Inspirasi Master Rajneesh

Inspirasi Master Rajneesh Kami menerjemahkan ucapan Master Osho ke dalam bahasa Indonesia, semoga bisa menginspirasi pembaca.

20/12/2025

SURGA, NERAKA DAN MOKSHA

Pertanyaan:

Osho, apakah neraka itu? Apakah benar-benar ada tempat seperti itu?

Jawaban Osho:

Agama telah bertahan hidup sampai sekarang karena ketakutan dan keserakahanmu - agama semu yang aku maksud, tentu saja. Agama yang sejati tidak ada hubungannya dengan ketakutan dan keserakahan. Sesungguhnya, agama yang sejati berarti melampaui ketakutan dan keserakahan. Ketakutan dan keserakahan bukanlah dua hal, mereka adalah satu. Ketakutan, pada saat berdiri di atas kepalanya menjadi keserakahan; itu adalah satu energi, dua kutub dari energi yang sama.

Para imam pasti telah menemukannya sejak awal, bahwa manusia bisa didominasi dengan mudahnya jika dia dibuat takut. Mereka menciptakan neraka. Itu khayalan, itu khayalan murni - tidak ada tempat seperti neraka. Tentu saja, ada RUANG seperti neraka, tetapi tidak ada tempat.

Neraka bukanlah tempat, melainkan kejiwaan. Neraka bukan berada di suatu tempat di bawah bumi. Jika engkau menggali lubang dari sini dan terus menggali dan menggali, engkau akan sampai ke Amerika, dan orang Amerika akan sampai ke India. Dan orang Amerika percaya bahwa di suatu tempat di dalam bumi ini ada neraka dan orang India percaya di suatu tempat di dalam bumi ... dan bumi itu bulat!

Dan tidak ada surga juga – surga ada untuk memuaskan keserakahanmu. Neraka ada untuk menciptakan ketakutan dan surga ada untuk menciptakan keserakahan. Dan inilah dua strategi dari para imam untuk mendominasimu, untuk menindasmu, untuk mengeksploitasimu.

Suatu hari seorang Sufi mistik Rabiya terlihat berlari di pasar, dengan obor yang menyala di satu tangan dan panci berisi air di tangan lainnya. Orang-orang menghentikannya dan mereka berkata, "Apa yang sedang engkau lakukan? Ke mana engkau pergi? Kami telah mendengar cerita tentang dirimu, bahwa engkau sedikit gila, tetapi ini sudah lewat batas!"

Dia berkata, "Jangan hentikan aku! Aku akan membakar surgamu - obor ini untuknya - dan aku akan menenggelamkan nerakamu - air ini untuknya. Dan kecuali jika neraka dan surga diambil darimu, engkau tidak akan menemukan Tuhan, karena Tuhan tidak bisa ditemukan oleh mereka yang hidup dalam ketakutan atau mereka yang hidup dalam keserakahan."

Jadi hal pertama, Krishna Deva: tidak ada neraka, tidak ada surga, sebagai tempat, di suatu tempat. Tapi tetap saja mereka ada - dengan cara yang sama sekali berbeda: mereka ada di dalam dirimu: Setiap kali engkau marah engkau berada di neraka, tetapi itu adalah kejiwaan, bukan tempat. Dan setiap kali engkau jatuh cinta, engkau berada di surga; itu juga kejiwaan, bukan tempat.

Agama-agama Barat hanya tahu dua kata: surga dan neraka. Kaum Timur mempunyai kata ketiga juga: MOKSHA. Moksha berarti kebebasan mutlak dari surga dan neraka. Moksha berarti melampaui kejiwaan. Tidak ada rasa takut, tidak ada keserakahan, tidak ada pikiran ... dan tiba-tiba engkau masuk ke dunia keabadian, kekekalan, ke dunia Tuhan.

Engkau membawa nerakamu di dalam dirimu dan engkau membawa surgamu di dalam dirimu, dan setiap saat terserah padamu untuk berada di neraka atau di surga. ...

Surga dan neraka bukanlah kenyataan tetapi cara hidup. Engkau bisa hidup dalam kecemburuan - begitulah bagaimana orang hidup. Engkau bisa hidup dalam persaingan, engkau bisa hidup dalam konflik, engkau bisa hidup dalam ambisi. Begitulah cara engkau dibesarkan untuk hidup. Inilah jalan menuju neraka!

