08/07/2023
KADANG GAK HARUS SEMBUH
Meruqyah itu tak harus sembuh, arahkan supaya ia berubah saja. Dan lihatlah pintu-pintu keberkahan segera menghampirinya. Kemudian menghampiri hidup kita. Dan itu berlaku selamanya, selama ia berjalan menuju Allah.
Difase awal kita belajar ruqyah, kita akan memaksa diri kita mampu sembuhkan mereka. Hingga hampir-hampir saja kita menyembah ikhtiar, kehilangan suara bahkan hilang tawakkal..
Namun seiring dengan berjalannya waktu, kita akan melihat dan menyerah pada suatu kenyataan bahwasannya sakit itu adalah bagian dari ujian, mungkin juga musibah atau bahkan adzab. Kadang ia teguran, yang tentu saja tidak akan berhenti sebelum manusia itu sadar akan panggilan tuhannya.
Ketika kita fahami hal ini, maka tawakkal kita akan kembali. Kita kosongkan diri kita lagi, dan Allah penuhi dada kita dengan ketenangan dan kenikmatan. Disanalah kekuatan kita kembali, inilah yang dinamakan ikhlas. Bekerja untuk Allah,..
Dan Allah akan senantiasa membersamai kita selama kita lakukan terapi itu untuk menolongnya, mengubah arah hidupnya. Kembali berjalan menuju Allah.
Begitupun terjadi pada orang yang kita bantu, tidak perlu repot-repot dengan alat, tehnik dan jurus-jurus anatomi dan lain-lain. Karena fokus dalam penyembuhan ruhani itu pada area qolbunya. Bagaimana menumbuhkan hatinya yang kering-kerontang..
Masuklah kedalam jiwanya dan suntikan nasihat-nasihat sederhana yang pernah kita jumpai dijalanan yang pernah kita lalui. Sampaikan bahwa Allahlah sumber kesembuhan, dan tak ada jalan lain kecuali mendaki menuju-Nya dengan track yang telah ditentukan Sang Nabi sholallahu alaiyhi wa sallam.
Lalu bacakanlah al Quran yang Agung..
Bangun semangat, harapan dan tawakalnya.
Beri ruang untuk kembali kita terapi dan percayakan kepadanya satu tanggungjawab untuk memulai perubahan dari hal terkecil.
Jika Allah takdirkan bertemu lagi, tanyakanlah kepadanya tentang kabar baik apa yang terjadi. Lalu hubungkan dengan keagungan Allah yang telah memperbaiki keadaannya dan pastikan lagi bahwa kesembuhan diujung mata.
Jika ia tak kunjung sembuh, maka tanyakanlah perubahan arah hidupnya. Dan bimbing ia dengan ilmu, arahkan ke majlis ilmu yang baik. Seiring waktu, sejalan proses perbaikan yang ia lakukan maka Allah perbaiki hidupnya.
Jika ia tak sehat juga, Allah ingin persaudarakan engkau dengannya. Maka bersaudaralah dengannya, dan bersabarlah atas persaudaraan dengan hamba-hamba Allah yang separuh jiwanya dalam selimut waswas syaitan.
Kelak Allah akan balasi setiap peluh kesabaran itu dengan hadiah-hadiah nyata. Sangat nyata. Meski orang memungkirinya, namun Allah tak akan salah alamat berikan rezekinya. Baik rezeki ruhani atau jasmani.
Sampai bertemu di Malang
Sabtu Ahad ini. Baarokallahufiikum