Inspirasi Master Rajneesh

Inspirasi Master Rajneesh Kami menerjemahkan ucapan Master Osho ke dalam bahasa Indonesia, semoga bisa menginspirasi pembaca.

Jangan terlalu khawatir tentang mengapa orang-orang lain buruk. Sebaliknya, khawatirlah tentang dirimu sendiri, bagaiman...
20/02/2026

Jangan terlalu khawatir tentang mengapa orang-orang lain buruk. Sebaliknya, khawatirlah tentang dirimu sendiri, bagaimana engkau sedang menjalani hidup. Biarkanlah dunia seperti apa adanya. Ia sudah ada di sana sebelum engkau lahir, ia akan berada di sana setelah engkau pergi. Yang lebih penting adalah untuk mengurus kehidupanmu sendiri.

OSHO

20/02/2026

KELAHIRAN KEMBALI

Biasanya ketika seseorang meninggal, hanya tubuh fisiknya yang mati, dia dan pikirannya tidak mati bersama tubuh. Biasanya pikiran orang yang sedang sekarat pergi bersamanya, dan untuk sesaat setelah kematian dia menyimpan semua ingatannya tentang kehidupan sebelumnya. Hal ini seperti apa yang terjadi dengan mimpi-mimpi kita. Setelah engkau bangun dari tidur, engkau mengingat mimpimu sebentar. Perlahan-lahan ingatan akan mimpi mulai memudar dan pada siang hari ia menghilang sepenuhnya. Dan pada malam hari engkau tidak bisa mengatakan bahkan sepatah kata pun tentang mimpi itu.

Meskipun engkau bermimpi dalam tidurmu, dalam keadaan tidak sadarmu, namun di saat bangun tidur engkau bisa dengan jelas mengingat beberapa bagian dari mimpimu, terutama bagian terakhir dari mimpi terakhirmu. Hal itu terjadi karena pada bagian akhir dari tidurmu, engkau mulai terbangun dan engkau hanya setengah tertidur. Engkau bisa mengingat mimpi sepenuhnya atau sebagian yang mengunjungimu dalam kondisi setengah tidur dan setengah terbangun. Tetapi bahkan ingatan ini tidak bertahan lama; seiring waktu berlalu ia menghilang. Dengan cara yang sama jiwa seseorang tanpa tubuh mengingat kehidupan sebelumnya, teman-teman dan kerabatnya untuk sementara waktu setelah kematiannya. Dan ingatan ini agak menyakitkan, karena dia tidak bisa lagi berhubungan dengan mereka.

Karena alasan inilah kita melakukan beberapa hal segera setelah seseorang yang dekat dengan kita menemui ajalnya, sehingga dia terbebaskan dari ingatan akan hubungan dan keterikatan masa lalunya. Sekarang tidak baik untuk membawa ingatan-ingatan itu, karena mereka sangat menyakitkan. Orang Hindu mengkremasi jasad kerabat mereka segera setelah kematian; mereka berusaha untuk tidak menunda jika itu bisa dihindari. Dan ini penting. Kremasi menghancurkan semua identitas dan keterikatan orang mati dengan tubuh mereka, karena mereka mengingat masa lalu hanya melalui penghubung dari tubuh mereka yang mati. Jasad itu berfungsi sebagai jembatan antara jiwa yang dibebaskan dan kehidupan masa lalunya. Jadi kremasi adalah demi kepentingan jiwa-jiwa yang telah pergi.

Ketika seseorang meninggal tiba-tiba atau dalam suatu kecelakaan, dia tidak tahu dia sudah mati. Untuk sesaat dia merasa terkejut dan bingung saat melihat bahwa dia terpisah dari tubuhnya, mungkin, ada sesuatu yang salah di suatu tempat. Itu terjadi karena di dalam tubuh tidak ada yang benar-benar mati kecuali bahwa jiwa meninggalkan tubuh. Tidak sedikit, tetapi sebagian besar jiwa merasa sangat bingung segera setelah kematian mereka. Tidak ada seorang pun yang bisa tahu mengapa anggota keluarganya menangis dan meratap, mengapa ada begitu banyak kesedihan di sekitarnya, karena dia merasa sehidup seperti sebelumnya, kecuali bahwa tubuhnya agak terpisah darinya. Tubuh inilah yang memberinya rasa berkelanjutan, karena tubuh adalah penghubung dari semua hubungannya dengan masa lalu. Hanya orang-orang meditatif, mereka yang telah mengalami meditasi yang dalam dapat lolos dari keterkejutan dan kebingungan, karena mereka tahu bahwa mereka terpisah dari tubuh mereka.

