17/02/2018
*MENGHILANGKAN MENTAL BLOCK DI DALAM DIRI*
Apa sih Mental Block itu?
Mental block, adalah hambatan secara mental/psikologis yang menyelubungi pikiran seseorang. Ia dapat muncul dari kekeliruan pengalaman hidup/pergaulan, sisa traumatik masa lalu, sisa luka batin, sisa pengalaman yang tidak mengenakkan ketika kecil maupun karena “kekeliruan” atau kekurangtepatan cara pandang/anggapan terhadap sesuatu bahkan akibat cara belajar/ pendidikan yang tidak tepat.
Kemunculannya bisa berbentuk kecanggungan bertindak, kesulitan berbicara (apalagi di depan umum), kesulitan mengaktualisasikan diri (walaupun sebenarnya memiliki berbagai kelebihan, misalnya kecerdasan/kemampuan lain).
Kadang juga muncul dalam bentuk sindrom “inferior complex”/sindrom rendah diri, sulit sukses, dan lain sebagainya berbagai hambatan dalam hidup.
Namun tidak semua yang disebut orang sebagai “hambatan dalam hidup” itu disebabkan oleh mental blocks. Kalau yang ini boleh jadi karena sebab lain.
Okay kembali ke mental block tadi… Jadi ya… Gampangnya, mental block adalah kondisi ketika status mental sedang ter-block, tertahan, terhambat.
Contoh gampangnya gini deh… Pernah ngelihat sirkus kan.. Nah, coba kita amati tuh binatang buas di sirkus seperti harimau atau binatang gede semacam gajah..
Gajah kan punya kekuatan besar dan bisa saja meloloskan diri dari seutas tali kecil yang ditambat ke tiang pancang. Dengan sekali tarik pasti deh lepas.. Tapi kenyataannya kan enggak…
Itu karena si gajah dibiasakan atau diajari untuk tidak bisa lepas dari tiang pancang itu..
Alhasil sang gajah pun “percaya” dan menganggap dirinya tidak cukup kuat untuk meloloskan diri...
Demikian p**a dengan sang Raja Hutan yang menjadi kehilangan jati dirinya “loyo” dan tidak buas dan garang seperti di habitat aslinya di hutan….
Pikiran mereka terlanjur “diprogram” untuk melakukan apa-apa yang diinginkan oleh pemilik sirkus! Itulah gambaran sederhana mental block.
*"Mental block menghalangi pikiran sadar seseorang dari tindakan positif yang memberdayakan".*
Dengan apa dan bagaimana mental block ini terbangun?
Dengan edukasi secara simultan. Kata-kata dan tindakan yang dilakukan secara terus menerus akan masuk dan menancap di pikiran bawah sadar dan “memprogram” pikiran bawah sadar tersebut.
Jika yang masuk adalah kata-kata dan tindakan yang negatif, maka jadilah “program negatif”.
Jadi, mental block terbangun oleh adanya program negatif yang dengan sengaja atau tidak, tertancap di pikiran bawah sadar seseorang!
Apa itu “program negatif”?
Berkerabat dengan “mental block,” “program negatif” muncul mengiringi kehidupan kita sehari-hari, yakni ketika pikiran kita berhubungan dengan berbagai informasi yang tidak semuanya memberdayakan!
*Waspadalah!!!*
Dalam istilah hipnoterapi, pikiran kita diprogram oleh keadaan dan situasi kehidupan di sekitar kita, diprogram oleh televisi, sinetron, dan lain sebagainya…. Kadang diprogram oleh anggapan kita sendiri yang kadang bertentangan dengan produktivitas.
Misalnya, kita pernah menganggap bahwa sukses itu hanya milik orang-orang tertentu, dan lain sebagainya… Jika pikiran kita meyakini hal itu, maka benar jugalah, terjadilah…. kita sulit sukses karena pikiran kita telah menolaknya! Jadilah “mental block”.
