09/02/2026
Saat Tubuh Gemetar karena Terlalu Lama Bertahan
“Aku bingung…
apakah aku dipermainkan,
atau aku yang kurang tegas dan tidak punya batasan.”
Kalimat itu sering muncul dari orang yang sudah terlalu lama menahan emosi.
Bukan karena mereka lemah.
Justru karena mereka terlalu kuat untuk bertahan sendirian.
Ketika emosi ditekan terus-menerus, tubuh tidak diam.
Ia berbicara lewat sinyal.
Gemetar di seluruh badan.
Telinga berdenging.
Keringat berlebih yang sulit dikontrol.
Imunitas menurun, mudah sakit, mudah meriang, pencernaan sensitif, tenggorokan cepat iritasi.
Ini bukan “lebay”.
Ini bukan “kurang bersyukur”.
Ini adalah tubuh yang kelelahan berada di Survival Mode terlalu lama.
Apa Itu Survival Mode?
Survival mode adalah kondisi saat sistem saraf terus berada dalam mode bertahan.
Tubuh hidup seolah ancaman selalu ada bahkan ketika ancaman itu sudah tidak terlihat.
Dalam mode ini emosi ditahan agar konflik tidak terjadi, kebutuhan diri dikesampingkan agar tetap “aman”, batasan kabur karena takut kehilangan, tubuh bekerja ekstra untuk menjaga kewaspadaan.
Masalahnya, survival mode seharusnya sementara.
Jika berlangsung lama, tubuh mulai “membayar harganya”.
Bukan karena tubuhmu rusak,
tapi karena tubuhmu terlalu setia melindungimu.
Ketika Batasan Lenyap, Tubuh Mengambil Alih
Banyak orang bertanya: “Ini aku yang dipermainkan, atau aku yang tidak tegas?”
Sering kali jawabannya bukan salah satu.
Yang terjadi adalah tubuh belum merasa aman untuk berkata ‘tidak’.
Saat rasa aman belum terbentuk. Batasan sulit ditegakkan, suara sendiri tertahan di dada, keputusan terasa berat, dan tubuh menanggung beban yang seharusnya tidak di pikul.
Gemetar, pusing, berdenging, gangguan pencernaan,
itu bukan musuhmu.
Itu bahasa tubuh yang meminta satu hal sederhana: rasa aman.
Penyembuhan Tidak Dimulai dari Memaksa Berubah
Banyak pendekatan mencoba “memperbaiki” dengan cepat.
Padahal, tubuh yang berada di survival mode tidak butuh didorong.
Tubuh butuh dilambatkan, dihadirkan, dan diizinkan melepas tanpa dihakimi.
Ketika sistem saraf mulai regulasi, maka gemetar berkurang, napas lebih panjang, emosi tidak lagi meledak atau tertahan, dan batasan muncul secara alami tanpa harus berperang.
Tempat Aman untuk Tubuh Kembali Pulang
Move In Meditasi bukan tentang “tenang sesaat”.
Ini tentang membangun rasa aman dari dalam tubuh,
agar hidup tidak lagi dijalani dari mode bertahan.
Melalui napas yang diarahkan dengan aman,
kehadiran yang dipandu,
dan integrasi yang tepat,
tubuh belajar satu hal penting:
Aku tidak harus terus menerus berjaga. Aku boleh istirahat.
🗓️ Move In Meditasi — 11 April 2026
Jika kamu:
sering merasa tubuhmu tegang tanpa sebab jelas,
mudah lelah dan sensitif terhadap lingkungan,
bingung menegaskan batasan,
atau merasa hidup dijalani sambil menahan napas,
Move In Meditasi adalah ruang untuk kembali ke tubuh,
bukan untuk dipaksa berubah,
melainkan diizinkan pulang dengan aman.
👉 Informasi & pendaftaran:
https://bit.ly/MoveInMeditasiApril26
CP :
Stepanie +62 813-1122-9963
Firda +62 811-8808-5252
Tidak untuk semua orang.
Tapi untuk mereka yang siap berhenti bertahan dan mulai hadir.
Baca pelan-pelan. Rasakan dulu.