Rumah Sehat 146

Rumah Sehat 146 Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Rumah Sehat 146, Alternative & holistic health service, Jalan Baru Komplek Pasir Indah Blok F 146 Cinanggung, Serang.

🧠 Pusat Terapi Saraf Kejepit & Struktur Tubuh
💪 Bantu Anda bebas dari nyeri & kembali produktif
🛠️ Terapi Biomekanika • ❌ Obat • ❌ Operasi
🏡 Griya Sehat 146 | Terapis sejak 2019

💔 Kami paham, Bunda, betapa hancurnya hati melihat si kecil kejang, kaku, dan tidak berdaya. Rasanya dunia berhenti berp...
13/02/2026

💔 Kami paham, Bunda, betapa hancurnya hati melihat si kecil kejang, kaku, dan tidak berdaya. Rasanya dunia berhenti berputar dan hanya ingin cepat-cepat selesai. Tapi, tahukah Bunda satu fakta mengejutkan ini? 👇
​⚡ KEJANG ITU BUKAN "SERANGAN" MELAINKAN "S.O.S" DARI TUBUH! ⚡
​Secara Biomekanika, kejang adalah mekanisme penyelamatan darurat (Emergency Response) yang dilakukan otak kita.
​Situasi Bahaya: Otak mendeteksi bahwa aliran darah (yang membawa oksigen dan nutrisi penting) ke dirinya sendiri atau organ vital lainnya sedang terhambat/tidak lancar.
​Respons Otak: Untuk mencegah kerusakan permanen, otak segera memerintahkan seluruh otot tubuh untuk berkontraksi kuat dan cepat (kejang)!
​Kenapa Otot Mengencang?
Kontraksi otot inilah yang berfungsi sebagai "p***a tambahan" darurat. Otot-otot ini memeras pembuluh darah, membantu mendorong darah yang "macet" agar segera naik kembali ke otak dan organ penting lainnya.
​Tujuannya? Agar organ vital tidak kekurangan oksigen terlalu lama dan terhindar dari kerusakan fatal. Ini adalah cara tubuh anak Bunda berusaha keras untuk bertahan hidup!
​Jadi, apa yang harus kita lakukan?
Alih-alih hanya memadamkan "alarm"-nya (kejang), mari kita cari tahu dan perbaiki KENAPA aliran darahnya terhambat.
​Griya Sehat 146 hadir dengan pendekatan Biomekanik: Kami fokus mencari titik sumbatan di struktur tulang belakang dan ketegangan saraf yang menghambat sirkulasi. Dengan memperbaiki ini, tubuh tidak perlu lagi "berteriak" lewat kejang.



Jangan biarkan tubuh si kecil terus berjuang sendiri. Mari bantu ia menemukan solusi akar masalahnya.
​Klik link di bio kami untuk konsultasi awal GRATIS dan deteksi penyebab kejang si kecil! Slot terbatas! 📩

Watch, follow, and discover more trending content.

05/02/2026

Bunda sering merasa tumbuh kembang si Kecil kok kayak ada yang "ngerem"? 🤔 Jangan cuma galau, Bun! Coba jadi detektif di rumah dan cek 5 tanda fisik sederhana ini. Paling gampang, lihat punggungnya saat duduk main! 🧐👇

