Belajar Parenting

Belajar Parenting berbagi tentang cara mendidik anak

Rumah tangga teladan islami adalah merupakan rumah yang selalu didambakan oleh setiap pasangan suami-istri yang terdapat didalamnya ketenangan, kedamaian, kasih sayang dan dalam hadits disebut dengan Baiti jannatiy (rumahku adalah surgaku).

_"Dan kami akan perlihatkan segala amal yang mereka kerjakan, lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbang...
14/05/2025

_"Dan kami akan perlihatkan segala amal yang mereka kerjakan, lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan."_

Disebutkan dalam kitab _“Bahrud Dumu’_ (Samudera Airmata)” yang ditulis oleh Ibnul Jauziy dari Sa’ied bin Jubair beliau berkata, bahwa nanti pada hari Kiamat seorang hamba akan dihadapkan dengan catatan amalnya selama di dunia, dan ternyata ia tidak mendapati amalan shalat dan puasanya.

Bahkan ia tidak melihat satu pun amal ibadah yang tercatat dalam kitab tersebut. Ia pun bertanya kepada Allah, Ya Rabb, kitab (catatan amalan) ini bukan punya ku?! Karena dulu aku banyak melakukan amal kebaikan sedangkan dalam kitab ini tidak termaktub satu amalan pun!?

Kemudian dikatakan kepadanya, “Sesungguhnya Rabb kamu tidak pernah salah apalagi lupa, amalan kamu hilang karena gunjingan kamu kepada manusia.”

***

Berhati-hatilah, ketika kamu beribadah kepada Allah tapi pahalanya untuk orang lain. Dimana amal kebaikan kamu hilang tidak tersisa, yaitu saat dimana kamu menyakiti hati saudaramu, memakan hartanya, kamu rendahkan kehormatannya dan pekerjaannya yang kamu ambil.

_wallaahu a'lam_

14/01/2025

Nama adalah doa, berikan nama yang baik pada anak

MENJADI PRIBADI JURU DAMAI MENUJU KELUARGA SAKINAH Oleh: Dr. Aan Rohanah, Lc., M.Ag.Berselisih antara suami istri atau a...
29/12/2024

MENJADI PRIBADI JURU DAMAI MENUJU KELUARGA SAKINAH
Oleh: Dr. Aan Rohanah, Lc., M.Ag.

Berselisih antara suami istri atau antar mereka dengan yang lain merupakan perbuatan tercela, sebab sering kali menimbulkan pertikaian, permusuhan, perceraian, perpisahan hingga memutuskan silaturahmi dan dikuasai syetan. Rasulullah SAW bersabda:

إن الشيطان قد أيس أن يعبده المصلون في جزيرة العرب، ولكن في التحريش بينهم. (رواه مسلم)

"Sesungguhnya syetan putus asa menggoda orang-orang yang shalat menyembahnya di Jazirah Arab, tetapi berhasil menimbulkan tahrisy diantara mereka." (HR.Muslim)

At-Thayyiby berkata bahwa makna tahrisy adalah fitnah, pertikaian, permusuhan dan pembunuhan.

Karena itu, suami istri harus bisa menjadikan pribadi mereka masing-masing menjadi juru damai. Sebelum mendamaikan orang lain , hendaknya mereka harus bisa membangun kesiapan di dalam dirinya saat terjadi perselisihan dengan pasangan atau dengan anak atau dengan lainnnya dalam keadaan tersakiti atau tidak tersakiti untuk segera mendamaikan suasana hati agar mudah berdamai atau didamaikan.

Berdamai terhadap orang yang berselisih dan mendamaikan orang-orang yang sedang berselisih itu merupakan amal yang mulia & ibadah yang berpahala. Maka hilangkanlah perasaan gengsi, benci, marah dan dendam agar mudah berdamai atau didamaikan. Jika suami istri bisa menjadi orang yang mudah berdamai atau mudah didamaikan maka mereka akan mendapatkan pahala yang besar. Nabi SAW bersabda:

ألا أخبركم بأفضل من درجة الصيام والصلاة والصدقة. قالوا: بلى يا رسول الله، قال: صلاح ذات البين، فإن فساد ذات البين هي الحالقة.