Hal yang sama, terjadi di rumah-rumah, ketika orangtua yang sedang marah, mengata-ngatai anaknya dengan ucapan kasar dan “menghukum”/ memvonis, me"labeli" anaknya sendiri misalnya… ”kamu memang anak bodoh ya khan...!!, masak gini aja nggak bisa…”, dan lain sebagainya…..
Atau, ada lagi variasi lain. Ketika mendapati anaknya yang terlalu aktif, sehingga disebut “nakal” (maklum anak-anak, kan gitu biasanya.. ntar kalo dieeem aja anaknya, ntar malah jadi patung lhoh…. hehe…), sang ibu ngomel-ngomel di depan anaknya p**a: “…duh… bandelnya kamu… kayak anak setan…”… Waduh ini p**ak…. Emang seneng kalo anaknya jadi "anak setan" hayoo..?? hehehe….🙈🙈😅😅
Di sekolah, sering p**a kita temui guru yang seenaknya berucap sembrono(serampangan) kepada murid-muridnya.
*Kata-kata itu mempengaruhi pikiran anak dan lambat laun berubah menjadi program negatif yang terbawa hingga anak itu dewasa kelak!*
Itulah beberapa “ketidaksengajaan” atau “kekhilafan” yang berujung FATAL!
Dalam bahasa masyarakat umum (masyarakat Jawa) disebut “mandhi pangucape” (manjur kata-katanya).
Dalam terminologi hipnoterapi, kata-kata tersebut masuk ke pikiran bawah sadar si anak dan langsung terprogram dipikiran bawah sadarnya!
Tahukah Anda ?.... kekuatan pikiran bawah sadar = 88% ! Cukup kuat untuk memerintah pikiran sadar (yang cuma 12%!) yang selanjutnya, pikiran sadar memerintah organ-organ tubuh (fisik)!
Bayangkan dan rasakan akibat kelalaian kecil tadi ! Demikian juga, bila seseorang terbiasa menerima kata-kata negatif yang merendahkan (bahkan mungkin dialami sejak pada masa kanak-kanak) baik oleh orang-orang di lingkungan rumah, sekolah, dan dilingkungan permainan bersama teman -temannya, dan lain sebagainya.
Atau, seseorang yang ketika kecil sering ditakut-takuti, akan tumbuh menjadi pribadi yang canggung, rendah diri, penakut, dan lain sebagainya… Kalau dah gini nih…. bahaya….
Pengalaman pahit tersebut (kadang berupa trauma), dapat berubah menjadi selaput penghalang (blocks) secara mental, yang disebut mental block.
Sebenarnya masih sangat banyak kejadian di sekitar kita yang dapat menjelma menjadi mental blocks, penghalang pemikiran produktivitas kita, penghalang sukses kita.
Setiap orang pasti memiliki pengalaman pahit, luka batin, trauma, program pikiran yang salah (menjelma menjadi mental blocks), dan lain sebagainya.
Yupz… Mental Blocks ini bisa menjangkiti siapa saja. Walaupun efeknya sangat mengganggu dan disadari oleh “pengidapnya”, tetapi tidak dapat dijelaskan mengapa terjadi.
Berita buruknya, ketidaknyamanan mental akibat mental block ini membelenggu seseorang, memasung kreativitas sehingga menghalangi kesuksesan seseorang/anak.
Mereka yang berkarya di bidang pendidikan, bisnis, produksi, jasa, dan lain sebagainya wajib mewaspadai mental block ini.
Berita baiknya, mental blocks & program negatif ini dapat dikikis dan dihilangkan!
Bagaimana caranya..?
*CARA MENGHILANGKAN MENTAL BLOCK*
Dalam kehidupan sehari hari banyak orang yang mengalami hambatan karena adanya mental blocking yang memang sudah muncul sejak masa kanak kanak didalam dirinya.
