Apotek May Farma

Apotek May Farma Fasilitas kssehatan yang menjual berbagai macam produk untuk meningkatkan dan mendukung kesehatan Anda

   with .repost・・・DAFTAR SIRUP OBAT AMAN BERDASARKAN HASIL VERIFIKASI PENGUJIAN MANDIRI INDUSTRI FARMASI , BPOM senantia...
19/11/2022

with .repost
・・・
DAFTAR SIRUP OBAT AMAN BERDASARKAN HASIL VERIFIKASI PENGUJIAN MANDIRI INDUSTRI FARMASI

, BPOM senantiasa melaksanakan intensifikasi surveilans mutu produk sirup obat beredar dan bahan baku tambahan dengan metode penelusuran balik sebagai pengembangan pengawasan di jalur distribusi.

Verifikasi hasil pengujian bahan baku obat ini dilakukan secara mandiri oleh Industri Farmasi (IF), termasuk untuk cemaran EG/DEG, dalam rangka memastikan terjaminnya keamanan dan mutu sirup obat.

Berdasarkan verifikasi hasil pengujian bahan baku obat tersebut, terdapat 126 (seratus dua puluh enam) produk dari 15 (lima belas) IF yang dinyatakan telah memenuhi ketentuan sesuai kriteria, sehingga direkomendasikan untuk dapat diedarkan.

Daftar produk yang memenuhi ketentuan dan aman digunakan sepanjang sesuai aturan pakai dapat dilihat pada Lampiran 2 atau dapat mengakses pada tautan bit.ly/informasi-sirup-obat-9.






   with .repost・・・PERKEMBANGAN HASIL PENGAWASAN DAN PENINDAKAN SIRUP OBAT , BPOM telah melakukan intensifikasi pemeriksa...
11/11/2022

with .repost
・・・
PERKEMBANGAN HASIL PENGAWASAN DAN PENINDAKAN SIRUP OBAT

, BPOM telah melakukan intensifikasi pemeriksaan dan penelusuran sumber bahan baku pelarut pada sirup obat yang terbukti mengandung cemaran EG dan DEG melebihi ambang batas. Berdasarkan hasil pengujian terhadap bahan baku tambahan, yang digunakan pada produk sirup obat yang sudah dinyatakan melebihi batas cemaran EG dan DEG, terbukti menggunakan Propilen Glikol yang mengandung cemaran EG dan DEG melebihi batas yang dipersyaratkan.

BPOM juga melakukan penelusuran lebih lanjut penggunaan bahan baku pelarut Propilen Glikol dengan bets yang tidak memenuhi syarat pada 3 (tiga) Industri Farmasi yang sebelumnya telah diumumkan. Dari penelusuran tersebut, diperoleh informasi bahwa bets pelarut dimaksud juga digunakan di beberapa Industri Farmasi lain. BPOM segera menindaklanjuti informasi tersebut dengan melakukan sampling dan pengujian produk jadi dan bahan baku pelarut dari Industri Farmasi dimaksud.

Selengkapnya simak pada bit.ly/hasil-pengawasan-sirup-obat








   with .repost・・・[DAFTAR OBAT SIRUP YANG DITARIK DARI PEREDARAN]~Salam, Apoteker!~Sejawat sekalian di seluruh wilayah I...
05/11/2022

with .repost
・・・
[DAFTAR OBAT SIRUP YANG DITARIK DARI PEREDARAN]
~
Salam, Apoteker!
~
Sejawat sekalian di seluruh wilayah Indonesia, berikut ini adalah daftar obat sirup yang dilakukan penarikan dari peredaran. Data di-update pada Selasa (1/11/2022).
~
Terdapat 8 (Delapan) nama produk obat sirup yang ditarik dari peredaran (Selengkapnya bisa dilihat pada slide postingan).
Dengan catatan: Nomot bets adalah nomor identitas pada sejumlah obat yang mempunyai sifat dan mutu yang seragam, yang dihasilkan dalam satu siklus pembuatan atas suatu perintah pembuatan tertentu.
~
Mohon bagi sejawat apoteker dapat mengetahuinya dan melaksanakan peraturan prosedur penarikan obat seperti yang tertera di postingan sebelumnya. Mari bantu share informasi ini ke rekan sejawat apoteker lainnya...
~

   with .repost・・・[Petunjuk Penggunaan Obat Sediaan Cair/ Sirup pada Anakdalam rangka Pencegahan Peningkatan Kasus GGAPA...
25/10/2022

