08/11/2018
Atasi Menopause dengan Nutrafor Balance
Jurnalis - Genie
MENOPAUSE (klimakterium) adalah suatu masa peralihan dalam kehidupan wanita. Di mana ovarium (indung telur) berhenti menghasilkan sel telur, aktivitas menstruasi berkurang dan akhirnya berhenti, pembentukan hormon wanita (estrogen dan progesteron) berkurang.
Menopause sebenarnya terjadi pada akhir siklus menstruasi yang terakhir. Tetapi kepastiannya baru diperoleh jika seorang wanita sudah tidak mengalami siklusnya selama minimal 12 bulan. Menopause rata-rata terjadi pada usia 50 tahun, tetapi bisa terjadi secara normal pada wanita yang berusia 40 tahun. Terjadinya menopause dipicu oleh perubahan hormon merupakan zat dalam tubuh. Hormon merupakan zat kimia yang dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar tertentu dalam tubuh dan efeknya mempengaruhi kerja alat-alat tubuh yang lain. Seperti diketahui ada tiga macam hormon penting yang diproduksi ovarium, yaitu estrogen, progesteron, dan testoterson, dimana setelah mencapai menopause hormon-hormon ini tidak diproduksi (Sadli, 1987). Tugas estrogen sebenarnya ialah mematangkan sel telur sebelum dikeluarkan. Oleh karena itu selama estrogen masih ada, sel telur tetap akan diproduksi. Kemudian setelah wanita berusia sekitar 45 tahun, ketika persediaan sel telur habis, indung telur mulai menghentikan produksi estrogen akibatnya haid tidak muncul lagi (Sadli, 1987). Berkurangnya kadar estrogen pada menopause menyebabkan tidak terjadinya pembentukan lapisan epitel pada rongga rahim. Tetapi hormon androgenik yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal diubah menjadi estrogen dan kadang hal ini menyebabkan perdarahan pasca menopause bisa merupakan petunjuk adanya suatu kelainan (termasuk kanker), maka dokter selalu memeriksa setiap perdarahan yang terjadi setelah menopause.GejalaGejala yang mungkin ditemukan pada menopause yaitu: hot flashes, terjadi akibat peningkatan aliran darah di dalam pembuluh darah wajah, leher, dada dan punggung.Hot flashes berlangsung selama 30 detik sampai 5 menit. Va**na menjadi kering karena penipisan jaringan pada dinding va**na sehingga ketika melakukan hubungan seksual bisa timbul nyeri. Gejala psikis dan emosional (kelelahan, mudah tersinggung, susah tidur dan gelisah) bisa disebabkan oleh berkurangnya kadar estrogen. Berkeringat pada malam hari menyebabkan gangguan tidur sehingga kelelahan semakin memburuk dan semakin mudah tersinggung. Pusing, kesemutan dan palpitasi (jantung berdebar). Hilangnya kendali terhadap kandung kemih (beser). Peradangan kandung kemih atau va**na serta Osteoporosis (pengeroposan tulang). Pada saat menopause, hormon estrogen menurun tajam dan peluang menderita penyakit jantung semakin meningkat. Mekanisme estrogen di dalam melindungi jantung adalah karena efek proteksi yang ditimbulkannya. Dalam publikasinya Heart Fitness for Life, Mary P McGowan MD menuliskan bahwa estrogen akan meningkatkan kolesterol HDL (baik) dan menurunkan kolesterol LDL (jahat). Kolesterol LDL ini akan menimbulkan plak di dalam darah tetapi dengan kehadiran HDL yang tinggi yang berperan sebagai tukang sapu maka plak-plak yang mulai menempel akan dibersihkan. Pada kasus-kasus penyakit jantung di Indonesia, ternyata lebih banyak orang menderita penyakit jantung karena kolesterol HDL yang rendah dan bukan karena LDL-nya yang tinggi. Oleh karena itu upaya-upaya peningkatan HDL harus dilakukan secara tepat sehingga dapat menekan risiko munculnya penyakit jantung koroner. Tanpa menjadi perokok pun wanita sudah berisiko untuk menderita penyakit jantung yaitu ketika berhenti menstruasi.PengobatanAda dua tipe pengobatan menjelang menopause yaitu pemberian hormon estrogen dengan dua cara yaitu secara kimia (TSH-Terapi Sulih Hormon) dan secara natural (Fitoestrogen). Perbedaan kedua cara tersebut terletak kepada efek samping yang ditimbulkan yaitu, secara kimia menimbulkan gejala fisik, sedangkan secara natural hampir dipastikan tidak menimbulkan efek samping. Tidak semua wanita pascamenopause perlu menjalani Terapi Sulih Hormon (TSH). Setiap wanita sebaiknya mendiskusikan risiko dan keuntungan yang diperoleh dari TSH dengan dokter pribadinya. Beberapa efek samping dari TSH; perdarahan va**na, nyeri payudara, mual, muntah, perut kembung, kram rahim. Pemberian fitoestrogen (Estrogen dari bahan herbal), dapat membantu mengatasi gejala menopause yang akan timbul, tanpa menimbulkan efek samping. Salah satu bahan fitoestrogen yang paling kuat adalah Red Clover (Extract tumbuhan Trifolium protense), dimana level kekuatan isoflavonnya 20 kali lipat dari Soya (kedelai). Selain itu Red Clover juga mampu Menurunkan frekuensi dan keluhan hot flushes sampai dengan 48,5 persen dan keringat malam hari pada wanita menopause setelah 16 minggu. Meningkatkan kadar HDL kolesterol sampai dengan 15,7 - 28,6 persen setelah 6 bulan, meningkatkan Bone Mineral Densty pada proximal radius dan ulna sampai dengan 4,1 persen setelah 6 bulan. Black cohosh juga disebut sebagai fitoestrogen karena mempunyai kemampuan memperbaiki keluhan klimakterik; hot flushes, va**na kering, gangguan emosi dan depresi karena menopause. Berdasarkan penelitian yang di lakukan oleh woman Health initiative (WHI), pemberian Terapi Sulion Hormon (TSH) atau Terapi Sulih Hormon gabungan tidak dianjurkan melebihi 5 tahun karena resiko terhadap kanker payudara. Kini ada alternatif yang aman dan alami yaitu dengan fitoestrogen, suatu senyawa estrogen alamiah yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.Nutrafor BalanceAdalah suplemen kombinasi fitoestrogen yang mengandung insoplavon dari ekstrak red clover dan ekstrak red clover dan black cohosh untuk mengatsi gejala menopause, ditambah kalsium dan vitamin D3.Red Clover (Ekstra tumbuhan Trofolium Protense), bermanfaat mengatsi keluhan menopause seperti hot flushes, menghambat aktivasi sel-sel perusak tulang, menstabilikan kadar kolesterol darah dan menghambat pertumbuhan sel-sel kanker.Black Cohosh (Ekstrak tumbuhan Cimicifuga racemosa), bermanfaat mengatasi gejala menopause seperti hot fluhes, depresi, perubahan emosi, dan va**na yang kering.Calium dan Vitamin D3. bermanfaat untuk mempertahankan massa tulang sehingga dapat mengurangi risiko osteoporosis. Dengan Nutrafor Balance kualitas hidup wanita tetap terjaga di usia menjelang dan semasa menopause. Just be sure !!