02/04/2018
Jangan Rayakan Hari Autis Tetapi Do'akanlah Mereka !
Oleh : Raidah Athirah
***
Saya tahu bahwa setiap tanggal 2 April beberapa gedung di pusat kota memberi warna biru sebagai bentuk ajakan kepada publik untuk memunculkan kesadaran terhadap keberadaan anak-anak yang dilahirkan dengan warna ini.
Biru adalah warna langit .Dan saya menyukainya bukan karena saya adalah seorang ibu dari anak penyandang autis, tapi saya ingin terbuka bagaimana hari-hari yang saya lalui dengan warna ini.
Bukan berarti saya tidak setuju dengan orang yang merayakan Hari Kesadaran Autisme tapi saya ingin semua orang memahami bahwa penghormatan adalah satu-satunya cara.
Hormatilah orang tua yang dikarunia anak penyandang autis !
Hormatilah anak-anak penyandang autis !
Hargailah orang-orang yang telah bersungguh-sungguh mencurahkan hati mereka untuk dunia anak-anak ini !
Sayangilah anak-anak apapun kekurangan yang mereka miliki !
Jangan pernah berkomentar ketika Anda sendiri tidak memahami dunia mereka !
Kesadaran terhadap dunia autisme harus dimulai dengan etika .Saya tidak mau berpura-pura bahwa kehidupan saya dan suami dengan putri penyandang autis adalah dunia yang penuh keceriaan.
Tidak demikian !
Saya mengalami depresi yang berat.Salah satu alasannya adalah saya berjuang agar putri saya dihormati , diterima dengan hati yang lapang di hadapan anggota keluarga .
Sebelum diagnosa keluar , saya mengalami perang batin luar biasa.Keluarga suami menuduh saya tidak bisa mengajarkan hal-hal dasar kepada anak balita seperti cebok dan mandi sendiri.
Beberapa kerabat di tanah air mengatakan putri saya gila .
Tapi saya percaya bahwa Allah , Tuhan yang Maha Rahman dan Rahim menyediakan jalan setelah terjal berliku .
Saya tidak malu mengatakan bahwa putri saya sampai sebesar ini setiap keluar rumah masih memakai popok.Ia juga masih mengayuh sepeda layaknya anak berumur 2 tahun padahal umur biologisnya sudah hampir 7 tahun.
Saya berhadapan dengan dunia sosial yang kaku.Bertahun-tahun saya berjuang untuk menemukan jati diri sampai akhirnya Allah membuka jalan sejelas-jelasnya dengan belajar apa arti dunianya bagi saya pribadi.
Pernah saat bepergian dengannya , entah apa yang membuatnya kacau .Ia melepaskan tangan saya dan berguling tepat di tanda zebra cross dengan mobil yang sedang menanti untuk melaju.
Saya pernah dilaporkan oleh seorang laki-laki karena dianggap melakukan abuse kepadanya.Posisi saya saat itu hanya setengah jongkok menunggu sampai emosinya reda.
Saya berdebat dengan seorang wanita tua di dalam bus karena ia menyuruh putri saya untuk diam .
Tak hanya itu, untuk pertama kalinya dalam hidup, saya berbicara dengan sangat lantang kepada seorang perempuan muda yang mengatakan putri saya idiot.
Bukan hanya Autis , ia juga didiagnosa dengan ADHD .Hiperaktif yang luar biasa.Tidur jam 1 tengah malam dan terbangun di pukul fajar.Sudah banyak sekali persangkaan yang saya telan .
Ketika ia lapar atau lelah ia membenturkan kepalanya ke dinding.Kadang juga , ia memukul dirinya sendiri.Ia ingin mandi 5 kali sehari saat suhu dingin .
Saya masih bisa tersenyum, di luar sana ada banyak anak dengan spektrum autis yang lebih besar.Orang tua mengganti popok anak mereka yang sudah remaja .Bayangkan kalau mulut Anda tak ada etika.Dengan gampang Anda bilang ;
" Manjain anak sampe segituhnya !"
Demi Tuhan Anda belum pernah dihadapkan dengan satu kenyataan paling keras dimana kotoran ada dimana-mana .Mulai dari perabotan , karpet dan dinding.
Saya pernah dibilang over possesif sampai hari dimana Allah menunjukkan bahwa kasih sayang seorang Ibu adalah tanda kemurnian.
Hampir saja putri saya jatuh dari balkon apartemen Ibu mertua.Disitulah semua percaya bahwa perasaan saya adalah kebenaran.Satu kali membalikkan punggung bisa berakibat nyawanya melayang.
Kata-kata saya mulai dipandang berbeda.Perlahan air mata yang jatuh di setiap malam , Allah jawab dengan membuka semua tabir.
Kata yang selalu ia ucapkan kepada saya ketika sedang marah ;
" SABAR ! "
Jalan terang itu datang.Putri saya didiagnosa sebagai penyandang AUTIS KLASIK .Allah memberikan saya semangat baru.Semangat untuk hidup dan belajar .Saya hadir di acara dan seminar tentang dunia psikologi dan teknologi.Saya mendapatkan beragam pengetahuan yang jauh dari angan-angan saya sebelumnya.Dunia imajinasinya mendorong saya dengan keras untuk belajar bahasa orang lokal.Ia mengeluarkan kata-kata dalam lima bahasa ; bahasa Indonesia yang mendominasi , bahasa Polandia, bahasa Arab , bahasa Spanyol dan bahasa Mandarin.
Saya percaya bahwa putri saya adalah seorang yang cerdas dibalik kekurangannya .
***
Saya juga manusia , ada saat dimana saya menangis diam-diam.Kecewa .Putus asa.Marah.Semuanya karena saya terlalu berharap bahwa orang lain akan menghormatinya.Ternyata saya salah .Penghormatan itu harus dimulai dari saya pribadi .
Saya memutuskan menyuarakan perasaan ini untuk meminta Anda semua belajar sebenar-benarnya etika dan penghormatan.Tanpa kedua hal ini , perayaan hari-hari seperti ini adalah sebuah ilusi.
Saya percaya semua anak istimewa.Semua anak adalah anugerah.Sebagaimana doa yang dilantunkan siang dan malam ke atas langit ; do'a yang telah diajarkan oleh Maha Pencipta : maka inilah sebaik-baik penghormatan.Berdoa kepada orang tua hebat diluar sana.Berdoa kepada orang tua tegar di luar sana.Berdoa kepada orang tua ikhlas di luar sana.
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
“…Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa.” [Al-Furqaan : 74]
Polandia, 2 April 2018
Perantau yang fakir di jalanan Warsawa