F1 Racing Indonesia

F1 Racing Indonesia Official page of F1 Racing Indonesia
Langganan / Pembelian Langsung : cs@bolanews.com
Telp : 021-53677835 ext 4222 / 4223

F1 Racing Indonesia magazine is under the management of Sport & Health Media Kompas-Gramedia which also handles Tabloid BOLA, Tabloid Gaya Hidup Sehat, BOLAVAGANZA Magazine, FourFourTwo Indonesia Magazine, Inside United Indonesia Magazine, bolanews.com, sehatnews.com, Toko-BOLA.com and BOLA-Radio.com.

12/07/2018
BOLA Hari Ini, 5 Juli 1982Duel Sengit Dua Kutub Sepak bola
05/07/2018

BOLA Hari Ini, 5 Juli 1982
Duel Sengit Dua Kutub Sepak bola

BOLA JUmat: Apa iya Neymar penuh drama selama tampil di Piala Dunia 2018 menurut Bolamania?
05/07/2018

BOLA JUmat: Apa iya Neymar penuh drama selama tampil di Piala Dunia 2018 menurut Bolamania?




BOLA Hari ini, 3 Juli 1998Kutukan Adu Penalti Mematikan Langkah Italia
03/07/2018

BOLA Hari ini, 3 Juli 1998
Kutukan Adu Penalti Mematikan Langkah Italia

BOLA Hari Ini, 28 Juni 1994Pertandingan Sarat Rekor Piala Dunia
28/06/2018

BOLA Hari Ini, 28 Juni 1994
Pertandingan Sarat Rekor Piala Dunia

Apa Korelasi Messi dengan Kambing?
11/06/2018

Apa Korelasi Messi dengan Kambing?

Apa Korelasi Messi dengan Kambing?

Oleh: Anggun Pratama

Tak terasa Piala Dunia bakal bergulir sebentar lagi. Ajang ini bisa dibilang puncak karier bagi pesepak bola. Banyak pemain yang mengimpikan bisa bermain di ajang empat tahun ini, apalagi bisa menjadi kampiun.
Banyak yang menyamakan Piala Dunia bak Olimpiade bagi atlet nonsepak bola. Menjadi seorang olimpian saja sudah merupakan kebanggaan, apalagi bisa mendapatkan medali emas.
Lantas, apa yang seru dari Piala Dunia Rusia 2018? Sebagai penonton netral--karena saya merasa aneh mendukung negara lain selain negara sendiri--tentu ada beberapa hal membuat PD 2018 menarik.
Tapi, satu yang paling seru barangkali yang terpenting adalah melihat usaha Lionel Messi membantu Argentina menjadi kampiun. Sudah lama Tim Tango senior tak menjadi juara di ajang apa pun. Gelar terbaru mereka adalah Copa America 1993.
Saat itu, usia Messi masih enam tahun. Barangkali ia hanya punya memori samar atas kesuksesan negaranya.
Setelah menjadi pemain dunia, sudah empat kali Messi membawa Argentina ke final turnamen besar. Pertama terjadi di Copa America 2007. Argentina kalah 0-3 dari Brasil.
Selanjutnya di Piala Dunia 2014 di Brasil. Mereka kalah dari Jerman. Final ketiga dan keempat terjadi di Copa America 2015 dan 2016.
Lagi-lagi, Argentina kalah di dua final tersebut atas lawan yang sama dengan cara yang sama. Cile menang via adu penalti. Messi sempat patah hati dan memutuskan pensiun dari timnas, tapi belakangan membatalkan keputusan tersebut.
Kini, Messi kembali ke Piala Dunia. Target besarnya tentu menjadi juara di Rusia karena bisa dibilang ini merupakan kesempatan terakhirnya. Pada 24 Juni nanti usianya 31 tahun. Messi akan berusia 35 tahun di PD 2022 di Qatar.
Hasrat menjadi juara bersama Argentina sepertinya berubah menjadi obsesi. Maklum, selain puasa gelar sejak 1993, Messi pasti penasaran luar biasa mengingat ia sukses besar di level klub bersama Barcelona.
Penantian selama 25 tahun juga membuat publik Argentina makin tak sabar buat berpesta, yang pada akhirnya meningkatkan tekanan dan beban pada tim, terutama Messi, Sang Mesiah.
Pengalaman dan kematangan La Pulga sebagai manusia meningkat drastis usai final Copa America 2016. Ia kini lebih mampu berkontemplasi atas hal-hal yang terjadi dalam hidupnya, terutama di sepak bola.
"Setelah bertahun-tahun bermain, saya menyadari bahwa bukan hal yang bagus membiarkan hasrat menjadi sebuah obsesi. Kenapa? Karena tekanan buat Anda meningkat, dan kemungkinan menjadikan hasrat itu menjadi kenyataan biasanya menurun drastis," kata Messi dalam wawancaranya dengan Paper Magazine.
Messi menjadi wajah muka majalah asal Amerika Serikat itu. Ia berpose dengan seekor kambing atau goat dalam bahasa Inggris.
Tema itu berkaitan dengan akronim yang sedang ngetren di dunia maya, yakni, GOAT: Greatest of All Time.
Kebetulan p**a, Messi memang sangat s**a dengan binatang, sehingga proses pengambilan gambar muka majalah tersebut berjalan sangat lancar.
Terkait sepak bola, Messi memang layak disebut GOAT atau paling tidak salah satu yang terbaik berkat gelontoran gelarnya bersama Barcelona dan di level individu.
Nah, Messi pasti akan mengafirmasi status GOAT bila pada akhirnya sanggup menyegel gelar Piala Dunia bagi dirinya dan juga Argentina. Kegagalan di tiga final berurutan sudah menjadi pelajaran penting.
"Hal yang paling menggambarkan publik Argentina adalah kemampuan kami untuk menghadapi dan melewati kesulitan yang timbul. Kami selalu sanggup mengeluarkan diri dari momen berat, dan sifat itu yang sangat saya cintai dari rakyat Argentina," ucapnya.