Setiap kali engkau berserah diri pada semesta, setiap kali engkau hidup dalam rasa percaya, cinta, doa, kegembiraan, perayaan, engkau berada di surga.

Tetapi apa yang aku lakukan di sini adalah untuk membantumu melampaui keduanya - karena orang yang tinggal di surga bisa jatuh ke neraka kapan saja. Surga dan neraka tidak jauh, mereka sangat dekat.

OSHO ~ Be Still and Know, Chpt 8

18/12/2025

Meditasi bukanlah hasil dari usahamu, meditasi adalah sebuah kejadian.

Ketika usahamu jatuh, tiba-tiba meditasi ada di sana ... berkahnya, berkatnya, kemuliaannya. Ia ada di sana seperti suatu kehadiran ... bercahaya, mengelilingimu dan mengelilingi semuanya. Ia mengisi seluruh bumi dan seluruh langit. Meditasi itu tidak bisa diciptakan oleh usaha manusia.

Usaha manusia terlalu terbatas. Berkat itu begitu tak terbatas. Engkau tidak bisa memanipulasinya. Ia bisa terjadi hanya ketika engkau berada dalam penyerahan-diri yang total. Ketika engkau tidak berada di sana, hanya kemudian itu bisa terjadi. Ketika engkau tanpa-diri - tanpa keinginan, tidak pergi ke mana pun - ketika engkau hanya berada di sini-sekarang, tidak melakukan apa pun secara khusus, hanya hadir, ia terjadi. Dan ia datang dalam gelombang dan gelombangnya menjadi pasang. Ia datang seperti badai, dan membawamu ke dalam kenyataan yang sama sekali baru.

Tetapi pertama-tama engkau harus melakukan semua yang bisa engkau lakukan, dan kemudian engkau harus belajar tidak-melakukan.
Tindakan tanpa-usaha adalah tindakan terbesar, dan upaya tanpa-usaha adalah upaya terbesar.

Osho - The Discipline of Transcendence, Vol. 2

18/12/2025

MENGEMIS PERHATIAN

Pertanyaan:
Osho terkasih, mengapa aku begitu mengemis perhatian? Apa yang bisa aku lakukan dengannya?

Jawaban Osho:
Prem Kabir, itu adalah salah satu kelemahan manusia, salah satu kelemahan yang jauh mengakar, untuk mencari perhatian.

Alasan orang mencari perhatian adalah, karena dia tidak mengenal dirinya sendiri. Hanya di mata orang-orang lain dia bisa melihat wajahnya, dalam pendapat mereka dia bisa menemukan kepribadiannya. Apa yang mereka katakan luar biasa penting. Jika mereka mengabaikannya, tidak menghiraukannya, dia merasa hilang. Jika engkau lewat dan tidak ada seorang pun yang memerhatikan, engkau akan mulai kehilangan apa yang telah engkau bentuk - kepribadianmu. Itu adalah sesuatu yang telah engkau bentuk. Engkau belum menemukannya, itu tidak alami. Itu sangat palsu dan asal-asalan.

Bukan hanya engkau yang mengemis perhatian; hampir semua orang begitu. Dan situasinya tidak bisa berubah sampai engkau menemukan dirimu yang asli - yang tidak tergantung pada pendapat, perhatian, kritik, ketidakpedulian siapa pun, yang tidak ada hubungannya dengan orang lain. Karena sangat sedikit orang yang telah mampu menemukan kenyataan mereka sendiri, seluruh dunia ini penuh dengan pengemis.

Jauh di dalam, engkau semua berusaha mencari perhatian; itu adalah makanan bagi kepribadianmu.

Bahkan jika orang banyak mengutukmu, mengkritikmu, menentangmu, itu bisa diterima, setidaknya mereka memerhatikanmu; jika mereka ramah, penuh hormat, tentu saja itu jauh lebih baik, tetapi engkau tidak bisa bertahan hidup sebagai pribadi tanpa semacam perhatian. Itu bisa negatif, itu bisa positif, tidak masalah. Orang-orang harus mengatakan sesuatu tentang dirimu; penuh hormat atau tidak hormat, keduanya memenuhi tujuan yang sama.