"Tidakkah aku beritahukan kepadamu sesuatu yang lebih baik dari puasa, shalat, dan sedekah? Mereka menjawab: Ya, wahai Rasulullah. Beliau bersabda: "Mendamaikan dua orang yang berselisih. Sesungguhnya kerusakan dua orang yang berselisih adalah memutuskan agama." (HR. Tirmidzi)

Dalam hadis lain dijelaskan : "Setiap hari senin dan kamis pintu-pintu surga dibuka, maka setiap hamba yang muslim diampuni dosanya selama tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatupun kecuali seseorang dengan saudaranya bertikai , maka dikatakan: " tangguhkanlah 2 orang ini hingga berdamai, tangguhkanlah 2 orangi ini hingga berdamai." (HR Muslim)

Jadi sungguh rugi bagi suami atau istri yang jika bertikai sulit berdamai atau tidak bisa didamaikan, karena mereka mengutamakan perasaan kecewa, gengsi, marah dan benci. Lambat laun mereka akan kehilangan keharmonisan, cinta dan kasih sayang bahkan berujung kepada perceraian. Bahkan mereka digolongkan oleh Rasulullah sebagai orang yang telah memutuskan agama, kemudian pitu-pintu surga tertutup dan ampunan tertangguhkan hingga mereka bisa berdamai.

***

MENJAGA LISANOleh: Iman Santoso, Lc.عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى الل...
28/12/2024

MENJAGA LISAN
Oleh: Iman Santoso, Lc.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ،

Dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah saw bersabda, “ Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah berkata baik atau diam.” (HR Bukhari dan Muslim)

Hadits ini disebutkan dalam kitab Al-Adab imam Al-Bukhari no. 5672 dan Muslim bab memuliakan tetangga dan tamu no. 47.

Kewajiban Menjaga Lisan

Arahan Rasulullah saw hanya dua, yaitu berkata baik atau diam. Diam memiliki keutamaan, yaitu menguatkan kemauan dan merehatkan pemikiran. Berkata Abu Darda, obyektiflah pada dua telingamu dari lisanmu, karena diciptakan dua telinga dan satu lisan supaya engkau lebih banyak mendengar dari berbicara”. Berkata Mukhollad bin Al-Husain, “Saya tidak berbicara semenjak 50 tahun satu perkataan, yang membuat saya ingin memohon maaf (karena kesalahan perkataan tsb).”

Oleh karenanya setiap muslim harus waspada dari penyakit lisan, menjaganya dan mengingat bahwa setiap kata yang diucapkan akan dicatat oleh malaikat. “Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir” (QS Qaaf: 18).

Penyakit atau bahaya lisan yang harus dijauhkan, yaitu:

1. Berkata pada hal yang menimbulkan syirik dan dosa besar, seperti berkata terhadap Allah tanpa ilmu, sihir, saksi palsu dll
2. Berkata pada sesuatu yang batil, yaitu segala perkataan yang diharamkan dan mengandung kemaksiatan, dan perkataan yang batil itu banyak, seperti pembicaraan tentang minum khomr, judi, perempuan dll.
3. Salah dalam berkata dalam urusan agama, atau berbicara dalam urusan agama tanpa ilmu.
4. Berkata pada sesuatu yang tidak berguna, sebagaimana disebutkan dalam hadits:

«مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ المَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ»"

Diantara kebaikan Islam seseorang, meninggalkan yang tidak berguna.” (HR At-Tirmidzi, hadits Arbain ke 12)

Sehingga jika seseorang berkata pada hal yang tidak berguna, maka itu bagian penyakit lisan yang harus dihindarkan.

5. Perkataan yang dibuat-buat, atau difasih-fasihkan
6. Perkataan kotor dan jorok
7. Bercanda yang berlebihan
8. Mencaci maki dan mencela ( membuli)
9. Menyebar rahasia, mengingkari janji dan bohong
10. Ghibah, menceritakan keburukan orang beriman dan ini seperti makan bangkai saudaranya. Termasuk yang diharamkan adalah mendengarkan ghibah.
11. Namimah atau menyebarkan keburukan orang beriman
12. Mencari muka atau menjilat, berkata baik dihadapannya, dan jika tidak dihaadapannya berkata buruk.
13. Memuji yang bukan pada tempatnya.
14. Perkataan yang menyakitkan pada orang lain.

