15/01/2018
3 TIPS SABAR MENANTI KEHADIRAN BUAH HATI
Bagi pasangan yang sudah menikah, memiliki buah hati adalah suatu hal yang mereka dambakan. Karena memang itulah salah satu tujuan dari sebuah pernikahan, yakni untuk memperoleh keturunan. Namun bagaimana jika ternyata si buah hati tak kunjung hadir? Kebanyakan dari pasangan suami istri yang baru menikah atau yang sudah menikah cukup lama namun belum di karuniai buah hati, mereka akan mengalami masa-masa dimana mereka merasa gusar dan cemas kala menanti kehadiran buah hati. Lalu apa saja yang dapat suami istri lakukan ketika menanti kehadiran buah hati?
1. Saling Mengingatkan dalam Kebaikan dan Kesabaran
Ketika menanti kehadiran buah hati yang belum juga hadir, hendaklah antara suami dan istri saling mendukung satu sama lainnya. Saling memberi semangat dan mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran. Jangan sampai dalam penantian ini yang terjadi justru pertengkaran antara suami istri karena saling menyalahkan satu sama lainnya. Jangan sampai salah satu dari pasangan berpikir bahwa belum memiliki buah hati adalah kesalahan dari salah satu pihak. Sebab hal ini tentu saja tidak baik. Ingatlah bahwa semua ini adalah takdir yang telah digariskan oleh Allah. Baik suami atau istri masing-masing mungkin akan merasakan beban batin, berat hatin, dan kerisauan lainnya. Oleh karenanya yang harus dilakukan adalah saling menguatkan satu sama lainnya. Saling menasehati untuk bersabar dan tetap ikhtiar atas takdir yang telah ditetapkan Allah.
2. Semangat Berikhtiar Karena Allah
Selalu berikhtiar dan tidak mudah menyerah adalah langkah tepat bagi pasangan suami istri yang sedang menanti kehadiran buah hati yang tak kunjung hadir. Banyak cara yang dapat pasangan ini lakukan. Seperti rajin berkonsultasi kepada para ahlinya, mengonsumsi makanan yang akan berpengaruh pada meningkatnya kesuburan, meminum susu, obat, madu, atau ramuan-ramuan herbal yang dipercaya dapat membantu dalam proses pra-kehamilan. Ikhtiar lainnya yang dapat dilakukan adalah dengan memperbanyak ilmu mengenai hal berkaitan, yakni tentang reproduksi, pra-kehamilan, dll. Berikhtiarlah semaksimal mungkin, setelah itu memasrahkan semuanya kepada Allah dan perbanyak doa. Biarlah Allah yang menentukan kapan waktu terbaik sang buah hati akan hadir. Bukankah Allah tak pernah menyianyiakan doa para hamba-Nya? Sebagaimana doa Nabi Zakaria ‘alaihi salam pada saat menantikan kehadiran buah hati. Dalam kisahnya, Nabi Zakaria yang di usia lanjut belum juga mendapatkan keturunan, ia berdoa:
“Ia berkata, ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan permohonanku terhadapmu, ya Rabbi, belum pernah tak terkabulkan. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap kerabatku sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera. Yang akan mewarisi kenabianku dan mewarisi kenabian keluarga Yaqub; dan jadikanlah ia, Ya Tuhanku, seorang yang diridhai.‘” (Qs. Maryam: 4-6)
3. Hiasi Diri dengan Kesabaran yang Indah
Senantiasa bersabar dengan sebaik-baiknya kesabaran akan membantu diri menjadi lebih tenang dan ikhlas dalam menerima keadaan. Jangan persulit diri dengan memelihara pikiran-pikiran yang negatif selama menanti kehadiran buah hati, cukup yakinkanlah dalam diri bahwa semua takdir yang Allah tuliskan memiliki banyak kebaikan yang menjelang. Kalau pun jika sampai saat ini belum mengetahui dengan pasti apa hikmah di balik alasan mengapa si buah hati tak kunjung hadir. Yakinlah kelak cepat atau lambat kita akan mengetahui hikmah itu. Sebab di balik semua kejadian terkandung hikmah, tentunya bagi orang-orang yang berpikir. Maka, jadikanlah sabar sebagai penenang diri dalam menanti kehadiran buah hati. Dan bila Allah menakdirkan bagi pasangan untuk tidak memiliki buah hati sebagai amanah dalam pernikahan, maka tetaplah bersabar atas ketetapan itu. Sungguh Allah akan menggantikan sesuatu yang hilang dengan sesuatu yang lebih baik lagi. Seperti hadist yang diriwayatkan dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, dia mengatakan.
“Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
‘Tidak seorang hambapun yang tertimpa musibah lalu ia mengatakan,
إِنَّا لِلّهِ وَ إِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ اللّهُمَّ أْجُرْنِيْ فِيْ مُصِيْبَتِيْ وَأَخْلِفْ لِيْ خَيْرًا مِنْهَا
“Sesungguhnya kami milik Allah, dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami kembali. Wahai Allah, berikanlah kami pahala dari musibah ini dan berilah ganti yang lebih baik darinya.”
Kecuali Allah akan memberikan ganjaran pahala karena musibah yang menimpanya dan memberikan ganti yang lebih baik.’
Ummu Salamah berkata, “Ketika Abu Salamah wafat, aku membacanya sebagaimana yang diperintahkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka Allah memberikan ganti yang lebih baik dari Abu Salamah, yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Muslim)
Banyak hal yang dapat dilakukan ketika menanti kehadiran buah hati, jangan pernah lelah berikhtiar dan berdoa dalam mencapainya. Semoga Allah ridho dan memberikan takdir terbaik-Nya untuk setiap pasangan suami istri yang sedang sabar menanti kehadiran buah hati.