Reposisi Tulang & SENDI

Reposisi Tulang & SENDI terapis dan pengajar terapi pijat reposisi tulang dan sendi dengan merk RTS indonesia

CERVIKAL LIFT TWISY INJECTIONEXPERT TEKNIK(reposisi cervikal dengan kombinasi regangan–rotasi–tekanan terukur) penjelasa...
01/04/2026

CERVIKAL LIFT TWISY INJECTION
EXPERT TEKNIK
(reposisi cervikal dengan kombinasi regangan–rotasi–tekanan terukur)
penjelasan dari sisi biomekanik dan anatomi:
🔎 1. Prinsip Biomekanik Teknik
Teknik ini bekerja melalui kombinasi 3 gaya utama:
✅ a. Traksi (Regangan)
Gaya menarik kepala menjauhi bahu
Mengurangi kompresi diskus intervertebralis
Membuka ruang pada:
foramen intervertebralis
mengurangi penjepitan saraf
👉 Efek:
Mengurangi tekanan saraf (radikulopati)
Relaksasi otot tegang
✅ b. Rotasi (Putaran Cervikal)
Memutar vertebra cervical secara terkontrol
Terjadi terutama di:
C1–C2 (atlas–axis → ±50% rotasi leher)
👉 Efek:
Melonggarkan sendi yang “terkunci” (facet joint restriction)
Mengembalikan pola gerak normal
✅ c. Tekanan (Compression / Thrust ringan)
Tekanan halus pada titik tertentu
Biasanya ke arah:
posterior–anterior atau lateral
👉 Efek:
Menstimulasi mechanoreceptor sendi
Reset posisi sendi (joint realignment refleks)
🧠 2. Struktur Anatomi yang Terpengaruh
🦴 A. Tulang & Sendi
Vertebra: C1 – C7
Sendi:
Facet joint (zygapophyseal joint)
Atlanto-occipital (fleksi-ekstensi)
Atlanto-axial (rotasi)
👉 Ini bagian utama yang “direposisi”
💪 B. Otot yang Terlibat
Otot superfisial:
Sternocleidomastoideus (SCM)
Trapezius (upper)
Otot dalam:
Splenius capitis & cervicis
Levator scapulae
Scalene
Suboccipital muscles
👉 Efek:
Relaksasi otot spasm
Mengurangi trigger point
🧬 C. Saraf (Neuro)
Saraf spinal cervical (C1–C8)
Plexus cervical & brachialis
👉 Efek:
Mengurangi:
kesemutan
nyeri menjalar
mati rasa
🩸 D. Pembuluh Darah (PENTING)
Arteri vertebralis
⚠️ Ini krusial:
Rotasi berlebihan bisa mempengaruhi aliran darah ke otak
⚙️ 3. Mekanisme Kerja (Step-by-step dalam tubuh)
Traksi membuka ruang sendi → tekanan disk berkurang
Rotasi menggeser facet joint → melepas “joint locking”
Tekanan ringan memberi stimulus saraf → otak “reset” posisi sendi
Otot refleks relaksasi → nyeri berkurang
🎯 4. Manfaat Klinis
Mengurangi nyeri leher
Mengatasi:
saraf kejepit ringan
kaku leher
vertigo cervikal (tertentu)
Meningkatkan ROM (range of motion)
Melancarkan aliran darah & saraf
⚠️ 5. Catatan Keamanan (SANGAT PENTING)
Teknik ini tidak boleh sembarangan, karena area cervikal sangat sensitif.
Hindari pada:
Hernia nukleus pulposus berat
Osteoporosis
Riwayat stroke / gangguan pembuluh darah
Instabilitas cervical
Trauma akut
🧩 6. Kesimpulan Inti
Teknik ini bekerja dengan:
Dekompresi (traksi)
Mobilisasi (rotasi)
Stimulasi (tekanan)
➡️ Tujuannya: Mengembalikan posisi sendi, mengurangi tekanan saraf, dan menormalkan fungsi otot.

📋 SOP TERAPI REPOSISI CERVICAL
Teknik: Traksi – Rotasi – Tekanan Terukur
🧾 1. Tujuan
Mengurangi nyeri leher
Melepaskan penjepitan saraf
Mengembalikan posisi sendi cervikal
Meningkatkan mobilitas leher
👤 2. Indikasi
Nyeri leher (cervical pain)
Kaku leher (muscle spasm)
Saraf kejepit ringan (radikulopati ringan)
Sakit kepala tegang (tension headache)
Postur leher tidak seimbang
⚠️ 3. Kontraindikasi (WAJIB DIPERIKSA)
Jangan lakukan jika ada:
Riwayat stroke / vertigo berat
Hernia servikal berat
Osteoporosis
Trauma / kecelakaan leher
Tekanan darah sangat tinggi
Gangguan pembuluh darah (arteri vertebralis)
🧍‍♂️ 4. Posisi Pasien & Terapis
Posisi pasien:
Duduk rileks (bersila / kursi)
Bahu santai
Tidak tegang
Posisi terapis:
Di belakang pasien
Kuda-kuda stabil
Kepala pasien ditopang dengan aman dengan lipatan siku terapis
✋ 5. Teknik Pegangan (Hand Placement)
Tangan 1:
Menopang kepala (occiput)
Tangan 2:
Mengontrol ruas tulang cervikal yang akan di koreksi
👉 Pastikan:
Pegangan stabil, tidak menekan tenggorokan
Kontrol penuh pada kepala
⚙️ 6. Langkah-Langkah Teknik
🔹 Step 1: Relaksasi Awal
Ajak pasien tarik napas dalam
Pastikan otot leher rileks
🔹 Step 2: Traksi (Regangan)
Tarik kepala ke atas secara perlahan dengan kuncian siku dan ociput satu tangan
Arah: long axis (vertikal)
⏱️ 5–10 detik
👉 Jangan hentak
🔹 Step 3: Rotasi
Putar kepala perlahan ke sisi yang bermasalah
Sudut ± 30–45°
👉 Rasakan batas gerak (end feel)
🔹 Step 4: Side Bending (Opsional)
Miringkan kepala sedikit
Untuk membuka facet joint
🔹 Step 5: Tekanan / Impuls Lembut dengan tangan lainya pada ruas tulang cervikal yang ingin di koreksi
Beri tekanan ringan & cepat (micro thrust)
Arah mengikuti posisi rotasi
👉 Sangat kecil, bukan diputar paksa
🔹 Step 6: Release
Kembalikan kepala ke posisi netral perlahan
Jangan dilepas tiba-tiba
🔁 7. Repetisi 1 x
Tidak berlebihan
🧠 8. Evaluasi Setelah Tindakan
Tanyakan:
Nyeri berkurang?
Lebih ringan?
Cek:
Range of motion (ROM)
Tidak ada pusing / mual
⚠️ 9. Tanda Harus Dihentikan
Segera STOP jika:
Pusing
Pandangan kabur
Mual
Nyeri tajam menjalar
💡 10. Tips Profesional
Gunakan tenaga minimal, kontrol maksimal
Fokus pada feeling joint, bukan tenaga
Komunikasi dengan pasien itu penting
Jangan “memaksa bunyi”
🧩 11. Kesimpulan Praktis
Teknik ini efektif jika: ✔ Dilakukan perlahan
✔ Terukur
✔ Dengan kontrol penuh
❌ Bukan teknik keras atau dipaksa