Rasulullah saw bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِنَّ العَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالكَلِمَةِ مِنْ رِضْوَانِ اللَّهِ، لاَ يُلْقِي لَهَا بَالًا، يَرْفَعُهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَاتٍ، وَإِنَّ العَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللَّهِ، لاَ يُلْقِي لَهَا بَالًا، يَهْوِي بِهَا فِي جَهَنَّمَ»

Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya hamba Allah jika berkata suatu perkataan yang menyebabkan meraih ridho Allah, dia ucapkan tidak sadar, maka Allah mengangkat dengan perkataan itu derajatnya. Dan seorang hamba mengatakan suatu perkataan yang menyebabkan murka Allah, yang ia tidak sadari, mengantarkannya ke neraka.” (HR Bukhari)

الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

Seorang muslim adalah orang yang Kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya. (HR Bukhari)

🇲🇨 Hikmah 🇵🇸10 Dzulqo'dah 1445 H  *PENGAWASAN ALLAH ﷻ*  🇲🇨 Bagaimana dengan Allah Yang Maha Mengetahui mengawasi manusia...
18/05/2024

🇲🇨 Hikmah 🇵🇸
10 Dzulqo'dah 1445 H

*PENGAWASAN ALLAH ﷻ*

🇲🇨 Bagaimana dengan Allah Yang Maha Mengetahui mengawasi manusia 24 jam dalam sehari atau setiap detik tidak lengah ?

🇵🇸 Didalam melakukan pengawasan , ada 4 cara yang dilakukan Allah ﷻ

🐏 Pertama : Allah ﷻ melakukan pengawasan secara langsung .

Tidak tanggung - tanggung, Yang Menciptakan kita selalu bersama dengan kita dimanapun dan kapanpun saja.

Bila kita bertiga , maka Dia yang keempat.
Bila kita berlima , maka Dia yang keenam.
(QS. Al Mujadilah 7)

🐪 Kedua : Allah ﷻ melakukan pengawasan melalui malaikat.

Allah dalam FirmanNya ,
"Ketika dua malaikat mencatat amal perbuatannya , salah satu duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri."
(QS. Qaaf 17)

Kedua malaikat ini akan mencatat segala amal perbuatan kita yang baik , maupun yang buruk, yang besar maupun yang kecil.

Tidak ada yang tertinggal,
Catatan tersebut kemudian dibukukan dan diserahkan kepada Allah.
(QS. Al Kahfi 49 )

🐂 Ketiga : Allah ﷻ melakukan pengawasan melalui diri kita sendiri.

Ketika kelak nanti meninggal , maka : anggota tubuh kita seperti tangan dan kaki , akan menjadi saksi bagi kita.

Kita tidak akan memiliki kontrol terhadap anggota tubuh tersebut , untuk memberikan kesaksian sebenarnya.

Allah Ta'ala berfirman ,
“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka , dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan".
(QS. Yaasiin 65)

Sehingga , apabila mereka sampai ke neraka , pendengaran , penglihatan dan kulit mereka menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang telah mereka kerjakan.
Dan , mereka berkata kepada kulit mereka ,
“Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami ?"
Kulit mereka menjawab, “Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai (p**a) berkata , dan Dia~lah yang menciptakan kamu pada kali pertama dan hanya kepada~Nya lah kamu dikembalikan ”.
(QS. Fushilat: 20-21)

🐏 Keempat : Allah ﷻ menjadikan bumi sebagai saksi atas perbuatan manusia.

Bumi akan jadi saksi atas amalan kita.
Bumi akan berbicara dan mengabarkan mengenai amalan setiap manusia di muka bumi , semua itu atas izin Allah.

Allah Ta'ala berfirman ,
“Pada hari itu bumi menceritakan beritanya , karena sesungguhnya Rabbmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya.”
(QS. Al Zalzalah: 4-5)​

Rassul lalu bertanya ,
“Apakah kalian tahu apa yang diceritakan oleh bumi ?”​
Para sahabat menjawab ,
“Allah dan Rassul~Nya yang lebih tahu"
Rasulullah ﷺ bersabda,
“Sesungguhnya yang diberitakan oleh bumi adalah bumi jadi saksi terhadap semua perbuatan manusia , baik laki~laki maupun perempuan yang telah mereka perbuat di muka bumi ".
Bumi itu akan berkata , “Manusia telah berbuat begini dan begitu , pada hari ini dan hari itu. Inilah yang diberitakan oleh bumi".
(HR. Tirmidzi no. 2429)

🇲🇨​ Kita hidup tidak akan bisa terlepas dimanapun dan kapanpun saja dari pengawasan Allah ﷻ.

🇵🇸 Tidak ada waktu untuk berbuat kedholiman , Tidak ada tempat untuk mengingkari Allah ﷻ.

🇲🇨 Yakinlah , bahwa perbuatan sekecil apapun akan tercatat dan akan dipertanyakan oleh Allah ﷻ di hari perhitungan kelak.