with .repost
・・・
[Petunjuk Penggunaan Obat Sediaan Cair/ Sirup pada Anakdalam rangka Pencegahan Peningkatan Kasus GGAPA]
~
Kemenkes RI melalui Plt. Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan telah menerbitkan surat edaran tentang Petunjuk Penggunaan Obat Sediaan Cair/ Sirup pada Anakdalam rangka Pencegahan Peningkatan Kasus Gangguan Ginjal Akut ProgresifAtipikal (GGAPA)/(Atypical Progressive Acute Kidney Injury) yang berisi:
1. Surat penjelasan Kepala BPOM RI No. HM.01.1.2.10.22.172 pada lampiran 1 (133 daftar nama produk) dan lampiran 2A surat penjelasan Kepala BPOM RI No.HM.01.1.2.10.22.173 (23 daftar nama produk) tanggal 22 Oktober 2022, terdapat obat-obatan sirup yang tidak menggunakan Propilen Glikol, Polietilen Glikol, Sorbitol dan/atauGliserin/Gliserol, dan dinyatakan aman sepanjang digunakan sesuai aturan pakai. Obat-obatan tersebut tercantum dalam lampiran 1 yang merupakan bagian tidak terpisahkandari surat ini.

2.Tenaga Kesehatan pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan:
a. dapat meresepkan atau memberikan obat dalam bentuk sediaan cair/sirupberdasarkan pengumuman dari BPOM RI sebagaimana angka 1 di atas.
b. dapat meresepkan atau memberikan obat, yang sulit digantikan dengan sediaan lain,sebagaimana tercantum dalam lampiran 2 yang merupakan bagian tidak terpisahkandari surat ini, sampai didapatkan hasil pengujian dan diumumkan oleh BPOM RI.
Pemanfaatan obat tersebut harus melalui monitoring terapi oleh tenaga kesehatan.

3.Apotek dan toko obat dapat menjual bebas dan/atau bebas terbatas kepada masyarakat sebagaimana tercantum dalam lampiran 1 dan lampiran 2 yang merupakan bagian tidakterpisahkan dari surat ini sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan.

4.Dinkes Provinsi/Kabupaten/Kota, dan Fasyankes harus melakukan pengawasan dan memberikan edukasi kepada masyarakatterkait dengan penggunaan obat sirup dalam ketentuan surat ini sesuai kewenangan masing-masing.

5.Kemenkes RI akan mengeluarkan surat pemberitahuan kembali setelahdiperoleh hasil pengujian BPOM RI atas jenis obat sirup lainnya.
~
Surat lengkap dapat diunduh melalui:
https://bit.ly/petunjukpenggunaanobatsirup

   with .repost・・・PENJELASAN LANJUTAN HASIL PENGAWASAN SIRUP OBAT, 22 OKTOBER 2022 , berikut Penjelasan BPOM tentang Inf...
24/10/2022

with .repost
・・・
PENJELASAN LANJUTAN HASIL PENGAWASAN SIRUP OBAT, 22 OKTOBER 2022

, berikut Penjelasan BPOM tentang Informasi Kelima Hasil Pengawasan BPOM terkait Sirup Obat yang Tidak Menggunakan Propilen Glikol, Polietilen Glikol, Sorbitol, dan/atau Gliserin/Gliserol

BPOM telah melakukan penelusuran data registrasi terhadap seluruh produk obat bentuk sirup dan drops. Dari penelusuran tersebut, diperoleh data sejumlah 133 (seratus tiga puluh tiga) sirup obat yang tidak menggunakan propilen glikol, polietilen glikol, sorbitol, dan/atau gliserin/gliserol sehingga aman sepanjang digunakan sesuai aturan pakai.

BPOM akan terus memperbaharui informasi terkait dengan hasil pengawasan terhadap sirup obat sesuai dengan data yang terbaru.

Informasi selengkapnya dapat dilihat pada bit.ly/bpom-isu-sirup-obat

Link Lampiran data obat ada distory yaa 😊








   with .repost・・・PENJELASAN HASIL PENGAWASAN SIRUP OBAT , berikut Penjelasan BPOM tentang Hasil Pengawasan BPOM Terhada...
20/10/2022

with .repost
・・・
PENJELASAN HASIL PENGAWASAN SIRUP OBAT

, berikut Penjelasan BPOM tentang Hasil Pengawasan BPOM Terhadap Sirup Obat yang Diduga Mengandung Cemaran Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG).

BPOM telah melakukan tindakan regulatori berbasis risiko, berupa penelusuran sirup obat yang terdaftar dan beredar di Indonesia, pelaksanaan sampling, dan pengujian secara bertahap terhadap sirup obat yang diduga mengandung cemaran EG dan DEG.

