Inspirasi Master Rajneesh

Inspirasi Master Rajneesh Kami menerjemahkan ucapan Master Osho ke dalam bahasa Indonesia, semoga bisa menginspirasi pembaca.

27/04/2026

MINTALAH, MAKA ITU TIDAK AKAN DIBERIKAN KEPADAMU

Yesus berkata, "Mintalah, maka itu akan diberikan kepadamu." Aku berkata padamu: "Mintalah, maka engkau akan menjadi seorang pengemis. - Dan itu tidak pernah diberikan kepada para pengemis." Jangan meminta. Tunggulah saja seperti seorang raja, begitu terpusat dalam dirimu sendiri, begitu penuh dengan rasa percaya pada semesta, sehingga tidak perlu untuk meminta, semesta akan mencurahinya padamu.

Yesus berkata, "Carilah, dan engkau akan menemukannya." Dan aku berkata padamu: "Carilah, maka engkau tidak akan menemukannya." Ke manakah engkau akan mencarinya? Ia ada di dalam sang pencari. Jadi ke mana pun engkau pergi, engkau akan berada di jalan yang salah.

Duduklah saja dalam diam, tariklah semua pencarian, semua keinginan. Jadilah kolam energi, tidak bergerak, tidak tergoyahkan - dan engkau telah menemukannya. Ia ada di pusat dari sang pencari itu sendiri.

Osho ~ The Osho Upanishad, Chpt 26

27/04/2026

CARA MENCINTAI ORANG LAIN

Hanya ada satu cara untuk mencintai orang: cintailah mereka sebagaimana adanya.

Dan keindahannya adalah, ketika engkau mencintai mereka apa adanya, mereka berubah. Bukan menurut kemauanmu - mereka berubah sesuai dengan kenyataan mereka. Ketika engkau mencintai mereka, mereka berubah. Bukan berubah di luarnya; tapi berubah secara menyeluruh. Mereka menjadi baru; mereka mencapai ketinggian keberadaan yang lebih baru. Tetapi itu terjadi di dalam keberadaan mereka, dan itu terjadi sesuai dengan sifat alami mereka.

Bantulah orang-orang menjadi alami, bantu orang-orang untuk menjadi bebas, bantulah orang-orang untuk menjadi diri mereka sendiri, dan jangan pernah berusaha untuk memaksa siapa pun, untuk menarik, dan mendorong, serta memanipulasi. Itulah cara-cara ego. Dan itu semua adalah politik.

OSHO ~ Come Follow to You, Vol 2, Chpt 6

27/04/2026

DIRI SEJATI

Ego itu tidak lain dari semua ketegangan yang telah engkau ciptakan di sekitar dirimu sendiri. Dan pertama-tama, tidak ada kebutuhan untuk menciptakannya - tetapi mengapa manusia terus menciptakannya? Di sana pasti ada suatu alasan.

Mengapa setiap orang terus menciptakan diri? Diri sejati tidak diketahui - itulah mengapa. Dan sangatlah sulit untuk hidup tanpa sebuah diri, jadi kita menciptakan sebuah diri semu, sebuah diri pengganti. Diri sejati itu tidak diketahui.

Sesungguhnya, diri sejati tidak pernah menjadi benar-benar diketahui; ia tetap misterius, ia tetap tak terlukiskan, tak terdefinisikan. Diri sejati itu begitu luas sehingga engkau tidak bisa mendefinisikannya, dan diri sejati itu begitu misterius, sehingga engkau tidak bisa menembusnya sampai ke intinya sendiri.

Diri sejati adalah diri dari Keseluruhan. Tidak mungkin bagi kecerdasan manusia untuk menembusnya, untuk memikirkannya, untuk merenungkannya.

Osho ~ A Sudden Clash of Thunder, Chpt 5

25/04/2026

PERNIKAHAN YANG MEMBOSANKAN

Pria dan wanita tidak benar-benar begitu berbeda seperti yang selama ini kita pikirkan. Mereka memang berbeda. Biologi mereka berbeda, dan, tentu saja, psikologi mereka berbeda - tetapi mereka bukan tidak sama. Kesamaan mereka lebih banyak daripada perbedaan mereka.