Wallahu a’lam bish showab.​​

🌐🇲🇨🇵🇸

*DEFINISI DARI SUPER EKSKLUSIF*Mungkin kita pernah mendengar sebuah produk diberi label eksklusif oleh produsen yang mem...
26/02/2023

*DEFINISI DARI SUPER EKSKLUSIF*

Mungkin kita pernah mendengar sebuah produk diberi label eksklusif oleh produsen yang membuatnya. Misalnya karena harganya mahal, atau karena produksinya terbatas, atau bisa juga karena hanya tersedia untuk jangka waktu yang singkat.

Namun ada sebuah merk tas dari Hermes yang bernama Birkin, di mana tas sangat mahal ini (mulai dari Rp 4,3 miliar) meski sudah memenuhi kriteria di atas tetap saja tidak akan dijual kepada sembarang orang. Apakah ini yang disebut super eksklusif?

Bayangkan saja, ada seorang _crazy rich_ yang sanggup membayar berapapun untuk sebuah tas, dia tidak serta merta boleh meraih Hermes Birkin. Karena ada jalur panjang yang harus dilewati dulu.

Orang itu harus menjadi pelanggan loyal dulu kepada produk-produk Hermes (yang juga pasti mahal) seperti pakaian, parfum, jam tangan, dan lainnya. Kemudian pada titik tertentu barulah Hermes akan memberi akses khusus padanya untuk membeli Hermes Birkin. Bukan setahun atau dua tahun, bahkan akses ini ada yang baru keluar setelah masa penantian enam tahun!

Saya pribadi takjub _kok ya kepikiran_ Hermes membuat _rule_ seperti itu demi menjaga eksklusivitas salah satu produknya. Padahal kalau memang mau cari untung, bebaskan saja orang membeli sejak hari pertama. Namun kalau direnungkan lagi, justru cara inilah yang membuat Hermes Birkin terjaga nama besarnya.

Kalau Saudara masih bingung, saya beri contoh yang ada dalam kehidupan kita sehari-hari misalnya bulan Ramadhan. Bulan mulia ini sejatinya super eksklusif. Tidak sembarang orang bisa meraih keberkahannya. Mungkin semua orang menjumpai, tetapi bukan berarti meraihnya. Karena ada jalur panjang yang harus dilewati dulu.

Orang itu harus menjadi hamba yang loyal dulu kepada ibadah-ibadah _Ramadhaniyyah_ seperti membaca Al-Quran, puasa sunnah, shalat sunnah malam hari, bersedekah dan lainnya. Sekurangnya pada bulan Rajab dan Sya'ban.

Barulah saat Ramadhan tiba, ia akan mendapat akses khusus untuk mencintai dan menikmati ibadahnya yang sangat indah. Senada dengan wasiat Al-Imam Abu Bakar Al-Balkhi,

مثل شهر رجب كالريح ، ومثل شعبان مثل الغيم ، ومثل رمضان مثل المطر ، ومن لم يزرع ويغرس في رجب ، ولم يسق في شعبان فكيف يريد أن يحصد في رمضان .

_“Bulan Rajab seperti angin, bulan Sya’ban bagaikan mendung dan bulan Ramadhan bagaikan hujan. Siapa yang tidak menanam di bulan Rajab, lalu tidak menyiram tanamannya di bulan Sya’ban, maka jangan berharap ia bisa menuai hasil di bulan Ramadhan.”_

Oleh karena itu, meskipun kita seorang _crazy rich_ yang sanggup membayar berapapun untuk berjumpa Ramadhan, tidak serta merta kita lantas meraihnya. Beginilah _rule_ yang membuat Ramadhan terjaga kemuliaannya.

Sumber : Sahabatmu, Arafat._

*ATURAN PERTAMA TENTANG BELI BARANG*Jangan heran jika kita melihat orang-orang Tionghoa cukup teliti dalam menghitung pe...
21/01/2023

*ATURAN PERTAMA TENTANG BELI BARANG*

Jangan heran jika kita melihat orang-orang Tionghoa cukup teliti dalam menghitung pengeluaran. Mereka tidak sembarang belanja sesuatu kecuali setelah diperhitungkan matang-matang. Karena mereka memegang sebuah peribahasa dari negeri China yang berbunyi,

_"Menyimpang satu inchi, merugi seribu batu."_

Artinya jika pengeluaran tidak dihitung dengan cermat, apalagi sampai kita membeli barang yang sebetulnya tidak diperlukan, maka uang kita bisa habis sehingga tidak cukup untuk membeli barang yang diperlukan. Inilah yang disebut merugi.

Laksana orang yang sedang membangun gedung tinggi, jika sejak awal konstruksinya menyimpang satu inchi saja dari rancangan, maka setelah bangunan itu tinggi akan terlihat kegagalannya. Kalau sudah begini mau tidak mau harus dibongkar kembali daripada gedung itu roboh di kemudian hari.