Segera setelah kremasi atau penguburan mayat, secara berangsur-angsur jiwa terbebas dari ingatan dan hubungan masa lalunya. Hal ini seperti kita yang secara bertahap melupakan mimpi-mimpi kita. Berdasarkan perhitungan waktu yang diperlukan oleh berbagai jenis jiwa, kita mempunyai ritual kematian yang berbeda untuk orang mati. Beberapa orang, terutama anak-anak hanya membutuhkan tiga hari untuk melupakan hubungan mereka sebelumnya. Sebagian besar lainnya membutuhkan waktu tiga belas hari; jadi beberapa komunitas di Timur mempunyai ritual kematian selama tiga belas hari. Ada beberapa jiwa - jiwa dengan ingatan yang sangat kuat - yang membutuhkan waktu satu tahun untuk tujuan ini. Karena mereka, beberapa ritual kematian kita tersebar selama setahun penuh. Tiga hingga tiga belas hari adalah aturan umum, dan sangat sedikit jiwa yang bertahan hidup tanpa tubuh selama setahun penuh; kebanyakan dari mereka terlahir kembali dengan tubuh baru dalam waktu singkat.

Seseorang yang mati dengan kesadaran, yang tetap sadar dan terjaga sepenuhnya pada saat kematiannya, tidak benar-benar mati; dia tahu dia tanpa kematian. Dia tidak sekarat, dia meninggalkan tubuh lamanya seperti kita membuang pakaian lama kita. Dan seseorang yang mencapai kondisi kesadaran mendalam seperti itu jarang terjadi; dia terbebas dari semua keterikatan dan ingatan psikologis. Dia tidak mempunyai teman atau musuh; dia bebas dari semua kemelekatan dan keinginan. Dia adalah kelas tersendiri; saat mati dengan kesadaran dia akan dilahirkan dengan kesadaran, tidak terbebani oleh masa lalunya.

Sama seperti seseorang mengingat masa lalunya untuk sementara waktu setelah kematian, demikian p**a dia mengingat setelah kelahiran barunya. Seorang anak yang baru lahir membawa kenangan kehidupan sebelumnya sebagai roh bersamanya untuk waktu yang singkat. Tetapi perlahan-lahan ingatan ini memudar dan pada saat dia belajar berbicara ingatan itu benar-benar hilang. Jarang sekali seorang anak mengingat kehidupan masa lalunya bahkan setelah dia pandai berbicara dan mampu berkomunikasi dengan orang lain. Dia disebut keanehan alam. Dia pastilah orang yang mempunyai ingatan yang langka di masa lalunya.

OSHO ~ Krishna, The Man and his Philosophy, Chpt 15

20/02/2026

Apa yang sedang aku lakukan di sini sangatlah sederhana, sangat biasa, tidak ada yang spiritual di dalamnya, tidak ada yang sakral. Aku tidak sedang berusaha membuatmu menjadi orang suci, aku hanya sedang berusaha membuatmu menjadi orang-orang biasa yang waras, yang cerdas, yang bisa menjalani hidup mereka dengan gembira, dengan menari, dengan merayakan.

Dan hanya itu yang sedang kita lakukan di sini. Menikmati kesempatan untuk menjadi lebih sadar akan siapakah diri kita, sehingga kita bisa membuat pilihan terbaik bagaimana kita menjalani hidup kita. Kehidupan yang dijalani di dunia nyata, di pasar.

OSHO ~ Zen: The Special Transmission, Chpt 1

20/02/2026

TIDAK ADA SEORANG PUN YANG BERBICARA TENTANG KEMATIAN

Salah satu hiburanku di masa kecil, aku mengikuti setiap prosesi kremasi.

Orang tuaku terus-menerus khawatir: "Engkau tidak kenal orang yang telah meninggal, tidak memiliki hubungan, tidak ada persahabatan dengan dia. Mengapa engkau harus repot-repot dan membuang waktumu?" - Karena kremasi orang India menghabiskan tiga, empat, atau lima jam.

Pertama, keluar dari kota, prosesi berjalan, mengambil mayat, dan kemudian membakarnya di atas tumpukan kayu pemakaman .... Dan engkau tahu orang India, mereka tidak bisa mengerjakan apa pun secara efisien: kayu pembakaran jenazah tidak akan terbakar; itu hanya akan hidup setengah hati dan mayatnya tidak akan terbakar.

