Ruqyah QHI Klaten

Ruqyah QHI Klaten Media informasi Ruqyah Syar'iyyah, Konsultasi kesehatan, Pengobatan Tradisional Holistik. Pengobatan penyakit Medis&Non Medis. Qur'anic Healing International.

𝗛𝗶𝗸𝗺𝗮𝗵 𝗣𝗮𝗴𝗶Sesungguhnya Allah Ta‘ala menguji hamba-Nya yang beriman dengan berbagai cobaan, kemudian Dia memberikan kese...
23/12/2025

𝗛𝗶𝗸𝗺𝗮𝗵 𝗣𝗮𝗴𝗶

Sesungguhnya Allah Ta‘ala menguji hamba-Nya yang beriman dengan berbagai cobaan, kemudian Dia memberikan kesembuhan dan keselamatan kepadanya. Maka cobaan itu menjadi penghapus dosa-dosa yang telah lalu, sekaligus kesempatan untuk memperbaiki dan menebus kesalahan yang masih tersisa [Salman Al-Farisi radhiyallahu'anhu]

=========
إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَبْتَلِي عَبْدَهُ الْمُؤْمِنَ بِالْبَلَاءِ، ثُمَّ يُعَافِيهِ، فَيَكُونُ كَفَّارَةً لِمَا مَضَى، وَمُسْتَعْتَبًا لِمَا بَقِيَ (تنبيه الغافلين ٥٢٩)

22/12/2025

🎙️ *Mengapa Belum Sembuh? Koreksi Diri dan Kunci Kesembuhan dari Sihir, ‘Ain, dan Gangguan Jin*

Banyak orang bertanya: *“Apa obat sihir? Apa obat ‘ain dan gangguan setan?”*
Mereka berkata, *“Kami sudah lelah dengan berbagai program. Kami sudah berobat sejak lama, tetapi tidak ada perubahan sedikit pun.”*

Kami katakan kepada mereka: *“Dengarkan baik-baik apa yang saya sampaikan, meskipun ini terasa berulang-ulang dan mungkin membosankan.”*
Bagaimana seseorang bisa sembuh dari sihir?
Bagaimana seseorang bisa sembuh dari ‘ain?

Program semacam ini terasa melelahkan, karena saya telah berhadapan dengan persoalan ini sejak waktu yang lama.

**Bagaimana mungkin kita bisa berada di jalan yang benar**, jika kita **tidak memperbaiki hubungan kita dengan Allah سبحانه وتعالى**, tidak memperbaiki diri kita sendiri, dan tidak membenahi cara kita berinteraksi dengan Allah?
Maka kita akan **tetap berada dalam kondisi yang terus kita keluhkan**.

Siapa di antara kita yang tidak pernah berbuat salah?
Silakan angkat tangan.
Siapa yang berkata, *“Saya tidak pernah berbuat salah,”* silakan angkat tangannya.

**Alhamdulillah**, kita semua penuh dengan kesalahan.
Kita semua berbuat salah.
Setiap manusia melakukan kesalahan.

Namun ada yang berkata, *“Kesalahan saya hanya kecil.”*
Kita jawab dengan kisah **Nabi Adam ‘alaihis salam**.

Allah سبحانه وتعالى telah menempatkan Adam di dalam surga, lalu Allah berfirman kepadanya:

> **يَا آدَمُ إِنَّ هَٰذَا عَدُوٌّ لَكَ وَلِزَوْجِكَ فَلَا يُخْرِجَنَّكُمَا مِنَ الْجَنَّةِ فَتَشْقَىٰ**
> (QS. Ṭāhā: 117)

*“Wahai Adam, sesungguhnya ini (Iblis) adalah musuh bagimu dan bagi istrimu, maka jangan sampai ia mengeluarkan kalian berdua dari surga sehingga engkau akan celaka.”*

Adam telah diperingatkan.
Namun ketika beliau melakukan **satu kesalahan saja**, kesalahan yang terlihat kecil, **ia dikeluarkan dari surga hingga Hari Kiamat**.

Sebagian orang berkata, *“Saya hanya punya kesalahan kecil, bukan dosa besar. Saya orang baik.”*
Padahal Allah telah menjelaskan kepada Adam bahwa Iblis adalah musuh bagi dirinya dan istrinya.