Aku ingin engkau memikirkan kata 'respek' (penghormatan). Itu bukan berarti kehormatan, seperti yang dikatakan dalam semua kamus tanpa kecuali. Respek hanya berarti melihat lagi, re-spek.

Ketika engkau lewat di jalan, seseorang berpaling ke belakang sekali lagi, engkau telah menarik perhatiannya - engkau adalah seseorang. Karena respek memberimu gagasan sebagai seseorang yang istimewa, engkau bisa melakukan hal bodoh apa pun, hanya untuk mendapatkan perhatian.

Osho ~ The Great Pilgrimage, Chpt 1

17/12/2025

CINTAILAH DIRIMU SENDIRI (Bagian 2, Tamat)

CINTAILAH DIRIMU SENDIRI..., kata Buddha. Dan ini bisa mengubah seluruh dunia. Ini bisa menghancurkan seluruh masa lalu yang buruk. Ini bisa menandakan zaman baru, ini bisa menjadi awal dari kemanusiaan yang baru.

Karenanya penekananku pada cinta - tetapi cinta dimulai dari dirimu sendiri, lalu ia bisa terus menyebar. Ia terus menyebar dengan sendirinya; engkau tidak perlu melakukan apa pun untuk menyebarkannya.

CINTAILAH DIRIMU SENDIRI..., kata Buddha. Dan kemudian segera dia menambahkan: DAN AMATILAH (DIRIMU SENDIRI)...

Itulah meditasi, itulah nama Buddha untuk meditasi. Tetapi syarat pertama adalah mencintai dirimu sendiri, dan kemudian amatilah. Jika engkau tidak mencintai dirimu sendiri dan mulai mengamati, engkau mungkin merasa ingin bunuh diri.

Banyak umat Buddha merasa ingin bunuh diri karena mereka tidak memerhatikan bagian pertama dari sutra tersebut, mereka langsung melompat ke bagian kedua: amatilah dirimu sendiri. Sesungguhnya, aku tidak pernah menemukan satu pun ulasan dari DHAMMAPADA, tentang sutra-sutra Buddha ini, yang telah memerhatikan bagian pertama: CINTAILAH DIRIMU SENDIRI.

Socrates berkata: Kenalilah dirimu sendiri, Buddha berkata: Cintailah dirimu sendiri. Dan Buddha jauh lebih benar, karena kecuali engkau mencintai dirimu sendiri, engkau tidak akan pernah mengenal dirimu sendiri - mengenal datang hanya belakangan, cinta mempersiapkan dasarnya. Cinta adalah kemungkinan untuk mengenal diri sendiri, cinta adalah cara yang tepat untuk mengenal diri sendiri.

Aku pernah tinggal bersama seorang biksu Buddha, Jagdish Kashyapa; dia sekarang sudah meninggal. Dia adalah orang yang baik. Kami sedang berbicara tentang DHAMMAPADA dan kami menemukan sutra ini, dan dia mulai berbicara tentang mengamati, seolah-olah dia tidak pernah membaca bagian pertamanya sama sekali.

Tidak ada umat Buddha tradisional yang pernah memerhatikan bagian pertama; dia hanya melewatinya.

Aku berkata kepada Bhiksu Jagdish Kashyapa, "Tunggu! Engkau mengabaikan sesuatu yang sangat penting. Mengamati adalah langkah kedua dan engkau menjadikannya langkah pertama, dan itu tidak bisa menjadi langkah pertama."

Kemudian dia membaca sutra itu lagi dan berkata dengan mata yang bingung, "Aku telah membaca DHAMMAPADA sepanjang hidupku, dan aku pasti telah membaca sutra ini jutaan kali - ini adalah doa pagiku setiap hari untuk membaca DHAMMAPADA, aku bisa mengulanginya hanya dari ingatan, tetapi aku tidak pernah berpikir bahwa 'Cintailah dirimu sendiri' adalah bagian pertama dari meditasi, dan mengamati adalah bagian kedua."

Dan demikian halnya dengan jutaan umat Buddha di seluruh dunia, dan demikian halnya dengan umat Buddha yang baru juga - karena di Barat, agama Buddha sekarang sedang menyebar.