https://chat.whatsapp.com/BvyrqzqRJShIchicGphBC3?mode=gi_tReposisi Sacroiliac Joint (SI joint) EXPERT TEKNIKPenjelasan s...
01/04/2026

https://chat.whatsapp.com/BvyrqzqRJShIchicGphBC3?mode=gi_t

Reposisi Sacroiliac Joint (SI joint)
EXPERT TEKNIK
Penjelasan secara biomekanik dan anatomis:
🔹 1. Biomekanik Gerakan
Teknik yang Anda lakukan termasuk kombinasi:
Rotasi pelvis (torsional force)
Tekanan (compression + shear control)
Leverage dari femur ke ilium
Mekanisme utamanya:
Mengoreksi posisi ilium terhadap sacrum
Jika terjadi:
anterior rotation ilium
posterior rotation ilium
upslip / downslip
→ teknik ini membantu “reset alignment”
Menginduksi gerakan sacrum:
Nutation (sacrum ke depan-bawah)
Counternutation (sacrum ke belakang-atas)
Mengurangi shear force
SI joint secara normal sangat sedikit gerak (2–4°)
Ketika ada malposisi → terjadi micro-instability
Teknik ini: 👉 menstabilkan ulang force closure & form closure
Efek “unlocking joint restriction”
Tekanan + rotasi menciptakan:
relaksasi refleks
pelepasan “joint fixation”
🔹 2. Struktur Anatomi yang Terpengaruh
🦴 Sendi & Ligamen
Sacroiliac Joint (SI joint)
Lumbosacral joint (L5-S1) (ikut terpengaruh)
Ligamen penting:
Lig. sacroiliac anterior & posterior
Lig. sacrotuberous
Lig. sacrospinous
Iliolumbar ligament
👉 Efek:
Mengurangi ketegangan ligamen yang asimetris
Mengembalikan stabilitas pelvis
💪 Otot yang Terlibat
Otot utama:
Gluteus maximus
Gluteus medius & minimus
Piriformis
Quadratus lumborum
Iliopsoas
Hamstring group
Erector spinae (lumbal)
👉 Efek:
Release muscle spasm (terutama piriformis & QL)
Menormalkan tonus otot postural
Memperbaiki pola gerak pelvis
⚡ Sistem Saraf
Plexus lumbosacral (L4–S3)
Nervus sciaticus
Superior & inferior gluteal nerve
Cluneal nerves
👉 Efek neurologis:
Mengurangi iritasi saraf (misalnya nyeri menjalar)
Menurunkan hipersensitivitas (pain gating)
Meningkatkan propriosepsi sendi
🔹 3. Manfaat Teknik Ini
✅ Secara Mekanik
Koreksi posisi pelvis
Menyeimbangkan tinggi panggul
Mengurangi beban asimetris pada tulang belakang
✅ Secara Fungsional
Mengurangi nyeri:
pinggang bawah
bokong
menjalar ke kaki (pseudo sciatica)
Meningkatkan ROM (range of motion)
Memperbaiki pola jalan & postur
✅ Secara Neuromuskular
Reset kontrol otot pelvis
Mengurangi kompensasi otot
Meningkatkan stabilitas core & pelvic
🔹 4. Catatan Klinis Penting
SI joint bukan sendi yang bebas bergerak, jadi: 👉 teknik harus presisi (bukan dipaksa)
Hati-hati pada:
osteoporosis
cedera akut
inflamasi berat
Lebih efektif jika dikombinasikan dengan:
latihan stabilisasi core
penguatan gluteus & QL
🔥 Kesimpulan
Teknik ini bekerja dengan: 👉 mengoreksi alignment ilium–sacrum + menormalkan ketegangan otot & ligamen + menurunkan iritasi saraf
Hasilnya:

✔ nyeri berkurang
✔ postur membaik
✔ fungsi gerak kembali normal

📘 SOP TEKNIK REPOSISI SACROILIAC JOINT (ROTASI + TEKANAN PELVIC)
🔹 A. Tujuan
Mengoreksi malposisi SI joint (anterior/posterior ilium, upslip, rotasi pelvis)
Mengurangi nyeri lumbal, gluteal, dan nyeri menjalar
Mengembalikan keseimbangan pelvis & fungsi gerak
🔹 B. Indikasi
Nyeri pinggang bawah (low back pain)
Nyeri bokong (gluteal pain)
Ketidakseimbangan tinggi panggul
Keterbatasan gerak lumbopelvic
Dugaan disfungsi SI joint
🔹 C. Kontraindikasi ⚠️
Fraktur pelvis / tulang belakang
Osteoporosis berat
Hernia akut berat dengan nyeri tajam
Infeksi / inflamasi akut
Pasca operasi (belum stabil)
Kehamilan (hati-hati, modifikasi teknik)
🔹 D. Persiapan
1. Alat:
Matras terapi
Handuk kecil (opsional untuk support kepala)
2. Persiapan Terapis:
Posisi stabil (kuda-kuda 2)
Postur tegak, gunakan berat badan (bukan tenaga Siku atau tangan saja)
3. Persiapan Pasien:
Posisi supine (telentang)
Tubuh rileks di posisi kan sedikit menyamping dengan panggul yang akan di koreksi berada di atas
Jelaskan prosedur (informed consent)
🔹 E. Posisi Dasar Teknik
Pasien telentang
Salah satu kaki pasien:
ditekuk / diposisikan menyilang (tergantung kasus)
Terapis:
Satu tangan di shoulder
Satu tangan di pelvis / ASIS / iliac crest
Lutut terapis bisa menjadi titik tumpu (fulcrum)
🔹 F. Langkah-Langkah Teknik (Step by Step)
1. Assessment Awal
Cek:
tinggi panggul kiri-kanan
rotasi pelvis
nyeri tekan SI joint
panjang kaki fungsional
2. Pre-Positioning
Putar pelvis pasien secara perlahan ke arah terapis untuk koreksi
Cari titik restriksi (barrier)
👉 Jangan langsung tekan — cari “end feel”
3. Locking Position
Kunci:
bahu (thorax)
pelvis (ilium)
Tujuan: ➡️ Isolasi gerakan di SI joint (bukan seluruh tubuh)
4. Aplikasi Teknik (Inti)
Lakukan kombinasi:
Rotasi pelvis dan
Tekanan (compression / thrust ringan) dengan berat badan terapis
💡 Arah tekanan:
anterior ilium → Rotasi Tekan ke arah Terapis
posterior ilium → dorong anterior
upslip → traksi + reposisi turun
👉 Gunakan: ✔ berat badan
✔ gerakan cepat, kecil, terkontrol (bukan kasar)
5. Release
Lepaskan tekanan perlahan
Kembalikan posisi pasien ke netral
6. Re-Assessment
Cek ulang:
simetri panggul
nyeri
ROM
🔹 G. Prinsip Biomekanik Kunci
Memanfaatkan:
Leverage femur → ilium
Rotasi pelvis → sacrum
Mengembalikan:
nutation / counternutation
force closure SI joint
Mengurangi:
shear force
muscle guarding
🔹 H. Otot & Struktur Target
💪 Otot:
Gluteus maximus, medius
Piriformis
Quadratus lumborum
Iliopsoas
Hamstring
🦴 Sendi:
SI joint
Lumbosacral (L5-S1)
⚡ Saraf:
Plexus lumbosacral
Nervus sciaticus
Cluneal nerve
🔹 I. Dosis & Frekuensi
1–3 kali teknik per sisi (cukup)
Tidak perlu berulang berlebihan
Kombinasikan dengan:
stretching
stabilisasi core
🔹 J. Evaluasi Hasil
✔ Nyeri berkurang
✔ Gerak lebih bebas
✔ Panggul lebih simetris
✔ Pasien merasa “ringan”
🔹 K. Edukasi Pasien (WAJIB)
Hindari:
duduk lama
angkat berat sembarangan
Anjurkan:
latihan core stability
peregangan ringan
🔹 L. Kesalahan Umum ❌
Terlalu kuat (over thrust)
Tidak mengunci thorax → gerakan tidak spesifik
Tidak assessment dulu
Mengandalkan tenaga tangan saja
🔥 Penutup (Penting untuk Pelatihan)
Teknik ini efektif jika: ✔ presisi arah
✔ kontrol tekanan
✔ memahami anatomi
Bukan sekadar “diputar & ditekan”, tapi: 👉 reposisi terarah berbasis biomekanik

Mari ikuti pelatihan RTS Indonesia Di bali 7 sd 13 MEI 2026 Selama 7 hari memepelajari Teknik Reposisi Lebih dari 160 Teknik Standar dan Aman

Thorak Twisty (rotasi torakal) MEDIUM TEKNIK🔧 1. Prinsip Biomekanik Thorak TwistyTeknik ini bekerja dengan rotasi aksial...
31/03/2026

Thorak Twisty (rotasi torakal)