Kita tahu apa kesalahan Adam: **satu kesalahan saja**, kesalahan yang tampak ringan.
Namun akibatnya, beliau harus keluar dari surga dan menunggu hingga hari kiamat untuk kembali memasukinya.

Kemudian para malaikat datang kepadanya, dan Adam pun **memohon ampun kepada Allah**.

Lalu bagaimana dengan **kesalahan-kesalahan kita**?
Demi Allah, kesalahan kita **sangat banyak**.

Seandainya Allah menghukum kita hanya dengan **setengah dari kesalahan kita**, niscaya kita **tidak akan tersisa di muka bumi ini**.
Allah berfirman:

> **وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللَّهُ النَّاسَ بِمَا كَسَبُوا مَا تَرَكَ عَلَىٰ ظَهْرِهَا مِنْ دَابَّةٍ**
> (QS. Fāṭir: 45)

*“Seandainya Allah menghukum manusia karena apa yang mereka perbuat, niscaya Dia tidak akan meninggalkan satu makhluk melata pun di atas permukaan bumi.”*

Namun ini semua adalah **rahmat Allah kepada kita**.
Karena itu, **sebenarnya kita tidak pantas untuk terus-menerus mengeluh**.

Kesalahan kita banyak.
Langkah-langkah dosa kita juga banyak.
Seandainya Allah membalas **setiap langkah dosa dengan azab**, niscaya kita tidak akan hidup di dunia ini.

Allah tidak menghancurkan dunia ini karena **kasih sayang-Nya**, bahkan binatang pun masih diberi rezeki.

Rasulullah ﷺ meriwayatkan bahwa Allah berfirman:

> **يَا عِبَادِي، إِنَّكُمْ تُخْطِئُونَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ، وَأَنَا أَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا، فَاسْتَغْفِرُونِي أَغْفِرْ لَكُمْ**
> (HR. Muslim)

*“Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya kalian berbuat dosa di malam dan siang hari, dan Aku mengampuni seluruh dosa. Maka mohonlah ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni kalian.”*

Hadits ini **disampaikan kepada para sahabat**, dan juga **kepada umat Nabi Muhammad ﷺ setelah mereka**.

Padahal, kesalahan para sahabat tidak seperti kesalahan kita.
Namun Allah tetap berfirman, *“Kalian berbuat dosa di malam dan siang hari.”*

Allah Maha Mengetahui dosa-dosa yang kita lakukan:
Satu kata yang diucapkan seseorang bisa menyeretnya ke **neraka sejauh tujuh puluh tahun**, sementara kita tidak menyadarinya.

Lalu bagaimana dengan dosa-dosa kita dibandingkan dengan dosa para sahabat?
Bagaimana kesalahan mereka, dan bagaimana kesalahan kita?

▪┈┈◈❂◉❖ ❁ ❖◉❂◈┈┈▪

🎙️Syaikh Khalid bin Ibrahim Al Hibsyi Hafidzahullah
⌨️ Rudi Abu Huna
Republish: Ruqyah QHI Klaten

Fatwa Ulama Ruqyah Herbal
22/12/2025

Fatwa Ulama Ruqyah Herbal


🔊 *Halaqah 61-  *Kisah Gadis yang Membunuh Ular Kecil Ternyata Anak Jin*🎙️ *Syaikh Abū al-Barā’ Usāmah bin Yāsīn al-Ma‘ā...
20/12/2025

🔊 *Halaqah 61- *Kisah Gadis yang Membunuh Ular Kecil Ternyata Anak Jin*

🎙️ *Syaikh Abū al-Barā’ Usāmah bin Yāsīn al-Ma‘āni*

**Kisah: Gadis yang Membunuh Anak Jin Berwujud Ular Kecil, Lalu Diserang Ayah Jin Tersebut**

Sekitar **25 tahun yang lalu**, datang kepada saya seorang gadis di daerah **Ṭarīf**, Arab Saudi. Mereka membawa seorang gadis yang kondisinya sudah sangat lemah — hanya tinggal **kulit dan tulang**.

Ketika saya membacakan ruqyah, jin yang merasuk berbicara melalui lisannya.

