08/12/2025
...☺️
Wanita lagi ngambek sulit diajak bicara.
Ada yang pernah bilang begini. Ketika seorang wanita sangat mencintai pria, ia menjadi lebih mudah marah, lebih mudah ngambek, lebih emosional. Sementara ketika seorang pria semakin sayang kepada wanita, ia justru semakin sabar. Ada benarnya—tapi bukan karena jenis kelamin. Karena cara hati bekerja berbeda, bukan karena wanita begini dan pria begitu.
Wanita, ketika mencintai terlalu dalam, sering kali takut kehilangan. Dan rasa takut itu tampil bukan sebagai air mata, tetapi sebagai marah yang tiba-tiba. Bukan karena ingin menyakiti, tetapi karena ingin dipastikan bahwa ia tidak sedang sendirian dalam rasa itu.
Sementara pria, ketika benar-benar jatuh hati, biasanya menemukan dirinya lebih tenang.
Cinta membuatnya melambat, menahan egonya, belajar mendengar, dan ingin menjadi tempat pulang. Kesabarannya bukan tanda ia lebih kuat, tapi karena ia merasa menemukan sesuatu yang layak dijaga.
Pada akhirnya, emosi wanita yang meledak-ledak dan kesabaran pria yang panjang napasnya bukanlah perbedaan yang harus diperdebatkan… tetapi justru dua irama yang bila disatukan, menciptakan hubungan yang hidup.
Karena cinta tidak pernah simetris.
Kadang satu meledak, satu menenangkan.
Kadang satu tersesat, satu menuntun.
Kadang satu menjauh, satu menunggu.
Dan ketika kedua hati saling belajar, mereka akhirnya mengerti: yang emosional bukan lemah, yang sabar bukan kalah. Itu hanya bentuk cinta yang sedang mencari keseimbangannya.