Kadang kita terlalu fokus pada milestones di buku (kok belum bisa ini, kok belum bisa itu), sampai lupa melihat petunjuk paling jujur: Tubuh Anak Sendiri.
​Di Griya Sehat 146, kami percaya bahwa struktur tubuh adalah pondasi tumbuh kembang. Kalau pondasinya miring atau kaku, wajar kalau "bangunannya" (kemampuan motorik, bicara, fokus) jadi terhambat dibangun.
​Seringkali, hambatan ini terlihat dari tanda-tanda fisik yang halus sehari-hari.
​💡 Yuk, Save postingan ini dan jadikan checklist saat mengamati si Kecil di rumah:
​1️⃣ SAAT DUDUK MAIN (Tanda Utama!):
Perhatikan dari samping. Apakah punggungnya melengkung ekstrem membentuk huruf 'C' (bungkuk parah) dan kepalanya mendongak ke depan? Ini tanda otot punggungnya lemah menahan rangka.
​2️⃣ SAAT BERDIRI TEGAK:
Lihat dari belakang. Apakah tinggi bahu kanan dan kirinya terlihat beda sebelah? Atau ada lipatan pinggang yang tidak simetris?
​3️⃣ SAAT NONTON/FOKUS:
Apakah kepalanya selalu cenderung miring ke SATU sisi yang sama terus menerus? (Indikasi ketegangan leher sesisi).
​4️⃣ SAAT BERJALAN/LARI:
Apakah ia sering sekali jinjit (tiptoe) atau kakinya gampang keserimpet/tersandung sendiri? (Indikasi masalah keseimbangan di panggul/kaki).
​5️⃣ SAAT ISTIRAHAT:
Apakah anak terlihat "gerah" di tubuhnya sendiri? Susah cari posisi nyaman saat duduk diam atau tidurnya sangat gelisah (lasak luar biasa)?
​Jika Bunda menemukan 2 atau lebih tanda di atas + merasa tumbuh kembangnya agak lambat, itu BUKAN kebetulan. Tubuhnya sedang memberi sinyal minta tolong.
​Mari peka terhadap sinyal tubuh si Kecil sebelum terlambat! ❤️
​Tag suami atau caregiver si Kecil biar sama-sama ngecek di rumah ya, Bun! 🤝
​ terapibiomekanik parentingindonesia kesehatantulangbelakang motorikanak infobunda anaksehat

01/02/2026

Mendengar "vonis" dokter rasanya dunia runtuh ya, Bun? 💔 Tapi percayalah, secarik kertas diagnosis itu HANYA nama kondisi, BUKAN definisi masa depan si Kecil! ✨

Bagi orang tua anak spesial (Autis, ADHD, CP, Down Syndrome, dll), perjalanan membersamai mereka seringkali penuh air mata dan kelelahan. Kita fokus pada terapi perilaku, wicara, dan okupasi, berharap ada kemajuan walau sedikit.

Tapi, pernahkah Bunda berpikir: "Bagaimana jika anakku sebenarnya mampu melakukan lebih banyak hal, tapi tubuhnya sendiri yang menahannya?"

Di Griya Sehat 146, kami melihat banyak potensi emas yang "terpendam".

Bayangkan tubuh anak spesial seperti sebuah peti harta karun yang terkunci rapat. 💎 Isinya (kecerdasan, bakat, kemampuan emosional) luar biasa, tapi kuncinya macet karena struktur wadahnya (tulang belakang & sistem saraf) miring atau tegang.

Ketika struktur tubuh mereka tidak seimbang: ➡️ Energi Habis untuk Bertahan: Otak mereka sibuk mengatasi rasa tidak nyaman di tubuh, sehingga sulit fokus untuk belajar hal baru. ➡️ Saraf "Korslet": Input sensorik kacau balau, memicu tantrum dan perilaku repetitif yang sebenarnya adalah mekanisme koping.

Perbaikan struktur tubuh BUKAN untuk "menghilangkan" diagnosisnya.

Tapi untuk MEMBUKA KUNCI hambatan fisiknya. ✅ Agar mereka merasa nyaman di tubuhnya sendiri. ✅ Agar sistem sarafnya lebih tenang menerima pelajaran. ✅ Agar potensi tersembunyi mereka perlahan bisa bersinar keluar.

Mari berhenti fokus pada apa yang "tidak bisa" mereka lakukan, dan mulai bantu tubuh mereka agar "siap" melakukan lebih banyak hal.

Perjalanan ini masih panjang, Bun. Jangan berjuang sendirian.

