!" Tetapi imam itu tidak menghiraukan tawaran mereka untuk menyelamatkannya. Dia terus bergulat melawan air dan berteriak minta tolong.

Akhirnya Mulla Nasrudin melangkah maju: "Biarkanlah aku yang menangani ini!" Dia mengulurkan tangannya ke arah imam itu dan berteriak padanya, "Ambillah tanganku!" Imam itu mencengkeram tangan Mulla dan diangkat keluar dari sumur.

Orang-orang sangat terkejut dan bertanya kepada Mulla tentang rahasia dari strateginya. "Itu sangat mudah," ujarnya. "Aku tahu orang pelit ini tidak akan memberikan apa pun kepada siapa pun, bahkan tangannya sendiri. Aku tahu orang pelit ini tidak akan memberikan apa pun kepada siapa pun, jadi alih-alih berkata, "Berikanlah tanganmu," aku berkata, "Ambillah tanganku, Yang Mulia." Dan benar saja, dia mengambilnya."

Osho ~ The Art of Dying, Chpt 2

13/03/2026

DUDUK SENDIRIAN

Di mana pun engkau berada, belajarlah untuk sendirian, duduk sendirian.

Itu sulit, hal yang paling sulit di dunia, karena ketika engkau sendirian, pikiran mulai sekarat. Ia tidak bisa ada dalam kesendirian, ia memerlukan teman. Karenanya, kapan pun engkau sendirian, pikiran berkata, "Lakukanlah sesuatu, pergilah ke suatu tempat. Nyalakanlah TV atau radio." Pikiran menginginkan teman, keterlibatan, kesibukan.

Jika engkau bisa sendirian saja ... duduk diam tanpa melakukan apa pun, musim semi datang dan rumput tumbuh dengan sendirinya. Suatu hari, keberadaan batinmu mekar menjadi teratai berkelopak seribu

Hari itu engkau juga telah menjadi seorang Buddha, dan hanya kemudian engkau akan mampu memahami makna dari kehidupan Yesus, makna dari ucapan Buddha, makna dari Lao Tzu, Zarathustra.

Sebelum itu, apa pun yang engkau coba pahami hanyalah pikiranmu yang sedang menafsirkan, dan penafsiran itu telah menjadi salah satu penyebab kerusakan terbesar.

Jatuhkanlah pikiran -- satu-satunya hal untuk ditinggalkan di dunia adalah pikiran - dan bergeraklah menuju tanpa-pikiran, keheningan dan ketenangan batin.

Kenalilah dirimu dalam kesendirianmu sepenuhnya dan hidupmu akan terpenuhi, hidupmu akan diberkati: diberkati dengan kebahagiaan abadi, diberkati dengan kebenaran, diberkati dengan kebebasan.

OSHO - Dhammapada Volume 11

13/03/2026

Engkau harus menderita karena kebenaran, tetapi penderitaan itu dibutuhkan. Dan melalui penderitaan engkau akan menjadi dewasa, keberadaan batinmu akan mencapai musimnya.

Engkau akan mencapai sebuah ketajaman dan kejelasan, yang hanya muncul melalui perjumpaan, yang hanya muncul melalui fakta yang dihadapi.

Saat engkau marah, jadilah benar-benar marah supaya engkau bisa benar-benar memaafkan juga. Jika engkau tidak ingin memberikan sesuatu, cukup katakan, "Aku tidak ingin memberikannya", tetapi jangan mencari alasan. Jangan mencari alasan, karena engkau membuat pola yang tetap setiap saat, dan pola itu bisa menjadi begitu mengakar sehingga engkau harus mengikutinya. Keluarlah darinya - dan setiap saat adalah saat yang tepat.