Dan semua orang berusaha melakukan segala sesuatu karena mereka ingin pergi dari sana secepat mungkin. Tetapi orang-orang mati juga licik. Mereka akan berusaha sebisa mungkin untuk menahanmu tetap di sana selama mungkin.

Aku berkata kepada orang tuaku, "Ini bukan pertanyaan apakah aku berhubungan dengan seseorang. Aku pasti terhubung dengan kematian, itu tidak bisa engkau sangkal. Tidak peduli siapa pun yang meninggal- itu adalah simbol untukku. Suatu hari aku akan mati. Aku harus tahu bagaimana orang berperilaku terhadap orang mati, bagaimana orang mati berperilaku terhadap orang yang hidup? Jika tidak, bagaimana aku akan belajar?"

Mereka berkata, "Engkau menggunakan alasan yang aneh."

"Tapi," kataku, "Engkau harus meyakinkan aku, bahwa kematian tidak berhubungan denganku, bahwa aku tidak akan mati Jika engkau bisa meyakinkanku tentang hal itu, aku akan berhenti pergi. Jika tidak, biarkanlah aku melihatnya." Mereka tidak bisa mengatakan kepadaku bahwa aku tidak akan mati, jadi aku berkata, "Maka diamlah saja. Aku tidak menyuruhmu untuk pergi ke sana. Dan aku menikmati segala sesuatu yang terjadi di sana."

Hal pertama yang aku amati adalah bahwa tidak ada pembicaraan tentang kematian, bahkan di sana. Api pembakaran membakar ayah seseorang, saudara seseorang, paman seseorang, teman seseorang, musuh seseorang: ia berhubungan dengan banyak orang dengan berbagai cara. Dia sudah mati-dan mereka semua terlibat dalam hal-hal sepele.

Mereka akan berbicara tentang film, mereka akan berbicara tentang politik, mereka akan berbicara tentang pasar; mereka akan berbicara tentang segala macam hal, kecuali kematian. Mereka akan membuat kelompok kecil dan duduk di sekitar kayu pembakaran jenazah.

Aku akan pergi dari satu kelompok ke kelompok yang lain: tidak ada yang berbicara tentang kematian. Dan aku tahu pasti, bahwa mereka berbicara tentang hal-hal lain untuk membuat mereka sibuk, sehingga mereka tidak melihat tubuh yang terbakar -karena itu tubuh mereka juga.

Mereka bisa melihat, jika mereka memiliki sedikit pengertian yang dalam tentang segala hal, bahwa merekalah yang sedang terbakar di dalam api pembakaran- bukan orang lain. Ini hanya soal waktu. Besok seorang lain dari orang-orang ini akan berada di sana, di atas tumpukan kayu pembakaran jenazah; lusa orang lain lagi - setiap hari orang dibawa ke tumpukan kayu pembakaran. Suatu hari aku akan dibawa ke tumpukan kayu pembakaran, dan ini adalah perlakuan yang orang-orang ini akan berikan kepadaku.

Ini adalah perpisahan terakhir mereka: mereka berbicara tentang harga naik, rupee sedang devaluasi - di depan kematian. Dan mereka semua duduk memunggungi api pembakaran.

Mereka harus datang, sehingga mereka datang, tetapi mereka tidak pernah ingin datang. Jadi mereka berada di sana hampir tanpa sadar, hanya untuk memenuhi kepatuhan sosial, hanya untuk menunjukkan bahwa mereka hadir. Dan itu juga untuk memastikan bahwa ketika mereka mati, mereka tidak akan diambil oleh truk perusahaan kota. Karena mereka telah berpartisipasi dalam kematian begitu banyak orang, tentu saja menjadi kewajiban bagi orang lain untuk memberi mereka suatu perpisahan.

Mereka tahu mengapa mereka ada di sana - mereka berada di sana karena mereka ingin orang-orang hadir di sana ketika mereka sendiri berada di atas tumpukan kayu pemakaman.

Tapi apa yang orang-orang ini lakukan? Aku bertanya kepada orang-orang yang aku kenal. Terkadang salah satu guruku ada di sana, berbicara tentang hal-hal-yang bodoh –bahwa seseorang menggoda istri seseorang .... Aku berkata, "Apakah ini waktu untuk berbicara tentang istri seseorang dan apa yang dia lakukan? Pikirkanlah tentang istri pria yang telah meninggal. Tidak ada seorang pun yang khawatir tentang hal itu, tidak ada seorang pun yang berbicara tentang hal itu."

