15/01/2026
T0rsi 0varium - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
0varian t0rsion atau t0rsi 0varium adalah kondisi keg4watdaruratan medis yang ditandai dengan terpelintirnya 0varium di sekitar ligamen yang menopangnya di dalam tubuh. Kondisi ini bisa menghambat aliran d4rah ke 0varium dan tvba f4lopi sehingga kerap menimbulkan beberapa gejala, seperti nyeri perut, mual, muntah, dan sebagainya.
Apa itu T0rsi 0varium?
Seperti yang telah dijelaskan, t0rsi 0varium adalah kondisi ketika 0varium terpuntir pada jaringan yang menopangnya. 0varium atau indung telur sendiri merupakan kelenj4r berbentuk oval yang terletak di kedua sisi r4him. Fungsinya adalah untuk memproduksi dan melepaskan sel telur selama usia reproduktif. Selain itu, 0varium juga berperan penting dalam produksi h0rmon yang bertugas mengontrol siklus m3nstruasi dan keh4milan.
Penyebab T0rsi 0varium
0varian t0rsion bisa terjadi ketika terdapat sesuatu yang mengganggu jaringan penopang 0varium di dalam panggul, sehingga menyebabkan 0varium berubah posisi dari tempat normalnya. Kondisi ini sering kali terjadi akibat pertumbuhan kist4 0varium, terutama jika kist4 tersebut berukuran besar. Selain itu, sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi ini adalah:
• Masih dalam usia reproduktif. Kebanyakan wanita mengalami kondisi ini saat berusia di antara 29–34 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan t0rsi 0varium juga terjadi pada berbagai kalangan usia, bahkan pada janin sekali pun.
• Menderita tum0r atau k4nker di area 0varium.
• Memiliki ligamen 0varium yang lebih panjang daripada biasanya. Beberapa wanita mungkin dilahirkan dengan kondisi ligamen yang lebih panjang daripada biasanya. Wanita dengan kondisi ini cenderung lebih berisiko mengalami 0varian t0rsion.
• Sedang h4mil.
• Sedang menjalani perawatan tertentu untuk meningkatkan kesvburan. Perawatan ini dapat merangsang 0varium untuk melepaskan lebih banyak sel telur guna meningkatkan peluang keh4milan. Namun, hal ini juga bisa meningkatkan risiko berkembanganya kist4 f0likel (kantong 4bnormal di dalam 0varium) dengan ukuran yang lebih besar.
Gejala T0rsi 0varium
Gejala utama t0rsi ovarium adalah nyeri perut bagian bawah yang parah, intens, dan tiba-tiba. Namun, sebagian orang mungkin tidak terlalu spesifik memperhatikan nyeri perut sebagai gejala dari 0varian t0rsion, mengingat gejala tersebut juga kerap terjadi pada kondisi medis lainnya, seperti vsus bvntu, inf3ksi saluran k3mih, gastr0enteritis, dsb. Selain itu, beberapa gejala yang dapat dialami oleh penderita 0varian t0rsion meliputi:
• Mual dan muntah.
• Nyeri panggul yang intens.
• Keluarnya cairan atau perd4rahan 4bnormal dari msv.
• Demam.
Diagnosis T0rsi 0varium
Dalam menegakkan diagnosis 0varian t0rsion, dokter akan terlebih dahulu melakukan wawancara medis (anamnesis) terkait dengan gejala yang dialami serta riwayat kesehatan pasien. Pemeriksaan fisik juga perlu dilakukan untuk mengevaluasi gejala-gejala yang dikeluhkan oleh pasien. Kemudian, untuk membantu menegakkan diagnosis 0varian t0rsion, dokter juga dapat melakukan beberapa pemeriksaan penunjang berikut ini:
• USG transv4ginal dan 4bdomen, yaitu prosedur pemeriksaan yang menggunakan gelombang suara untuk melihat bagian dalam tubuh. Alat yang memancarkan gelombang tersebut, yaitu transduser, akan dimasukkan melalui msv (USG transv4ginal) atau digerakkan pada bagian luar perut (USG 4bdomen).
• CT scan, yaitu tes pencitraan yang menggunakan teknologi komputer dan teknologi sinar-X untuk mendapatkan gambar bagian dalam tubuh yang lebih jelas.
• MRI, yaitu tes pencitraan yang menggunakan teknologi magnet dan gelombang radio untuk mendapatkan gambaran bagian dalam tubuh.
• Tes d4rah, seperti pemeriksaan darah lengkap untuk memeriksa kadar sel d4rah putih (levkosit) di dalam tubuh yang biasanya meningkat, dan hemoglobin yang biasanya lebih rendah apabila terjadi perd4rahan akibat t0rsi 0varium.
Pengobatan T0rsi 0varium
Pengobatan t0rsi 0varium utamanya dilakukan melalui prosedur pembed4han untuk memperbaiki 0varium yang terpelintir. Jika terdapat kist4 0varium, dokter akan mengangkat jaringan tersebut terlebih dahulu sebelum memperbaiki posisi 0varium. Terdapat dua metode pembed4han yang umum dilakukan untuk menangani 0varian t0rsion adalah:
• Lapar0skopi, yaitu prosedur minimal invasif yang dilakukan dengan membuat s4yatan kecil di area perut. Kemudian, dokter akan memasukkan lapar0skop, yaitu alat berbentuk tabung kecil yang dilengkapi kamera pada bagian ujungnya, serta alat-alat bedah lainnya melalui s4yatan kecil tersebut.
• Lapar0tomi, yaitu prosedur operasi terbuka yang dilakukan dengan membuat s4yatan lebih besar di area perut untuk mengakses 0varium pasien.
K0mplikasi T0rsi 0varium
Apabila tidak segera ditangani dengan tepat, 0varian t0rsion berisiko memicu terjadinya nekr0sis, yaitu kem4tian jaringan karena terputusnya aliran d4rah. Kondisi ini membuat pasien memerlukan prosedur operasi untuk mengangkat 0varium dan jaringan di sekitarnya. Jika 0varium yang mengalami nekr0sis tidak segera diangkat, hal tersebut bisa memicu inf3ksi di area 0varium dan mungkin saja menyebabkan terbentuknya 4bses atau perit0nitis.
Pencegahan T0rsi 0varium
Pada dasarnya, 0varian t0rsion merupakan kondisi yang cenderung sulit untuk dicegah. Namun, mengingat 0varian t0rsion paling sering disebabkan oleh kist4 0varium, maka salah satu pencegahan yang dapat dilakukan adalah segera menangani kist4 0varium ketika diagnosis telah ditegakkan.
Jika pasien mengalami t0rsi 0varium yang berulang (recurrent 0varian t0rsion), dokter dapat menyarankan pasien untuk menjalani prosedur operasi ooph0ropexy untuk menstabilkan posisi 0varium agar tidak mudah terpelintir kembali.
Penting untuk diketahui bahwa tanda serta gejala yang disebutkan di atas tidak secara spesifik mewakili kondisi t0rsi 0varium. Artinya, hal tersebut juga bisa serupa dengan kondisi medis atau penyakit lainnya. Maka dari itu sangat penting untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di rumah sakit terdekat.
Sumber: https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/mengenal-torsi-ovarium