Dr Maxwell Maltz berpendapat bahwa sistem keyakinan merupakan semacam sistim hipnotis-diri. ”Tidaklah berlebihan” tulisnya ”bila dikatakan bahwa setiap manusia dalam kadar tertentu dihipnotis oleh gagasan gagasan dari orang lain yang terlanjur ditelannya mentah mentah, atau gagasannya sendiri yang ditanamkan menjadi keyakinan dalam dirinya.
Membongkar dan menembus mental blocking yang menghambat karir atau pengembangan diri seseorang bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan kemauan dan usaha yang ekstra.
Berbagai cara dilakukan untuk membongkar dan menembus mental blocking yang menghambat tersebut. Diantaranya dengan hipnoterapi, mengikuti seminar untuk membangkitkan motivasi, mengikuti workshop tentang pengembangan pribadi, mengulang ulang kalimat yang membangkitkan semangat setiap hari, dan lain sebagainya.
Tidak semua mental blocking bersifat negatif diantaranya ada yang bersifat positif, misalnya rasa malu jika terbuka aurat didepan umum (terutama bagi wanita), merasa berdosa jika berdusta, atau tidak menepati janji, merasa berdosa jika melakukan perbuatan korupsi atau mengambil harta yang bukan haknya, merasa bersalah jika berselingkuh terhadap suami atau istri.
Mental blocking yang positif tentu tidak harus dihancurkan bahkan harus dipelihara dengan sebaik baiknya. Yang harus dihancurkan adalah mental blocking negatif yang menghambat karir atau merintangi pengembangan pribadi.
Mental blocking negatif dapat menghambat seseorang untuk meraih sukses misalnya, kekayaan, jabatan, karir, jodoh, prestasi olah raga, pengembangan bisnis dan lain sebagainya. Mental blocking muncul didalam diri tanpa disadari.
Perlu perhatian khusus untuk meneliti apa yang menjadi mental blocking yang menghambat karir kita masing masing. Setelah ditemukan juga perlu usaha yang kuat untuk menembus dan membongkar mental blocking tersebut.
Fokus mental block itu berada di pikiran bawah sadar, di batin seseorang yang sudah puluhan tahun mengendap di sana. Sudah menjadi bagian dari software dari pikiran kita. Manakala software itu belum di-upgrade maka tampilannya masih tetap.
Artinya, sepanjang mental block-nya, yakni mental miskin dan tidak berdaya, belum di-upgrade menjadi mental kaya dan berkelimpahan maka tampilannya (perilakunya) adalah perilaku yang tidak berdaya dan bermental pecundang.
*Perlu saya ingatkan sekali lagi bahwa mental block itu membatasi.*
Ibarat Anda sudah terlanjur sangat familiar dan nyaman dengan program Microsoft Word mau pindah ke program linux misalnya. Sepanjang belum ada kebutuhan yang sang sangat mendesak, dan anggapan lebih bernilai/berharga dan praktis, sepanjang itu p**a mental block bekerja untuk mempertahankan diri (resistant).
Sangat kompleks mekanisme kerja terjadinya mental block dalam pikiran bawah sadar agar tetap bertahan atau bahkan dapat berubah mental block tersebut.
Kompleksitas itu terkait erat dengan pengalaman pribadi seseorang (subjective experience). Seseorang yang hidupnya sudah sering teredukasi dengan dunia bisnis melalui keluarga, sekolah dan lingkungannya bahwa bisnis adalah dunia yang sangat menyenangkan, akan sangat memungkinkan berubah untuk menjadi seorang entrepreneur; sebaliknya apabila ia sering teredukasi dengan dunia orang gajian maka semakin kuat pertahanannya.
NLP dan hypnosis berikut alat-alatnya (tekniknya) adalah dalam rangka mengedukasi ulang berdasarkan pengalaman pribadi seseorang (klien). Artinya, teknik-teknik yang akan digunakan harus ekologis, sesuai dengan nilai-nilai dasar klien dan sekaligus tidak bertentangan dengan norma, etika, dan nilai-nilai masyarakat setempat.