"Pikirkanlah tentang istrimu ketika engkau mati. Siapa yang akan dirayunya? Apa yang akan dia lakukan? Apakah engkau telah membuat pengaturan untuknya? Dan tidak bisakah engkau melihat kebodohannya? Kematian hadir dan engkau berusaha untuk menghindarinya dengan setiap cara yang mungkin."

Tapi semua agama telah melakukan itu. Dan orang-orang ini hanya mewakili tradisi tertentu dari agama tertentu.

OSHO ~ From Personality To Individuality, Chpt 12

MENJADI PRIMITIFAlam bawah sadar itu sangat primitif, ia sama seperti anak kecil. Dalam hal ini: televisi telah membawa ...
19/02/2026

MENJADI PRIMITIF

Alam bawah sadar itu sangat primitif, ia sama seperti anak kecil. Dalam hal ini: televisi telah membawa manusia kembali ke keadaan primitif, karena orang-orang sekali lagi melihat pada gambar-gambar. Ini adalah fenomena yang berbahaya, karena ada hal-hal yang tidak bisa dimasukkan ke dalam gambar.

Orang yang menonton televisi selama tujuh setengah jam per hari... engkau tidak bisa mengharapkannya untuk membaca Shakespeare, Kalidas, Rabindranath Tagore, Herman Hesse atau Martin Buber atau Jean Paul Sartre. Semakin besar sastranya, semakin kecil kemungkinan untuk memasukkannya ke dalam gambar.

Gambar itu berwarna-warni, menarik, mudah, tetapi mereka tidak ada bandingannya dengan bahasa. Masa depan harus dilindungi dari banyak hal. Komputer bisa menghancurkan sistem ingatan manusia, karena tidak akan ada kebutuhan untuknya - engkau bisa menyimpan komputer kecil sebesar bungkus rokok di sakumu. Ia memuat semua yang akan pernah engkau perlu ketahui. Sekarang tidak perlu lagi memiliki ingatan sendiri; cukup tekan sebuah tombol dan komputer siap memberimu informasi apa pun yang engkau butuhkan.

Komputer bisa menghancurkan seluruh sistem ingatan manusia yang telah dikembangkan selama berabad-abad dengan susah payah. Televisi bisa menghilangkan semua sastra besar, dan kemungkinan dari orang-orang seperti Shelley atau Byron untuk terlahir kembali di dunia. Ini semua adalah penemuan-penemuan hebat, tetapi tidak ada seorang pun yang telah melihat pada akibatnya. Mereka akan mengerdilkan seluruh manusia menjadi terbelakang.

Osho ~ Satyam, Shivam, Sundaram Chpt 7

19/02/2026

MENYIKAPI DUKA

Jika seseorang telah meninggal dan engkau dalam penderitaan, apa yang aku katakan kepadamu? Aku katakan: jangan meminta penjelasan. Lihatlah penderitaan ini. Kematian telah terjadi; amatilah. Ia telah sangat menyakitimu; amatilah. Sadarilah, jadilah sadar, jadilah penuh perhatian tentang betapa rapuhnya hidup ini, bagaimana segalanya berakhir.

Lihatlah saja fenomena kehidupan yang seperti aliran, kehidupan yang seperti mimpi sesaat. Lihatlah saja, dan jangan berusaha menjelaskan, dan jangan berusaha untuk melarikan diri, dan jangan berusaha untuk menghindar - dan jangan berusaha menyibukkan diri di tempat lain.

Lihatlah saja: kematian telah terjadi, engkau sedih, kesedihan besar telah terjadi padamu. Lihatlah ke dalamnya, dan dengan mengamati dan menyadarinya, banyak hal yang akan terungkap padamu. Duka, kesedihan akan menghilang - dan bersamanya semua kemelekatan akan hilang, karena engkau akan mampu melihat bahwa semua kemelekatan membawa duka.

Bukan kematian istrimu yang engkau sesali. Itu bukan karena kematian. Jika dia menjadi istri orang lain, tidak akan ada masalah. Dia adalah istrimu - bukan masalah kematian yang menyusahkanmu. Beberapa bagian dari keberadaanmu direnggut: engkau telah menjadi terlalu melekat, engkau merasa tercerabut. Engkau akan merasakan sebuah celah dalam hatimu, ruang yang kosong.

Saat melihat duka yang dibawa oleh kematian, engkau akan menjadi sadar bahwa di balik duka bukan kematian yang ada melainkan kemelekatan. Dan saat melihat kenyataan dari kemelekatan, engkau akan rileks, engkau akan menjadi sedikit longgar dalam kemelekatanmu.

