Parfum Cafe

Parfum Cafe Silaturahim bunda yang berwirausaha. Utamakan silaturahim, sinergitas, aktifitas dan semangat wira

05/04/2022



ETTA GOATKenapa akhir2 ini susu *Etta Goat Milk(EGM)* jdi laris manis ya... ๐Ÿค”Ternyata oh ternyata susu   banyak manfaat ...
30/11/2021

ETTA GOAT

Kenapa akhir2 ini susu *Etta Goat Milk(EGM)* jdi laris manis ya... ๐Ÿค”
Ternyata oh ternyata susu banyak manfaat nya..๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

๐ŸŒทbisa menaikkan nafsu makan
๐ŸŒทBisa utk meninggi bdn di senergi kan dgn gamat
๐ŸŒท Mengatasi sesak nafas di sinergi kan dgn procomin propolis/habbatussauda
๐ŸŒท Untuk kesehatan paru2
๐ŸŒท Mengatasi demam & filek
๐ŸŒท Mengatasi batuk
๐ŸŒทBisa utk facial wajah yg di cmpur dgn lemon/jeruk nipis
๐ŸŒทMengatasi alergi
๐ŸŒท Mengatasi keracunan & masih bnyk LG manfaat nya..

Udah gitu susu nya halal,kualitas no 1..๐Ÿ˜
Dpt halal nya dpt Sunnah nya.Biiznillah..๐Ÿ‘Œ๐Ÿ˜๐Ÿ˜˜

Yuuk biasakan anak" dgn minum susu sehat EGM. ๐Ÿฅ›๐Ÿฅ›







11/09/2018
11/05/2018


02/01/2018

*GAYA DISCO BISNIS KE DEPAN TAHUN 2018*

Akhir - akhir ini saya sering ditanya oleh beberapa orang dengan pertanyaan yang sama : _Bagaimana prospek penjualan di tahun 2018?_

Pertanyaan ini sangat relevan karena tinggal beberapa jam lagi kita akan memasuki tahun 2018.

Untuk membantu Anda lebih siap menjual di tahun 2018, maka Anda harus siap masuk ke *DISCO World*

DISCO World adalah sebuah dunia dimana Anda akan menemui 5 hal berikut ini : *Disrupting, Invading, Shifting, Changing dan Obscuring.*

Disrupt berarti mengacaukan atau mengganggu, artinya akan ada lebih banyak gangguan yang Anda temui di tahun 2018.

Invading atau serbuan dari luar akan semakin gencar, sejak berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) bursa persaingan tenaga kerja di Indonesia semakin ketat, karena Tenaga Kerja Asing bisa dengan mudah masuk dan bekerja di Indonesia. Perusahaan asing juga semakin agresif untuk merebut market di Indonesia yang sangat potensial dengan jumlah penduduk lebih dari 262 juta.

Shifting atau pergeseran, data BPS mengindikasikan saat ini terjadi kecenderungan pergeseran konsumsi masyarakat dari non-leisure ke leisure. Ini hanya salah satu contoh pergeseran, realitanya akan ada lebih banyak pergeseran lainnya.

Perubahan-perubahan di tahun mendatang frekwensinya juga akan menjadi lebih banyak dan lebih cepat.

Selain itu kita juga memasuki fase Obscure alias tidak jelas dan samar-samar, yang akan menyulitkan Anda dalam membuat prediksi penjualan.

Inilah tantangan yang setiap orang sales harus hadapi di tahun 2018.

Namun dalam kondisi ini Anda tidak perlu paranoid alias kuatir berlebihan. Karena di era DISCO World maka Anda hanya perlu ber-DISCO.

_Letโ€™s Disco on the dance floor_โ€ฆ.

Gerakan yang pertama yang harus dilakukan adalah melakukan *Diversifikasi*

Diversifikasi adalah tindakan membuat segala sesuatu menjadi lebih beragam dengan tujuan agar tidak terpaku pada satu hal saja.

Dengan banyaknya gangguan, perubahan dan ketidakjelasan maka Anda tidak bisa hanya mengandalkan satu atau dua macam cara saja untuk mencapai target penjualan.

Zaman sudah berubah, sekarang sudah zaman Now jadi kegiatan Offline seperti canvassing dan menjaga event pameran tidaklah cukup.

Anda perlu menjadi *Sales O2O*, sales yang mampu mencari prospek dan menjaga relasi dengan pelanggan secara Offline dan Online.