MEDIUM TEKNIK
🔧 1. Prinsip Biomekanik Thorak Twisty
Teknik ini bekerja dengan rotasi aksial (axial rotation) pada tulang belakang torakal (T1–T12), dengan tujuan:
Mengoreksi malalignment (pergeseran posisi) vertebra
Mengurangi rotasi abnormal pada kondisi rotasi seperti pada kasus scoliosis
Mengembalikan mobilitas segmental
⚙️ Mekanisme Gerakan:
Rotasi vertebra torakal
Vertebra berputar terhadap sumbu longitudinal
Pada scoliosis : biasanya terjadi rotasi + lateral bending → teknik ini fokus mengurangi rotasi dominan
Coupled motion (gerakan berpasangan)
Pada torakal: rotasi sering disertai side bending
Teknik twisty membantu “melepas” pola gerakan yang terkunci
Mobilisasi facet joint
Sendi facet mengalami:
sisi konveks → membuka
sisi konkaf → menutup
Tujuan: mengembalikan keseimbangan tekanan
Pengaruh pada costovertebral joint (sendi tulang rusuk)
Rotasi torakal → ikut memutar posisi tulang rusuk
Penting pada kasus scoliosis karena ada rib hump
🧠 2. Struktur Anatomi yang Terpengaruh
🦴 A. Tulang & Sendi
Vertebra torakal (T1–T12)
Facet joint (zygapophyseal joint)
Costovertebral & costotransverse joint (hubungan rusuk)
Intervertebral disc (diskus)
💪 B. Otot-otot Utama
Erector spinae (iliocostalis, longissimus, spinalis)
Mengontrol ekstensi & stabilisasi
Multifidus & rotatores
Sangat penting untuk kontrol rotasi segmental
Target utama dalam koreksi
Intercostal muscles
Terpengaruh karena hubungan dengan rusuk
Rhomboid & trapezius (pars tengah & bawah)
Berperan dalam stabilisasi scapula dan thorak
Serratus anterior & posterior
Berpengaruh pada dinamika dinding dada
⚖️ 3. Dampak Biomekanik pada
Pada Kasus scoliosis:
Vertebra mengalami:
rotasi ke arah konveks
lateral bending
Rusuk ikut berputar → muncul rib hump
👉 Teknik thorak twisty:
Mengurangi rotasi vertebra
Membantu re-centering axis tulang belakang
Menyeimbangkan distribusi beban kiri-kanan
✅ 4. Manfaat Terapi Thorak Twisty
🔹 A. Koreksi Struktur
Mengurangi rotasi abnormal vertebra
Membantu perbaikan postur thorak
🔹 B. Meningkatkan Mobilitas
Mengurangi kekakuan segmen torakal
Meningkatkan ROM (range of motion)
🔹 C. Efek pada Pernapasan
Karena melibatkan tulang rusuk:
meningkatkan ekspansi paru
memperbaiki pola napas pada scoliosis
🔹 D. Neuromuskular
Mengaktifkan kembali otot stabilisator dalam (multifidus, rotatores)
Mengurangi kompensasi otot berlebih
🔹 E. Nyeri & Ketegangan
Mengurangi spasme otot paraspinal
Mengurangi tekanan pada facet joint
⚠️ Catatan Penting Praktisi
Harus memperhatikan:
arah rotasi dominan scoliosis
derajat kelengkungan (Cobb angle)
Hindari tekanan berlebihan pada:
pasien osteoporosis
herniasi berat
Teknik sebaiknya dikombinasikan dengan:
latihan stabilisasi
pernapasan (breathing correction)
🔍 Kesimpulan
Teknik thorak twisty bekerja melalui rotasi terkontrol pada segmen torakal, mempengaruhi:
vertebra
sendi facet
tulang rusuk
otot stabilisator dalam
Tujuan utamanya adalah: 👉 mengembalikan alignment, mobilitas, dan keseimbangan biomekanik thorak, terutama pada kondisi seperti scoliosis.

📘 SOP TEKNIK THORAK TWISTY (ROTASI TORAKAL)
🎯 1. Tujuan
Mengoreksi rotasi dan malalignment thorakal (terutama pada scoliosis ringan–sedang)
Meningkatkan mobilitas sendi thorakal
Mengurangi nyeri dan ketegangan otot punggung
Memperbaiki ekspansi pernapasan
👤 2. Indikasi
Scoliosis fungsional / ringan
Kekakuan thorakal
Nyeri punggung atas (mechanical back pain)
Postur bungkuk / rotasi thorak tidak simetris
⚠️ 3. Kontraindikasi
Fraktur tulang belakang
Osteoporosis berat
Hernia diskus akut (thorakal/lumbal)
Infeksi / tumor tulang belakang
Nyeri tajam yang belum terdiagnosa
🧍 4. Persiapan Pasien
Posisi: duduk bersila atau duduk tegak Didepan Terapis Tangan pasien: dengan jari menganyam pegang tengkuk kepala
Terapis di samping atau belakang pasien
Pastikan pasien rileks
✋ 5. Posisi Tangan Terapis
Tangan 1: menahan bahu dari kuncian otot bisep atau siku masuk dari bawah ketiak sisi berlawanan pasien
Tangan 2: memegang sisi thorak skapula atas
Lutut bisa digunakan sebagai peahan panggul (opsional) sementara kaki berlawanan lain mengunci
⚙️ 6. Langkah-Langkah Teknik
🔹 Tahap 1: Assessment
Identifikasi sisi:
rotasi dominan
sisi kaku (restriksi)
Palpasi:
otot paraspinal
posisi vertebra
🔹 Tahap 2: Pre-Positioning
Posisikan tubuh pasien:
sedikit fleksi (membungkuk ringan)
rotasi ke arah yang ingin dikoreksi
Stabilkan panggul agar tidak ikut berputar
🔹 Tahap 3: Rotasi Torakal
Lakukan rotasi perlahan:
dari thorak bawah → atas
Gunakan prinsip:
low amplitude – controlled movement
Arah:
berlawanan dengan arah rotasi abnormal
🔹 Tahap 4: Release / Adjustment
Tambahkan sedikit tekanan rotasi akhir (end range)
Bisa dilakukan:
mobilisasi berulang
atau thrust ringan (jika terlatih)
🔹 Tahap 5: Relaksasi
Kembalikan ke posisi netral
Lakukan peregangan ringan
💪 7. Struktur yang Ditarget
Vertebra thorakal (T1–T12)
Facet joint
Costovertebral joint (rusuk)
Otot:
multifidus
rotatores
erector spinae
intercostal
🔁 8. Dosis & Repetisi
3–5 kali mobilisasi per sisi
Tahan 3–5 detik tiap rotasi
1–2 set per sesi
Frekuensi: 2–3x per minggu
🧠 9. Evaluasi Hasil
Range of motion meningkat
Nyeri berkurang
Postur lebih simetris
Napas lebih lega (ekspansi dada meningkat)
⚠️ 10. Safety & Tips Praktisi
Jangan paksa jika ada nyeri tajam
Hindari rotasi berlebihan pada pasien kaku ekstrem
Fokus pada kontrol, bukan kekuatan
Kombinasikan dengan:
latihan stabilisasi core
latihan pernapasan
🧩 11. Kombinasi Latihan (Rekomendasi)
Thoracic extension exercise
Breathing correction (diaphragmatic)
Scapular stabilization
🔍 Kesimpulan SOP
Teknik thorak twisty adalah: 👉 teknik rotasi terkontrol
👉 fokus pada koreksi alignment + mobilitas
👉 efektif untuk kasus postural & scoliosis ringan