Tak jauh berbeda dengan peribahasa di atas, ulama dari kota Tarim, Yaman, Al-Allamah Al-Habib Hasan Asy-Syatiri, juga pernah memberi nasihat yang sangat indah.

من اشرتى مالا يحتاج إليه باع ما يحتاج إليه

_"Siapa yang membeli sesuatu yang tidak ia butuhkan, kelak akan menjual (kehilangan) sesuatu yang ia butuhkan."_

Contohnya seperti ini. Ada seorang yang memiliki sebuah mobil berwarna putih. Lantas ia membeli mobil lagi berwarna hitam, padahal aktivitasnya sehari-hari hanya membutuhkan satu mobil saja.

Akibatnya semenjak hari itu, kedua mobilnya harus digunakan bergantian. Mobil putih itu tak lagi digunakannya setiap hari. Dengan kata lain, kini ia telah kehilangan mobil putih pada separuh dari hari-harinya.

Namun apabila direnungkan pelan-pelan, rupanya nasihat tersebut bukan membicarakan tentang gaya belanja. Melainkan tentang amal perbuatan. Makna yang mendekati mungkin menjadi seperti ini,

_"Siapa yang mengerjakan suatu amal yang tidak ia butuhkan, kelak akan kehilangan suatu amal yang ia butuhkan."_

Inilah pesan yang ingin disampaikan, bahwa setiap manusia hanya punya satu waktu saja. Jika waktu itu digunakan untuk hal yang merugikan, sama artinya ia baru saja kehilangan kesempatan untuk hal yang bermanfaat di waktu tersebut.

Ketika kita memutuskan untuk menonton sinetron berdurasi satu jam, berarti kita telah kehilangan satu jam itu yang sebenarnya bisa dipakai untuk membaca dua juz Al-Qur'an.

Saat kita bergabung dengan komunitas yang _toxic_ (meracuni), berarti kita telah kehilangan masa-masa tersebut yang sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk membangun _friendship_ dengan orang-orang yang menjadikan diri kita lebih bertumbuh.

Demikianlah segala langkah dalam hidup ini memang perlu diperhitungkan matang-matang seperti halnya belanja. Sebab jika sampai salah "membeli" suatu amal yang buruk, maka bersiaplah untuk "menjual" suatu amal yang baik.

✏️ _Sahabatmu, Arafat._

*BENARKAH KETULUSAN SEJATI HANYA TERLIHAT SETELAH MATI ?*Pada bulan Maret 2022 seorang fotografer dari Yunani, Ioanna Sa...
30/12/2022

*BENARKAH KETULUSAN SEJATI HANYA TERLIHAT SETELAH MATI ?*

Pada bulan Maret 2022 seorang fotografer dari Yunani, Ioanna Sakellaraki, menerbitkan sebuah buku berisi koleksi foto tentang para pelayat bayaran di negerinya sendiri. Buku berjudul _The Truth is in The Soil_ ini cukup unik karena mengangkat profesi yang tidak biasa.

Para pelayat bayaran (dalam bahasa Inggris disebut _moirolog)_ adalah orang-orang yang dibayar oleh keluarga yang sedang berduka karena kehilangan salah seorang sanak famili mereka. Orang-orang ini akan berakting sedih, meratap, menangis pada saat upacara kematian meski sebenarnya mereka tak saling kenal.

Adanya tangisan dan ratapan ini tujuannya untuk menciptakan nuansa haru yang mendalam sehingga orang lain yang ada di tempat tersebut ikut larut berlinang air mata. Profesi seperti ini tidak hanya ada di Yunani, namun juga dapat kita temui pada negara lainnya semisal Taiwan, Afrika, dan India.

Karena mereka bekerja secara profesional, artinya kesedihan tersebut hanya sementara. Jika acara telah selesai maka mereka akan meninggalkan tempat tersebut dan keadaan kembali biasa-biasa saja. Mereka cukup terlatih untuk mengatur kapan dan di mana harus menangis atau tidak. Jangan berpikir bahwa perasaan duka mereka akan tetap dirasakan selama 24 jam.

Namun karena memang hal tersebut sebuah profesi, maka wajar saja. Justru yang tidak wajar apabila ada orang-orang yang bukan sebagai _moirolog_ namun setiap hari senantiasa bertingkah demikian.

Coba bayangkan, orang yang menjadi hamba hanya sementara. Ketika shalat kelihatan total sekali. Namun jika sudah meninggalkan sejadah maka keadaan kembali biasa-biasa saja. Ia kembali menyindir orang lain melalui status medsosnya. Lisan dan jari-jarinya cukup terlatih untuk mengatur kapan dan di mana harus bermaksiat atau tidak. Jangan berpikir bahwa perasaan takut kepada Allah akan tetap dirasakan selama 24 jam.