Gerakan kedua adalah *Intensifikasi*

Intensifikasi adalah usaha meningkatkan hasil dengan cara meningkatkan kemampuan atau memaksimalkan produktivitas faktor-faktor yang ada.

Prospek adalah darah dalam penjualan, semakin banyak dan berkualitas prospek yang Anda miliki maka semakin besar peluang untuk mendapatkan penjualan.

Prospek didapat dari berbagai sumber, tetapi sumber prospek yang paling berkualitas di dapat dari orang yang punya pengaruh besar dan percaya kepada Anda.

Untuk itu di era DISCO ini Anda harus memperluas jaringan dan menyisihkan waktu khusus untuk menjalin relasi, bukan sekedar berkumpul dengan sembarang orang, tetapi orang-orang yang berkualitas dan punya pengaruh besar untuk bisa memberi referensi kepada Anda.

Sekarang bukan lagi eranya meminta referensi langsung dari pelanggan, tetapi Anda harus membangun relasi yang baik terlebih dahulu agar dengan sendirinya mereka akan memberikan referensi yang berkualitas untuk Anda.

Gerakan selanjutnya adalah *Siaga*

Siaga itu artinya waspada dan siap sedia, semakin genting keadaan maka Anda harus semakin Siaga.

Di era DISCO Anda harus memasang seluruh panca indra agar lebih peka, karena keadaan berubah dengan sangat cepat. Jangan terlalu lama dalam mengambil keputusan, monitor keadaan dengan membaca dan memperhatikan trend dan dinamika yang terjadi di pasar.

Gerakan ke empat, Anda harus Cekatan

Kamus Besar Bahasa Indonesia menjelaskan cekatan berarti cepat mengerti, pintar, cerdik.

Kalau Anda masih jadi Orang Sales yang LoLa ( Loadingnya Lama ) maka Anda akan tergilas di era DISCO.

Gerakan terakhir adalah Otentik

Manusia Otentik adalah manusia yang menjadi diri sendiri bukan orang jiplakan, bukan orang tiruan, manusia otentik adalah manusia yang mempunyai sikap dan pendirian sendiri.

Manusia otentik selalu bersifat jujur dan berani menghadapi realita hidup.

Di tengah begitu banyak gangguan dan perubahan setiap orang sales tetap harus punya jati diri dan tidak ikut-ikutan menjadi orang lain.

Dunia boleh berubah tapi prinsip tidak pernah berubah, Seorang Sales yang Otentik akan tetap di cari oleh pelanggannya, karena mereka jelas, bisa di percaya dan berbeda dari kebanyakan sales lainnya.

Demikianlah 5 gerakan yang wajib setiap orang sales lakukan di tahun 2018

Kalau ada yang bertanya pada Anda bagaimana prospek penjualan di tahun 2018?

Jawab saja saatnya untuk ber DISCO..

Salam Syuperr

Selamat malam minggu
26/08/2017

Selamat malam minggu


Sudahkah rencana dietmu terlaksana...??
26/08/2017

Sudahkah rencana dietmu terlaksana...??

Grab it fast...Join kali ini Rp 0,-, teman...Dan dapaykan hadiah2 kerennya..
20/08/2017

Grab it fast...

Join kali ini Rp 0,-, teman...

Dan dapaykan hadiah2 kerennya..

14/08/2017

*MASALAH MARKETING*

*3 Inti Marketing yang Mesti Anda Pecahkan*

Untuk pertama kalinya pasca pemulihan, hari Senin pekan lalu Saya terbang ke kota Malang untuk sharing di acara Kopdar Akbar Yukbisnis 2017. Banyak pelajaran dan ilmu baru yang Saya dapat disana, khususnya ketika ngobrol-ngobrol santai sesama pengusaha dan pebisnis online. Keren lah pokoknya, Alhamdulillah...

Di hari ketiga saat di Malang, selepas ngisi kopdar Jago Jualan bareng kera-kera Ngalam, Saya diundang oleh Mas Nanang untuk makan di Ayam Goreng Nelongso miliknya. Alhasil, selain kepedesan menikmati sambel khasnya, Saya pun mendapatkan insight baru seputar bisnis dan usaha kuliner yang dijalankannya. Gokil abis ceritanya.. Salut! Uenak p**a makannya. Cobain deh! ๐Ÿ˜… *eh

Namun, bukan itu yang ingin Saya sampaikan pada tulisan kali ini...

