21/12/2016
Penyakit Asam Urat, King of the disease and disease of the kings (Raja penyakit dan penyakit para raja)
Penyakit asam urat, atau peningkatan asam urat dikenal dalam dunia kedokteran dengan nama Hiperurisemia (dari kata hiper- artinya tinggi dan –urisemia kadar asam urat darah). Disebut juga King of the disease, disease of the kings (rajanya penyakit, penyakit para raja), Adalah penyakit dengan beberapa manifestasi atau gejala, hiperurisemia atau peningkatan kadar asam urat darah memiliki beberapa manifestasi klinik yakni 1. Tidak bergejala atau asimptomatis; 2. Atritis Gout Akut atau gejala pada persendian seperti nyeri hebat pada persendin tertentu, hangat pada perabaan, merah, dan bengkak, gejala ini terjadi sangat cepat akibat peningkatan kadar asam urat yang tiba-tiba di dalam darah; 3. Atritis Gout Kronik Bertofus, yakni gejala peningkatan asam urat dalam darah yang telah terjadi tahunan sehingga menyebabkan banyak komplikasi diantaranya tofus atau penonjolan pada persendian atau daerah tubuh yang merupakan akibat dari berkumpulnya asam urat dalam lokasi tertentu di tubuh sebagian besar terjadi di persendian atau yg biasa kita kenal di daerah Sulawesi yakni Kulle; 4. Nefritis Gout, merupakan komplikasi pada pasien dengan kadar asam urat tinggi yang menahun, menyebabkan kerusakan pada ginjal.
Diantara gejala tersebut kami paling banyak menemukan pasien dengan Atritis Gout Akut, Hiperurisemia, dan atritis gout kronik bertofus. Banyak pasien yang datang dengan gejala nyeri pada sendi tertentu yang hebat dan tiba-tiba, ini adalah gejala khas pada pasien Gout Atritis Akut, namun banyak juga pasien yang datang dengan hasil pemeriksaan asam urat dari darah perifer yang tinggi (Laki2 >7; Wanita > 5) dengan gejala nyeri sendi yang tidak khas atau bukan gout atritis akut. Biasanya wanita >50 tahun yang sudah menopause (berhenti haid) kebanyakan memiliki kadar asam urat yang tinggi, itu wajar karena asam urat yang biasanyadikeluarkan melalui darah haid tiap bulan sudah tidak terjadi. Sehingga dengan gejala seperti ini bukanlah Gout Atritis Akut. Pasien-pasien seperti ini banyak sekali kita temukan di praktek sehari-hari, mengatakan dirinya terkena penyakit asam urat karena periksa dengan alat seadanya (darah perifer) dan gejala yang bukan gout atritis, sehingga pasie-pasien seperti ini membatasi asupan makanan yang tinggi purin seperti sayuran hijau, kacang-kacangan, dsb padahal itu adalah hal keliru. Begitu juga pemberian obat-obat penurun asam urat seperti Allopurinol yang keliru tanpa ada indikasi seperti gejala khas gout atau pemeriksaan laboratorium kadar asam urat sehingga terapi yang diberikan tidak memberikan hasil yang memuaskan. Untuk itu ada baiknya pasien-pasien jangan langsung konsumsi obat tanpa ada resep dari dokter, apalagi mengonsumsi jamu-jamuan yang tidak alami karena ada kandungan zat yang apabila dosisnya tidak sesuai dan berlebihan akan menybabkan komplikasi yang lebih berat dan membatasi asupan gizi karena akan merugikan pasien sendiri. Kenali gejala gout atritis dan jangan melakukan terapi sendiri, berkonsultasilah ke dokter.