20/03/2026
Walaupun Ramadhan telah pergi, akan tetapi amalan tidak boleh pergi. Ramadhan pasti akan meninggalkan kita, akan tapi jangan sampai amal itu kembali kita tinggalkan.
Seorang Salaf terdahulu ketika ditanya ada orang yang rajin beribadah tapi hanya di bulan Ramadhan, apa kata mereka? Bahwa sungguh itu seburuk-buruk hamba, dia mengenal Allah hanya di bulan Ramadhan saja.
Tidak saudaraku, Ramadhan bukanlah tujuan, akan tetapi Ramadhan adalah wasilah agar kita terbiasa terus diatas ketaatan kepada Allah, agar puasa sunnah selalu kita lakukan setelahnya. Ini dia Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memberikan kepada kita motivasi agar berpuasa enam hari Syawal. Semua ini adalah agar kita terbiasa diatasnya.
Ini dia Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memberikan kepada kita motivasi untuk beramal ketika kita telah selesai dari bulan Syawal. Karena setelah Syawal kita akan memasuki tiga bulan dari bulan-bulan haram, yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. Kembali musim-musim ketaatan itu Allah berikan kepada kita.
Hal ini tiada lain supaya kita terbiasa dan kita senantiasa diatas kebaikan dan ketaatan kepada Allah. Sebab ketika kita tidak membiasakan diatas kebaikan, kita akan terbiasa diatas keburukan. Mana yang kita pilih? Apakah kita ingin membiasakan diri kita dengan hal-hal yang tidak baik, dengan hal-hal yang tidak ada manfaatnya, lalu kemudian kita wafat diatas itu? Ataukah kita ingin agar hidup kita, hari-hari kita, waktu-waktu kita senantiasa mengharapkan keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala semata? Tentu itu yang kita harapkan saudaraku. Kita ingin wafat diatas husnul khotimah, kita ingin wafat dalam keadaan kita menaati Allah Subhanahu wa Ta’ala, bukan memaksiatiNya.
sumber: rodja.id/326