Pikirkanlah saja: seorang pria yang makan makanan yang sama setiap hari akan merasa muak, dan seorang wanita? Apakah dia akan merasa muak dengannya atau tidak? Dia juga akan merasa muak. Apakah perbedaan antara keduanya? Kebosanan adalah hal yang alami bagi pria, begitu juga bagi wanita.

Dan kecuali jika hubungan berdasarkan seks berkembang menjadi persahabatan spiritual, itu akan membosankan.

Biarkanlah itu menjadi sangat jelas bagimu: Hubungan berdasarkan seks itu sendiri tidak bisa menjadi hubungan yang bertahan lama - karena sejauh itu menyangkut seks, ia adalah sesuatu yang sesaat.

Begitu engkau telah bercinta dengan seorang wanita, engkau benar-benar selesai dengannya, engkau tidak lagi tertarik padanya. Kecuali jika sesuatu, yang lebih dari sekadar hubungan berdasarkan seks, terjadi di antara kalian, sesuatu yang lebih tinggi, suatu kontak spiritual dibuat... Itu bisa dibuat melalui seks, itu seharusnya dibuat. Jika tidak, hubungan seksual hanyalah hal fisik. Jika sesuatu yang spiritual, sesuatu seperti pernikahan spiritual terjadi, maka tidak akan ada masalah. Maka engkau bisa tetap bersama.

Dan kemudian, entah engkau seorang pria atau wanita, engkau tidak akan memikirkan wanita atau pria lain. Itu sudah selesai - engkau telah menemukan belahan jiwamu.

Tetapi jika hubungan itu hanya fisik, maka tubuh menjadi lelah, bosan. Tubuh membutuhkan kegembiraan, tubuh membutuhkan yang baru, tubuh membutuhkan sensasi, tubuh selalu mendambakan sesuatu yang baru....

Pernikahan membosankan. Itulah mengapa engkau melihat begitu banyak wajah bosan di seluruh dunia. Pernikahan adalah kebosanan yang luar biasa... kecuali jika sesuatu yang spiritual terjadi di dalamnya... yang jarang terjadi. Jadi pria mulai mencari di luar. Wanita juga akan mencari di luar, tetapi mereka belum bebas.

Osho ~ The Ta**ra Vision, Vol 1 Chpt 10
Pic: shutterstock

25/04/2026

MENCINTAI DIRI SENDIRI

Pertanyaan:
Osho terkasih, apakah artinya mencintai diriku sendiri?

Jawaban Osho:
Prem Kabir, orang harus memulainya bukan dengan mencintai dirinya sendiri, karena engkau tidak tahu siapakah engkau. Siapakah yang akan engkau cintai?

Jika engkau mulai dengan mencintai dirimu sendiri, engkau hanya akan mencintai egomu, yang bukan dirimu, yang adalah kepribadianmu yang palsu. Hampir semua orang menyukai kepribadiannya; semua orang mencintai egonya .... Ini bukanlah cinta yang selama ini telah aku bicarakan.

Ya, aku ingin engkau mencintai dirimu sendiri, karena kecuali jika engkau mencintai dirimu sendiri, engkau tidak bisa mencintai orang lain. Engkau tidak tahu apakah cinta, jika engkau belum pernah mencintai dirimu sendiri. Tetapi sebelum engkau bisa mencintai dirimu sendiri, engkau harus mengenal dirimu sendiri; karenanya cinta adalah yang kedua, meditasi adalah yang utama.

Dan keajaibannya adalah, jika engkau bermeditasi dan perlahan-lahan keluar dari ego, dan keluar dari kepribadianmu, dan menyadari dirimu yang sebenarnya, cinta akan datang dengan sendirinya. Engkau tidak perlu melakukan apa pun, ini adalah pembungaan yang spontan. Tapi ia mekar hanya pada iklim tertentu, dan iklim itu aku sebut meditasi. Dalam iklim keheningan - tanpa pikiran, tanpa gangguan di dalam, kejernihan penuh, kedamaian dan keheningan - tiba-tiba, engkau akan melihat ribuan bunga telah mekar di dalam dirimu, dan keharuman mereka adalah cinta.