Mari belajar teknik Reposisi yang baik dan benar bersama RTS indonesia di kelas Vokasi RTS indonesia bali 18 sd 25 April 2025

https://chat.whatsapp.com/GQnUDsllBSq2qa18l96KcW?mode=gi_t

https://chat.whatsapp.com/KaSwmXTLJvS9OHiRnYIdlS?mode=gi_thttps://ditmutunakes.kemkes.go.id/index.php/detail-institusi/l...
31/03/2026

https://chat.whatsapp.com/KaSwmXTLJvS9OHiRnYIdlS?mode=gi_t

https://ditmutunakes.kemkes.go.id/index.php/detail-institusi/lpks-reposisi-tulang-sendi/4f444532

List Calon Peserta pelatihan Neuro Elektro Stimulator Hwato SDZ 3
Terjadwal On-line Off-line 25 26 april 2026 cikini hotel taman ismail marjuki

https://share.google/IaUNVE2nkJFhya4oB

1. Ikhsan maulana ( pemalang ) 👨‍💻
2. Misdi ( banjar )👨‍💻
3.heldoni (pekanbaru) 👨‍💻 Terapis Pekan Baru
4.mugianto 👨‍💻 TERAPIS
5. Ansori ( Malang )
6. Gen Rts Medan julius👨‍💻
7. Garry Aditya (Bogor)
8.
9.
10.

Fasilitas :
• 1 unit Mesin HWATO SDZ 03 Digital display
• Sertifikat LPKS
• Piagam Keikutserta'an Belajar
• 1 pack Hwato Nidlle @ 100 pcs 40 mm x 0.25 mm
• Modul Belajar
• Rekaman belajar
• 2 hari belajar
( Teori & Praktek )
• Makan Coffe break

👨‍💻 On- line 1.3 jt
👨‍🏫 Off- line 2 jt
Sudah memiliki unit - 1 jt
✅ Lunas
💹 Dp

Terjadwal 25 26 April 2026
Hotel cikini
taman ismail marjuki jakarta

Biaya di transfer ke
3431407793 bank bca an arie rahman

( *"on-line unit dan perlengkapan di kirim di awal"* )
( *" isi data langsung copas"* )

https://chat.whatsapp.com/InF3edb4g3zH2j5GCVmTfP?mode=gi_thttps://ditmutunakes.kemkes.go.id/index.php/detail-institusi/l...
31/03/2026

https://chat.whatsapp.com/InF3edb4g3zH2j5GCVmTfP?mode=gi_t

https://ditmutunakes.kemkes.go.id/index.php/detail-institusi/lpks-reposisi-tulang-sendi/4f444532

*Pen Stimulator Virtual Workshop*
📅 *Tanggal:* 18–19 April 2026
💻 *Platform:* Zoom Meeting
👨‍🏫 *Trainer:* Arie Rahman

📝 *Data Peserta*
Nama Lengkap:

1. Agus Bambang Dwi Purwanto, SP (Lumajang)
2. .Wito Rahmadi, S.Kes,Ft.,CFB.MSc.,AIFO-FIT
3. Tanto Subiyantoro @⁨~Alhamdulillah⁩
4. Rizky @⁨rizki Rama Terapis⁩ ✅
5. .
6. .
7. .
8. .
9. .
10.

📦 *Fasilitas Peserta*
Peserta akan mendapatkan:

• Sertifikat LPKS RTS
• Website RTS
https://rtsindonesia.co.id/

• Modul Digital
• Rekaman Zoom
• Pen Stimulator 1 unit (dikirim COD)
• Gratis mengulang Materi Zoom

✅ Lunas
💹 DP

LUMBO SACRAL TRAKTIONEXPERT TEKNIK🔹 1. SENDI YANG TERPENGARUH1. Sendi Lumbal (Facet Joint / Zygapophyseal Joint)Terletak...
31/03/2026

LUMBO SACRAL TRAKTION
EXPERT TEKNIK

🔹 1. SENDI YANG TERPENGARUH
1. Sendi Lumbal (Facet Joint / Zygapophyseal Joint)
Terletak antar ruas L1–L5
Fungsi: mengontrol gerakan fleksi, ekstensi, rotasi
Efek teknik:
Membuka (dekompresi) facet joint
Mengurangi “locking” atau subluxasi ringan
Mengurangi tekanan akibat kompresi postural
2. Sendi Lumbosakral (L5–S1)
Titik transisi antara tulang lumbal dan sakrum
Area paling sering terjadi:
HNP (saraf kejepit)
Instabilitas
Efek teknik:
Mengurangi tekanan diskus intervertebralis
Membantu reposisi alignment L5 terhadap sakrum
Mengurangi kompresi akar saraf
3. Sendi Sacroiliac (SI Joint)
Menghubungkan sakrum dengan ilium (panggul)
Berperan dalam stabilitas panggul
Efek teknik:
Koreksi perbedaan tinggi panggul
Mengurangi “locking” SI joint
Menyeimbangkan distribusi beban kiri–kanan