Waktu untuk Buddha telah tiba di Barat. Sekarang Barat siap untuk memahami Buddha, dan kesalahan yang sama dibuat di sana juga. Tidak ada seorang pun yang berpikir bahwa "Cintailah dirimu sendiri" harus menjadi dasar dari mengenal dirimu sendiri, dari mengamati dirimu sendiri... karena kecuali jika engkau mencintai dirimu sendiri, engkau tidak bisa menghadapi dirimu sendiri, engkau akan menghindar. Pengamatanmu sendiri mungkin adalah cara untuk menghindari dirimu sendiri.

CINTAILAH DIRIMU SENDIRI DAN AMATILAH - HARI INI, BESOK, SELALU.

Ciptakanlah energi cinta di sekitarmu sendiri. Cintailah tubuhmu, cintai pikiranmu. Cintailah seluruh mekanismemu (proses alamimu), seluruh dirimu. Dengan "cinta" yang dimaksud adalah: terimalah ia apa adanya, jangan berusaha untuk mengekang. Kita mengekang hanya ketika kita membenci sesuatu, kita mengekang hanya ketika kita melawan sesuatu. Jangan mengekang, karena jika engkau mengekang, bagaimana engkau akan mengamati?

Dan kita tidak bisa melihat langsung ke mata musuh; kita hanya bisa melihat ke mata orang yang kita cintai. Jika engkau bukan pencinta dirimu sendiri, engkau tidak akan bisa melihat ke dalam matamu sendiri, ke dalam wajahmu sendiri, ke dalam kenyataanmu sendiri.

Mengamati adalah meditasi, nama dari Buddha untuk meditasi. 'Mengamati' adalah kata kunci dari Buddha.

Dia berkata: Jadilah sadar, jadilah awas, jangan menjadi tidak sadar. Jangan berperilaku dengan cara mengantuk. Jangan terus berfungsi seperti mesin, seperti robot. Itulah bagaimana orang-orang sedang berfungsi.

Osho ~ The Dhammapada Vol 5 Chpt 5

17/12/2025

CINTAILAH DIRIMU SENDIRI (Bagian 1)

Aku juga mengajarkan para sannyasinku (muridku) untuk mencintai diri mereka sendiri terlebih dahulu; itu tidak ada hubungannya dengan ego. Sesunguhnya, cinta adalah cahaya yang sedemikian, sehingga kegelapan ego tidak bisa ada di dalamnya sama sekali. Jika engkau mencintai orang lain, jika cintamu terfokus pada orang lain, engkau akan hidup dalam kegelapan.

Putarlah cahayamu menuju dirimu sendiri terlebih dahulu, jadilah cahaya bagi dirimu sendiri terlebih dahulu. Biarkanlah cahaya itu menghilangkan kegelapan batinmu, kelemahan batinmu. Biarkanlah cinta menjadikanmu kekuatan yang luar biasa, kekuatan spiritual. Dan begitu jiwamu kuat, engkau tahu engkau tidak akan mati, engkau abadi, engkau kekal.

Cinta memberimu pemahaman pertama tentang keabadian; cinta adalah satu-satunya pengalaman yang melampaui waktu. Itulah mengapa para pencinta tidak takut mati: cinta tidak mengenal kematian. Satu momen cinta itu lebih dari keseluruhan keabadian. Tetapi cinta harus dimulai sejak awalnya.

Cinta harus dimulai dengan langkah pertama ini: CINTAILAH DIRIMU SENDIRI....

Jangan mengutuk dirimu sendiri. Engkau telah dikutuk begitu banyak, dan engkau telah menerima semua kutukan itu. Sekarang engkau terus melukai dirimu sendiri. Tidak seorang pun yang menganggap dirinya cukup berharga, tidak seorang pun yang menganggap dirinya sendiri adalah ciptaan Tuhan yang indah; tidak ada seorang pun yang berpikir bahwa dia dibutuhkan sama sekali.

Ini semua adalah gagasan yang beracun, tetapi engkau telah diracuni. Engkau telah diracuni dengan air susu ibumu - dan ini telah terus menjadi keseluruhan masa lalumu. Umat manusia telah hidup di bawah awan gelap dari kutukan diri. Jika engkau mengutuk dirimu sendiri, bagaimana engkau bisa tumbuh?