Tentu saja, pertama-tama engkau akan mencintai dirimu sendiri, karena itu akan menjadi pertemuanmu yang pertama. Pertama engkau akan menjadi sadar akan keharuman yang muncul dalam dirimu dan cahaya yang telah lahir dalam dirimu, dan kebahagiaan yang mencurahimu. Kemudian cinta akan menjadi sifat alamimu. Kemudian engkau akan mencintai banyak orang; kemudian engkau akan mencintai semuanya.

OSHO ~ The Invitation, Chpt 30

25/04/2026

KISAH ZEN: MASTER TOZAN YANG TAK TERLIHAT

Baru hari ini aku membaca tentang seorang Master Zen, Tozan - seorang Master Zen yang sangat terkenal. Cerita itu mengatakan bahwa para dewa ingin melihatnya, tetapi mereka tidak bisa karena dia hanyalah kekosongan. Mereka akan memasukinya dari sisi ini dan itu, mereka akan melewatinya, tetapi dia tidak bisa ditemukan di mana pun. Dia adalah kehampaan, ketiadaan... begitu kosong dari dirinya sendiri sehingga mereka tidak bisa melihatnya. Mereka sangat ingin tahu untuk melihat seseorang yang telah menjadi kosong, jadi mereka memainkan satu tipuan.

Mereka pergi ke dapur saat Tozan baru saja pulang dari jalan paginya dan mengambil beberapa genggam beras dan gandum dan melemparkannya ke jalannya. Di biara Zen hal itu hampir menjadi dosa karena itu sangat tidak menghormati beras dan gandum. Segalanya harus dihormati karena segalanya Ilahi. Ini tidak ada hubungannya dengan ekonomi biasa, tidak ada hubungannya dengan ideologi Gandhi - karena jenis ideologi itu tidak lain dari kekikiran yang dicari-cari alasannya. Ini tidak ada hubungannya dengan itu. Ini adalah rasa hormat untuk segalanya. Segala sesuatu yang ada dan yang telah ada, adalah Ilahi dan seharusnya dihormati.

Jadi di biara Zen tidak ada yang dibuang-buang; orang seharusnya berhati-hati, dan waspada. Para dewa memainkan tipuan ini dan melemparkan beberapa genggam beras dan gandum ke jalannya. Ketika Tozan datang, dia tidak bisa memercayainya - murid mana pun bisa melakukan itu. Siapa yang bisa melakukannya? Siapa yang bisa begitu ceroboh dan tidak hormat?

Pemikiran ini muncul dalam dirinya, dan tiba-tiba sebuah diri ada di sana dan para dewa bisa melihatnya. Kekosongan itu tidak lagi kosong. Tiba-tiba sebuah pemikiran telah mengkristal; sebuah sikap, pikiran telah datang. Untuk sesaat seberkas awan muncul di langit biru dan para dewa bisa melihat pria ini, Tozan. Kemudian awan itu menghilang karena pemikirannya menghilang. Aku sangat menyukai ceritanya.

Kapan pun ada pemikiran, engkau ada, dan kemudian seberkas awan muncul. Dan tidak hanya ada satu awan. Ada begitu banyak pemikiran dalam dirimu, jutaan awan yang terus menghantuimu, menutupimu dalam berlapis-lapis awan. Langit batinmu benar-benar tersembunyi. Engkau bahkan tidak bisa melihatnya sekilas.

Bahkan pemikiran kecil seperti 'Siapakah yang telah begitu ceroboh?' - itu bukan sesuatu yang istimewa, tidak banyak yang perlu dikhawatirkan. Itu hanya ingin tahu 'Siapakah yang telah begitu ceroboh?' tapi itu sudah cukup! Jika engkau melihat matahari pagi dan engkau berkata 'Betapa indahnya' - cukup! Itu hanya satu bagian kecil tetapi ia menciptakan tekanan batin dalam dirimu, dan itulah mengapa engkau segera ingin mengatakan kepada seseorang 'Lihatlah, betapa indahnya pagi ini!'

Itu adalah pelepasan. Tekanan sudah ada di dalam dan ketika engkau berbicara, ia diluruhkan; engkau melepaskannya.

