13/01/2016
Mutiara Di Gunung Salak
Sahabatalquran.or.id - Segala puji hanya pada-Mu Allah. Tiada daya upaya selain dari-Mu. Gambar ini diambil pada Jumat pagi, 25 Desember 2015 lalu tepatnya di Jembatan Sungai Cigamea desa Pasarean, Bogor. Desa Sapi Perah kalo boleh aku katakan, karena memang disana ada tempat pemerahan Sapi. Susu sapi murni juga bisa didapatkan murah disana, hanya Rp 7000 per liternya. Kita juga bisa secara langsung melihat prosesnya.
Lokasinya berdekatan dengan wisata alam Situ Udik. Yaitu wisata alam yang menyediakan kolam-kolam renang yang siap memanjakan siapa saja yang datang berkunjung, kata Bapak paruh baya penjual nasi uduk yang rumahnya dekat dengan jembatan tempat akhir kami berpetualang, ketika kutanya dengan sangat penasaran apa itu Situ Udik. Waktu itu kami sedang membeli bubur ayam lalu tak menemukan tempat untuk duduk, dengan baiknya si Bapak itu menawari untuk duduk di teras rumahnya sembari menemaninya sarapan bubur ayam juga, hingga akhirnya kami mengobrol ngalor ngidul.
Aku dan ketiga kawanku mengisi liburan akhir tahun dengan bergabung menjadi relawan Quran di kampung Koroncong, Cilengkong dan Pasarean. Kampung yang masih asri dengan penduduknya yang sangat ramah tamah. Kampung ini dekat dengan Gunung Salak, indahnya bukit Gunung Salak yang menghijau tampak jelas diwaktu pagi dan sore dari basecamp kami.
Tidak hanya panorama bumi Pamijahan saja yang memesona, akan tetapi adik-adik disana, yang mungkin jika kuceritakan satu persatu, aku akan kehabisan kata-kata. Betapa tidak, sebut saja namanya Taqiya, panggilannya Qiya. Tidak pernah absen mengikuti kelas tahfidz ba'da Dzuhur di Masjid Jihadul Akbar, Cilengkong. Hafalannya pun tak kalah dengan kakak-kakak yang umurnya jauh diatasnya, dia gadis kecil yang baru berumur 4 tahun. Namun semangatnya dalam menjaga Firman-firman Tuhan itu yang membuatku jatuh hati,, ah sudah lah. Aku tak ingin membuat hati ini semakin rindu.
Mumu
Relawan Pengajar Program "1.000 Penghafal Al-Qur'an, Dari Gunung Salak Untuk Indonesia"