01/04/2026
https://chat.whatsapp.com/BvyrqzqRJShIchicGphBC3?mode=gi_t
Reposisi Sacroiliac Joint (SI joint)
EXPERT TEKNIK
Penjelasan secara biomekanik dan anatomis:
🔹 1. Biomekanik Gerakan
Teknik yang Anda lakukan termasuk kombinasi:
Rotasi pelvis (torsional force)
Tekanan (compression + shear control)
Leverage dari femur ke ilium
Mekanisme utamanya:
Mengoreksi posisi ilium terhadap sacrum
Jika terjadi:
anterior rotation ilium
posterior rotation ilium
upslip / downslip
→ teknik ini membantu “reset alignment”
Menginduksi gerakan sacrum:
Nutation (sacrum ke depan-bawah)
Counternutation (sacrum ke belakang-atas)
Mengurangi shear force
SI joint secara normal sangat sedikit gerak (2–4°)
Ketika ada malposisi → terjadi micro-instability
Teknik ini: 👉 menstabilkan ulang force closure & form closure
Efek “unlocking joint restriction”
Tekanan + rotasi menciptakan:
relaksasi refleks
pelepasan “joint fixation”
🔹 2. Struktur Anatomi yang Terpengaruh
🦴 Sendi & Ligamen
Sacroiliac Joint (SI joint)
Lumbosacral joint (L5-S1) (ikut terpengaruh)
Ligamen penting:
Lig. sacroiliac anterior & posterior
Lig. sacrotuberous
Lig. sacrospinous
Iliolumbar ligament
👉 Efek:
Mengurangi ketegangan ligamen yang asimetris
Mengembalikan stabilitas pelvis
💪 Otot yang Terlibat
Otot utama:
Gluteus maximus
Gluteus medius & minimus
Piriformis
Quadratus lumborum
Iliopsoas
Hamstring group
Erector spinae (lumbal)
👉 Efek:
Release muscle spasm (terutama piriformis & QL)
Menormalkan tonus otot postural
Memperbaiki pola gerak pelvis
⚡ Sistem Saraf
Plexus lumbosacral (L4–S3)
Nervus sciaticus
Superior & inferior gluteal nerve
Cluneal nerves
👉 Efek neurologis:
Mengurangi iritasi saraf (misalnya nyeri menjalar)
Menurunkan hipersensitivitas (pain gating)
Meningkatkan propriosepsi sendi
🔹 3. Manfaat Teknik Ini
✅ Secara Mekanik
Koreksi posisi pelvis
Menyeimbangkan tinggi panggul
Mengurangi beban asimetris pada tulang belakang
✅ Secara Fungsional
Mengurangi nyeri:
pinggang bawah
bokong
menjalar ke kaki (pseudo sciatica)
Meningkatkan ROM (range of motion)
Memperbaiki pola jalan & postur
✅ Secara Neuromuskular
Reset kontrol otot pelvis
Mengurangi kompensasi otot
Meningkatkan stabilitas core & pelvic
🔹 4. Catatan Klinis Penting
SI joint bukan sendi yang bebas bergerak, jadi: 👉 teknik harus presisi (bukan dipaksa)
Hati-hati pada:
osteoporosis
cedera akut
inflamasi berat
Lebih efektif jika dikombinasikan dengan:
latihan stabilisasi core
penguatan gluteus & QL
🔥 Kesimpulan
Teknik ini bekerja dengan: 👉 mengoreksi alignment ilium–sacrum + menormalkan ketegangan otot & ligamen + menurunkan iritasi saraf
Hasilnya:
✔ nyeri berkurang
✔ postur membaik
✔ fungsi gerak kembali normal
📘 SOP TEKNIK REPOSISI SACROILIAC JOINT (ROTASI + TEKANAN PELVIC)
🔹 A. Tujuan
Mengoreksi malposisi SI joint (anterior/posterior ilium, upslip, rotasi pelvis)
Mengurangi nyeri lumbal, gluteal, dan nyeri menjalar
Mengembalikan keseimbangan pelvis & fungsi gerak
🔹 B. Indikasi
Nyeri pinggang bawah (low back pain)
Nyeri bokong (gluteal pain)
Ketidakseimbangan tinggi panggul
