Halal Mart Stokis Hpai

Halal Mart Stokis Hpai Halal Mart, Stokis, Hpai, Agen Herba,Produk Herbal, Muslim Muslimah, Bisnis, Obat Herbal

21/11/2019

Assalamu Alaikum

25/09/2019

PT Herba Penawar Alwahida Indonesia, yang kemudian dikenal sebagai HPAI, merupakan salah satu perusahaan Bisnis Halal Network di Indonesia yang fokus pada produk-produk herbal. HPAI, sesuai dengan akta pendirian Perusahaan, secara resmi didirikan pada tanggal 19 Maret 2012.

HPAI dibangun dari perjuangan panjang yang bertujuan menjayakan produk-produk halal dan berkualitas berazaskan Thibbunnabawi, serta dalam rangka membumikan, memajukan, dan mengaktualisasikan ekonomi Islam di Indonesia melalui enterpreneurship.

04/08/2019

Shalat jama’ah adalah wajib (fardhu ‘ain) sebagaimana hal ini adalah pendapat ‘Atho’ bin Abi Robbah, Al Hasan Al Bashri, Abu ‘Amr Al Awza’i, Abu Tsaur, Al Imam Ahmad (yang nampak dari pendapatnya) dan pendapat Imam Asy Syafi’i dalam Mukhtashor Al Muzanniy. .
Imam Asy Syafi’i mengatakan,
“Adapun shalat jama’ah, aku tidaklah memberi keringanan bagi seorang pun untuk meninggalkannya kecuali bila ada udzur.” (Ash Sholah wa Hukmu Tarikiha, hal. 107)
Namun pendapat Imam Asy Syafi’i ini sangat berbeda dengan ulama-ulama Syafi’iyah. Kemudian dalam hadits Ibnu Ummi Maktum. Dia berkata:
“Wahai Rasulullah, di Madinah banyak sekali tanaman dan binatang buas. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah kamu mendengar seruan adzan hayya ‘alash sholah, hayya ‘alal falah? Jika iya, penuhilah seruan adzan tersebut”.” (HR. Abu Daud [Abu Daud: 2-Kitab Ash Sholah, 47-Bab Peringatan Keras Karena Meninggalkan Shalat Jama’ah]. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.)
Lihatlah laki-laki tersebut memiliki beberapa udzur: pertama; dia adalah seorang yang buta, kedua; dia tidak punya teman sebagai penunjuk jalan untuk menemani, ketiga; banyak sekali tanaman, dan keempat; banyak binatang buas. Namun karena dia mendengar adzan, dia tetap diwajibkan menghadiri shalat jama’ah. .
Walaupun punya berbagai macam udzur semacam ini, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tetap memerintahkan dia untuk memenuhi panggilan adzan yaitu melaksanakan shalat jama’ah di masjid. Bagaimana dengan orang yang dalam keadaan tidak ada udzur sama sekali, masih diberi kenikmatan penglihatan dan sebagainya?!

13/06/2019

⁉ *Pertanyaan :*

Kak kan td dengarka ceramah di Masjid trus dia bilang ada ahli ibadah yg masuk neraka krn ibadah nya mengharap surga bkn ridha Allah. Tp prnhka Baca toh kak kl ibadah mmg harus mengejar/mengharap surga

✅ *Jawaban :*

Di antara ucapan yang bertentangan dengan aqidah ahlussunnah adalah "Jangan beribadah kepada Allah karena mengharap surga. Tapi beribadahlah kepada Allah karena mengharapakan ridho atau rahmat-Nya."

Ucapan ini keliru, sebab bertentangan dengan firman Allah yang memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk bersegera di dalam meraih surga Allah.

Allahu subhanahu wa ta'ala berfirman :

وَسَارِعُوٓاْ إِلَىٰ مَغۡفِرَةٖ مِّن رَّبِّكُمۡ وَجَنَّةٍ عَرۡضُهَا ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلۡأَرۡضُ أُعِدَّتۡ لِلۡمُتَّقِينَ

"Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan (untuk meraih) surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,"

-Surat Ali 'Imran, Ayat 133

Maka ini bantahan untuk orang-orang yang berucap dengan ucapan yang keliru tersebut.

Kemudian dari sisi lain, rahmat Allah itu luas, dan surga itu adalah bagian dari rahmat Allah.