Engkau merasa baik, engkau telah mengatakannya. Jika engkau tidak bisa menemukan siapa pun, ia akan lebih menghantuimu. Jika engkau bisa menulis surat, maka engkau selesai dengannya. Pikiran kita terus menerus dibanjiri pemikiran, emosi, sentimen.

Perlahan-lahan rilekslah, jadilah kosong. Pergilah saja sebagai kekosongan. Jangan mencoba melindungi dirimu sendiri dengan cara apa pun karena itu akan membuatmu tertutup. Ketakutan ada di sana - terimalah ia. Rilekslah dan biarkanlah ia ada di sana. Tetaplah bersamanya. Jangan berusaha melakukan apa pun untuk menentangnya karena apa pun yang engkau lakukan dari rasa takut akan menciptakan lebih banyak ketakutan. Terimalah saja. Apa yang bisa engkau lakukan?

OSHO ~ Beloved of My Heart, Darshan Diary, Chpt 2

24/04/2026

MENGAPA MEMBAKAR JENAZAH?

Dan ketika api pembakaran jenazah mulai bergerak ke atas, ingatlah mengapa di negara ini (India) selama ribuan tahun kita telah memilih untuk tidak menguburkan orang mati, tetapi menyerahkan mereka kepada api.

Ada alasan khusus untuk itu.

Api adalah satu-satunya hal yang engkau tahu, yang tidak memungkinkan gravitasi (gaya tarik bumi) apa pun. Ia selalu pergi ke atas. Api adalah simbol dari spiritualitasmu; ia selalu pergi ke atas. Tidak ada gravitasi yang bisa menariknya ke bawah.

Kedua, ketika engkau telah hidup dalam tubuhmu selama bertahun-tahun, secara alami muncullah keterikatan tertentu pada tubuh. Tubuh cenderung ditarik oleh gravitasi. Tetapi ketika kesadaran melihat tubuh terbakar - dengan tubuh yang terbakar, semua keterikatanmu dengan tubuh, semua penjaramu, yang telah membawamu ke banyak tubuh dalam banyak kehidupan, mulai menghilang. Orang merasakan kebebasan yang luar biasa membubung bersama api menuju langit.

Dan engkau tahu... Engkau melihat nyala-nyala api, dan segera mereka menghilang. Mereka terlihat hanya untuk beberapa saat, lalu mereka menjadi tidak terlihat. Api adalah simbol yangg sangat besar dari pemurnian, dari pelepasan, dari kebangkitan ke atas menuju ruang tertinggi, yang adalah rumah kita.

Kita datang dari sana, dan kita kembali ke sana.

Osho ~ Christianity The Deadliest Poison, Chpt 7

24/04/2026

GELOMBANG PIKIRAN DAN MEDITASI

Meditasi bukanlah produk sampingan dari teknik apa pun. Meditasi terjadi melampaui pikiran. Tidak ada teknik yang bisa melampaui pikiran. Tetapi akan ada kesalahpahaman besar di kalangan ilmiah, dan ini mempunyai dasar tertentu. Dasar dari semua kesalahpahaman adalah: Ketika keberadaan dari seseorang ada dalam keadaan meditasi, ia menciptakan gelombang-gelombang tertentu dalam pikiran. Gelombang ini bisa diciptakan dari luar dengan cara teknis. Tetapi gelombang-gelombang itu tidak akan menciptakan meditasi - inilah kesalahpahamannya.

Meditasi menciptakan gelombang-gelombang itu; itu adalah pikiran yang mencerminkan dunia batin.

Engkau tidak bisa melihat apa yang sedang terjadi di dalam. Tetapi engkau bisa melihat apa yang sedang terjadi dalam pikiran. Sekarang ada alat-alat yang peka... kita bisa menilai, jenis gelombang apa yang ada ketika seseorang tertidur, jenis gelombang apa yang ada ketika seseorang sedang bermimpi, jenis gelombang apa yang ada ketika seseorang sedang bermeditasi.

Tetapi dengan menciptakan gelombang, engkau tidak bisa menciptakan situasinya - karena gelombang-gelombang itu hanyalah gejala, petunjuk.