Saya bertanya:
**"ما اسمُك؟"** – *"Siapa namamu?"*
Ia menjawab:
**"اسمي يَحْن."** – *"Namaku Yahn."*

Saya bertanya lagi:
**"لِمَ جِئْتَها؟"** – *"Mengapa kamu datang kepadanya?"*

Ia menjawab:
**"قَتَلَتْ وَلَدِي."** – *"Dia telah membunuh anakku."*

Saya bertanya:
**"كيف قتلت ولدك؟"** – *"Bagaimana dia membunuh anakmu?"*

Jin itu menjelaskan bahwa keluarga gadis ini pernah bepergian ke Suriah. Ketika itu, anak jin tersebut sedang berada di bawah ambang pintu. Gadis ini tanpa sengaja mengangkat ambang pintu itu, lalu mendapati **seekor anak ular kecil**, lalu membunuhnya. Ternyata ular kecil itu adalah **anak jin** tersebut.

Karena itulah jin itu berkata:
**"جِئْتُ لِآخُذَ بِثَأْرِي وَأَقْتُلَهَا."**
*"Aku datang untuk menuntut balas dan membunuhnya."*

**Memberi Nasihat dan Mengajak Jin kepada Allah**

Saya lalu mulai **mengajaknya dengan metode dakwah**. Saudara, Anda tidak harus menggunakan metode saya. Setiap peruqyah punya pendekatan masing-masing:
• yang lembut,
• yang menyentuh,
• yang mengingatkan tentang surga, neraka, kematian, dan kekuasaan Allah.

Saya hanya ingin memberi contoh metode saya.

Saya memberi nasihat dengan **targhīb wa tarhīb** — harapan dan ancaman, surga, neraka, alam kubur, dan akhirat.

Hingga akhirnya jin itu berkata:

**"أشهد أن الأنبياء ابن الله، وأشهد أن محمدًا رسول الله."**

Tentu kalimat itu salah. Maka saya luruskan:
Saya berkata: *“Keluarlah dari tubuhnya.”*

Ia menjawab: *“Tidak! Saya ingin membunuhnya.”*

Saya berkata:
*"Wahai makhluk, engkau telah masuk Islam. Allah Ta‘ālā berfirman dalam kitab-Nya:"*

**Ayat yang saya bacakan:**

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللّٰهِ ۗ وَالَّذِيْنَ مَعَهٗٓ اَشِدَّاۤءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاۤءُ بَيْنَهُمْ تَرٰىهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَّبْتَغُوْنَ فَضْلًا مِّنَ اللّٰهِ وَرِضْوَانًا ۖ سِيْمَاهُمْ فِيْ وُجُوْهِهِمْ مِّنْ اَثَرِ السُّجُوْدِ ۗ ذٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِى التَّوْرٰىةِ ۖوَمَثَلُهُمْ فِى الْاِنْجِيْلِۚ كَزَرْعٍ اَخْرَجَ شَطْـَٔهٗ فَاٰزَرَهٗ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوٰى عَلٰى سُوْقِهٖ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيْظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ ۗ وَعَدَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ مِنْهُمْ مَّغْفِرَةً وَّاَجْرًا عَظِيْمًا ࣖ

"Nabi Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengannya bersikap keras terhadap orang-orang kafir (yang bersikap memusuhi), tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu melihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya. Pada wajah mereka tampak tanda-tanda bekas sujud (bercahaya). Itu adalah sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam Taurat dan Injil, yaitu seperti benih yang mengeluarkan tunasnya, kemudian tunas itu makin kuat, lalu menjadi besar dan tumbuh di atas batangnya. Tanaman itu menyenangkan hati orang yang menanamnya. (Keadaan mereka diumpamakan seperti itu) karena Allah hendak membuat marah orang-orang kafir. Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan di antara mereka ampunan dan pahala yang besar."
QS. Al-Fath[48]:29

Lalu saya juga mengingatkannya dengan hadis Rasulullah ﷺ:

**قال رسول الله ﷺ: «مَثَلُ المؤمنين في تَوَادِّهِمْ وتَرَاحُمِهِمْ وتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الجَسَدِ الواحِدِ، إذا اشتكَى منه عُضْوٌ تَدَاعَى له سائرُ الجسد بالسَّهَرِ والحُمَّى»**