Sesaat sebelum p**ang dari Ayam Goreng Nelongso, Saya diberi buku oleh salah satu sahabat Saya, Mas Faizal Alfa, yang berjudul *"3D Marketing".*

(Bukunya belum tersedia di http://BillionaireStore.co.id. Entar Saya paksa dulu orangnya. hehe)

Nah, tadi malam Saya baru sempat membaca bukunya sampai habis. Dan kali ini Saya ingin membagikan secuil pelajaran berharganya dari buku tersebut, yakni tentang *MASALAH MARKETING.*

*Berikut 3 masalahnya:*

*1. Sasaran Tidak Ditentukan
2. Strategi Tidak Ditetapkan
3. Aktivitas Tidak Dijalankan*

Yuk kita bahas satu per satu...

Pertama, *SASARAN TIDAK DITENTUKAN..*

Seringkali saat bertanya pada klien-klien coaching dan peserta kelas Saya, "Kalau boleh tahu, siapa target marketmu?"

Dengan enteng mereka menjawab:

"SEMUA ORANG..."


๐Ÿ˜“

Seth Godin bilang, "Everybody is not your customer".

Artinya, 'semua orang' bukanlah customermu.

Karenanya, saat membangun bisnis, kita harus menentukan siapa sasaran market idealnya. Siapa yang mesti dibidik...

Ini mirip-mirip pas kita nyari calon istri.

Kalau calonnya sholehah, ya kita gunakan pendekatan yang ramah dan penuh rahmah. Kalau calonnya naudzubillah, ya pendekatannya terserah pakai apa saja lah pokoknya, yang penting nikah. Kan itu goalnya... Begitu kalau kata Mas Faizal ๐Ÿคฃ

Di poin ini, Anda harus tahu betul SIAPA yang ingin Anda bidik...

Siapa yang mau disasar?
Siapa yang mau dilayani?
Siapa yang mau diberi pesan?
Siapa yang mau ditawari?
Siapa yang mau digoda?
Siapa yang mau dipengaruhi?
Siapa yang ingin "dinikahi"?

(Jomblo jangan baper. ) ๐Ÿ˜‚

Siapa? Iya siapa... ๐Ÿ˜

Geografisnya...

Satu dusun? Satu desa? Satu kecamatan? Satu kabupaten? Satu propinsi? Satu negara? Satu benua? Atau segimana? Hehe

Makin spesifik jawabannya, makin enak ngebidiknya. Fokus! Nancleb...

Demografisnya...

Perempuan? Laki-laki? atau Bencong?
Anak-anak? Remaja? atau Dewasa?
Lulusan S1? S2? atau S3 (SD, SMP, SMA)?
Profesi pegawai? Pengusaha? atau Pengangguran? ๐Ÿ™ˆ

Behaviorsnya...

HP-nya merk apa? Apple, Samsung, Oppo, Xiaomi, atau apa?

Laptopnya merk apa? MacBook, Asus, Toshiba, Acer, atau apa?

Internet Browsernya pake apa? Chrome, Firefox, Safari, Internet Explorer, atau apa?
..dan masih banyak lagi

"Kang, kok mumet ya?"

Lha emang!!

Mendingan mumet pusing di awal daripada mumet pusing di akhir (karena sepi order).

Setujuuuu....?? ๐Ÿ‘Œ

Kedua, *STRATEGI TIDAK DITETAPKAN.*

Pas udah tahu sasarannya siapa, tugas selanjutnya adalah merumuskan strategi yang ditetapkan.

Ada banyak hal yang mesti Anda pikirkan di bagian ini, mulai dari:

*PRODUK...*

Kualitasnya kaya apa?
Varian produknya gimana?
Ukurannya segimana?
Fiturnya apa aja?
Benefitnya apa aja?
Rasanya enak enggak?
Packagingnya?
Namanya?

*HARGA...*

Mahal atau murah?
Diskon atau bundling?
Harga coret atau asli?

*TEMPAT..*

Retail atau Reseller?
Cabang atau Franchise?
Toko online atau offline?

*PROMOSI...*

Gratis atau Diskon?
Bonus atau Voucher?
Trial / Demo?
Bundling / Package?
Testimoni atau Story?
Up sell atau cross sell?
Payment term atau cash?
Linited offer atau evergreen?
..dan masih banyak lagi elemennya.