Ini baik-baik saja, engkau bisa mempelajarinya. Tetapi ingatlah bahwa tidak ada jalan pintas menuju meditasi, dan tidak ada alat mekanis yang bisa membantu. Sesungguhnya, meditasi tidak memerlukan teknik - ilmiah atau lainnya. Meditasi hanyalah sebuah pemahaman.

Ini bukan pertanyaan tentang duduk diam, ini bukan pertanyaan tentang melantunkan mantra. Ini adalah pertanyaan tentang memahami cara kerja pikiran yang halus. Saat engkau memahami cara kerja dari pikiran, kesadaran yang besar muncul dalam dirimu, yang bukan berasal dari pikiran. Kesadaran itu muncul dalam keberadaanmu, dalam jiwamu, dalam kesadaranmu.

Pikiran hanyalah sebuah mekanisme, tetapi ketika kesadaran itu muncul, ia pasti menciptakan pola energi tertentu di sekitarnya. Pola energi itu dicatat oleh pikiran. Pikiran adalah mekanisme yang sangat halus.

Dan engkau sedang mempelajarinya dari luar, jadi paling banyak engkau bisa mempelajari pikiran. Saat melihat bahwa setiap kali seseorang hening, tenteram, damai, pola gelombang tertentu selalu muncul dalam pikiran, pemikiran ilmiah akan berkata: jika kita bisa menciptakan pola gelombang ini dalam pikiran, melalui teknologi biofeedback, maka keberadaan di dalam akan mencapai puncak kesadaran. Ini tidak akan terjadi. Ini bukan pertanyaan tentang sebab dan akibat.

Gelombang-gelombang dalam pikiran ini bukanlah penyebab meditasi; sebaliknya, mereka adalah efeknya. Tetapi dari akibat, engkau tidak bisa bergerak menuju penyebabnya. Itu mungkin bahwa dengan biofeedback engkau bisa menciptakan pola-pola tertentu dalam pikiran, dan mereka akan memberikan perasaan damai, hening, dan tenteram pada orang itu. Karena orang itu sendiri tidak tahu apakah meditasi, dan tidak mempunyai cara untuk membandingkannya, dia mungkin disesatkan dan percaya bahwa ini adalah meditasi - tetapi itu bukan. Karena pada saat mekanisme biofeedback berhenti, gelombangnya menghilang, dan keheningan, dan kedamaian, dan ketenangan juga hilang.

Dan engkau bisa terus berlatih dengan instrumen ilmiah itu selama bertahun-tahun; ia tidak akan mengubah karaktermu, ia tidak akan mengubah moralitasmu, ia tidak akan mengubah individualitasmu. Engkau akan tetap sama.

Meditasi mengubah. Ia membawamu ke tingkat kesadaran yang lebih tinggi dan mengubah keseluruhan gaya hidupmu. Ia mengubah reaksimu menjadi tanggapan, sedemikian rupa sehingga itu tidak bisa dipercaya bahwa orang yang tadinya bereaksi dalam situasi yang sama dalam kemarahan, kini bertindak dalam welas asih yang mendalam, dengan cinta - dalam situasi yang sama...

Tetaplah sadar bahwa entah itu mesin biofeedback atau lantunan mantra om, itu bukan masalah; ia hanya menciptakan kedamaian mental, dan kedamaian mental bukanlah meditasi. Meditasi adalah terbang melampaui pikiran. Ia tidak ada hubungannya dengan ketenangan mental.

Osho ~ Beyond Enlightenment, Chpt 29

24/04/2026

TANPA DIRI

Dalam bahasa Pali, diri disebut atta, dan tanpa diri disebut anatta. Buddha adalah orang pertama dalam sejarah yang telah menggunakan anatta: tanpa diri adalah kenyataanmu, engkau tidak mempunyai diri. Engkau hanya seperti bawang: engkau terus mengupasnya, dengan berpikir bahwa di balik lapisan ini, engkau akan menemukan sesuatu. Engkau menemukan lapisan penutup lain untuk dikupas. Engkau terus mengupas, dan akhirnya tidak ada yang tersisa di tanganmu. Ketiadaan itu adalah anatta.

Engkau bukan tubuh, maupun pikiran, maupun hati, bahkan bukan diri. Engkau hanyalah sebuah kesadaran murni, melampaui segala jenis kurungan.