*"Perumpamaan kaum mukmin dalam saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi adalah seperti satu tubuh. Bila satu anggota sakit, seluruh tubuh turut merasakan sakit dengan tidak bisa tidur dan demam."*
(HR. Muslim)

Setelah saya membacakan ayat dan hadis ini, jin itu berkata:
*"Aku tidak ingin menyakitinya."*

Saya berkata:
*"Kalau begitu, engkau belum memahami makna iman. Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya. Ia tidak boleh menzhalimi atau menyerahkannya kepada kehancuran."*

Kemudian setelah kembali saya beri nasihat, jin itu berkata:
*"خلاص، أنا بخرج."*
*"Baik, aku akan keluar."*

Dan **ia pun keluar** dari tubuh gadis itu dengan izin Allah ﷻ.

**Peringatan Penting**

Wahai saudaraku,

**Jangan sekali-kali** — walaupun hanya seberat biji sawi — **merasa bahwa keluarnya jin itu adalah karena dirimu.**

Bukan.
Tidak.
Mustahil.

**Allah-lah yang menyembuhkan.**
**Allah-lah yang mengeluarkan.**

Engkau hanyalah *sebab*. Ruqyah hanyalah *wasilah*.

Jangan sampai sedikit pun masuk rasa bangga, sombong, atau ujub ke dalam hatimu.

**Kesimp**an dan Nasihat untuk Para Peruqyah**

Jika engkau menggunakan metode dakwah yang lembut, tegas, mengingatkan tentang iman dan akhirat, Allah akan membukakan jalan. Engkau tidak akan lagi berhadapan dengan jin yang keras dan berusaha memerangi dirimu.

Engkau telah menunjukkan jalan yang benar. Jika jin itu masuk Islam, **maka engkau mendapatkan pahalanya**.

-----------------------

🎙️ *Syaikh Abū al-Barā’ Usāmah bin Yāsīn al-Ma‘ānī*

Sumber:
📺 [Tonton di YouTube] ( https://youtu.be/1OAB0jhF82k?si=9_lTeFCmb9MNH7Jf )

⌨️ *Rudianto Abu Huna*
📮 *Ensiklopedi Ruqyah Official*
Republish: Ruqyah QHI Klaten
WA 081578739566

════ ❁✿❁ ════

✨ *Selamat Milad ke-11 Tahun* ✨Qur’anic Healing International*21 Desember 2025*11 tahun membersamai umat dengan Al-Qur’a...
19/12/2025

✨ *Selamat Milad ke-11 Tahun* ✨
Qur’anic Healing International

*21 Desember 2025*

11 tahun membersamai umat dengan Al-Qur’an,
menghadirkan ikhtiar kesembuhan,
menguatkan iman dan harapan.

Semoga Allah ﷻ senantiasa melimpahkan keberkahan,
menjaga keistiqamahan langkah dakwah,
serta menjadikan setiap pelayanan
sebagai amal jariyah yang terus mengalir 🤍

2014 – 2025

Barakallahu fiikum wa jazakumullahu khairan katsiran.

🌸🌷🥀POKOK SEGALA KESALAHAN ITU ADA TIGA✍Berkata Imam Ibnul Qoyyim Rohimahullah Ta'ala :📌Pokok dari semua kesalahan ada ti...
10/12/2025

🌸🌷🥀POKOK SEGALA KESALAHAN ITU ADA TIGA

✍Berkata Imam Ibnul Qoyyim Rohimahullah Ta'ala :

📌Pokok dari semua kesalahan ada tiga perkara

1.Kesombongan

Ialah yang merubah iblis menjadi apa yang ia ada saat ini

2.Ambisi

Ialah yang mengeluarkan Adam dari surga

3.Hasad

Ialah yang membuat salah satu anak Adam berani menghabisi saudaranya.

Barangsiapa yang bisa menjaga dirinya dari tiga perkara ini maka sungguh ia telah dilindungi dari kejelekan.