Pokoknya, Anda mesti tetapkan strateginya mulai dari dimensi produk, harga, tempat, distribusi, promosi, hingga servicenya itu sendiri.

Makin puyeng?

Baguuuss... Artinya Anda mikir ๐Ÿค”

Mikir = Tumbuh. Hehe

Ketiga, *AKTIVITAS TIDAK DIJALANKAN.*

Jangan sampai Anda cuma jago merencana tapi lemah melaksana...

Cuma tukang ngimpi tapi gak pernah eksekusi... Ih, jijik! ๐Ÿ™ˆ

Lakukan tindakan menantang!

Bulan ini harus ngapain?
Minggu ini harus ngapain?
Hari ini harus ngapain?
Besok terus gimana?
Apa lagi yang harus dilakuin?
Kalau gak tercapai harus ngapain?
..dan lain-lain.

Ayo mikir... Dan tindaklanjuti dengan EKSEKUSI!

Alhasil, pastikan aktivitas yang dijalankan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Syukur-syukur, melebihi harapan dan mampu mengeksekusinya secara brutal!

Jaga eksekusinya..
Kontrol harian, tagih brutal!

*SEMANGAAAAT WOOOOOYY!!!!*

๐Ÿ˜ค๐Ÿ˜ค๐Ÿ˜ค

Demikian 3 masalah marketing yang mesti Anda pecahkan jikalau Anda mendapati omset penjualan yang cenderung mengalami penurunan...

Ayo cek & ricek...

Udah bener belum sasarannya? Siapa?
Udah keren belum strateginya? Gimana?
Udah komitmen belum eksekusinya?

Hayoo....

Udah ah.
Selamat mengevaluasi ๐Ÿ˜Š

*Dewa*

12/08/2017

*Nyonya Meneer dan Fenomena Zombie Company*
_Kamis, 10 Aug 2017 10:56 | Editor : Miftakhul F.S_

*_Oleh: Rhenald Kasali_* (Jawa Pos)

KITA merinding mendengar kabar bahwa perusahaan legendaris Nyonya Meneer dipailitkan kreditornya minggu lalu. Dengan begitu, pengelolaan pabrik kini berada di tangan kurator untuk dilikuidasi atau diatasi dengan cara lain untuk membayar utang yang jumlahnya cukup besar.

Kita merinding karena jasa perusahaan itu sangat banyak bagi anak-anak kita yang masa kecilnya akrab dengan Minyak Telon produksi Nyonya Meneer. Belum lagi jamu habis melahirkan yang banyak digemari kaum ibu.

Dengan menarik napas panjang, saya sebenarnya tak enak hati menjelaskan fenomena seperti ini, yang semakin hari semakin banyak. Namun, karena banyak yang menanyakannya, baiklah saya jelaskan. Semoga keluarga almarhum Nyonya Meneer tak berkeberatan dan diberi ketabahan dalam melewati masa-masa sulit mempertahankan legacy bisnis ini.

Baiklah, ini sebenarnya fenomena zombie company. Maaf, ini memang agak mirip dengan zombi yang banyak kita saksikan dalam film-film science fiction yang kadang horor kadang jenaka. Karena film yang mengulas tentang zombi cukup banyak (Abraham Lincoln vs Zombies), ia menjadi begitu populer.

Singkat cerita, zombi adalah mayat yang berjalan. Ia sebenarnya sudah mati, tak ada lagi sumber darahnya, tetapi karena satu dan lain hal tidak bisa atau tak mau dikubur.

*Hidup dari Utang*

Zombi yang kita kenal dalam film itu, selain tak ada sumber darahnya lagi, juga tak berjiwa, tetapi punya naluri dan bisa bergerak. Jiwa atau roh dalam bisnis merupakan sumber inovasi dan kebijakan. Sedangkan darah adalah energi yang menggerakkan seluruh organ perusahaan. Ini sama dengan cash flow atau arus kas yang datang dari usaha (penjualan).

Nah, biasanya begitu ditinggal founder-nya, perusahaan seperti bergerak tanpa โ€™โ€™rohโ€™โ€™. Ia menjadi tidak inovatif. Ia akan terbelenggu oleh rutinitas. Tak menciptakan hal-hal baru lagi yang menggairahkan semua pegawai. Ibarat koran ini tanpa โ€™โ€™Dahlan Iskanโ€™โ€™ baru yang gesit dan selalu ada ide brilian, walau tak semuanya bisa digerakkan menjadi uang.