08/06/2018

Edisi Khusus Piala Dunia: Argentina, Brasil, Prancis, Spanyol, dan tim lainnya menguber juara bertahan Jerman untuk menjadi yang terbaik di Piala Dunia 2018.

Baca ulasan tentang potensi-potensi mereka untuk mengatasi Tim Panser di edisi khusus ini.

BOLA Hari Ini, 8 Juni 1990Tabloid BOLA Saksi Kamerun Tekuk Dewa Sepak bola
08/06/2018

BOLA Hari Ini, 8 Juni 1990
Tabloid BOLA Saksi Kamerun Tekuk Dewa Sepak bola

07/06/2018

Timnas Belum Butuh Lilipaly?

BOLA Hari Ini, 6 Juni 1962Alasan di Balik Kecupan Mesra Pele Kepada Rekan Setim
06/06/2018

BOLA Hari Ini, 6 Juni 1962
Alasan di Balik Kecupan Mesra Pele Kepada Rekan Setim

BOLA Hari Ini, 4 Juni 1980Final Copa del Rey Bercita Rasa Keluarga Real Madrid
04/06/2018

BOLA Hari Ini, 4 Juni 1980
Final Copa del Rey Bercita Rasa Keluarga Real Madrid

BOLA Hari ini, 16 Mei 1973Rekor Abadi AC Milan Berbalut Kontroversi
16/05/2018

BOLA Hari ini, 16 Mei 1973
Rekor Abadi AC Milan Berbalut Kontroversi

BOLA Hari ini, 16 Mei 1973

Rekor Abadi AC Milan Berbalut Kontroversi

Oleh Indra Citra Sena

Daftar juara Piala Winners barangkali menempatkan Barcelona sebagai kolektor trofi terbanyak (4), tapi terdapat prestasi spesial lain yang hanya bisa dicapai oleh satu tim saja sepanjang sejarah turnamen.

Prestasi yang dimaksud tercipta pada edisi 1972/73. Pelakunya adalah raksasa Italia, AC Milan, sedangkan panggungnya yaitu partai final menghadapi Leeds United di Stadion Kaftanzoglio, Yunani.

Gol cepat Luciano Chiarugi saat pertandingan baru bergulir tiga menit lewat eksekusi tendangan bebas sudah lebih dari cukup untuk mengantarkan Milan menjadi klub pertama yang mampu menjuarai Piala Winners sebanyak dua kali.

Kesuksesan Milan 1972/73 menggandakan trofi terdahulu yang dimenangi pada edisi 1967/68 ketika menekuk Hamburg dua gol tanpa balas berkat sumbangsih penyerang sayap legendaris, Kurt Hamrin.

Namun, kejayaan Milan ternyata berbalut kontroversi dan berbau pengaturan skor. Wasit asal Yunani, Christos Michas, terindikasi menerima suap sehingga ia membuat sejumlah keputusan yang merugikan kubu Leeds.

Selepas gol cepat Milan, Leeds memang cenderung lebih menguasai permainan serta penguasaan bola. Berbagai upaya dilakukan, tapi wasit hampir selalu mengabaikan pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di area pertahanan I Rossoneri (Si Merah-Hitam), termasuk kotak penalti.

Sebaliknya, Milan mendapat banyak tendangan bebas. Kondisi ini memancing emosi penonton yang bersimpati kepada nasib Leeds, sampai puncaknya mereka menghujani lapangan dengan benda-benda asing beberapa menit setelah bubaran laga.

Sasaran kemarahan penonton siapa lagi kalau bukan para pemain Milan yang sedang melakukan victory lap sambil menenteng trofi Piala Winners. Mereka seolah tak rela menyaksikan Leeds harus kalah secara licik.

Kontroversi ini kemudian berbuntut panjang setelah UEFA turun tangan. Gelar juara Milan memang tak sampai dicabut, tapi wasit Michas mesti menerima hukuman berat berupa larangan bekerja seumur hidup atas dakwaan pengaturan skor dan penyuapan.

Terlepas dari kontroversi, Piala Winners 1972/73 merupakan pembuka jalan kesuksesan Milan di tanah Yunani. Selanjutnya, Tim Merah-Hitam dua kali berhasil menjuarai Liga Champion (1994 dan 2007) di Negeri 1000 Dewa.

Address

Jalan Palmerah Barat 33-37, 5th Floor
Jakarta
10270

Website

http://www.bolanews.com/

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when F1 Racing Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Practice

Send a message to F1 Racing Indonesia:

Share

Share on Facebook Share on Twitter Share on LinkedIn
Share on Pinterest Share on Reddit Share via Email
Share on WhatsApp Share on Instagram Share on Telegram