Kekufuran bermula dari kesombongan kemaksiatan bermula dari ambisi penganiayaan bermula dari hasad

📚 Fawaid Ibnul Qoyyim hal 105

🤲DOA YANG CEPAT TERKABULKAN🤲✍Berkata Wahb bin Munabih Rohimahullah Taa'la"Amal shaleh akan menyebabkan doa cepat tersamp...
10/12/2025

🤲DOA YANG CEPAT TERKABULKAN🤲

✍Berkata Wahb bin Munabih Rohimahullah Taa'la

"Amal shaleh akan menyebabkan doa cepat tersampaikan"

Setelah itu beliau membacakan firman Allah Taa'la :

(إِلَيْهِ يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطَّيِّبُ وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ يَرْفَعُهُ)

" Kepada-Nya akan naik ucapan-ucapan yang baik dan amal shaleh yang mengangkatnya."

📖QS Al Fathir : 10

📚 Jami'ul Ulum Wal Hikam 116

قال وهب بن منبه رحمه الله تعالى

العمل الصالح يبلغ الدعاء ثم تلا قوله تعالى :
( إليه يصعد كلم الطيب و العمل الصالح يرفعه) فاطر ١٠

📚جامع العلوم والحكم ١١٦

Bagi suadara-saudaraku yang merasa doanya lamban dikabulkan maka cobalah iringi doamu dengan amal kebajikan

Semoga Allah Taa'la mengabulkan doa-doa kita❗️

🎙️ *Kisah Ruqyah: Otak Hyena, Rasa Malu, dan Keseriusan dalam Ruqyah****Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.**Se...
09/12/2025

🎙️ *Kisah Ruqyah: Otak Hyena, Rasa Malu, dan Keseriusan dalam Ruqyah**

**Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.**

Sebagai lanjutan dari pertanyaan sebagian saudara-saudara kita para peruqyah: terkadang seorang peruqyah merasa sungkan dalam beberapa situasi, terutama jika pasiennya seorang perempuan, sehingga ia malu untuk menyampaikan hasil atau kondisi yang sebenarnya. Ada p**a yang berkata, “Ceritakan kepada kami sebuah kisah wahai Syaikh.” Maka saya katakan:

Dulu pernah diminta agar saya membacakan ruqyah kepada sebuah keluarga. Mereka bukan orang kaya raya, namun termasuk kalangan terhormat. Saya pun pergi ke rumah mereka untuk membaca ruqyah. Mereka berkata, “Lihat wahai Syaikh, sudah banyak dukun datang kepada kami, juga para ustaz seperti kalian, dan berbagai macam orang. Setiap orang berbicara sesuatu, tetapi kami tidak mengerti apa pun dan tidak paham kondisi kami.”

Saya pun berkata, “Apakah saya boleh membaca dengan leluasa sesuai yang saya inginkan?” Mereka menjawab, “Silakan lakukan apa yang Anda kehendaki.” Saya berkata, “Baik, insya Allah.”

Maka saya mulai membaca ruqyah dan berdoa kepada Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā dengan segala doa; baik terkait berbagai jenis sihir, gangguan jin ‘āsyiq, dan doa-doa lainnya.

Tiba-tiba jin yang ada dalam diri wanita itu hadir (manifes) dengan keras. Lalu mereka berkata, “Perlahan saja bacaannya wahai Syaikh.” Saya menjawab, “Tidak, saya tidak akan memperlambat bacaan, karena mereka sekarang ingin melihat hasil yang jelas.”

Maka saya membaca dengan seluruh kemampuan yang Allah berikan. Kekuatan tentu datang dari Allah, bukan dari diri kami. Saya membaca sekuat yang saya mampu dan saya berdoa dengan sungguh-sungguh. Hingga wanita itu berdiri dan bergerak dengan sangat keras. Keluarganya pun kaget dan memandanginya.

Saya berkata, “Saya tidak akan berhenti sampai saya merasa telah mencapai titik yang membuat kalian tenang dan memahami apa yang terjadi.”

Ketika ia sadar kembali, ia berkata, “Selama hidupku, belum pernah terjadi seperti apa yang terjadi hari ini.” Saya berkata, “Bukankah sejak awal saya bertanya apakah saya boleh leluasa? Dan Anda mengatakan ya. Padahal saya khawatir Anda nanti mengadu atau menuduh saya melakukan sesuatu yang buruk—na‘ūdzu billāh.”