Perusahaan tanpa roh ibarat perguruan tinggi negeri yang dipimpin oleh rektor yang, maaf, numpang duduk di jabatan tertingginya. Dia hanya asyik memimpin seremoni, tak ada sesuatu yang baru dari kepemimpinannya.

Selain ada di satu dua PTN, fenomena itu juga ada di BUMN, anak-anak BUMN, atau perusda yang gagal meraih pemimpin transformasi. Tetapi, kini juga banyak di sektor swasta. Bisa jadi, BUMN atau anak-anaknya terlalu nyaman sehingga menjadi lazy company, tetapi pemimpin tahu banyak tentang sejarah dan administrasi perusahaan.

Jadi, soal pengetahuan internal, tak ada yang bisa menandinginya. Tetapi, dia tak pernah โ€™โ€™melihatโ€™โ€™ bagaimana wujud kantornya karena tak pernah berada di luar melihat perusahaannya bila dibandingkan dengan yang lain.

Jadi, tak ada lagi perjuangan membangun hal-hal baru. Semuanya hanya meneruskan yang sudah ada saja. Bahkan yang sudah kusam, tak laku, tak relevan lagi terus dipelihara. Masih itu-itu saja yang diperdagangkan.

Zombie company akhirnya hidup dari utang atau menjual aset-aset yang ada secara bertahap (tidak revolusioner). Hanya supaya bisa bergerak. Bahkan dibiayai dengan bad debt atau cek kosong.

*Siapa Mereka?*

Adakah di antara zombi itu yang baik?

Tidak ada! Itu menurut sejumlah sumber. Dalam film-film science fiction selalu diceritakan, zombi yang baik itu seharusnya sudah dikubur. Jangan dibiarkan bergentayangan. Sebab, mereka akan menyebarkan rasa takut dan kesulitan bagi yang hidup dan masih punya masa depan.

Yang saya khawatirkan, di Indonesia ini, fenomena zombi semakin banyak. Sebab, bagi sebagian orang, menutup perusahaan itu sungguh memalukan. Apalagi dinyatakan pailit. Direktur-direktur dan pemegang sahamnya bisa masuk dalam daftar hitam perbankan, di-black list untuk menerima jasa-jasa.

Selain itu, ia juga dipelihara orang-orang lama karena secara pribadi aset-asetnya yang tak terpakai masih bisa mereka gunakan secara pribadi. Ruang kerja, kartu nama, fasilitas gudang, dan bisnis-bisnis turunannya. Masih ada yang bisa dipakai untuk kegiatan perorangan yang tak perlu menanggung fixed cost.

Di Negeri Matahari Terbit, fenomena perusahaan zombi sebetulnya mulai menyeruak pada 1990-an. Perusahaan-perusahaan bertahan hidup โ€“meski tak mampu membayar kreditnyaโ€“ berkat kredit murah perbankan, sikap lunak pemerintah dan kreditor. Menurut laporan Bloomberg, kreditor terpaksa bersikap lunak karena kalau mereka pailit, itu akan berdampak buruk terhadap neraca laporan keuangan kreditor.

Alhasil, sampai Maret 2017, memang tak satu pun dari sekitar 4.000 perusahaan publik di Jepang yang mengajukan perlindungan kepailitan. Padahal, banyak di antara mereka yang bisnisnya sudah terdisrupsi. Contohnya, Toshiba, Sharp, dan Sanyo.

Sharp selama bertahun-tahun hidup dalam kondisi nyaris bangkrut sampai akhirnya diambil alih Foxconn, perusahaan elektronik asal Taiwan. Bisnis Sanyo babak belur akibat produknya kalah bersaing dengan produk sejenis dari Tiongkok dan Korea Selatan. Sanyo pada 2009 diambil alih Panasonic. Sedangkan Toshiba tak lagi terdengar geliat inovasinya setelah laptop.

Kita jangan silau dengan perekonomian Korea Selatan dan Tiongkok. Di Negeri Ginseng, industri perkapalannya terpukul karena menurunnya perdagangan global selama tiga tahun terakhir. Maret silam bank-bank pemerintah di sana terpaksa memberikan pinjaman USD 2,6 miliar ke Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering Co dan mengonversi utangnya dengan saham. Padahal, dua tahun kemudian, Daewoo Shipbuilding mesti melunasi utang jangka pendeknya yang mencapai USD 4 miliar!