BPOM bersama Kementerian Kesehatan, pakar kefarmasian, pakar farmakologi klinis, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dan pihak terkait lainnya masih terus menelusuri dan meneliti secara komprehensif berbagai kemungkinan faktor risiko penyebab terjadinya gagal ginjal akut atau Acute Kidney Injury (AKI).

BPOM akan terus memperbaharui informasi terkait dengan hasil pengawasan terhadap sirup obat sesuai dengan data yang terbaru.

Informasi selengkapnya dapat dilihat pada bit.ly/bpom-isu-sirup-anak-2








   with .repost・・・PENJELASAN ISU OBAT SIRUP  , berikut Penjelasan BPOM tentang Isu Obat Sirup yang Berisiko Mengandung C...
20/10/2022

with .repost
・・・
PENJELASAN ISU OBAT SIRUP

, berikut Penjelasan BPOM tentang Isu Obat Sirup yang Berisiko Mengandung Cemaran Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG)

BPOM melakukan pengawasan secara komprehensif pre- dan post-market terhadap produk obat yang beredar di Indonesia.

BPOM mendorong tenaga kesehatan dan industri farmasi untuk aktif melaporkan efek samping
obat atau kejadian tidak diinginkan pasca penggunaan obat sebagai bagian dari pencegahan
kejadian tidak diinginkan yang lebih besar dampaknya.

BPOM juga berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Kesehatan, sarana pelayanan kesehatan, dan pihak terkait lainnya dalam rangka pengawasan keamanan obat (farmakovigilans) yang beredar dan digunakan untuk pengobatan di Indonesia.

Informasi selengkapnya dapat dilihat pada bit.ly/bpom-isu-sirup-anak







   with .repost・・・[TANGGAPAN IAI TERHADAP KASUS GANGGUAN GINJAL AKUT ATIPIKAL]~Salam, Apoteker!~Ikatan Apoteker Indonesi...
20/10/2022

with .repost
・・・
[TANGGAPAN IAI TERHADAP KASUS GANGGUAN GINJAL AKUT ATIPIKAL]
~
Salam, Apoteker!
~
Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) telah menanggapi surat Plt. Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI Nomor: SR.01.05/III/3461/2022 Perihal Kewajiban Penyelidikan Epidemiologi dan Pelaporan Kasus Gangguan Ginjal Akut Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) tanggal 18 Oktober 2022, maka hasil rapat Pengurus Pusat IAI dengan Dewan Pakar IAI pada 19 Oktober menyampaikan 10 (Sepuluh) poin yang dapat dilihat pada slide, rinciannya sebagai berikut:
~
1. IAI menghargai kebijakan pemerintah melalui surat edaran tsb di atas bahwa sebagai bentuk kewaspadaan bagi nakes dan masyarakat, dengan menghentikan sementara penggunaan obat sediaan sirup untuk terapi pada anak. Namun dalam kondisi tertentu, berdasarkan pertimbangan risiko dan kemanfaatannya dan diputuskan oleh Dokter untuk tetap menggunakan obat dalam bentuk sediaan sirup, maka Apoteker perlu melakukan pengawasan bersama Dokter terkait penggunaan obat.

Poin ke 2 s.d 5 dapat dibaca selengkapnya pada slide 1.

6. IAI mengimbau kepada Apoteker yang bekerja di Industri Farmasi untuk terus berupaya meningkatkan kepatuhan pada standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) terutama dalam menjaga obat-obatan yang diproduksi.

7. IAI mengimbau kepada Apoteker yang bekerja di Sarana Pelayanan Kefarmasian dan di Sarana Pelayanan Kesehatan untuk berkolaborasi bersama dokter dan nakes lainnya untuk memberikan informasi dan edukasi kepada pasien/masyarakat ttg:
a. penggunaan obat yang rasional dan aman
b. rekomendasi penggunaan obat dalam bentuk sediaan lain
c. relomendasi terapi non farmakologi

8. IAI mengimbau kpd Apoteker untuk berkolaborasi bersama dokter dan nakes lainnya untuk melakukan monitoring penggunaan obat oleh pasien/masyarakat.

9. IAI mengimbau kpd Apoteker untuk lebih memerhatikan kemungkinan terjadinya interaksi obat ataupun juga interaksi antara obat dengan makanan yg berisiko menimbulkan kejadian fatal spt kegagalan organ tmsk kondisi gagal ginjal akut.