Ia berkata, “Semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan. Sementara para peruqyah lain—saya telah menemui banyak dari mereka—semua merasa takut dan malu. Ketika ditanya, mereka hanya mengatakan ‘Insya Allah semua baik, insya Allah semua baik.’ Sementara saya ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada diri saya.”

Lalu saya berkata, “Sihir itu memang ada, dan gangguan jin pun jelas. Saya tidak menafikan bahwa para tukang sihir yang pernah kalian kunjungi sebelumnya atau yang pernah berinteraksi dengan kalian mungkin telah melakukan sesuatu kepada Anda. Karena ketika saya berdoa, tampak sekali pengaruhnya.”

Ia berkata, “Wahai Syaikh, saya memiliki sesuatu yang saya bawa dari Maroko.”

Saya bertanya, “Apakah itu sihir?”

Ia berkata, “Semacam itu… yaitu otak hyena (mukh ad-da‘b).”

Saya bertanya, “Di mana?” Ia menjawab, “Di freezer, dalam lemari es.”

Saya berkata, “Ambilkan.”

Ia pun membawa sebuah botol kecil berisi sesuatu. Ia berkata, “Saya membelinya dengan harga sekitar sepuluh ribu riyal—ini sudah lama—agar suami saya menjadi patuh seperti cincin di jari.”

Saya berkata, “Masalah sihir adalah satu perkara, tetapi hukuman dari Allah terhadap wanita yang melakukan hal itu, atau suami yang melakukan kepada istrinya, atau siapa pun yang terlibat, hasilnya akan berupa masalah-masalah seperti ini dan lainnya.”

Ia bertanya, “Lalu apa solusinya wahai Syaikh?”

Saya berkata, “Pertama, bertaubatlah dari perbuatan ini. Dan putuskan seluruh hubungan dengan para tukang sihir dalam bentuk apa pun.”

Ia berkata, “Insya Allah, kami sebenarnya sudah memutusnya.”

Saya berkata, “Harus diputus sepenuhnya. Jangan sampai suatu saat kalian mendapat kesulitan lalu berkata, ‘Apa yang harus kami lakukan?’ lalu kembali mendatangi mereka.”

Ia berkata, “Insya Allah.”

Kemudian saya berkata, “Perbanyak sedekah, doa, dan komitmenlah pada program ruqyah tertentu.”

Mereka pun berterima kasih dan berkata, “Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan. Telah datang kepada kami Fulan dan Fulan, sebagian dari mereka orang-orang baik, tetapi saya tahu bahwa begitu melihat perubahan suara pasien, mereka langsung berkata, ‘Harus pelan-pelan, jangan keras, nanti terjadi masalah.’ Padahal ini adalah proses pengobatan. Dan metode seperti itu saya anggap keliru.”

Saya memohon kepada Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā agar menyembuhkan setiap orang yang sakit.

**Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.**

▪┈┈◈❂◉❖ ❁ ❖◉❂◈┈┈▪

🎙️Syaikh Khalid bin Ibrahim Al Hibsyi Hafidzahullah
⌨️ Rudi Abu Huna
Republish: Ruqyah QHI Klaten
WA 081578739566

03/12/2025

Penyakit ‘ain itu nyata adanya. Pandangan mata bisa menyebabkan orang lain sakit, atau bahkan meninggal. Tentunya penyakit ‘ain ini begitu berbahaya dan menakutkan. Lalu bagaimana sebenarnya hakekat ‘ain,
Apakah penyakit ‘ain itu?

‘Ain adalah penyakit atau gangguan yang disebabkan pandangan mata. Disebutkan oleh Syaikh Abdurrahman bin Hasan:

إصابة العائن غيرَه بعينه

“Seorang yang memandang, menimbulkan gangguan pada yang dipandangnya” (Fathul Majid Syarah Kitab Tauhid, hal. 69).
Sebab terjadinya penyakit ‘ain

‘Ain terjadi karena adanya hasad (iri; dengki) terhadap nikmat yang ada pada orang lain. Orang yang memiliki hasad terhadap orang lain, lalu memandang orang tersebut dengan pandangan penuh rasa hasad
Muslim.or.id