Bagaimana engkau bisa menjadi dewasa? Dan jika engkau mengutuk dirimu sendiri, bagaimana engkau bisa memuja semesta? Jika engkau tidak bisa memuja semesta dalam dirimu, engkau tidak akan mampu untuk memuja semesta dalam orang lain; itu akan mustahil. Engkau bisa menjadi bagian dari keseluruhan, hanya jika engkau memiliki rasa hormat yang besar kepada Tuhan, yang tinggal di dalam dirimu.
.. Dan seseorang yang mencintai dirinya sendiri bisa dengan mudahnya menjadi meditatif, karena meditasi berarti berada bersama dirimu sendiri. Jika engkau membenci dirimu sendiri - seperti yang engkau lakukan, sebagaimana engkau telah diperintahkan, dan engkau telah mengikutinya dengan taat - jika engkau membenci dirimu sendiri, bagaimana engkau bisa bersama dengan dirimu sendiri? Dan meditasi itu tidak lain dari menikmati kesendirianmu yang indah, merayakan dirimu sendiri; Itulah semua tentang meditasi.

Osho ~ The Dhammapada Vol 5 Chpt 5

17/12/2025

MENERIMA DIRI SENDIRI

Apa yang kita lewatkan dalam hidup kita memasukkannya ke dalam puisi. Apa yang terus kita lewatkan dalam hidup, kita memasukkannya ke dalam film, dalam novel.

Cinta sama sekali tidak ada, karena langkah pertama belum juga diambil.

Langkah pertama adalah: terimalah dirimu apa adanya; jatuhkanlah semua "yang seharusnya." Jangan membawa "yang seharusnya" di dalam hatimu! Engkau tidak perlu menjadi orang lain; engkau tidak diharapkan untuk melakukan sesuatu yang bukan bagian darimu — engkau hanya perlu menjadi dirimu sendiri. Rilekslah! Dan jadilah dirimu sendiri saja. Hormatilah individualitasmu sendiri dan milikilah keberanian untuk membuat tanda tanganmu sendiri. Jangan terus menyalin tanda tangan milik orang lain.

Engkau tidak diharapkan untuk menjadi Yesus atau Buddha atau Ramakrishna — engkau hanya diharapkan untuk menjadi dirimu sendiri. Itu baik bahwa Ramakrishna tidak pernah mencoba menjadi orang lain, jadi dia menjadi Ramakrishna. Itu baik bahwa Yesus tidak pernah mencoba menjadi seperti Abraham atau Musa, jadi dia menjadi Yesus. Itu baik bahwa Buddha tidak pernah mencoba menjadi Patanjali atau Krishna — itulah mengapa dia menjadi seorang Buddha.

Ketika engkau tidak berusaha menjadi orang lain, maka engkau hanya bersantai — kemudian anugerah muncul. Maka engkau penuh dengan keagungan, kemegahan, keselarasan — karena maka di sana tidak ada konflik! Tidak ada tempat untuk pergi, tidak ada yang harus diperjuangkan; tidak ada yang perlu dipaksakan, yang dipaksakan padamu dengan kekerasan. Engkau menjadi polos.

Dalam kepolosan itu engkau akan merasakan kasih sayang dan cinta untuk dirimu sendiri. Engkau akan merasa sangat bahagia dengan dirimu sendiri sehingga bahkan jika Tuhan datang dan mengetuk pintumu dan berkata, "Apakah engkau ingin menjadi orang lain?" Engkau akan berkata, "Apakah engkau sudah gila?! Aku sempurna! Terima kasih, tetapi jangan pernah mencoba hal seperti itu lagi — aku sempurna seperti aku adanya."

Di saat engkau bisa berkata kepada Tuhan, "Aku sempurna seperti aku adanya, aku bahagia seperti aku adanya," inilah yang di Timur kita sebut sebagai shraddha — rasa percaya; maka engkau telah menerima dirimu sendiri dan dalam menerima dirimu sendiri, engkau telah menerima penciptamu. Saat menyangkal dirimu sendiri engkau menyangkal penciptamu.

OSHO ~ A Sudden Clash of Thunder, Chpt 8

17/12/2025

PENGORBANAN

Orang tua mengorbankan hidup mereka untuk anak-anak mereka. Anak-anak sekali lagi pada gilirannya akan mengorbankan hidup mereka untuk anak-anak mereka, dan seterusnya dan seterusnya. Dan tidak ada seorang pun yang akan pernah hidup.