OSHO

13/03/2026

KEINGINAN YANG LEBIH BESAR

Aku terus berbicara kepadamu, meskipun aku tahu benar engkau mabuk dengan seribu satu keinginan. Aku katakan kepadamu untuk melepaskan seribu satu keinginan ini. Dan engkau siap untuk menjatuhkannya... jika aku bisa memberimu satu keinginan baru untuk mereka, jika aku bisa memberimu sebuah pengganti yang lebih besar, jika aku bisa memberimu satu keinginan yang sangat besar, sehingga semua keinginan bisa dikorbankan untuknya. Engkau siap untuk menjatuhkan semua keinginanmu, tetapi engkau siap untuk menjatuhkan mereka hanya untuk satu keinginan yang lebih besar.

Itu tidak bisa aku lakukan - keinginan yang lebih besar akan menjadi ikatan yang lebih besar bagimu. Karenanya orang-orang Zen berkata bahwa pencerahan adalah mimpi buruk. Karenanya orang-orang Zen berkata, jangan berusaha menjadi seorang Buddha, jika tidak, engkau akan jatuh ke neraka ketujuh. Jangan berusaha untuk mencapai kenyataan tertinggi, karena keinginanmu itu sendiri untuk mencapainya akan menghalangimu. Semua keinginan adalah rintangan - keinginan untuk Tuhan dan kebebasan juga.

Engkau ingin aku memberimu keinginan yang besar, keinginan dengan huruf besar, begitu besar sehingga engkau bisa menuangkan keinginan-keinginan kecilmu ke dalamnya. Tetapi bukan itu yang akan aku lakukan. Aku ingin engkau menjatuhkan semua keinginanmu dan tidak mengganti mereka dengan apa pun yang lain. Hanya kemudian engkau bisa hidup tanpa keinginan.

Tanpa keinginan, engkau tercerahkan.

Pencerahan tidak berada di suatu tempat, menunggumu, ia sudah ada di sini. Ia mengelilingimu saat ini. Ia ada di dalam dan di luar dirimu. Ia ada di setiap denyut jantungmu. Tetapi ENGKAU tidak berada di sini - engkau sedang mengejar keinginanmu jauh di sana, di suatu tempat di masa depan, di beberapa planet.

Engkau tidak harus menemukan pencerahan di tempat lain, satu-satunya hal yang harus engkau lakukan adalah pulang ke rumah. Pencerahan sedang menunggumu di sana. Engkau hanya tidak pergi ke mana pun - itu saja. Seluruh upaya itu negatif - jangan pergi ke mana pun. Pencerahan bukanlah sebuah perjalanan, ia adalah inti terdalam dari keberadaanmu.

Osho ~ Dang Dang Doko Dang, Chpt 8

13/03/2026

OBATNYA HANYA SATU

Ada tiga jenis orang di dunia. Beberapa orang tidak bisa hidup tanpa berbuat. Seluruh aliran hidup mereka ada dalam bekerja. Jika mereka berusaha untuk duduk diam, mereka tidak bisa; mereka harus melakukan sesuatu atau lainnya. Di sana ada energi, energi yang mengalir. Tidak ada salahnya dalam hal ini, tetapi para Master berkata, telanlah obat meditasi dengan perbuatan. Engkau tidak bisa berhenti melakukan, tetapi engkau bisa menambahkan meditasi pada melakukan. Engkau berkata, "Aku tidak bisa duduk satu saat pun tanpa melakukan sesuatu. Aku benar tidak bisa. Duduk tidak ada dalam kekuatanku, itu bukan sifatku."

Para psikolog menyebut mereka ekstrover: mereka selalu sibuk, mereka perlu melakukan sesuatu atau lainnya. Sampai mereka jatuh kelelahan dan tidur, bukan hal yang alami bagi mereka untuk berhenti bekerja. Aktivitas adalah sifat mereka.

Sang Master berkata, "Baik. Lakukanlah meditasi dengan mengendarai perbuatan. Jadikan ini kudamu. Campurlah obatmu dengan ini dan telanlah. Pertanyaan sebenarnya adalah obatnya. Mulailah bekerja dengan meditatif. Apa pun yang engkau lakukan, jangan melakukannya secara tidak sadar, lakukanlah itu dengan kesadaran. Tetaplah terjaga saat melakukan."