🔹 2. OTOT YANG TERLIBAT
1. Otot Paraspinal (Erector Spinae & Multifidus)
Fungsi: stabilisasi tulang belakang
Efek teknik:
Relaksasi spasme otot
Mengurangi hipertonus akibat kompensasi postural
2. Quadratus Lumborum (QL)
Berperan dalam:
Elevasi panggul
Stabilitas lateral
Efek teknik:
Mengoreksi ketidakseimbangan kanan–kiri
Mengurangi nyeri pinggang satu sisi
3. Gluteus (Maximus, Medius, Minimus)
Fungsi utama: stabilisasi panggul
Efek teknik:
Aktivasi ulang otot stabilisator
Mengurangi kompensasi akibat pelvis miring
4. Piriformis & Deep Hip Rotators
Berkaitan langsung dengan saraf skiatik
Efek teknik:
Mengurangi tekanan pada saraf skiatik
Mengurangi nyeri menjalar ke kaki
5. Iliopsoas
Otot penghubung tulang belakang ke panggul
Efek teknik:
Mengurangi tarikan anterior pada lumbal
Membantu koreksi lordosis berlebih
🔹 3. LIGAMEN YANG TERPENGARUH
Ligamentum iliolumbale → stabilisasi L5 ke ilium
Ligamentum sacroiliac (anterior & posterior) → stabilitas panggul
Ligamentum longitudinal (anterior & posterior) → menjaga posisi diskus
Efek teknik:
Memberikan efek “stretch ringan” → meningkatkan elastisitas
Mengurangi kekakuan kronis
🔹 4. DAMPAK NEUROLOGIS
Dekompresi pada:
Akar saraf L4, L5, S1
Mengurangi:
Nyeri menjalar (sciatica)
Kesemutan / baal
Meningkatkan aliran impuls saraf
🔹 5. KESIMPULAN FUNGSI TEKNIK
Secara keseluruhan teknik ini bekerja melalui:
✅ Dekompresi sendi dan diskus
✅ Reposisi alignment lumbal–sakral
✅ Menyeimbangkan otot kanan–kiri
✅ Koreksi kemiringan panggul
✅ Mengurangi tekanan saraf

📘 SOP TEKNIK
Reposisi Lumbal–Sakral Traksi (Lumbo-Sacral Traction Reposition Methode)

🔹 1. TUJUAN TEKNIK
Mengoreksi malalignment L4–L5–S1
Mengurangi kompresi saraf (sciatic)
Menyeimbangkan tinggi panggul kanan–kiri
Mengatasi:
Nyeri pinggang bawah
HNP ringan–sedang
SI joint disfungsi
Pelvis tilt
🔹 2. INDIKASI
✔ Nyeri lumbal menjalar ke kaki
✔ Perbedaan tinggi panggul
✔ Spasme otot lumbar & glute
✔ Kekakuan L5–S1
✔ Gangguan postur (lordosis berlebih / pelvis miring)
🔹 3. KONTRAINDIKASI (WAJIB DIPERHATIKAN)
❌ Fraktur tulang belakang
❌ HNP berat dengan defisit neurologis berat
❌ Osteoporosis berat
❌ Tumor / infeksi tulang belakang
❌ Spondylolisthesis grade 4 tinggi
❌ Nyeri akut inflamasi berat

👉 Jika ragu → hindari teknik traksi kuat
🔹 4. POSISI PASIEN & TERAPIS
Posisi pasien:
Duduk rileks
Punggung sedikit fleksi
Tangan menyilang di dada
Posisi terapis:
Di belakang pasien pada posisi duduk
Kunci dada dan kaki pasien (seperti gambar)
Dada terapis sebagai fulcrum atau penahan
🔹 5. LANGKAH TEKNIK (STEP BY STEP)
1. Pre-Tension (Penguncian Awal)
Terapis mengunci tubuh pasien dengan mengengam kedua pergelangan tangan pasien serta polipteal pasien
Pastikan pelvis stabil
Cari titik restriksi dengan mengangkat kaki pasien mengunakan kaki terapis
(biasanya L4–S1)
2. Traksi Vertikal
Tarik tubuh pasien ke arah atas & belakang bersamaan atau jatuhkan badan terapis bersama pasien ke belakang
Tujuan:
Membuka diskus
Mengurangi kompresi saraf
3. Rotasi Ringan (Opsional) pada teknik lanjutan LUMBAL SACRAL TRACTION
Tambahkan miroring rotasi kecil kiri / kanan
Fokus:
SI joint
L5–S1 segment
4. Release / Thrust (Jika diperlukan)
Gerakan cepat, pendek, terkontrol
Tidak harus selalu ada bunyi “klik”
5. Relaksasi
Turunkan pasien perlahan dan langsung tidurkan pasien
Biarkan otot pasien beradaptasi
🔹 6. STRUKTUR YANG TERKOREKSI
✅ Sendi:
Facet joint lumbar
L5–S1 joint
Sacroiliac joint
✅ Otot:
Erector spinae
Multifidus
Quadratus lumborum
Gluteus medius & maximus
Piriformis
Iliopsoas
✅ Ligamen:
Iliolumbal
Sacroiliac ligament
Longitudinal ligament
🔹 7. EFEK TERAPI
🔽 Tekanan diskus berkurang
🔽 Nyeri saraf menurun
🔽 Spasme otot turun
🔼 Mobilitas meningkat
🔼 Alignment tulang membaik
🔹 8. KOMBINASI TEKNIK (REKOMENDASI PRAKTISI)
Untuk hasil maksimal, kombinasikan dengan:
✔ 1. Pelvic Leveling
Koreksi tinggi panggul
✔ 2. SI Joint Adjustment
Fokus pada ilium–sakrum
✔ 3. Release Otot (Trigger Point)
QL
Piriformis
Gluteus
✔ 4. Neuro Elektro Stimulator
Untuk relaksasi saraf & otot
🔹 9. TIPS PROFESIONAL
Gunakan tenaga dari tubuh, bukan tangan
Jangan memaksa jika ada resistensi kuat
Perhatikan respon pasien (nyeri menjalar = stop)
Lakukan evaluasi sebelum & sesudah
🔹 10. RED FLAG (HENTIKAN TEKNIK)
🚨 Nyeri tajam mendadak
🚨 Mati rasa bertambah
🚨 Kelemahan otot tiba-tiba
🚨 Pusing atau reaksi tidak normal
🔥 KESIMPULAN PRAKTISI
Teknik ini sangat efektif karena:
Menggabungkan traksi + rotasi + stabilisasi
Menyasar langsung segmen L5–S1 (kunci nyeri pinggang)
Memberikan efek cepat pada saraf dan otot

