30/03/2026
🌿 Kembali Fitrah, Merajut Ukhuwah di Bumi Intanpari 🌿
Sejenak menengok ke belakang, tahukah sedulur bahwa tradisi Halal Bihalal lahir dari rahim sejarah bangsa kita sendiri?
Berawal pada tahun 1948, di tengah situasi politik pasca-kemerdekaan yang memanas, Presiden Soekarno meminta saran kepada KH Wahab Chasbullah untuk meredakan ketegangan antar elit politik. Dari sanalah gagasan silaturahmi ini lahir, dan istilah "Halal Bihalal" diciptakan—sebuah filosofi indah tentang keharusan untuk "saling menghalalkan" atau saling memaafkan kesalahan satu sama lain.
Dari sebuah forum rekonsiliasi politik, Halal Bihalal kini menjelma menjadi detak nadi kebersamaan kita. Di tengah dunia yang bergerak serba cepat, silaturahmi adalah oase. Ia bukan sekadar rutinitas jabat tangan, melainkan jembatan yang memanjangkan umur persaudaraan, meluaskan rezeki, dan melebur ego di dada. Karena sejauh apapun kita melangkah, pada akhirnya kita selalu butuh keluarga, sahabat, dan tetangga untuk saling menguatkan.
Mari jadikan momen Halal Bihalal ini untuk kembali ke titik nol. Merajut benang yang sempat terputus, menghangatkan sapa yang sempat mendingin, dan mengeratkan ikatan yang sudah terjalin.
Sugeng riyadi, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kedamaian selalu menyertai langkah kita semua. 🙏✨