Sebagai contoh, Anda tidak bisa mempengaruhi atau merubah pikiran seseorang untuk mau menjadi entrepreneur apabila apa yang Anda tanamkan –dengan teknik NLP dan hypnosis—bertentangan dengan keyakinan agamanya. Sebaliknya, apabila yang ditanamkan itu cocok, maka kemungkinan besar dapat diterima alias ia mau berubah.
Merubah mental block pada dasarnya adalah mempengaruhi pola pikir (mindset) melalui sejumlah cara. Mental block pada dasarnya adalah hasil pemikiran berupa keyakinan sementara atau common sense, maka sepanjang pikiran seseorang belum dirubah atau direkayasa maka sepanjang itu p**a mental block tidak berubah.
Hipnosis adalah cara untuk menembus faktor kritis pikiran sadar manusia sehingga sugesti yang diberikan dapat langsung diterima oleh pikiran bawah sadar tanpa dianulir oleh faktor kritis. Sedangkan hipnoterapi adalah cara melakukan terapi pikiran dengan memanfaatkan kondisi hipnosis.
Efektifitas hipnoterapi terletak pada kemampuannya dalam menerobos faktor kritis manusia sehingga sugesti untuk melakukan perubahan pun bisa dijalankan. Tentu akan ada yang bertanya-tanya “jika demikian, apa guna faktor kritis jika memang menghambat manusia untuk berubah?”
Faktor kritis tetap diperlukan agar kita dapat menjadi konsisten dan mempertahankan nilai-nilai baik yang telah terinstall selama ini. Apa jadinya jika kita dapat dengan mudahnya berubah? Tentu hidup kita pun jadi tidak karu-karuan (sangat plin plan).
Selain faktor kritis, pikiran bawah sadar pun sebenarnya sangat sulit berubah. Suatu program yang telah terinstal akan sulit berubah kecuali jika ada program baru yang menggantikannya. Misal seseorang yang sadar bawah merokok tidak baik untuk kesehatan, tetapi akan sangat susah berubah atau menghilangkan kebiasaan merokoknya.
*Mengapa demikian?*
Seseorang yang merokok bisa jadi ada alasan mencari rasa nyaman melalui merokok. Pikiran sadarnya tahu bahwa rokok berbahaya bagi kesehatan. Tapi tidak bagi pikiran bawah sadar.
Pikiran bawah sadar akan mempertahankan suatu kondisi dimana ia telah merasa nyaman. Bagi pikiran bawah sadar, setiap kondisi hanyalah dua sifat atau kategori ; known (dikenali) atau unknown (tidak dikenali).
Segala sesuatu yang masuk dalam kategori known dianggap sebagai kondisi aman dan menjadi zona nyamannya. Sedangkan yang masuk kondisi unknown (tidak dikenali) meski sebaik apapun, sesehat apapun, seberlimpah apapun..... jika masih unknown tetaplah dianggap sebagai sesuatu yang berbahaya.
Demikian juga dalam hal meningkatkan income, karir, memulai usaha dan lain sebagainya, seringkali pikiran bawah sadar akan menghambat kemajuan atau perubahan yang kita inginkan. Saat mau memulai atau mau berubah, ada hambatan mental yang menghalangi perubahan tersebut. Hal inilah yang disebut sebagai mental block.
Mental block ini apanya paving block ya? Yang pasti nggak ada hubungannya... hehehehe 😁😁😁
Anda mungkin sudah cukup menyaksikan mengapa ada orang yang hidupnya sangat sulit berubah. Ada yang meski telah memiliki penghasilan besar dan jabatan tinggi pun kok masih tidak mampu menabung, atau susah mencapai target jumlah tertentu baik penghasilan atau tabungan.