Ada p**a orang yang s**a mendengar tausiyah dan mengaji Al-Quran. Tapi saat ia meninggalkan mushaf tersebut keadaan kembali biasa-biasa saja. Ia kembali melakukan jual beli yang diharamkan. Ia juga hobi bersilat lidah kepada calon pembeli demi melariskan produknya. Ia cukup terlatih untuk mengatur kapan dan di mana harus berkata jujur atau tidak. Jangan berpikir bahwa perasaan merasa diawasi oleh Allah akan tetap dirasakan selama 24 jam.

Inilah yang pantas disebut sebagai tidak wajar. Seolah-olah mereka menjadi hamba secara profesional. Artinya menghamba kepada Allah itu dianggap seperti profesi saja. Terbatas pada kapan dan di mana.

Sejatinya kita adalah hamba sepanjang usia. Bukan sementara. Tak ada tempat dan waktu yang layak membatasi kita untuk berhenti menjadi hamba Allah.

✏️ _Sahabatmu, Arafat._

18/12/2022

Bismillah
Tahfidz ➖ Tarbiyah ➖ Akademik
*Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)*
tahun ajaran 2023/2024
*SMAIT Baitul Muslim*
Islamic Boarding School
*Akreditasi A*
🏢Jalan Syuhada Km. 03 Silir Agung, Labuhan Ratu III.
Kec. Labuhan Ratu Kab. Lampung Timur. 34375
➖➖➖➖➖
*Pendaftaran*
💡 5 September - 23 Desember 2022
*Kabar Gembira*
🏆Beasiswa untuk siswa/i berprestasi Tingkat Nasional dan Hafizh 30 Juz mutqin
⏳Menerima jalur pendaftaran indent untuk siswa/i kelas 8 SLTP Sederajat
*Tes Masuk*
📝 24 Desember 2022
*Pendaftaran dapat klik pada tautan berikut:*
bit.ly/FORMPPDB2023-2024
*Gabung Whatsapp Grup PPDB* https://bit.ly/grupPPDB2023-2024
*Pendaftar ditutup setelah kuota terpenuhi*❗
➖➖➖➖➖
Info lebih lanjut dapat menghubungi:
📱0823-7304-7077 (Ust Andi Wirman)
📱0852-1972-0205 (Ust Abdul Rafiq)
🌐 Website : www.smaitbaitulmuslim.sch.id







*FORMULA FOR SUCCESS*Oleh Ustadz Arafat Tulisan ini untuk mengenang guru saya yang wafat dua tahun silam. Nasihat-nasiha...
14/12/2022

*FORMULA FOR SUCCESS*
Oleh Ustadz Arafat

Tulisan ini untuk mengenang guru saya yang wafat dua tahun silam. Nasihat-nasihat yang ditinggalkannya semoga dapat kita teladani dalam kehidupan. Beliau adalah seorang pendidik yang sukses. Kapasitas ilmunya tak diragukan lagi karena lebih dari 10 tahun berkhidmat kepada ulama hadist dari Mekkah, Al-Allamah As-Sayyid Muhammad Al-Maliki.

Beliau mendirikan _boarding school_ yang sangat cantik penuh dengan pepohonan hijau dan bunga-bunga. Seandainya saudara berada di sana tanpa diberitahu terlebih dahulu, niscaya saudara akan mengira sedang berada di sebuah taman yang indah, alih-alih sebuah sekolah.

Dahulu ketika kami sedang duduk belajar di hadapan beliau ada sebuah pesan yang sangat mendalam, "Orang-orang saleh itu mendidik anak-anaknya sejak kecil. Apabila anaknya meminta sesuatu, maka kelak ketika permintaannya diberikan mereka akan berkata pada anaknya bahwa ini dari Allah."

Bayangkan seseorang yang sejak kecil sudah meyakini bahwa segala sesuatu adalah pemberian Allah. Ini dari Allah, itu dari Allah. Tentu _mindset_ mereka akan menganggap segala sesuatu adalah mudah, karena tak ada yang sulit bagi Allah.

Bertahun-tahun setelah saya mendengar nasihat tersebut, baru saya menyadari bahwa kalimat emas ini setara dengan pelajaran dalam seminar motivasi tentang kesuksesan yang bernilai jutaan rupiah. Karena rahasia yang diajarkan para motivator adalah; Jadilah orang yang mengalahkan uang, bukan orang yang dikalahkan uang.