Keterbatasan gerak lumbopelvic
Dugaan disfungsi SI joint
🔹 C. Kontraindikasi ⚠️
Fraktur pelvis / tulang belakang
Osteoporosis berat
Hernia akut berat dengan nyeri tajam
Infeksi / inflamasi akut
Pasca operasi (belum stabil)
Kehamilan (hati-hati, modifikasi teknik)
🔹 D. Persiapan
1. Alat:
Matras terapi
Handuk kecil (opsional untuk support kepala)
2. Persiapan Terapis:
Posisi stabil (kuda-kuda 2)
Postur tegak, gunakan berat badan (bukan tenaga Siku atau tangan saja)
3. Persiapan Pasien:
Posisi supine (telentang)
Tubuh rileks di posisi kan sedikit menyamping dengan panggul yang akan di koreksi berada di atas
Jelaskan prosedur (informed consent)
🔹 E. Posisi Dasar Teknik
Pasien telentang
Salah satu kaki pasien:
ditekuk / diposisikan menyilang (tergantung kasus)
Terapis:
Satu tangan di shoulder
Satu tangan di pelvis / ASIS / iliac crest
Lutut terapis bisa menjadi titik tumpu (fulcrum)
🔹 F. Langkah-Langkah Teknik (Step by Step)
1. Assessment Awal
Cek:
tinggi panggul kiri-kanan
rotasi pelvis
nyeri tekan SI joint
panjang kaki fungsional
2. Pre-Positioning
Putar pelvis pasien secara perlahan ke arah terapis untuk koreksi
Cari titik restriksi (barrier)
👉 Jangan langsung tekan — cari “end feel”
3. Locking Position
Kunci:
bahu (thorax)
pelvis (ilium)
Tujuan: ➡️ Isolasi gerakan di SI joint (bukan seluruh tubuh)
4. Aplikasi Teknik (Inti)
Lakukan kombinasi:
Rotasi pelvis dan
Tekanan (compression / thrust ringan) dengan berat badan terapis
💡 Arah tekanan:
anterior ilium → Rotasi Tekan ke arah Terapis
posterior ilium → dorong anterior
upslip → traksi + reposisi turun
👉 Gunakan: ✔ berat badan
✔ gerakan cepat, kecil, terkontrol (bukan kasar)
5. Release
Lepaskan tekanan perlahan
Kembalikan posisi pasien ke netral
6. Re-Assessment
Cek ulang:
simetri panggul
nyeri
ROM
🔹 G. Prinsip Biomekanik Kunci
Memanfaatkan:
Leverage femur → ilium
Rotasi pelvis → sacrum
Mengembalikan:
nutation / counternutation
force closure SI joint
Mengurangi:
shear force
muscle guarding
🔹 H. Otot & Struktur Target
💪 Otot:
Gluteus maximus, medius
Piriformis
Quadratus lumborum
Iliopsoas
Hamstring
🦴 Sendi:
SI joint
Lumbosacral (L5-S1)
⚡ Saraf:
Plexus lumbosacral
Nervus sciaticus
Cluneal nerve
🔹 I. Dosis & Frekuensi
1–3 kali teknik per sisi (cukup)
Tidak perlu berulang berlebihan
Kombinasikan dengan:
stretching
stabilisasi core
🔹 J. Evaluasi Hasil
✔ Nyeri berkurang
✔ Gerak lebih bebas
✔ Panggul lebih simetris
✔ Pasien merasa “ringan”
🔹 K. Edukasi Pasien (WAJIB)
Hindari:
duduk lama
angkat berat sembarangan
Anjurkan:
latihan core stability
peregangan ringan
🔹 L. Kesalahan Umum ❌
Terlalu kuat (over thrust)
Tidak mengunci thorax → gerakan tidak spesifik
Tidak assessment dulu
Mengandalkan tenaga tangan saja
🔥 Penutup (Penting untuk Pelatihan)
Teknik ini efektif jika: ✔ presisi arah
✔ kontrol tekanan
✔ memahami anatomi
Bukan sekadar “diputar & ditekan”, tapi: 👉 reposisi terarah berbasis biomekanik
Mari ikuti pelatihan RTS Indonesia Di bali 7 sd 13 MEI 2026 Selama 7 hari memepelajari Teknik Reposisi Lebih dari 160 Teknik Standar dan Aman