OSHO ~The Buddha: The Emptiness of the Heart, Chpt 4

24/04/2026

OSHO,
MENGAPA AKU TIDAK BISA MENOLERIR ORANG-ORANG YANG BERAGAMA LAIN?

Maria, itu karena pola pengasuhanmu. Engkau telah dibesarkan sebagai seorang fasis, sebagai seorang fanatik. Engkau belum dibesarkan sebagai manusia. Engkau dihipnotis sejak masa kecilmu; engkau hidup dalam sejenis hipnosis, hidupmu bukanlah hidup yang sebenarnya.

Itulah sebabnya engkau tidak bisa menolerir orang yang menganut agama lain, karena jauh di dalam, engkau merasa mereka salah, mereka bodoh, mereka melakukan kejahatan besar. Mereka harus diluruskan dengan benar, mereka harus dibawa ke bawah benderamu, ke dalam kelompokmu - karena hanya agamamulah yang bisa menyelamatkan. Engkau tidak bisa menolerir mereka, karena bagimu mereka terlihat seperti penipu.

Ada banyak hal yang terlibat dalam sikap ini, Maria. Dan ini bukan hanya sikapmu: inilah sikap sebagian besar masyarakat. Adalah baik engkau menyadarinya.

Osho, Be Still and Know

24/04/2026

RASA PENYAKSIAN

Pertanyaan:
Apakah penyaksian selalu membawa sukacita? Saat-saat yang aku sebut penyaksian terkadang terasa jauh - hampir dingin dalam netralitasnya. Di waktu lain ia seperti sayap yang mengembang dan membumbung dalam sukacita di atas laut terbuka.

Jawaban OSHO:
Deva Abhiyana, keadaan penyaksian tidaklah dingin maupun panas. Ia bukan kebahagiaan atau ketidakbahagiaan. Ia bukan gelap maupun terang. Ia bukan hidup maupun mati. Upanishad mengatakan NETI NETI - bukan ini atau itu. Jika engkau merasakan sukacita, engkau telah menjadi teridentifikasi; penyaksian hilang. Jika engkau merasa sedih engkau bukan lagi menjadi penyaksi; engkau telah melupakan penyaksian, engkau telah menjadi terlibat. Engkau diwarnai oleh psikologimu saat itu. Sukacita, kesedihan, semua sifat-sifat ini, adalah bagian dari psikologimu. Dan penyaksian adalah sebuah pelampauan; ia bukan bersifat psikologis. Seluruh seni meditasi terdiri dari penyaksian.

Lalu apa yang dibawanya? Paling banyak kita bisa mengatakan ia membawa kedamaian total; ia hanya membawa keheningan abadi. Engkau tidak bisa mendefinisikannya sebagai sukacita. Saat engkau mendefinisikannya sebagai sukacita, engkau telah jatuh ke dunia dualitas lagi. Maka engkau telah menjadi bagian dari apa yang sedang lewat, engkau telah mulai melekat padanya.

Keadaan penyaksian tetap tidak bisa didefinisikan. Itulah mengapa Buddha tidak pernah menggunakan kata 'kebahagiaan sejati' sama sekali, karena itu bisa memberimu gagasan yang salah - karena dalam pikiranmu kebahagiaan sejati akan berarti kebahagiaan. Begitulah bagaimana engkau akan menerjemahkannya, menafsirkannya. Buddha tidak menggunakan kata 'kebahagiaan sejati', dia tidak menggunakan kata 'Tuhan'. Kata yang dia gunakan adalah 'kehampaan mutlak' - shunyam. Tidak akan ada yang tersisa, hanya keheningan mutlak, kekosongan mutlak - tetapi bukan kekosongan dalam arti kata bahasa Inggris. Shunyam mempunyai konotasi yang sama sekali berbeda; ia telah diterjemahkan dan hanya bisa diterjemahkan sebagai kekosongan. Tetapi kekosongan adalah negatif, kekosongan berarti ada sesuatu yang hilang, kekosongan berarti kesepian. Kekosongan bukanlah sifat kehidupan tetapi sifat kematian.