Meskipun dengan bahasa yang berbeda-beda, namun formula sukses itu sama saja. Ketika kita kalah mental duluan melawan uang, maka kita akan sulit punya banyak uang.

Melihat teman berganti mobil keluaran terbaru, langsung terpikir, "Kalau saya sih mana bisa punya mobil sebagus itu."

Melewati rumah minimalis yang megah, "Seumur-umur gaji saya dikumpulkan juga tak akan mampu membeli rumah seluas ini."

Begitu p**a selusin cara pandang lainnya yang menunjukkan bahwa kita tak punya harga diri di hadapan uang. "Entah kapan saya bisa umroh, gak mungkin saya punya bisnis yang sukses, harga-harga semakin naik cari uang semakin susah."

Yang paling parah ketika hendak bersedekah pasti akan menahan sekuat tenaga, "Kalau uang ini hilang sekarang, entah kapan saya bisa mendapatkannya lagi."

Padahal tak ada satupun orang sukses di dunia ini, kecuali karena pemberian Allah. Tak ada selembar pun uang yang diraih seseorang, kecuali dari Allah. Seharusnya kita punya kehormatan ketika melihat teman berganti mobil mewah, "Kendaraan tersebut dari Allah. Mudah bagi Allah memberikan yang semacam itu kepada siapa saja, termasuk saya."

Melewati rumah yang megah, "Allah yang memberikan padanya rumah seluas ini dan adalah hal kecil bagi Allah atas rumah yang seperti ini kepada siapa saja, termasuk saya."

Ingatlah formulanya. Ini dari Allah, itu dari Allah. Dengan demikian kita punya harga diri ketika sedang memegang uang, "Saya akan bersedekah. Wahai uang di tanganku, jangan menahanku. Jangan mengira engkau bisa mengalahkanku. Engkau bukan apa-apa, kecuali sebagai pemberian Allah. Maka aku bebas jika ingin belanjakan engkau di jalan Allah."

Bayangkan betapa tingginya kehormatan orang yang seperti ini di hadapan uang. Karena ia yakin teramat mudah bagi Allah jika mau memberikan uang lagi di kemudian hari. Mengapa harus kalah mental kepada uang.

Demikianlah salah satu kenangan saya dari sang _murobbi._ Sebuah ilmu berharga tentang formula kesuksesan. Jika dikombinasikan dengan ikhtiar yang tekun dan kuat, insya Allah sukses. Karena Allah mencintai mukmin yang kuat dibandingkan mukmin yang lemah.

Istimewanya lagi, ilmu ini bukan hanya sebatas sukses di dunia, namun juga sukses di akhirat. Selamat mengamalkan formulanya.

✏️ _Sahabatmu, Arafat._

*MATEMATIKA HATI*Siapa yang masih ingat dengan pelajaran matematika ketika sekolah yaitu perkalian antara plus (+) dan m...
19/10/2022

*MATEMATIKA HATI*

Siapa yang masih ingat dengan pelajaran matematika ketika sekolah yaitu perkalian antara plus (+) dan minus (-) seperti di bawah ini:

(+) x (+) = (+)
(+) x (-) = (-)
(-) x (+) = (-)
(-) x (-) = (+)

Perkalian bilangan pertama dengan bilangan kedua, akan menghasilkan nilai yang berbeda-beda tergantung status kedua bilangan itu sendiri. Contohnya jika (+) bertemu dengan (+) maka hasilnya juga (+).

Siapa sangka, rumus matematika saat kita masih kecil ini menjadi panduan untuk ketenangan hati setelah kita dewasa.

Bayangkan seperti ini. Bilangan pertama adalah ucapan orang lain. Bilangan kedua adalah respon kita. Maka hasil yang diperoleh adalah keadaan hati kita sendiri.

Contohnya ucapan baik dari orang lain berarti (+) jika kita respon dengan terima kasih dan membalas kebaikan orang itu berarti (+) juga, maka hasilnya adalah hati yang tenang yaitu (+).

Namun jika ucapan baik dari orang lain (+) kita respon dengan buruk sangka (-) merasa kebaikan dia pasti ada maunya dengan kita, tentu saja hati menjadi gelisah dan hilanglah ketenangan (-).

Begitu p**a sebaliknya jika ada orang yang berkata kasar pada kita, atau merendahkan kita (-) namun diri kita sendiri menerima ucapan tersebut (+) maka lahirlah rasa rendah diri dan hati yang berputus asa (-).