Karena itu diriwayatkan oleh Al-Imam Abu Daud Rahimahullah, dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, Rasulullah Shallallahu Alayhi Wa Sallam bersabda :

إِذَا دَخَلَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ وَسُلْسِلَتْ الشَّيَاطِينُ

"Jika masuk bulan Ramadhan, pintu *SURGA* dibuka dan pintu Jahanam ditutup, dan syetan dirantai."

Dalam riwayat yang lain, dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, Rasulullah Shallallahu Alayhi Wa Sallam bersabda :

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الرَّحْمَةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ وَسُلْسِلَتْ الشَّيَاطِينُ

"Jika Ramadhan tiba, pintu *RAHMAT* dibuka dan pintu neraka Jahanam ditutup, dan syetan dirantai."

Perhatikan, pada riwayat yang pertama disebutkan "SURGA", kemudian pada riwayat yang kedua disebutkan "RAHMAT", kedua riwayat ini tidak bertentangan, sebab rahmat Allah itu luas, dan surga itu adalah bagian dari rahmat Allah.

Semoga Allah memberi taufik kepada semuanya, wallahu ta'ala a'lam.

✍🏻 Rafli Abu Dzar حفظه الله

*WAG Al-Fawaaid*
(Pembimbing : Al-Ustadz Zuhair Abu Hamzah Hafizhahullah)

08/05/2019

Barang siapa shalat Dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana disurga” (HR. At-Tirmidzi dan HR. Ibnu Majah)

08/05/2019

REZEKI

✏Oleh:
Al-Ustadz Zainal Abidin bin Syamsuddin Lc, حفظه الله تعالى

Yang kerja keras belum tentu mendapat banyak.
Yang kerja sedikit belum tentu mendapat sedikit.

Karena sesungguhnya sifat Rezeki adalah mengejar, bukan dikejar.
Rezeki akan mendatangi,
bahkan akan mengejar,
hanya kepada orang yang pantas didatangi….

Maka, pantaskan dan patutkan diri untuk pantas di datangi, atau bahkan dikejar rezeki.
Inilah hakikat ikhtiar…

Setiap dari kita telah ditetapkan rezekinya sendiri-sendiri.

Karena ikhtiar adalah kuasa manusia, namun rezeki adalah kuasa Allah Azza Wajalla.
Dan manusia tidak akan dimatikan, hingga ketetapan rezekinya telah ia terima, seluruhnya.

Ada yang diluaskan rezekinya dalam bentuk harta,
Ada yang diluaskan dalam bentuk kesehatan,
Ada yang diluaskan dalam bentuk ketenangan, keamanan,
Ada yang diluaskan dalam kemudahan menerima ilmu,
Ada yang diluaskan dalam bentuk keluarga dan anak keturunan yang shalih,
Ada yang dimudahkan dalam amalan dan ibadahnya…
Dan yang paling indah, adalah diteguhkan dalam hidayah Islam…

Hakikat Rezeki bukanlah hanya harta, rezeki adalah seluruh rahmat Allah Ta’ala…

Adapun 8 JENIS REZEKI DARI ALLAH TA’ALA:

1. Rezeki Yang Telah Dijamin.

‎وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ

“Tidak ada satu makhluk melatapun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin ALLAH rezekinya.”
(Surah Hud : 6).

2. Rezeki Karena Usaha.

‎وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَانِ إِلَّا مَا سَعَى

“Tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang dikerjakannya.”
(Surah An-Najm : 39).

3. Rezeki Karena Bersyukur.

‎لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu.”
(Surah Ibrahim : 7).

4. Rezeki Tak Terduga.

‎وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا( ) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberi nya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.”
(Surah At-Thalaq : 2-3).

5. Rezeki Karena Istighfar.

‎فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا ( ) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا

“Beristighfarlah kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, pasti Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta.”
(Surah Nuh : 10-11).

6. Rezeki Karena Menikah.

‎وَأَنكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ

“Dan nikahkanlah orang-orang yg masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak dari hamba sahayamu baik laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, maka Allah akan memberikan ke- cukupan kepada mereka dengan kurnia-Nya.”
(Surah An-Nur : 32).

7. Rezeki Karena Anak.

‎وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ نَّحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ

“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu kerana takut miskin. Kamilah yang akan menanggung rezeki mereka dan juga (rezeki) bagimu.”
(Al-Israa’ : 31).

8. Rezeki Karena Sedekah

‎مَّن ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً

“Siapakah yang mahu memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (infak & sedekah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipatan yang banyak.”
(Qur'an Surah Al-Baqarah : 245).

〰🍃💰🍃〰

05/05/2019

Selamat Menjalankan Ibadah Puasa...