https://chat.whatsapp.com/GQnUDsllBSq2qa18l96KcW?mode=gi_tteknik lumbal pelvic twist (rotasi lumbopelvic) Intermediate t...
30/03/2026

https://chat.whatsapp.com/GQnUDsllBSq2qa18l96KcW?mode=gi_t

teknik lumbal pelvic twist (rotasi lumbopelvic)
Intermediate teknik

pandangan anatomi secara teknis
🦴 1. Struktur Sendi yang Terkoreksi
🔹 Sendi Lumbal (Facet Joint / Zygapophyseal Joint)
Terletak antar vertebra L1–L5
Mengatur gerakan:
Fleksi / ekstensi
Rotasi terbatas
Saat terjadi malposisi / slip ringan (facet locking):
Rotasi pelvis membantu “unlock” facet joint
Mengembalikan alignment vertebra
🔹 Sendi Sacroiliac (SI Joint)
Penghubung antara sacrum dan ilium
Gerakan kecil tapi sangat penting:
Nutasi (miring ke depan)
Counternutasi (miring ke belakang)
👉 Teknik twist:
Mengoreksi rotasi ilium anterior/posterior
Mengatasi:
Perbedaan tinggi panggul
Ketidakseimbangan beban tubuh
🔹 Sendi Lumbosacral (L5–S1)
Titik transisi paling rentan
Sering terjadi:
Kompresi
Geser ringan (instabilitas)
👉 Rotasi membantu:
Mengurangi tekanan diskus
Menormalkan hubungan L5 terhadap sacrum
💪 2. Otot yang Terlibat & Terkoreksi
🔸 Kelompok Otot Rotator & Stabilizer Lumbal
Multifidus
Rotatores
Erector spinae (iliocostalis, longissimus)
👉 Peran:
Menstabilkan tulang belakang
Mengontrol rotasi halus
👉 Saat teknik dilakukan:
Terjadi release spasme
Reset tonus otot dalam (deep stabilizer)
🔸 Otot Core & Abdominal
Obliquus externus & internus
Transversus abdominis
👉 Fungsi:
Menghasilkan rotasi tubuh
Menjaga stabilitas intra-abdominal
👉 Efek teknik:
Menormalkan ketegangan sisi kanan–kiri
Mengurangi tarikan asimetris pada pelvis
🔸 Otot Panggul & Hip
Gluteus medius & minimus
Piriformis
Iliopsoas
👉 Peran:
Stabilitas panggul
Kontrol rotasi femur & pelvis
👉 Saat disfungsi:
Bisa menyebabkan:
Panggul miring
Nyeri pinggang / menjalar
👉 Teknik twist:
Melepas tightness piriformis
Menyeimbangkan kerja gluteus kanan–kiri
🔄 3. Mekanisme Koreksi (Secara Biomekanik)
Saat teknik dilakukan:
Rotasi pelvis → menarik jaringan fascia & otot
Facet joint mengalami “gapping” (terbuka sedikit)
SI joint mengalami repositioning
Tekanan diskus intervertebralis berubah → lebih merata
Terjadi efek:
Relaksasi refleks (neuromuskular reset)
Peningkatan mobilitas
⚖️ 4. Efek Terhadap Masalah Klinis
Teknik ini membantu:
✔️ Perbedaan tinggi panggul
✔️ Low back pain (mekanik)
✔️ Sciatica ringan (terkait piriformis / SI joint)
✔️ Kekakuan lumbal
✔️ Postur tidak simetris
⚠️ Catatan Penting (Profesional)
Teknik ini harus hati-hati pada kondisi:
Hernia diskus berat
Spondylolisthesis tinggi
Osteoporosis
Cedera akut ligament
🔑 Kesimpulan Inti
Lumbal pelvic twist bukan sekadar memutar tubuh, tapi:
👉 Mengoreksi hubungan:
Tulang belakang (L1–S1)
Sacrum
Ilium
👉 Melibatkan:
Deep stabilizer (multifidus)
Core muscles
Otot panggul
👉 Hasil:
Alignment membaik
Tegangan otot seimbang
Fungsi gerak kembali optimal

Mari masuk kelas RTS Bali 18 25 april 2026

NAMA TEKNIK Thoraco-Shoulder Open Reposition Technique RTS Method (TSORT)(Teknik Reposisi Pembukaan Sendi Bahu dengan Tr...
30/03/2026

NAMA TEKNIK
Thoraco-Shoulder Open Reposition Technique RTS Method (TSORT)
(Teknik Reposisi Pembukaan Sendi Bahu dengan Traksi dan Kompresi Terarah)