Jadi bagaimana harus bersikap jika orang lain melontarkan umpatan atau sindiran ketus (-) pada kita? Yaitu dengan menolak dan mengabaikan saja ucapan tersebut (-). Tak perlu masuk ke dalam hati, buanglah ucapan tak berguna dari telinga kita sebagaimana barang tak berguna tentu kita buang dari rumah. Jika kita bisa memberi respon seperti demikian niscaya hati akan mendapatkan kembali ketenangannya (+).

Kita hidup di tengah-tengah manusia yang beraneka ragam perangainya. Ada orang pendiam, ada p**a pemarah. Banyak yang halus tutur kata namun tak sedikit yang kalau berkata pasti menyakitkan. Biarkan saja mereka memainkan peran masing-masing.

Ingat bahwa hasil (ketenangan hati) bukan tergantung pada bilangan pertama, namun terletak pada bilangan kedua. Hasil bukan tergantung pada ucapan orang lain, namun terletak pada cara kita merespon ucapan tersebut.

Dinukil dari Arafat._

MEMBELI KERINGAT GURUDalam sebuah diskusi, seorang murid bertanya kepada gurunya,Murid : "Jika memang benar para guru ad...
26/11/2021

MEMBELI KERINGAT GURU

Dalam sebuah diskusi, seorang murid bertanya kepada gurunya,

Murid : "Jika memang benar para guru adalah orang-orang yang pintar, mengapa bukan para guru yang menjadi pemimpin dunia, pengusaha sukses, dan orang-orang kaya raya itu?

Gurunya tersenyum, tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, ia masuk ke ruangan nya, dan keluar kembali dengan membawa sebuah timbangan.

Ia meletakkan timbangan tersebut diatas meja, dan berkata : " Anakku, ini adalah sebuah timbangan, yang biasa digunakan untuk mengukur berat emas dengan kapasitas hingga 5000 gram".

"Berapa harga emas seberat itu? "

Murid mengernyitkan keningnya, menghitung dengan kalkulator dan kemudian ia mejawab,

"Jika harga satu gram emas adalah 800 ribu rupiah, maka 5000 gram akan setara dengan 4 milyard rupiah,"

Guru : "Baik lah anakku, sekarang coba bayangkan seandainya ada seseorang yang datang kepadamu membawa timbangan ini dan ingin menjualnya seharga emas 5000 gram, adakah yang bersedia membelinya?"

Murid berkata : "Timbangan emas tidak lebih berharga dari emasnya, saya bisa mendapatkan timbangan tersebut dengan harga dibawah dua juta rupiah, mengapa harus membayar sampai 4 milyar?"

Guru menjawab : "Nah, anakku, kini kau sudah mendapatkan pelajaran, bahwa kalian para murid, adalah seperti emas, dan kami adalah timbangan akan bobot prestasimu, kalianlah yang seharusnya menjadi perhiasan dunia ini, dan biarkan kami tetap menjadi timbangan yang akurat dan presisi untuk mengukur kadar kemajuanmu. "

Guru berkata lagi, "Satu lagi pertanyaanku. Jika ada seseorang datang kepadamu membawa sebongkah berlian ditangan kanannya dan seember keringat di tangan kirinya, kemudian ia berkata : "Ditangan kiriku ada keringat yang telah aku keluarkan untuk menemukan sebongkah berlian yang ada ditangan kananku ini, tanpa keringat ini tidak akan ada berlian, maka belilah keringat ini dengan harga yang sama dengan harga berlian"

"Apakah ada yang mau membeli keringatnya? "

"Tentu tidak." Ujar guru lagi.

"Orang hanya akan membeli berliannya dan mengabaikan keringatnya. Biarlah kami, para guru, menjadi keringat itu, dan kalianlah yang menjadi berliannya."

Sang murid menangis, ia memeluk gurunya dan berkata : "Wahai guru, betapa mulia hati kalian, dan betapa ikhlasnya kalian, terima kasih guru. Kami tidak akan bisa melupakan kalian, karena dalam setiap kemajuan kami, setiap kilau berlian kami, ada tetes keringatmu..."

Guru berkata : "Biarlah keringat itu menguap, mengangkasa menuju alam hakiki disisi ilahi rabbi, karena hakikat akhirat lebih mulia dari segala pernak-pernik di dunia ini."

Barakallahu.... Menyambut Hari Guru yang diperingati setiap 25 Nevember

Address

Labuhanratu
34567

Telephone

+6285864021512

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Belajar Parenting posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Practice

Send a message to Belajar Parenting:

Share

Share on Facebook Share on Twitter Share on LinkedIn
Share on Pinterest Share on Reddit Share via Email
Share on WhatsApp Share on Instagram Share on Telegram