01/12/2025

“Hati yang terhubung kepada Allah akan menenangkan seluruh tubuh, sebagaimana raja yang baik menenangkan seluruh tentaranya.” (Ibn Qoyyim - Ighātsah al-Lahfān)

Pernahkah kamu membaca Ayat Kursi sebelum tidur atau saat masuk rumah?Kisah Imam Yahya bin Ma’in ini akan membuatmu sema...
20/11/2025

Pernahkah kamu membaca Ayat Kursi sebelum tidur atau saat masuk rumah?
Kisah Imam Yahya bin Ma’in ini akan membuatmu semakin yakin akan keagungan ayat tersebut 👇

🌿 *Tips Raqi*

*Kisah Imam Yahya bin Ma'in dengan Jin*

Dikisahkan bahwa **Imam Yahya bin Ma’in** — seorang ulama besar dan ahli hadits — memiliki kebiasaan membaca **Ayat Kursi** setiap kali masuk ke dalam rumahnya untuk melindungi dirinya dan keluarganya.

Telah sampai kepadaku sebuah kisah indah dalam biografi *Yahya bin Ma’in rahimahullah*, seorang imam yang terkenal dan disegani.

Beliau berkata:

> “Sudah menjadi kebiasaanku, setiap malam ketika memasuki rumah, aku membaca Ayat Kursi untuk melindungi rumahku, anak-anakku, dan diriku sendiri. Aku membacanya berulang kali.”

Beliau melanjutkan:

> “Pada suatu malam, setelah aku membacanya beberapa kali, tiba-tiba aku mendengar suara dari dalam rumah. Aku mendengar suara itu, tetapi tidak melihat siapa pun yang berbicara. Suara itu berkata kepadaku, ‘Berapa kali kamu membaca ini? Seakan-akan tidak ada seorang pun yang bisa membacanya dengan benar kecuali kamu.’”

Suara itu kembali berkata:

> “Berapa kali kamu membaca ini?”
> (Nada suaranya seolah menunjukkan kejengkelan terhadap bacaan tersebut.)

Yahya bin Ma’in menjawab:

> “Sepertinya bacaan ini mengganggumu. Demi Allah, aku akan menambah bacaanku untukmu!”

Beliau berkata:

> “Maka aku pun menambah bacaan Ayat Kursi pada malam itu.”

---

🌙 **Pelajaran yang dapat diambil:**

Membaca **Ayat Kursi** dengan penuh ketulusan di rumah, untuk melindungi diri dan keluarga, serta dilakukan secara rutin pada waktu-waktu yang disunnahkan — dengan menghadirkan makna *tauhid* yang terkandung di dalamnya — akan memberikan pengaruh besar, di antaranya:

· Mengusir dan menghilangkan kegelapan setan.
· Melindungi dari sihir, perdukunan, dan berbagai kebatilan lainnya.

Namun, semua itu harus disertai dengan **ketulusan hati kepada Allah** dan **keikhlasan dalam mentauhidkan-Nya**, sebagaimana yang ditunjukkan oleh ayat yang penuh berkah ini.

🎙️ *Dikutip dari unggahan Syaikh Abdul Razaq Al-Badr hafizhahullah*
⌨️ *Rudianto Abu Huna*
📡 *Materi Kitab Terapi Al Baqarah*

Catatan:
Inilah kebiasaan baik para Peruqyah ketika hendak Meruqyah atau p**ang dari Meruqyah selalu membaca ayat Kursi

Republish: Ruqyah QHI Klaten
WA 081578739566

🎙️ *Kisah tentang 'Ain (pandangan hasad) yang membakar wajah seorang wanita***Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatu...
19/11/2025

🎙️ *Kisah tentang 'Ain (pandangan hasad) yang membakar wajah seorang wanita*

**Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.**

Ini adalah sebuah kisah tentang penyakit fisik—dan sudah pernah kami sebutkan sebelumnya.

Seorang lelaki datang kepada kami bersama istrinya. Ia berkata, “Wahai Syaikh, Anda harus melihat wajahnya.” Ia berasal dari salah satu negara Afrika. Aku berkata kepadanya, “Aku tidak ingin melihat.” Ia menjawab, “Lihatlah dari samping saja.”
Maka aku melihat pada bagian samping wajahnya saja—dan *diperbolehkan bagi seorang peruqyah* sebagaimana diperbolehkan bagi seorang dokter dalam kondisi-kondisi seperti ini—agar peruqyah belajar dan tidak berbicara sembarangan.