Class : Medium teknik

📘 DESKRIPSI TEKNIK
Teknik TSORT adalah metode terapi manual yang bertujuan untuk:
Membuka ruang sendi bahu (glenohumeral joint)
Mengurangi kompresi intra-artikular
Mengembalikan posisi kepala humerus (re-centering)
Meningkatkan range of motion (ROM)
Mengatasi keterbatasan gerak dan nyeri bahu
Metode ini menggabungkan: ✔ Traksi (tarikan)
✔ Kompresi terarah
✔ Release jaringan otot
✔ Koreksi posisi sendi
⚙️ SOP (STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR)
1. 🔍 ASSESSMENT (Pemeriksaan Awal)
Sebelum tindakan:
Cek ROM bahu (fleksi, abduksi, rotasi)
Palpasi area:
Rotator cuff
Pectoralis major
Deltoid anterior
Identifikasi:
Nyeri tekan
Spasme otot
Keterbatasan gerak
⚠️ Kontraindikasi:
Dislokasi akut
Fraktur
Robekan berat (rotator cuff tear grade tinggi)
Infeksi sendi
2. 🛏️ POSISI PASIEN
Pasien: posisi supine (telentang)
Terapis: posisi di samping bahu pasien
Lengan pasien:
Abduksi ±30–60°
Sedikit rotasi eksternal
3. 🧩 TAHAP TEKNIK
🔹 A. Traksi (Joint Opening)
Pegang distal humerus
Tarik perlahan menjauh dari sendi (longitudinal traction)
Tujuan:
Mengurangi tekanan sendi
Membuka joint space
🔹 B. Kompresi Terarah (Repositioning)
Tangan lain menekan:
Kepala humerus ke arah posterior / inferior (sesuai kasus)
Sinkron dengan traksi
👉 Tujuan:
Re-centering humeral head
Koreksi malalignment
🔹 C. Release Otot (Muscle Relaxation)
Fokus pada:
Pectoralis major
Subscapularis
Deltoid anterior
Teknik:
Tekanan statis
Deep tissue release ringan
🔹 D. Mobilisasi Fungsional
Gerakkan bahu:
Abduksi
Rotasi eksternal
Evaluasi perubahan ROM
4. 🔁 REPETISI
3–5 kali siklus
Durasi total: 5–10 menit per sisi
5. ✅ EVALUASI HASIL
Setelah teknik:
Bandingkan ROM sebelum & sesudah
Cek nyeri (VAS scale)
Uji fungsi gerak aktif
💪 OTOT YANG TERLIBAT (KUNCI PELATIHAN)
1. Rotator Cuff
Supraspinatus → sering terjepit (impingement)
Infraspinatus → rotasi eksternal
Teres minor → stabilisasi
Subscapularis → sering tegang
2. Prime Mover
Deltoid → penggerak utama
Pectoralis major → penyebab bahu tertarik ke depan
Latissimus dorsi → resistensi saat traksi
3. Stabilisator Skapula
Trapezius → kontrol posisi scapula
Rhomboid → retraksi
Serratus anterior → stabilitas terhadap thorax
🎯 INDIKASI TEKNIK
Cocok untuk:
Frozen shoulder (fase non akut)
Shoulder impingement
Keterbatasan ROM
Nyeri bahu akibat postur
Cedera ringan jaringan lunak
⚠️ KEAMANAN & CATATAN PENTING
Jangan lakukan tekanan berlebihan
Hindari gerakan tiba-tiba (jerk)
Selalu komunikasi dengan pasien
Gunakan prinsip: 👉 “Low force – high precision”

Ini contoh teknik 1 dari 160 teknik yang di pelajari

Mari belajar teknik reposisi dengan aman nyaman dan sefty bersama RTS Indonesia di bali 18 sd 25 April 2025

Mari tingkatkan skill dan penghasilan
https://chat.whatsapp.com/GQnUDsllBSq2qa18l96KcW?mode=gi_t

https://chat.whatsapp.com/KaSwmXTLJvS9OHiRnYIdlS?mode=gi_tList Calon Peserta pelatihan Neuro Elektro Stimulator Hwato SD...
29/03/2026

https://chat.whatsapp.com/KaSwmXTLJvS9OHiRnYIdlS?mode=gi_t

List Calon Peserta pelatihan Neuro Elektro Stimulator Hwato SDZ 3
Terjadwal On-line Off-line 25 26 april 2026 cikini hotel taman ismail marjuki

https://share.google/IaUNVE2nkJFhya4oB

1. Ikhsan maulana ( pemalang ) 👨‍💻
2. Misdi ( banjar )👨‍💻
3.heldoni (pekanbaru) 👨‍💻@⁨Donie Terapis Pekan Baru⁩
4.mugianto 👨‍💻@⁨MUGIANTO TERAPIS⁩
5. Ansori ( Malang )
6.@⁨Julius Gen Rts Medan⁩ julius👨‍💻
7.
8.
9.
10.

Fasilitas :
• 1 unit Mesin HWATO SDZ 03 Digital display
• Sertifikat LPKS
• Piagam Keikutserta'an Belajar
• 1 pack Hwato Nidlle @ 100 pcs 40 mm x 0.25 mm
• Modul Belajar
• Rekaman belajar
• 2 hari belajar
( Teori & Praktek )
• Makan Coffe break

👨‍💻 On- line 1.3 jt
👨‍🏫 Off- line 2 jt
Sudah memiliki unit - 1 jt
✅ Lunas
💹 Dp

Terjadwal 25 26 April 2026
Hotel cikini
taman ismail marjuki jakarta

Biaya di transfer ke
3431407793 bank bca an arie rahman

( *"on-line unit dan perlengkapan di kirim di awal"* )
( *" isi data langsung copas"* )

Address

Jalan Desa Dawuan Rt 03 Rw 02 Desa Dawuan Kec Dawuan Kab Majalengka
Majalengka
45452

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00

Telephone

+6282114087346

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Reposisi Tulang & SENDI posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Practice

Send a message to Reposisi Tulang & SENDI:

Share

Share on Facebook Share on Twitter Share on LinkedIn
Share on Pinterest Share on Reddit Share via Email
Share on WhatsApp Share on Instagram Share on Telegram

Category