Puskesmas Tanjung Ria

Puskesmas Tanjung Ria Puskesmas Tanjung Ria adalah Unit Pelaksana tehknis dari Dinas Kesehatan Kota Jayapura dengan wilayah kerja satu kelurahan Dan satu kampung

Puskesmas Tanjung Ria adalah Pusat Kesehatan Masyarakat yang berlokasi di Kelurahan Tanjung Ria Base-G, Jayapura.

21/02/2026

Ayo ke posyandu

BAU KERINGATMU BUKAN SEKADAR BAU…Keringat itu normal.Tapi kalau aromanya berubah drastis, menyengat, amis, manis seperti...
14/02/2026

BAU KERINGATMU BUKAN SEKADAR BAU…

Keringat itu normal.
Tapi kalau aromanya berubah drastis, menyengat, amis, manis seperti buah, atau bahkan seperti amonia… jangan langsung anggap sepele.

Tubuh sering memberi tanda lebih dulu sebelum penyakit terasa.
Bisa karena dehidrasi.
Bisa karena hormon.
Bisa juga karena gula darah atau gangguan metabolik.
Yang penting bvukan panik.
Tapi pekav.

Kalau bau berbeda dari biasanya dan disertai gejala lain seperti lemas, sering haus, mual, atau berat badan turun tanpa sebab sebaiknya periksa.
Tubuh kita tidak pernah bohong.
Ia selalu memberi sinyal. Tinggal kita mau dengar… atau tidak.

Ayooo jangan Lupa ke Posyandu ya bunda2🙏
02/02/2026

Ayooo jangan Lupa ke Posyandu ya bunda2🙏

salam sehat warga Tanjung Ria berikut kami infokan jadwal posyandu ILP Bulan Februari. Pelayanan dari usia 0 bulan sampa...
01/02/2026

salam sehat warga Tanjung Ria berikut kami infokan jadwal posyandu ILP Bulan Februari. Pelayanan dari usia 0 bulan sampai dengan lansia di tiap posyandu. mari manfaatkan posyandu.

1. Kunyit AsamManfaat: Membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah.Cara Membuat: * Siapkan kunyit segar...
29/01/2026

1. Kunyit Asam
Manfaat: Membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah.
Cara Membuat:
* Siapkan kunyit segar (parut atau iris), asam jawa, dan sedikit gula merah/aren.
* Rebus kunyit dengan air hingga mendidih dan warnanya keluar.
* Masukkan asam jawa dan gula merah, aduk hingga larut.
* Saring ke dalam gelas.
Cara Konsumsi:
* Diminum pada pagi hari.
* Frekuensi: 3–4 kali dalam seminggu.

2. Rebusan Jahe
Manfaat: Melancarkan peredaran darah dan membantu menurunkan kadar trigliserida.
Cara Membuat:
* Ambil 1–2 ruas jahe, cuci bersih, lalu geprek atau iris tipis.
* Rebus jahe dengan air selama 5–10 menit hingga aroma tercium kuat.
* Tuangkan ke gelas (bisa ditambah sedikit madu jika s**a).
Cara Konsumsi:
* Diminum dalam keadaan hangat.
* Waktu terbaik: Sore atau malam hari.

3. Teh Hijau
Manfaat: Kaya akan antioksidan (katekin) yang sangat baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Cara Membuat:
* Seduh daun teh hijau kering atau teh celup dengan air panas (sekitar 80°C, jangan air yang terlalu mendidih agar nutrisi tidak rusak).
* Diamkan selama 2–3 menit lalu buang ampasnya.
Cara Konsumsi:
* Takaran: 1–2 cangkir per hari.

4. Wedang Uwuh
Manfaat: Campuran rempah-rempah alaminya membantu menjaga kestabilan kadar kolesterol.
Cara Membuat:
* Siapkan bahan berupa kayu secang, jahe, kayu manis, cengkeh, dan kapulaga.
* Rebus semua bahan menjadi satu hingga air berubah warna menjadi merah tua.
* Bisa ditambahkan gula batu secukupnya.
Cara Konsumsi:
* Diminum dalam keadaan hangat.
* Waktu terbaik: Malam hari.

5. Jus Alpukat
Manfaat: Mengandung lemak tak jenuh tunggal (lemak baik) yang membantu menurunkan kolesterol.
Cara Membuat:
* Ambil daging buah alpukat yang sudah matang.
* Blender dengan sedikit air.
* Penting: Jangan menambahkan gula, sirup, atau susu kental manis agar manfaatnya maksimal.
Cara Konsumsi:
* Diminum langsung sebagai pengganti camilan atau pelengkap makan.
* Pastikan tetap tanpa gula dan susu.

> Catatan: Meskipun minuman ini alami, pastikan Anda tetap menjaga pola makan rendah lemak jenuh dan rutin berolahraga untuk hasil yang optimal.