Lain kali kematian terjadi, tidak akan ada begitu banyak duka. Satu hari datang ketika kematian terjadi dan di sana tidak ada duka. Engkau tahu beginilah keadaannya, engkau telah menerimanya. Engkau telah mengetahui kenyataan hidup, bahwa ia berakhir dengan kematian. Dan tidak ada lagi yang bisa dilakukan. Engkau telah menjadi sadar.

OSHO ~ The Discipline of Transcendence, Vol 4, Chpt 10
pic: lightfieldstudios.net

19/02/2026

STRES

Seorang psikoanalis Kanada, Dokter Hans Selye, telah bekerja sepanjang hidupnya hanya pada satu masalah - yaitu stres. Dia telah sampai pada kesimp**an tertentu yang sangat dalam. Pertama adalah stres tidak selalu salah; ia bisa digunakan dengan cara yang indah. Ia belum tentu negatif - dan jika kita berpikir bahwa ia negatif, bahwa ia tidak baik, maka kita menciptakan masalah. Stres itu sendiri bisa digunakan sebagai batu loncatan. Ia bisa menjadi kekuatan kreatif. Tetapi biasanya kita telah diajarkan sepanjang zaman bahwa stres itu buruk, sehingga ketika engkau berada dalam stres jenis apa pun, engkau menjadi takut. Dan ketakutanmu membuatnya bahkan semakin stres; situasinya tidak ditolong olehnya.

Misalnya, ada beberapa situasi ekonomi dan itu menciptakan stres. Pada saat engkau merasa di sana ada ketegangan, stres, engkau menjadi takut bahwa ini tidak seharusnya tidak demikian: 'Aku harus rileks.' Sekarang, berusaha untuk rileks tidak akan membantu, karena engkau tidak bisa rileks. Sesungguhnya, berusaha untuk rileks akan menciptakan jenis stres baru. Stres ada di sana, dan engkau berusaha rileks, dan engkau tidak bisa, jadi engkau membuat masalahnya semakin rumit.

Ketika stres ada di sana, gunakanlah ia sebagai energi kreatif. Pertama-tama, terimalah ia, tidak perlu melawannya. Terimalah ia, ia baik-baik saja. Ia hanya berkata, "Ekonomi tidak berjalan baik, ada sesuatu yang salah. Engkau mungkin menjadi pecundang"... atau yang lain. Stres hanyalah sebuah petunjuk bahwa tubuh sedang bersiap-siap untuk melawannya. Sekarang engkau berusaha rileks atau engkau minum obat penenang, engkau akan melawan tubuh. Tubuh sedang bersiap-siap untuk melawan situasi tertentu, tantangan tertentu yang ada di sana. Nikmatilah tantangannya!

Bahkan, jika terkadang engkau tidak bisa tidur di malam hari, tidak perlu khawatir. Selesaikanlah itu, gunakanlah energi yang keluar: berjalanlah mondar mandir, pergilah berlari, pergilah berjalan jauh, rencanakanlah apa yang engkau ingin lakukan, apa yang pikiran ingin lakukan. Alih-alih berusaha untuk tidur, yang tidak mungkin, gunakanlah situasinya dengan cara kreatif. Ia hanya mengatakan bahwa tubuh siap melawan sebuah masalah, tidak ada waktu untuk rileks. Relaksasi bisa dilakukan belakangan.

Sesungguhnya jika engkau telah menjalani stresmu sepenuhnya, engkau akan sampai pada relaksasi secara otomatis. Engkau hanya bisa pergi sejauh itu, maka tubuh rileks secara otomatis. Jika engkau ingin rileks di tengah-tengahnya, engkau menciptakan masalah. Tubuh tidak bisa rileks di tengah-tengahnya. Ini hampir seperti seorang pelari Olimpiade yang sedang bersiap-siap, hanya menunggu peluitnya, sinyalnya, dan dia akan berlari, dia akan berlari seperti angin. Dia penuh dengan stres; sekarang itu bukan waktunya untuk rileks. Jika dia meminum obat penenang, dia tidak akan pernah berguna dalam pertandingan. Atau jika dia rileks di sana dan berusaha melakukan meditasi transenden (membaca mantra 15 menit), dia akan kehilangan segalanya. Dia harus menggunakan stresnya: stresnya sedang mendidih, ia sedang mengumpulkan energi. Dia menjadi semakin hidup dan potensial. Sekarang dia harus duduk di atas stres ini dan menggunakannya sebagai energi, sebagai bahan bakar.