30/03/2019

Alhamdulillah semakin hari semakin banyak yang s**a dengan produk-produk yang disdistribusi oleh agen2 HNI-HPAI semoga menjadinwasilah dalam da'wah prosduk halal. Amin

Address

Makassar

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Halal Mart Stokis Hpai posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Share on Facebook Share on Twitter Share on LinkedIn
Share on Pinterest Share on Reddit Share via Email
Share on WhatsApp Share on Instagram Share on Telegram

PROFIL HNI

PT Herba Penawar Alwahida Indonesia, yang kemudian dikenal sebagai HPAI, merupakan salah satu perusahaan Bisnis Halal Network di Indonesia yang fokus pada produk-produk herbal. HPAI, sesuai dengan akta pendirian Perusahaan, secara resmi didirikan pada tanggal 19 Maret 2012. HPAI dibangun dari perjuangan panjang yang bertujuan menjayakan produk-produk halal dan berkualitas berazaskan Thibbunnabawi, serta dalam rangka membumikan, memajukan, dan mengaktualisasikan ekonomi Islam di Indonesia melalui enterpreneurship. PIMPINAN Dewan Syariah DR. H. Mawardi Muhammad Saleh, MA Prof. Drs. H. M. Nahar Nahrawi, SH, MM (BPH DSN-MUI) Dr. H. Endy M. Astiwara, MA, AAAIJ, FIIS (BPH DSN-MUI) Dewan Komisaris H. Muslim M. Yatim, Lc (Komisaris Utama) Erwin Chandra Kelana, ST (Komisaris) Dewan Direksi H. Agung Yulianto, SE, Ak. M.Kom (Direktur Utama) H. Rofik Hananto, SE (Direktur) Supriyono, ST (Direktur) MOTTO Produk Halal Tanggung Jawab Bersama VISI Menjadi Referensi Utama Produk Halal Berkualitas MISI Menjadi perusahaan jaringan pemasaran papan atas kebanggaan Ummat Menjadi wadah perjuangan penyediaan Produk Halal bagi ummat Islam Menghasilkan pengusaha-pengusaha muslim yang dapat dibanggakan, baik sebagai pemasar, pembangun jaringan maupun produsen ALAMAT Komplek Billy & Moon, Jalan Kelapa Kuning IX Blok H No.11 Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur 13450 Telp. 021-8690 9600, Fax. 021-8690 6645 www.hpaindonesia.net KEUNGGULAN HPAI memiliki Dewan Syariah, yang senantiasa proaktif mengawasi, mengevalusi, dan memberi mas**an serta nasihat untuk menjaga Bisnis Halal Network HPAI tetap berada dalam koridor Syariah Islam. HPAI menjual produk-produk yang dijamin 100% Halal, karena semua Produk-produk HPAI diawasi langsung oleh orang-orang yang memiliki kompetensi dan kepahaman tentang kehalalan produk. HPAI memiliki SUCCESS PLAN yang ADIL dan MENGUNTUNGKAN sesuai SYARIAH ISLAM. Bisnis di Halal Network HPAI dapat diwariskan selama Perusahaan masih berdiri. HPAI adalah Bisnis yang memberikan PELUANG KEUNTUNGAN di Dunia dan juga di Akhirat. HPAI memberikan keterampilan (life skill) pada bidang kesehatan Thibbun Nabawi yang bermanfaat untuk diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. Bisnis di Halal Network HPAI didukung oleh kekuatan Manajemen dalam Online System, sehingga memastikan akuntabilitas dan aksesibilitas bagi setiap Agen dan Leader yang berbisnis di HPAI. HPAI dimiliki oleh 100% MUSLIM yang Komitmen pada Nilai-nilai Kemuliaan Islam. HPAI didirikan, dibangun, dan dikelola oleh insan profesional Muslim Indonesia. HPAI hanya memproduksi, menyediakan, memasarkan, dan mendistribusikan produk-produk yang berkualitas berdasarkan azas Alamiah, Ilmiah, dan Ilahiah. Semangat Keislaman menjadi spirit dan nilai-nilai akhlak serta azas dalam bekerja dan berniaga, di Halal Network HPAI. HPAI telah memiliki lebih dari 50 kantor cabang dan lebih dari 500.000 agen di seluruh Indonesia dan akan terus bertambah. HPAI menggunakan basis Online (Web Base) Services. Aplikasi Penjualan di Agenstok dan Cabang sudah 100% online.