22/07/2019
*Sihr Al-Junun (sihir gila)*๐คฏ๐คฏ
Kegilaan yang terjadi pada seseorang disebabkan banyak faktor. Tetapi sesungguhnya yang menjadi penyebab utama adalah lemahnya daya iman sehingga tidak sanggup membentengi diri atau tidak mampu bertahan dalam kondisi normal sebagaimana layaknya manusia waras. Penyebab kegilaan itu ada yang disebabkan faktor sosial, ekonomi, asmara dan ambisi.
Tetapi sihir pembuat gila (Sihr Al-Junun) disebabkan pengaruh jahat, yaitu setan (jin yang memiliki karakter jahat) yang bekerja sama dengan dukun atas permintaan orang yang menginginkan kegilaan itu terjadi pada korban. Jin masuk ke dalam otak dan melakukan penekanan terhadap sel-sel yang digunakan untuk berfikir, mengingat dan sebagainya.
Sebagaimana kegilaan yang disebabkan faktor-faktor sosial, ekonomi, politik, asmara, ambisi dan sebagainya, kegilaan yang disebabkan sihir memiliki gejala-gejala sebagai berikut:
a) Bepergian tanpa arah, lunglai dan sangat pelupa.
b) Berbicara ngawur.
c) Mata melotot dan tidak fokus.
d) Tidak bisa diam disuatu tempat.
e) Tidak bisa melakukan pekerjaan tertentu secara berkesinambungan.
f) Tidak peduli dengan penampilan.
g) Dalam keadaan tertentu pergi tanpa mengetahui ke mana tujuannya dan kadang kala tidur di tempat-tempat sepi ( seperti rumah kosong).
*Pengobatan Sihir Gila* ๐ ๏ธโ๏ธ
Sebagaimana pengobatan terhadap sihir'sihir jenis lainnya, untuk Bnyembuhan sihir yang menyebabkan kegilaan pada seseorang ada therapa langkah yang harus ditempuh, yaitu: a)Bacakan ayat-ayat ruqyah umum.
b)Jika teriadi reaksi seperti kesurupan maka lakukanlah interaksi Seperti berdialog dengan jin pengganggu untuk menanyakan naknal yang dianggap perlu.
c) Jika tidak mengalami reaksi seperti kesurupan maka ulangi ruqyah sebanyak tiga kali atau lebih. Setelah diulang-ulang tiga kali atau lebih tidak juga ada reaksi, rekamlah surat-surat berikut dan perdengarkan kepadanya sebanyak dua kali dalam sehari: Surah Al-Baqarah, Surah Hud, Surah Al-Hijr, Surah Ash-Shaffat, Surah Qaf, Surah Ar-Rahman, Surah Al-Mulk, Surah Al-Jinn, Surah Al-Aโla, Surah Al-zalzalah, Surah Al-Humazah, Surah Al-Kafirun, Surah Al-ikhlas, Surah Al-Falaq, dan Surah An-Naas.
Catatan
a) Menurut Syaikh Wahid Abdussalam Bali, selama pengobatan si pasien tidak boleh mengonsumsi obat penenang karena dapat membuat kondisinya semakin parah. Pernyataan ini-menurut penulis-tidak perlu karena pasien gangguan sihir atau gangguan jin secara umum memang tidak perlu diberi obat penenang yang biasa diberikan dokter kepada pasien gila. Bagi jin, tidak ada gunanya obat penenang dan itu tidak mempan untuk menenangkannya. Jika terpaksa harus diberikan, sesungguhnya itu bukan untuk mengurangi gangguan sihir atau gangguan jin, tetapi melemahkan syarafยปsyaraf tubuhnya sehingga ia lemas atau hilang kesadaran. Syaikh Wahid mengatakan jika obat penenang diberikan maka akan memparah kondisinya. Ya, karena jika hal itu sering dilakukan dapat memperburuk kondisi fisik dan dapat menjadi ketergantungan obat penenang tersebut, walaupun pasien sembuh dari gangguan jin.
b) Menurut Syaikh Wahid Abdussalam Bali, boleh menggunakan kursi listrik atau setruman listrik untuk memaksa keluar jin yang menyakitinya. Menurut penulis, akibat yang akan ditinggalkan setruman listrik bisa sangat fatal bagi kondisi fisik atau pun mental pasien. Sedikit banyak setruman itu membuat syaraf-syarafnya terguncang hebat hingga dapat menimbulkan akibat yang sangat fatal
c) Menjauhi maksiat secara total dan selama-lamanya, bukan hanya saat menjalani terapi ruqyah syar'iyyah.
Semoga bermanfaat ๐