Selye telah memberikan nama baru untuk jenis stres ini; dia menyebutnya 'eustress', seperti euforia (sukacita). Ini adalah stres positif. Ketika pelari telah berlari, dia akan tertidur lelap, masalahnya terpecahkan. Sekarang tidak ada masalah, stres menghilang dengan sendirinya.

Jadi cobalah ini juga: ketika ada situasi stres, jangan panik, jangan takut. Pergilah ke dalamnya, gunakanlah ia untuk bertarung. Manusia memiliki energi yang luar biasa, dan semakin engkau menggunakannya, semakin engkau memilikinya.

OSHO ~ Don't Bite My Finger, Look Where I'm Poiting, Chpt 9

19/02/2026

Yang terkasih,
jatuhkanlah rasa takut,
karena pada saat engkau berpegang padanya, ia berlipat ganda.
Berpegang padanya berarti memeliharanya.
Tetapi menjatuhkan rasa takut bukan berarti bergumul melawannya.
Bergumul juga adalah berpegang padanya.
Ketahuilah saja bahwa rasa takut ada.
Jangan lari darinya,
jangan melarikan diri.
Dalam hidup ada rasa takut,
ada rasa tidak aman,
ada kematian –
ketahuilah saja ini.

Semua ini adalah fakta-fakta kehidupan.
Ke mana engkau akan lari dari mereka?
Bagaimana engkau akan menghindarinya?
Hidup itu sendiri memang seperti itu.
Dan penerimaannya, penerimaan alaminya,
adalah kebebasan dari rasa takut.

Begitu rasa takut diterima, di manakah ia berada?
Begitu kematian diterima, di manakah ia berada?
Begitu rasa tidak aman diterima, di manakah ia berada?
Penerimaan atas keseluruhan hidup itulah yang aku sebut sannyas,
permulaan dari jalannya

Osho ~ A Cup of Tea, Letter 153

18/02/2026

PENJELASAN OSHO TENTANG KARMA

Engkau berbisnis, engkau bangkrut; sekarang engkau bertanya 'mengapa': "Mengapa orang lain berhasil dan aku bangkrut? Mengapa?" Sekarang ada pertanyaan terus-menerus di dalam dirimu - "Mengapa?" Kemudian engkau mendatangi seorang religius, mendatangi seorang imam, mendatangi seorang peramal. Dia melihat tanganmu dan dia berkata, "Dalam kehidupan masa lalumu, engkau telah melakukan sesuatu, itulah mengapa engkau gagal." Sekarang engkau merasa sangat lega. Engkau tetap bangkrut, itu tidak mengubah apa pun.

Kebangkrutanmu akan tetap ada, tetapi engkau merasa puas hanya dengan penjelasan bahwa dalam kehidupan masa lalumu, engkau telah melakukan sesuatu yang salah, dan itulah mengapa engkau sekarang menderita. Sekarang jawabannya ada di sana, jawabannya memuaskan pertanyaanmu, tetapi masalahnya tetap tidak tersentuh. Masalahnya adalah engkau bangkrut. Tidak ada bedanya penjelasan apa yang engkau dapatkan.

Seseorang miskin dan dia selalu merasa, "Aku baik, jujur, tulus, dan aku miskin." Kemudian seseorang menjelaskan, "Dalam kehidupan ini engkau baik, jujur, tentu saja di kehidupan berikutnya engkau akan dibayar cukup untuk itu. Tidak ada ketidakadilan. Mungkin ada sedikit penundaan," kata mereka di India, "tetapi tidak pernah ada ketidakadilan apa pun. Tuhan akan membayarmu - tunggulah, percayalah." Tetapi orang itu berkata, "Tetapi aku miskin, dan aku lapar." Dan kemudian mereka akan mengatakan bahwa di kehidupan lampau engkau telah melakukan sesuatu yang salah, KARMA buruk, jadi engkau sekarang menderita. Itu membuat semuanya menjadi jelas.

Itulah mengapa di India tidak ada satu revolusi pun dalam sejarah lima ribu tahun - revolusi telah dibunuh oleh penjelasan dari KARMA. Tidak mungkin bisa ada revolusi di sini. Tidak perlu revolusi: penjelasan sudah cukup. Orang miskin itu miskin, orang kaya itu kaya; yang kaya menjadi kaya karena dia telah melakukan KARMA baik, dan yang miskin menjadi miskin karena dia telah melakukan KARMA buruk.

Sekarang jika orang miskin berusaha memulai sebuah revolusi, dia akan menderita bahkan di masa depan - sekali lagi KARMA buruk, kekerasan, ini dan itu. "Jadi, setidaknya sekarang, jangan melakukan apa pun yang buruk. Menderitalah, dan di kehidupan selanjutnya…" Dan tidak ada seorang pun yang tahu apa yang terjadi di kehidupan selanjutnya, jadi itu adalah penjelasan yang sangat indah.