Lalu ada beberapa yang mengatakan bahwa melakukan tidak menarik bagi mereka, tetapi pikiran datang menderu dalam banyak gelombang. Mereka adalah para pemikir - mereka tidak tertarik pada melakukan. Mereka tidak tertarik pada bagian luar, tetapi banyak gelombang besar muncul di dalam, badai besar. Dan mereka tidak bisa berada di dalam untuk sesaat pun tanpa pemikiran. Mereka berkata, "Jika kami duduk diam, lebih banyak pikiran yang datang. Ketika kami duduk diam, lebih banyak pikiran yang datang daripada biasanya. Hanya menyebut pemujaan, doa, meditasi, dan pasukan pemikiran yang besar - datang gelombang demi gelombang dan menenggelamkan kami. Apa yang harus kami lakukan?"

Sang Master berkata, "Minumlah meditasi dicampur dengan pemikiranmu. Jangan hentikan pemikiranmu, tetapi ketika pemikiran datang amatilah mereka. Jangan tersesat di dalamnya, berdirilah sedikit terpisah, di kejauhan. Dengan tenang perhatikan pemikiranmu, engkau secara bertahap akan mencapai penyaksian. Tambahkanlah meditasi pada pemikiranmu."

Lalu ada juga beberapa yang berkata, "Kami tidak punya masalah dengan pemikiran, tidak punya masalah dengan perbuatan. Kami mempunyai perasaan yang berlebihan. Air mata mengalir, hati dikuasai perasaan, tenggelam dalam cinta, dalam kasih sayang, dalam rasa percaya, dalam pengabdian."

Sang Master berkata, "Jadikanlah ini obatmu. Tambahkanlah meditasi ke dalamnya. Biarkanlah air mata mengalir - mengalirlah diisi dengan meditasi. Biarkan sensasinya ada di sana, tetapi diisi dengan meditasi. Intinya adalah meditasi."

Perbedaan antara bhakti, karma dan gyan yoga ini bukanlah perbedaan dalam pengobatan. Obatnya adalah satu.

OSHO ~ Enlightenment: The Only Revolution, Chpt 4

13/03/2026

Bunga yang asli muncul di pagi hari, tertawa sejenak, menyebarkan keharumannya, dan menghilang. Bunga yang palsu, bunga plastik, bisa tetap ada selama-lamanya. Tapi ia palsu, dan ia kuat karena ia palsu. Keaslian itu lembut dan lemah. Dan semakin tinggi keasliannya, semakin lembut.

Engkau tidak bisa memahami Tuhan karena pikiranmu memahami logika dari batu. Engkau tidak mengerti logika dari bunga. Pikiranmu bisa mengerti matematika. Engkau tidak memiliki rasa keindahan untuk merasakan bunga. Hanya pikiran puitis yang bisa memahami kemungkinan akan Tuhan, karena Tuhan adalah yang terlemah dan terlembut. Itulah mengapa Ia adalah yang tertinggi, Ia adalah bunga yang tertinggi. Ia mekar, tetapi Ia mekar hanya dalam sekejap. Sekejap itu dikenal sebagai “saat ini.”

Dan itu adalah saat yang begitu kecil sehingga engkau harus menjadi sangat penuh perhatian. Hanya kemudian engkau akan bisa melihatnya; jika tidak, engkau akan melewatkannya. Ia selalu berbunga — setiap saat Ia mekar, tetapi engkau tidak bisa melihat karena pikiranmu penuh dengan masa lalu dan masa depan. Dan saat ini adalah suatu fenomena yang begitu sempit, hanya sekedip mata dan ia menghilang. Dalam saat yang sempit itulah, Tuhan mekar.

OSHO - Talking Tao #7

Address

Jakarta

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Inspirasi Master Rajneesh posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Share on Facebook Share on Twitter Share on LinkedIn
Share on Pinterest Share on Reddit Share via Email
Share on WhatsApp Share on Instagram Share on Telegram