Aku menentang gagasan tentang pengorbanan itu sendiri. Jangan pernah berkorban. Hiduplah saat ini; hiduplah dengan sepenuhnya, sedalamnya, dengan penuh gairah. Dan kemudian keajaiban terjadi: jika orang tua telah menjalani hidup mereka dengan indahnya, jika mereka terpenuhi, maka pemenuhan mereka menciptakan ruang bagi anak-anak mereka untuk hidup, untuk hidup dengan cara yang benar. Dan dengan cara yang benar maksudku bukan cara moral, dengan cara yang benar maksudku adalah cara total. Hidup yang setengah-setengah adalah hidup yang salah, hidup yang total adalah hidup yang benar.

Jika anak-anak dibesarkan oleh orang tua yang telah menjalani hidup mereka dengan menyala, berapi, yang telah merayakan saat-saat mereka, anak-anak ini akan belajar bagaimana cara merayakan, bagaimana cara hidup dengan gembira, bagaimana cara hidup dengan menerima, bagaimana cara hidup dengan mengatakan “ya” kepada semesta. Sebuah “ya” yang mendalam akan muncul dalam hati mereka. Ini akan dipicu oleh orang tua mereka. Dan orang tua tidak berkorban, tidak sama sekali, dan anak-anak tidak akan belajar gagasan tentang pengorbanan yang membunuh diri.

Jika orang tua berkorban untuk anak-anak mereka, maka cepat atau lambat, ketika orang tua sudah tua, mereka akan menuntut pengorbanan dari anak-anak. Mereka akan berkata, "Kami telah berkorban begitu banyak untukmu, sekarang engkau berkorban untuk kami."

Negara menuntut pengorbanan dari orang-orang yang tinggal di dalamnya, gereja menuntut pengorbanan, semua orang menuntut pengorbanan. Lihatlah saja di sekitarmu: mereka semua sedang berdiri di sekitarmu, meminta pengorbanan. Dan mereka mengajarkanmu bahwa pengorbanan adalah moral.

Berkorban itu tidak bermoral! Entah engkau berkorban untuk negara, atau agama, atau untuk anak-anak, itu tidak bermoral. Ini tidak bermoral karena itu tidak membiarkanmu untuk menjalani hidupmu. Engkau menjadi sedih, engkau menjadi frustrasi, dan kemudian sebagai imbalannya engkau mulai memaksa orang lain untuk berkorban untukmu. Maka seluruh kehidupan dari seluruh dunia hanya menjadi cacat dan lumpuh.

Seorang ibu mengajarkan anaknya yang masih kecil kebenaran besar tentang kehidupan dan agama. Dia adalah seorang Katolik; dia berkata kepada anaknya, "Tuhan telah menciptakanmu untuk melayani orang lain."

Anak lelaki itu merenungkannya, dan dia berkata, "Baiklah, jika engkau berkata begitu. Tapi mengapa Tuhan menciptakan orang lain? Untuk melayaniku? Ini kelihatannya tidak masuk akal, bahwa aku diciptakan untuk melayani orang lain, dan orang lain diciptakan untuk melayaniku; itu tampaknya begitu tidak logis. Bukankah seharusnya aku melayani diriku sendiri, dan dia bisa melayani dirinya sendiri?" Itu tampaknya logis, matematis.

Aku mengajarkanmu semacam cinta-diri. Engkau tidak diciptakan untuk mengorbankan dirimu untuk orang lain, engkau tidak diciptakan untuk melayani orang lain. Engkau telah diajarkan ini karena orang lain ingin engkau melayani mereka, untuk berkorban. Dan karena mereka ingin engkau untuk melayani mereka, mereka harus melayanimu; karena mereka ingin engkau untuk mengorbankan dirimu bagi mereka, mereka harus mengorbankan diri mereka untukmu. Jadi kita terus berkelahi, menuntut pengorbanan.

Seluruh gagasan itu harus dijatuhkan. Engkau diciptakan untuk hidup dan merayakan, sama seperti orang lain diciptakan untuk hidup dan merayakan. Tuhan itu bukan pembunuh; Dia tidak menuntut pengorbanan darimu. Dia menuntutmu untuk mekar dan berbunga.