Ya, Marx tidak salah ketika mengatakan bahwa agama adalah candu dari masyarakat; agama telah digunakan seperti itu. Bukan berarti agama seperti adanya benar-benar demikian, tetapi agama telah terus digunakan sebagai candu. Kemudian orang-orang bisa dibius.

Aku ingin mengatakan hal ini kepadamu: jangan pernah peduli dengan penjelasan. Lihatlah faktanya, dan jadilah sadar akan faktanya, dan jangan terlalu peduli dengan penjelasannya.

OSHO ~ The Discipline of Transcendence, Vol 4, Chpt 10

18/02/2026

INGIN KURUS

Pertanyaan:
Master terkasih, aku terobsesi dengan makanan. Aku makan terlalu banyak dan telah menambah berat badan yang luar biasa. Bisakah engkau membantuku untuk mengurangi berat badanku?

Jawaban Osho:
Sangito, ini aneh, mendatangiku dari California hanya untuk mengurangi berat badanmu. Di California ada jauh lebih banyak fasilitas yang tersedia untuk mengurangi berat badan. Aku tahu itu karena aku harus mengirim Mulla Nasruddin ke California. Masalahnya sama.

Ketika Mulla Nasruddin tiba di California, dia diarahkan oleh para sannyasin kami di sana untuk program penurunan berat badan yang tercanggih ini. Perlu empat hari dan dijamin akan mengurangi 22 kg atau uangmu akan dikembalikan.

Dia memasuki gedung dan disuruh memasuki pintu pertama di sebelah kirinya dan melepaskan bajunya di sana. Dia melakukannya dan kemudian dari pintu kedua di ruangan itu masuklah seorang wanita cantik berambut pirang, telanjang tetapi dengan papan di lehernya. Bunyinya, "Jika engkau menangkapku, engkau bisa bercinta denganku!"

Nasruddin merasakan gairah muncul dalam dirinya. Ruangan itu cukup kecil, tetapi wanita itu gesit, dan dia membutuhkan dua puluh menit untuk menangkapnya. Setelah bercinta, Nasruddin mandi dan pergi, menunggu hari berikutnya dengan penuh semangat.

Pada hari kedua, dia diarahkan ke ruangan lain, sedikit lebih besar dari yang pertama. Di sana seorang wanita berambut merah yang cantik, telanjang kecuali papan itu, menyambutnya. Pengejaran berlangsung selama hampir empat puluh menit. Pada hari ketiga, itu adalah ruangan lain yang lebih besar, dan wanita berambut coklat yang cantik! Setelah hampir satu jam, dia menangkapnya juga.

Selama tiga hari, Nasruddin telah mencatat penurunan berat badannya - dua belas kilo sampai saat itu. Pada hari keempat, dia membayangkan mungkin sekump**an wanita cantik. Dia diarahkan ke lantai atas. Dia menaiki tangga, melepaskan bajunya dan menunggu. Terdengar bunyi klik di belakangnya saat pintu dikunci, dan dari mata kirinya dia mulai melihat seekor gorila besar datang ke arahnya dengan papan di lehernya yang berbunyi, “Jika aku menangkapmu, aku akan bercinta denganmu!"

Sangito, engkau tidak perlu datang dari California ke Puna! Tapi satu hal yang pasti: orang-orang menjadi terobsesi dengan makanan hanya ketika mereka kehilangan kemampuan untuk mencintai. Ini adalah petunjuk bahwa engkau telah melupakan bahasa cinta. Jika engkau sedang jatuh cinta, engkau tidak pernah terobsesi dengan makanan. Obsesi dengan makanan adalah gejala bahwa engkau tidak tahu bagaimana cara mencintai. Bagaimana itu terjadi harus dipahami.

Perkenalan pertama seorang anak dengan dunia adalah payudara ibu. Itu adalah perkenalan pertamanya dengan dunia, masuknya dia ke dunia - hubungan pertamanya adalah dengan payudara ibu. Dan payudara menjadi lambang baginya untuk dua hal: makanan dan cinta.

Kapan pun ibu penuh kasih sayang, payudara tersedia; dan setiap kali ibu tidak sayang, payudara tidak tersedia. Makanan dan cinta menjadi terkait; refleks terkondisi yang dalam terjadi. Itu menjadi mengakar dengan begitu tidak sadarnya, sehingga engkau mengulanginya sepanjang hidupmu. Jika anak tahu bahwa ibunya mencintainya, dia tidak akan minum terlalu banyak, karena dia TAHU, dia aman; kapan pun dia membutuhkan ibu, payudaranya akan tersedia.