10. IAI mengimbau kpd Apoteker untuk tetap pantau perkembangan informasi terkini, dan memberikan informasi kpd masyarakat dgn benar.

   with .repost・・・PENJELASAN KONTAMINASI SIRUP OBAT ANAK DI GAMBIA , berikut Penjelasan BPOM tentang Sirup Obat Untuk An...
19/10/2022

with .repost
・・・
PENJELASAN KONTAMINASI SIRUP OBAT ANAK DI GAMBIA

, berikut Penjelasan BPOM tentang Sirup Obat Untuk Anak Di Gambia, Afrika Yang Terkontaminasi Dietilen Glikol Dan Etilen Glikol

Berdasarkan penelusuran BPOM, keempat produk sirup obat untuk anak yang terkontaminasi dietilen glikol dan etilen glikol di Gambia tidak terdaftar di Indonesia dan hingga saat ini produk dari produsen Maiden Pharmaceutical Ltd, India tidak ada yang terdaftar di BPOM.

Informasi selengkapnya dapat dilihat pada bit.ly/bpom-isu-sirup-gambia







Apotek May Farma mengucapkan selamat Hari Apoteker Sedunia (World Pharmacists Day) pada tanggal 25 September 2022.Melalu...
25/09/2022

Apotek May Farma mengucapkan selamat Hari Apoteker Sedunia (World Pharmacists Day) pada tanggal 25 September 2022.
Melalui tema "Apoteker bersatu dalam aksi menuju dunia yang lebih sehat", kami mengajak segenap masyarakat untuk menerapkan pola hidup yang lebih sehat agar terhindar dari penyakit diabetes.

Bagi penderita diabetes, gunakanlah obat secara rutin dan sesuai aturan, serta mengonsumsi makanan yang sehat.

Tanyakan pada apoteker tentang cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang (DAGUSIBU) obat diabetes.

"Apoteker Indonesia SIAP melayani informasi dan edukasi obat diabetes"

   with ・・・WHO menetapkan penyakit Hepatitis Akut yang belum diketahui penyebabnya sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) pad...
07/05/2022

with
・・・
WHO menetapkan penyakit Hepatitis Akut yang belum diketahui penyebabnya sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) pada 15 April 2022.

Penyakit Hepatitis Akut menyerang anak usia 0-16 tahun, paling banyak anak usia di bawah 10 tahun. Virus ini sangat berbahaya, beberapa anak dilaporkan meninggal, bahkan 17 dari 170 anak dengan Hepatitis Akut membutuhkan transplantasi hati.

Sampai saat ini belum diketahui pasti penyebab Hepatitis Akut. Penyebabnya bukan virus hepatitis A, B, C, D dan E. Dugaan awal berasal dari Adenovirus 41, SARS CoV-2, virus ABV dll. Adenovirus umumnya menular melalui saluran cerna dan saluran pernafasan. Cara menularnya diduga dari droplet, air yang tercemar dan transmisi kontak.

Gejala awal Hepatitis Akut adalah gangguan gastrointestinal seperti sakit perut, mual, muntah, diare. Gejala dapat berlanjut dengan air kencing berwarna pekat seperti teh, BAB putih pucat, kulit & mata kuning, bahkan sampai penurunan kesadaran.

Apa yang bisa dilakukan untuk mencegah Hepatitis Akut pada anak?

Tetap tenang, jangan panik. Kebersihan diri dan lingkungan berperan penting dalam mencegah infeksi Hepatitis Akut pada Anak. Rutin cuci tangan pakai sabun, masak makanan hingga matang, hindari kontak dengan orang sakit, terapkan etika batuk dan disiplin prokes COVID-19 seperti pakai masker serta jaga jarak.

Tingkatkan kewaspadaan diri dengan mengetahui lebih dalam gejala Hepatitis Akut. Apabila anak mengalami satu dari gejala hepatitis Akut, disarankan segera dirujuk ke fasyankes terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Jangan menunggu sampai mata anak kuning atau bahkan sampai penurunan kesadaran. Karena kondisi Hepatitis sudah berat, kemungkinan untuk menyelamatkan pasien sangat kecil. Kenali gejala awal dan segera memeriksakan ke fasyankes.

02/05/2022

Address

Jalan Ahmad Wongso No. 198 RT. 19, Madurejo, Arut Selatan, Kotawaringin Barat
Pangkalan Bun

Opening Hours

Monday 07:30 - 20:30
Tuesday 07:30 - 20:30
Wednesday 07:30 - 20:30
Thursday 07:30 - 20:30
Friday 07:30 - 20:30
Saturday 07:30 - 20:30

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Apotek May Farma posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Share on Facebook Share on Twitter Share on LinkedIn
Share on Pinterest Share on Reddit Share via Email
Share on WhatsApp Share on Instagram Share on Telegram