01/04/2026
RS Mandalika Jadi Penopang Utama Layanan Kesehatan di DPSP Mandalika
MATARAM– Komitmen memperkuat layanan kesehatan di kawasan pariwisata strategis kembali ditegaskan Rumah Sakit Mandalika. Hal ini terlihat dari kehadiran Direktur RS Mandalika dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-8 DPD Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies Nusa Tenggara Barat yang digelar di Mataram, Senin (30/3).
Kegiatan yang dibuka Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah antar sektor dalam memperkuat ekosistem pariwisata daerah.
Dalam forum itu, RS Mandalika menegaskan posisinya bukan sekadar fasilitas layanan kesehatan, tetapi sebagai penopang utama medical safety di kawasan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika yang terus berkembang pesat.
Direktur RS Mandalika menyampaikan, penguatan sektor pariwisata tidak dapat dilepaskan dari kesiapan layanan kesehatan yang cepat, profesional, dan berstandar tinggi. Terlebih, Mandalika telah ditetapkan sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas Mandalika yang menjadi etalase pariwisata nasional.
“Keberadaan RS Mandalika menjadi bagian penting dalam memastikan rasa aman bagi wisatawan, pelaku industri, hingga masyarakat lokal. Ini adalah fondasi yang tidak terpisahkan dari pengembangan pariwisata berkelas dunia,” ujarnya.
Sebagai rumah sakit milik Pemerintah Provinsi NTB yang berada di Lombok Tengah, RS Mandalika memiliki posisi strategis dalam mendukung aktivitas di kawasan yang kini diarahkan sebagai pusat sportainment dan lifestyle. Kawasan ini mencakup berbagai zona unggulan seperti Kuta District, Circuit District, hingga Merese Sunset Hill yang terus menarik investasi dan kunjungan wisatawan.
Pesatnya pembangunan kawasan Mandalika, termasuk keberadaan sirkuit internasional, kawasan MICE, hotel berbintang, hingga fasilitas rekreasi modern, turut meningkatkan kebutuhan layanan kesehatan yang siaga setiap saat. Dalam konteks ini, RS Mandalika berperan sebagai garda terdepan dalam penanganan medis, baik untuk event internasional maupun aktivitas pariwisata harian.
Selain itu, RS Mandalika juga melayani masyarakat di wilayah selatan Pulau Lombok, sehingga perannya tidak hanya terbatas pada sektor pariwisata, tetapi juga sebagai pusat rujukan layanan kesehatan regional.
Melalui sinergi antara sektor kesehatan dan pariwisata, keberadaan RS Mandalika diharapkan mampu memperkuat posisi Mandalika sebagai hub pariwisata nasional. Tidak hanya menghadirkan destinasi unggulan, tetapi juga menjamin standar keselamatan dan kenyamanan bagi setiap pengunjung.
Ke depan, kolaborasi lintas sektor seperti yang terbangun dalam Musda ASITA NTB ini diyakini menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan pariwisata yang berkelanjutan sekaligus memperkuat daya saing Nusa Tenggara Barat di tingkat nasional maupun global.