Saya membaca laporan Financial Times edisi 25 Mei 2017 yang mengutip data dari Bank of Korea dan Financial Supervisory Service. Potretnya lumayan mengerikan. Financial Times menulis, ada lebih dari 3.278 perusahaan zombi di Korea Selatan dengan 232 di antaranya adalah perusahaan publik.

Angka itu naik 17 persen jika dibandingkan dengan 2012. Padahal, perusahaan-perusahaan zombi yang ada di bursa efek saja diperkirakan mempekerjakan sekitar 100 ribu karyawan dan nilainya setara dengan 4,5 persen PDB negara itu.

*Dunia Tengah Dikepung Produk-Produk Zombi*

Perusahaan-perusahaan zombi di Tiongkok juga menimbulkan masalah serius. Pemerintah meminta perusahaan-perusahaan batu bara di Kota Jincheng untuk terus berproduksi meski pembelinya sudah tak sebanyak dulu. Akibatnya, batu bara terus menumpuk tanpa bisa dijual. Itu menciptakan perusahaan-perusahaan zombi dalam industri batu bara.

Hal serupa terjadi dengan semen. Tiongkok kini kelebihan pasokan semen hingga lebih dari 1 miliar ton (bandingkan dengan kapasitas produksi semen kita yang 90-an juta ton per tahun). Fenomena yang sama terjadi pada industri olahan aluminium serta besi dan baja. Padahal, untuk industri besi dan baja, volume produksi Tiongkok lebih besar ketimbang gabungan produksi dari tiga negara: AS, Jerman, dan Jepang.

Mengapa Tiongkok melakukannya? Jika pabrik-pabrik tadi berhenti beroperasi, Tiongkok akan menghadapi masalah pengangguran. Dan, bagi Tiongkok, mereka lebih takut dengan masalah pengangguran ketimbang kelebihan produksi dari pabrik-pabriknya.

Pengangguran bisa menciptakan masalah instabilitas sosial dan politik. Sementara itu, soal kelebihan produksi, Tiongkok bisa menjualnya dengan harga dumping (jadi, kita mesti hati-hati dengan serbuan produk Tiongkok dalam hari-hari ini).

Di Eropa suasananya nyaris serupa. Menurut laporan OECD edisi Januari 2017, bertambahnya perusahaan-perusahaan zombi tersebut merupakan potret tidak efisiennya penerapan UU Kepailitan. Hal itu menimbulkan masalah yang sangat serius. Di Italia, perusahaan zombinya mencapai 6 persen dari seluruh pop**asi atau naik dua kali lipat ketimbang 2007.

Jumlah itu meningkat karena proses pengadilan kepailitan Italia yang lama dan bertele-tele. Di sana, proses melikuidasi perusahaan membutuhkan waktu hingga delapan tahun. Bandingkan dengan di AS yang hanya beberapa bulan. (*)

Sumber: http://www.jawapos.com/read/2017/08/10/149968/nyonya-meneer-dan-fenomena-zombie-company

UTIQUE BLACKCode: Utique Parfum BlackCalatog's price: Rp1.775.000,00Collection: Utique Collection / Luxury CollectionCap...
02/06/2017

UTIQUE BLACK

Code: Utique Parfum Black
Calatog's price: Rp1.775.000,00

Collection: Utique Collection / Luxury Collection
Capacity: 100 ml
Fragrance: 20%
Type: Elegant
WOODY/ORIENTAL

Elegan, anggun, dan misterius

Fragrance notes

Head notes: woody, saffron, styrax
Heart notes: vetiver, amber, vanili
Base notes : leather, kayu cendana, kayu amber.



Calatog's price: Rp312.000,00Collection: LuxuryCapacity: 50 mlFragrance: 20%Type: FreshFLORAL / CITRUSType: FreshFragran...
02/06/2017

Calatog's price: Rp312.000,00

Collection: Luxury
Capacity: 50 ml
Fragrance: 20%
Type: Fresh
FLORAL / CITRUS

Type: Fresh

Fragrance notes:

Top notes: buah - buahan citrus, peony

Heart notes: mawar, osmanthus

Base notes: patchouli, kayu cendana.



Address

Jakarta
10000

Telephone

085217659464

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Parfum Cafe posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Share on Facebook Share on Twitter Share on LinkedIn
Share on Pinterest Share on Reddit Share via Email
Share on WhatsApp Share on Instagram Share on Telegram