Ada juga yang dapat uang kaget seberapa besar pun tidak dapat mengubah nasibnya menjadi jauh lebih baik. Hal ini bisa jadi karena mental block.
“Lho Bun, kan bisa jadi karena takdirnya begitu?..”
Eit... jangan buru-buru menyalahkan takdir atau ketetapan Yang Maha Kuasa. Tuhan sudah memberikan anugerah modal pikiran dan fisik yang mampu untuk berusaha juga kesempatan yang sebenarnya terbentang luas.
Takdir yang tidak dapat diubah hanyalah sesuatu yang sudah bersifat ketetapan alam, misal gravitasi, rotasi bumi, sifat-sifat alam dan lain sebagainya
Sedangkan nasib, bisa berubah dengan usaha dan kerja cerdas..... juga mindset yang benar.
Bukankah Tuhan sudah menyampaikan melalui ayat yang tertulis di kitab suciNya bahwa *"Tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai kaum tersebut mau mengubah dengan tangannya sendiri?"*
Yang jadi masalah sekarang anda kan sudah mau berubah, tapi kok kayak ada saja hambatannya. Setiap mau maju dan melakukan perubahan selalu ada hambatan mental yang menghambat laju kesuksesan dan pencapaian cita-cita.
Bagaimana cara mengatasi hambatan mental ini? Yang pertama adalah kenali dulu.
*Bagaimana cara mengenalinya?*
Lakukan komunikasi dengan diri sendiri. Bagi yang sudah pernah belajar di kelas SPH (Sertifikasi Professional Hypnotherapy) pasti sudah sangat akrab dengan teknik EST (Ego State Therapy) untuk itu akan mudah saja melakukannya. Jika belum, lakukan teknik sederhana ini.
Siapkan diri masuk ke kondisi tenang dan nyaman. Sebaiknya suasana hening tanpa gangguan. Siapkan juga kertas dan alat tulis. Tulis di kertas apa yang ingin anda capai dalam sebulan ke depan. Misal meningkatkan penghasilan tambahan di luar gaji sebesar 100%.
Nah, coba ucapkan apa yang anda tulis.
Biasanya ada tuh semacam self talk atau kata-kata dari pikiran kita sendiri yang bernada kurang lebih seperti ini “Halah apa bisa?”. “Apa mungkin sih..?” Keraguan, ketakutan, ketidakyakinan, dll akan langsung melintas berseliweran di pikiran anda.
Itu adalah mental block anda yang sedang bekerja. Saat anda ingin sesuatu yang besar, mental block ini akan melakukan analisa database pengalaman anda dan berusaha membuat anda membatalkan niat menginginkan hal itu dengan alasan yang sepertinya ‘logis’.
Masih keadaan rileks, coba tulis satu per satu semua ganjalan, penolakan, ketidak percayaan, halangan dan apapun perasaan negatif yang tengah anda pikirkan berkaitan dengan cita-cita baru anda. Jangan dilawan, rileks dan layani protes dari faktor kritis/critical area anda. Kalau anda melawan, biasanya dia akan langsung diam.
Tapi critical area dan bagian diri anda yang bertanggung jawab terhadap masalah tersebut akan mengerahkan segenap kemampuan pikiran bawah sadarnya untuk menghalangi, menghambat atau bahkan menyabotase semua usaha anda.
Sebaiknya anda mengatakan “saya terima maksud baik dari penolakan atau hambatan ini, saya tetap menerima dan mencintai diri saya apa adanya”.
Langkah kedua ; coba atasi hambatan-hambatan itu dengan cara negoisasi (komunikasi dengan diri sendiri). Ketahui maksud baik dari penolakan tersebut dan bujuk dengan alasan mengapa tujuan yang ingin anda capai penting bagi anda.
Jika ada penolakan lagi, jawab lagi. Sehalus mungkin dan dengan cara persuasi yang baik sampai tercapai kesepakatan mental di dalam diri anda.