Aku melihat dan berkata, “Ini seperti luka bakar, terbakar... sama seperti yang kalian lihat di gambar.”
Suaminya berkata, “Tidak, demi Allah wahai Syaikh, tidak terjadi padanya luka bakar.” Mereka bercerita bahwa mereka menghadiri acara pernikahan keluarga, dan para wanita berbicara (mungkin dengan rasa iri atau memandang). Ketika mereka p**ang, istrinya mengatakan, “Aku merasakan panas… panas yang sangat kuat di wajahku.”

Keesokan paginya, wajahnya mulai membengkak seperti kantung yang diisi air. Ia dibawa ke dokter; dokter memberinya obat-obatan, salep, dan berbagai macam terapi—tetapi tidak ada yang bermanfaat.

Kemudian wajahnya menjadi seperti itu (rusak, berkerak). Masalahnya adalah kondisi itu bertahan lama. Dokter berkata, “Secara medis tidak mungkin wajah bertahan seperti ini selama ini.” Hampir satu bulan penuh, wajahnya tetap seperti itu.

Aku pun meruqyahnya, dan ia sangat terpengaruh oleh *ayat-ayat tentang ‘ain (mata hasad)*. Apa saja ayat-ayat tersebut?

**وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ**
**وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاعِمَةٌ**
**تَعْرِفُ فِي وُجُوهِهِمْ نَضْرَةَ النَّعِيمِ**
**الَّذِي خَلَقَكَ فَسَوَّاكَ فَعَدَلَكَ**
**سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ**
**فَخَرَجَ عَلَى قَوْمِهِ فِي زِينَتِهِ**

Ayat-ayat ini sangat memengaruhi orang yang terkena ‘ain dengan kuat.
Padahal wanita ini tidak memahami bahasa Arab dengan baik untuk membedakan setiap kata, tetapi tetap sangat terpengaruh.

Ia harus mendengarkan ruqyah khusus ‘ain dan hasad, mengolesi wajahnya dengan minyak yang telah dibacakan ruqyah—meskipun tipis—dan mandi dengan campuran ruqyah romawi.

Tidak sampai satu minggu hingga sepuluh hari, bagian wajah yang seperti kerak itu benar-benar mengering, mengelupas, dan wajah istrinya kembali seperti semula.

Suaminya berkata, “Anda harus melihatnya, Syaikh, perubahan wajahnya.”
Aku berkata, “Aku tidak ingin melihat.”

**Catatan penting:**
Pandangan peruqyah terhadap bagian tubuh yang *rusak atau cacat*—seperti luka bakar, vitiligo, atau penyakit kulit berat—bukanlah pandangan terhadap *tempat aurat atau perhiasan*. Tidak ada fitnah dalam hal ini, dan tidak terlarang, sebagaimana dokter juga melihat kondisi pasiennya.

Penyakit tersebut dianggap penyakit fisik oleh dokter. Namun ternyata ia sembuh dengan Al-Qur’an dan bahan-bahan yang telah dibacakan ruqyah.

Aku memohon kepada Allah agar setiap saudari yang mengalami kondisi seperti ini menyadari pentingnya **menggabungkan pengobatan medis dan pengobatan syar‘i**.

**Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.**

▪┈┈◈❂◉❖ ❁ ❖◉❂◈┈┈▪

🎙️Syaikh Khalid bin Ibrahim Al Hibsyi Hafidzahullah
⌨️ Rudi Abu Huna
Republish: Ruqyah QHI Klaten
WA 081578739566

Address

Ruqyah QHI Klaten , Dusun 1 Manjungan , Dk/Ds Manjungan RT 07 RW 03 Kec Ngawen Kab Klaten Jawa Tengah , Https://maps. App. Goo. Gl/MzL9u3zpWciXYioK9?g_st=ac
Klaten

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ruqyah QHI Klaten posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Share on Facebook Share on Twitter Share on LinkedIn
Share on Pinterest Share on Reddit Share via Email
Share on WhatsApp Share on Instagram Share on Telegram