Shunyam TIDAK negatif; ia bahkan tidak positif; bagaimana ia bisa menjadi negatif? Itu hanya berarti engkau sendirian - bukan kesepian, tetapi sendirian. Engkau tidak kehilangan apa pun. Engkau luas, ada ruang besar di dalam dirimu, tetapi ia tidak kosong dari sesuatu. Sebaliknya, ia adalah kelimpahan total. Ia penuh dengan kekosongan - jika engkau membiarkan aku mengungkapkannya, ia PENUH dengan kekosongan, tetapi orang terpenuhi. Shunyam mekar di dalam dirimu. Ada kedamaian yang besar tetapi bukan sukacita, karena sukacita menjadi positif; tapi bukan kesedihan, karena kesedihan menjadi negatif. Kedamaian tepat di tengah, tidak dingin maupun panas. Ia bukan netralitas; ia bukan ketidakpedulian. Ia bukan keadaan di mana engkau menolak sesuatu, engkau tidak lagi tertarik, tidak. Tidak ada pertanyaan tentang ketidaktertarikan, ketidakpedulian, atau netralitas. Engkau benar-benar ada, benar-benar hadir, sepenuhnya di sana, tetapi seperti cermin, hanya memantulkan apa pun halnya.

Sukacita berlalu dan cermin memantulkannya, tetapi cermin itu sendiri tidak menjadi sukacita; ia tidak pernah menjadi teridentifikasi. Dan kesedihan datang seperti awan, awan gelap, dan berlalu, dan cermin memantulkannya. Cermin tidak mempunyai prasangka terhadapnya. Cermin itu tidak lebih menyukai kegembiraan dan tidak menolak kesedihan. Cermin itu tidak menyukai, tidak membenci; ia hanya mencerminkan apa pun halnya. Ia netral, jika tidak ia tidak akan mencerminkan; ia tidak menolak sesuatunya. Ia bukan tidak peduli, karena ketidakpedulian sekali lagi berarti engkau sudah berprasangka; engkau mempunyai kesimpulan tertentu. Ia bukan tidak tertarik dan engkau tidak bisa mengatakan ia tertarik juga. Itu adalah pelampauan.

Abhiyana, jangan menjadi teridentifikasi dengan sukacita yang datang - amatilah. Tetaplah menjadi pengamat di bukit, sebuah cermin. Pantulkanlah tetapi jangan melekat padanya. Seekor burung yang terbang…dan danau memantulkannya. Orang-orang Zen mengatakan inilah keadaan kebuddhaan. Burung itu tidak berpikiran untuk dipantulkan di danau dan danau tidak berpikiran untuk memantulkan burung, tetapi burung terbang... dan danau memantulkannya. Engkau mengerti intinya: burung tidak berpikiran untuk dipantulkan dan danau tidak berpikiran untuk memantulkan burung, tetapi burung itu dipantulkan. Kebetulan danau itu ada di sana, dan burung itu sedang terbang… pantulannya pasti akan terjadi - itu wajar! Burung itu telah pergi; danau tidak kehilangan burung, tidak mendambakannya, tidak merindukannya, tidak berharap ia akan datang lagi. Ia tidak pergi ke masa lalu, ke dalam ingatan, atau ke proyeksi masa depan. Burung itu telah terbang; ia tidak pernah memikirkan danau itu lagi, ia tidak pernah ingin untuk berada di sana lagi. Suatu hari ia mungkin ada di sana lagi, dan sekali lagi ia akan dipantulkan, tetapi tidak ada hubungan yang tercipta. Kejadiannya ada di sana tetapi tidak ada hubungan di sana. Inilah yang aku sebut berhubungan, bukan hubungan. Ini adalah fenomena cair. Inilah penyaksian.

OSHO ~ Be Still and Know, Chpt 2

24/04/2026

Bagi yang bisa berbahasa Inggris dan mau mendengar ceramah Osho, bisa di website ini:

👉 https://osho-app.netlify.app/

Catatan dari pembuatnya:
Ini adalah aplikasi web sederhana yang menyatukan semua ceramah Osho di satu tempat. Cukup buka dan dengarkan. Tanpa akun, tanpa biaya, tanpa gangguan.

Address

Jakarta

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Inspirasi Master Rajneesh posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share