Jika anak merasa tidak aman dan merasa bahwa lain kali ibunya mungkin tidak ada, dia akan mulai minum terlalu banyak, makan terlalu banyak. Sekarang, engkau bisa melihat intinya: kapan pun cinta ada di sana, ada keamanan dan semacam pemenuhan, dan anak tidak pernah terobsesi dengan makanan. Jika cinta tidak ada di sana, ada rasa tidak aman, ketakutan, dan semacam kekosongan, dan anak mengisi kekosongan itu dengan makanan...

Sangito, engkau akan harus belajar cinta. Tidak ada cara lain untuk menurunkan berat badanmu. Semua program lain bisa membantumu sedikit, tetapi cepat atau lambat engkau akan menambah berat badan lagi karena akar masalahnya tetap sama. Engkau bisa diet, engkau bisa lari, berenang, olahraga, tetapi berapa lama engkau bisa diet? Cepat atau lambat engkau akan muak dengan diet dan pikiranmu akan semakin terobsesi dengan makan. Sekarang engkau akan makan dalam khayalanmu, dalam mimpimu, dan pikiranmu akan meyakinkanmu bahwa ini bukan cara hidup yang benar. Engkau tidak bisa makan ini, engkau tidak bisa makan itu, dan entah bagaimana jika engkau bertanya kepada dokter, semua hal yang baik harus dihindari....

Sangito, pahami saja akar masalahnya: cinta hilang di suatu tempat dalam hidupmu. Aku tidak akan menganggap obsesimu dengan makanan sebagai masalah nyata, itu adalah gejala. Cinta adalah masalah sebenarnya - lebih banyaklah mencintai. Dan jika engkau lebih mencintai, engkau akan lebih dicintai. Dan itu belum terlambat; engkau bisa menemukan seorang wanita. Dan semua wanita adalah ibu, dan semua pria selalu seperti anak-anak.

Jadi wanita mana pun bisa, karena dia akan berfungsi seperti seorang ibu. Dan setiap pria membutuhkan seorang ibu sepanjang hidupnya, dia membutuhkan asuhan ibu, dan setiap wanita membutuhkan anak. Bahkan sang suami hanyalah anak tertua, itu saja. Dan jika engkau tidak bisa menemukannya, engkau bisa mendatangiku - aku selalu mempunyai banyak iklan jodoh; wanita mencari pria, pria mencari wanita. Dan aku menjodohkan siapa pun dengan siapa pun! Aku tidak percaya pada astrologi, aku hanya percaya pada kebetulan.

OSHO ~ Dhammapada: The Way of the Buddha, Vol. 5, Chpt 4

18/02/2026

Berdoalah seperti seorang pencinta, bukan seperti seorang pengemis.

Osho

16/02/2026

HIDUP YANG BEGITU KECIL...

Berikanlah kehidupan pada hal-hal yang indah. Jangan memberi kehidupan pada hal-hal yang buruk. Engkau tidak punya banyak waktu, banyak energi untuk disia-siakan. Dengan hidup yang begitu kecil, dengan sumber energi yang begitu kecil, hanyalah bodoh untuk menyia-nyiakannya dalam kesedihan, dalam kemarahan, dalam kebencian, dalam kecemburuan.

Gunakanlah itu dalam cinta, gunakanlah itu dalam suatu perbuatan kreatif, gunakanlah itu dalam persahabatan, gunakanlah itu dalam meditasi; lakukanlah sesuatu dengannya yang akan membawamu lebih tinggi. Dan semakin tinggi engkau pergi, semakin banyak sumber energi yang menjadi tersedia untukmu.

Pada titik tertinggi kesadaran, engkau hampir menjadi Tuhan. Tapi saat itu tidak kita biarkan untuk terjadi pada kita. Kita terus jatuh ke bawah, ke tempat yang lebih gelap dan semakin gelap dan jauh lebih gelap di mana kita sendiri menjadi hampir seperti mayat hidup.

Itu ada di tanganmu.

OSHO ~ The Transmission of the Lamp Talks in Uruguay, Chpt 23

Address

Jakarta

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Inspirasi Master Rajneesh posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Share on Facebook Share on Twitter Share on LinkedIn
Share on Pinterest Share on Reddit Share via Email
Share on WhatsApp Share on Instagram Share on Telegram