Tinggal pilih waktu mana sj yang penting setiap hari harus bergerak. Mari sehat bersama🙏💪
23/01/2026

Tinggal pilih waktu mana sj yang penting setiap hari harus bergerak. Mari sehat bersama🙏💪

Cegah Kecacingan dengan Minum Obat Cacing dan selalu terapkan PHBS ( Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)Pencegahan kecacing...
20/01/2026

Cegah Kecacingan dengan Minum Obat Cacing dan selalu terapkan PHBS ( Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)

Pencegahan kecacingan sangat penting untuk menjaga kesehatan pencernaan dan penyerapan nutrisi tubuh. Berikut adalah langkah-langkah utamanya:

1. Konsumsi Obat Cacing Secara Rutin
Dosis: Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan menganjurkan pemberian obat cacing (seperti Albendazole atau Mebendazole) minimal 6 bulan sekali atau 1 tahun sekali.
Sasaran Utama: Terutama bagi anak-anak usia prasekolah dan usia sekolah yang lebih rentan terpapar.
Akses: Anda bisa mendapatkan obat cacing gratis melalui program Puskesmas atau Posyandu setempat.
2. Terapkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)
Pemberian obat tidak akan efektif jika lingkungan dan kebiasaan tetap kotor. Terapkan kebiasaan berikut:
Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS): Selalu cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum makan, setelah menggunakan toilet, dan setelah kontak dengan tanah.
Gunakan Alas Kaki: Selalu gunakan sandal atau sepatu saat berada di luar rumah untuk mencegah larva cacing masuk melalui pori-pori kulit kaki.
Potong Kuku secara Teratur: Jaga kuku tetap pendek dan bersih karena telur cacing sering bersarang di bawah kuku yang panjang.
Kebersihan Makanan: Cuci bersih sayuran dan buah-buahan sebelum dikonsumsi, serta pastikan daging dimasak hingga matang sempurna.
Gunakan Jamban Sehat: Hindari buang air besar sembarangan (BABS) agar telur cacing tidak mencemari lingkungan dan sumber air.
Dengan mengombinasikan konsumsi obat cacing dan PHBS, risiko infeksi cacing yang dapat menyebabkan anemia serta stunting pada anak dapat ditekan secara maksimal.

Imunisasi hepatitis pada bayiImunisasi hepatitis pada bayi sangat penting untuk mencegah infeksi virus hepatitis B, dibe...
20/01/2026

Imunisasi hepatitis pada bayi

Imunisasi hepatitis pada bayi sangat penting untuk mencegah infeksi virus hepatitis B, diberikan segera setelah lahir (kurang dari 12 jam), diikuti dosis kedua pada usia 2 bulan, ketiga pada 3 bulan, keempat pada 4 bulan, dan booster pada 18 bulan (jadwal IDAI).

Vaksin Hepatitis B diberikan lewat suntikan intramuskular dan mencegah penyakit hati kronis, bahkan kanker hati. Untuk Hepatitis A, vaksin diberikan mulai usia 12 bulan.

Jadwal Imunisasi Hepatitis B (Rekomendasi IDAI)
Dosis 1: Segera setelah lahir (sebelum 24 jam).
Dosis 2: Usia 2 bulan.
Dosis 3: Usia 3 bulan.
Dosis 4: Usia 4 bulan.
Dosis Booster: Usia 18 bulan.

Vaksin Hepatitis A
Dosis 1: Mulai usia 12 bulan (1 tahun).
Dosis 2: 6-18 bulan setelah dosis pertama.

Pentingnya Imunisasi Hepatitis
Pencegahan Komplikasi: Mencegah hepatitis B kronis, sirosis, dan kanker hati.
Penularan: Virus bisa menular dari ibu ke bayi saat lahir.

Catatan Khusus
Bayi Prematur/Berat Badan Rendah: Vaksin Hepatitis B mungkin ditunda hingga berat badan bayi mencapai 2.000 gram atau usia 2 bulan, kecuali jika ibu positif HBsAg (maka harus segera diberikan bersama Imunoglobulin Hepatitis B).
Efek Samping
Umumnya ringan, seperti nyeri, bengkak, atau kemerahan di area suntikan, sakit kepala, atau demam.
Selalu konsultasikan dengan dokter anak untuk jadwal imunisasi yang paling sesuai dengan kondisi bayi Anda.

Semoga Bermanfaat🙏
17/01/2026

Semoga Bermanfaat🙏

Semoga Bermanfaat ya🙏
09/01/2026

Semoga Bermanfaat ya🙏

Ayooo Jaga Kesehatan Bersama ya🙏
09/01/2026

Ayooo Jaga Kesehatan Bersama ya🙏

Address

Jalan Pasifik Indah I Kel. Tanjung Ria Distrik Jayapura Utara
Jayapura
99117

Opening Hours

Monday 09:00 - 14:30
Tuesday 09:00 - 14:30
Wednesday 09:00 - 14:30
Thursday 09:00 - 14:30
Friday 09:00 - 14:30
Saturday 09:00 - 14:30

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Puskesmas Tanjung Ria posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Practice

Send a message to Puskesmas Tanjung Ria:

Share

Share on Facebook Share on Twitter Share on LinkedIn
Share on Pinterest Share on Reddit Share via Email
Share on WhatsApp Share on Instagram Share on Telegram

Category