Hanya ketika engkau telah mekar engkau akan diterima. Dan cara untuk mekar adalah cara penerimaan.

Jangan menolak, jangan murka terhadap semesta: rilekslah, berserah diri, mengalir bersama arus.

Osho, Unio Mystica Vol 2, Chpt 4

17/12/2025
17/12/2025

Jika engkau berusaha untuk menjadi sadar, engkau akan menciptakan ketegangan di dalam dirimu - semua usaha membawa ketegangan. Jika engkau berusaha untuk menjadi sadar, engkau melawan dirimu sendiri; tidak perlu untuk melawan. Kesadaran bukanlah hasil sampingan dari usaha: kesadaran adalah keharuman dari melepas: kesadaran adalah pembungaan dari berserah-diri, dari relaksasi.

Duduklah saja dengan hening dalam keadaan rileks, tidak melakukan apa pun ... dan kesadaran akan mulai terjadi. Bukan berarti engkau harus menariknya dari suatu tempat, bukan berarti engkau harus membawanya dari suatu tempat. Ia akan mencurahimu entah dari mana. Ia akan muncul dari dalam sumbermu sendiri. Engkau hanya menjadi hening, duduk.

Osho - Philosophia Perennis, Vol. 2, #4

17/12/2025

CINTAILAH DIRIMU SENDIRI

Engkau harus mencintai anak-anakmu, istrimu, suamimu, orang tuamu, imam-mu, orang yang lebih tua, tetangga - bahkan ada guru seperti Yesus yang berkata engkau harus mengasihi musuhmu juga. Hanya janganlah mencintai dirimu sendiri! Logika aneh ini telah menghancurkan akar cintamu sendiri.

Aku berkata kepadamu: pertama dan terutama, cintailah dirimu sendiri. Dan jika engkau bisa mencintai dirimu sendiri, orang lain akan mulai mendapatkan cintamu secara alami, tanpa kepura-puraan apa pun, dengan sangat spontan. Orang yang penuh dengan cinta segera mulai meluap. Engkau tidak bisa menahan cintamu di dalam ruang kecil yang engkau miliki di dalam dirimu; cintamu jauh lebih besar darimu. Cintamu bisa mengisi seluruh bumi. Cinta dari satu orang bisa mengisi seluruh alam semesta. Ia begitu luas sehingga engkau bisa terus berbagi dengan semua orang.

Tetapi jika sumbermu tetap tertutup, maka yang tersisa hanyalah untuk berpura-pura. Semua orang berpura-pura; itulah mengapa ada begitu banyak pembicaraan tentang cinta, begitu banyak puisi, begitu banyak sastra. Dan jika engkau melihat ke sekeliling, engkau tidak menemukan cinta di mana pun, engkau tidak pernah menemukannya.

Aku ingin seluruh alam semesta menjadi alam semesta yang mencintai dan bersukacita. Tetapi aku melihat di mana umat manusia telah gagal, di mana para pengajarnya, utusan Tuhan dan para penyelamat telah mengambil jalur yang salah. Mereka mendengarkan logika dan mereka lupa bahwa logika itu benar-benar buatan manusia; itu tidak ada hubungannya dengan sifatmu. Alam tidak memiliki kewajiban untuk memenuhi kesimpulan logika. Jika sifat alamimu bisa didengar, itu akan menjadi hal yang sederhana untuk dipahami.

Cintailah dirimu sendiri, sehingga semua sumber cintamu menjadi terbuka, semua hambatannya dibuang. Dan jika engkau bisa mencintai dirimu sendiri - dengan semua kekuranganmu, dengan semua kelemahanmu, dengan semua kesalahanmu - engkau bisa mencintai siapa pun di dunia. Engkau akan memiliki belas kasih dan pengertian yang luar biasa, karena engkau melakukan kesalahan yang sama; kesalahanmu sama, kelemahanmu sama.

OSHO ~ Satyam Shivam Sundram Chpt 28

Address

Jakarta

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Inspirasi Master Rajneesh posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Share on Facebook Share on Twitter Share on LinkedIn
Share on Pinterest Share on Reddit Share via Email
Share on WhatsApp Share on Instagram Share on Telegram