02/02/2016
"When kids feel right, they will behave right. We can help them to feel right by accepting their feelings."
Pernah mengalami masa dimana anak-anak mengeluh, murung, bahkan marah ketika diminta belajar? Beberapa anak bahkan menunjukkan perilaku menyakiti diri seperti memukul-mukul kepalanya dengan kepalan tangan, atau memukul tangannya ke meja. Pastinya kondisi seperti ini tidak lazim dialami oleh orangtua maupun guru. Lantas, apa respons yang biasanya kita munculkan terhadap situasi tersebut?
"Kamu kalau marah belajarnya, gimana bisa cepat selesai?"
"Jangan banyak tingkah yaa, kamu!"
"Ayo, jangan malas belajar! Mama tahu kamu hanya pura-pura cape kan!"
Tahukah anda bahwa kondisi marah, mengeluh, murung, bahkan menyakiti diri sendiri merupakan salah satu tanda bahwa anak sedang merasa tertekan dan frustasi. Kondisi ini seringkali dianggap sepele oleh banyak orang, padahal respons kita dapat menentukan bagaimana anak berperilaku. Dengan memberikan respons yang "menentang perasaan anak", tanpa ada upaya untuk memahami anak dapat membuat mereka merasa tidak dipercaya dan berperilaku semakin buruk.
Sebagai orangtua atau guru, kita dilihat sebagai sosok yang dapat dipercaya dan diandalkan ketika anak menghadapi masalah. Jadi, sebaiknya ketika kita menghadapi anak, usahakan untuk selalu memahami kondisi anak sebelum berespons.
Ingatlah selalu bahwa setiap anak itu spesial! Mereka unik dan memiliki talenta yang berbeda satu sama lain. Apabila anak enggan belajar, cobalah mencari tahu apa yang sedang dirasakan anak. Apakah memang ia memiliki kesulitan tertentu yang tidak anda ketahui?
So, berikut ini saya bagikan tips untuk menghadapi anak yang sedang "enggan" belajar.
1. Tatap matanya, berikan pelukan atau tepukan ringan di bahu
nya, dan tanyakan "Hey, apa kamu siap belajar?",
"Apa yang sedang kamu rasakan?."
2. Coba untuk mendengarkan dan menerima semua curahan
perasaan anak.
3. Responi anak dengan kata-kata seperti "oh..", "mmm..", "saya
paham perasaan kamu"
4. Berikan anak waktu untuk menenangkan diri.
5. Lalu, berikan motivasi dengan mengatakan "ayo kita berusaha
bersama-sama. Saya tahu kamu pasti bisa melalui ini semua"
If we can't accept their feeling, how can they learn to deal with their feeling?