Simpan postingan ini sebagai pengingat saat Bunda merasa lelah, dan bagikan kepada sesama orang tua hebat lainnya! 🫂💙

potensianak terapibiomekanik griyasehat146 parentinganakspesial harapanbaru kesehatantulangbelakang

01/02/2026

Makan sudah lahap, vitamin sudah lengkap, tapi kok anak tetap kurus dan gampang sakit-sakitan? 🥺 Mungkin nutrisinya bukan kurang, tapi lagi "macet" di tengah jalan! 🛑🥣

Hayo, siapa Bunda yang sering overthinking tiap lihat timbangan si Kecil nggak naik-naik padahal makannya banyak? 🙋‍♀️
​Udah dikasih suplemen paling mahal, susu paling bagus, tapi anak tetap terlihat pucat, lesu, dan gampang banget ketularan batuk pilek.
​Di Griya Sehat 146, kami melihat satu faktor yang sering terlupakan: Kualitas Serapan Nutrisi (Absorpsi).
​Bayangkan tubuh si Kecil seperti sistem p**a air yang rumit. 🚰
Meskipun Bunda menuangkan air (makanan) yang banyak dan bersih, tapi kalau ada bagian p**a yang "terjepit" atau miring, airnya nggak akan sampai ke tujuannya dengan maksimal.
​Apa yang membuat "jalur nutrisi" ini macet?
➡️ Saraf pencernaan terganggu: Jalur saraf yang mengatur organ pencernaan (lambung & usus) keluar dari sela-sela tulang belakang.
➡️ Ketidakseimbangan struktur: Jika postur tulang belakang atau area panggul miring, saraf-saraf ini bisa mengalami "tekanan" ringan (malposisi).
➡️ Dampaknya? Perintah otak ke lambung untuk mengolah nutrisi jadi tidak optimal. Hasilnya, nutrisi hanya "lewat" saja tanpa diserap maksimal ke darah dan sel tubuh.
​Inilah sebabnya metabolisme jadi nggak efisien. Anak makan banyak, tapi badannya tetap tipis dan daya tahannya lemah karena sel-selnya "kelaparan" sinyal nutrisi.
​💡 Coba cek tanda fisik ini di rumah:
👉 Apakah perut si Kecil sering terlihat sangat buncit tapi tangan-kakinya sangat kecil?
👉 Apakah sering mengeluh sakit perut atau sulit BAB?
👉 Apakah posturnya terlihat bungkuk atau miring saat sedang makan?
​Yuk, kita pastikan "jalur p**a" nutrisinya lancar dulu, supaya makanan bergizi yang Bunda siapkan nggak terbuang sia-sia! ✨
​Simpan postingan ini sebagai bahan evaluasi, dan share ke Bunda-Bunda yang lagi berjuang naikin BB anak! 🫂
​ griyasehat146 terapibiomekanik posturanak nutrisianak anakgampangsakit infobunda

01/02/2026

Makan sudah lahap, vitamin sudah lengkap, tapi kok anak tetap kurus dan gampang sakit-sakitan? 🥺 Mungkin nutrisinya bukan kurang, tapi lagi "macet" di tengah jalan! 🛑🥣

Hayo, siapa Bunda yang sering overthinking tiap lihat timbangan si Kecil nggak naik-naik padahal makannya banyak? 🙋‍♀️
​Udah dikasih suplemen paling mahal, susu paling bagus, tapi anak tetap terlihat pucat, lesu, dan gampang banget ketularan batuk pilek.
​Di Griya Sehat 146, kami melihat satu faktor yang sering terlupakan: Kualitas Serapan Nutrisi (Absorpsi).
​Bayangkan tubuh si Kecil seperti sistem p**a air yang rumit. 🚰
Meskipun Bunda menuangkan air (makanan) yang banyak dan bersih, tapi kalau ada bagian p**a yang "terjepit" atau miring, airnya nggak akan sampai ke tujuannya dengan maksimal.
​Apa yang membuat "jalur nutrisi" ini macet?
➡️ Saraf pencernaan terganggu: Jalur saraf yang mengatur organ pencernaan (lambung & usus) keluar dari sela-sela tulang belakang.
➡️ Ketidakseimbangan struktur: Jika postur tulang belakang atau area panggul miring, saraf-saraf ini bisa mengalami "tekanan" ringan (malposisi).
➡️ Dampaknya? Perintah otak ke lambung untuk mengolah nutrisi jadi tidak optimal. Hasilnya, nutrisi hanya "lewat" saja tanpa diserap maksimal ke darah dan sel tubuh.
​Inilah sebabnya metabolisme jadi nggak efisien. Anak makan banyak, tapi badannya tetap tipis dan daya tahannya lemah karena sel-selnya "kelaparan" sinyal nutrisi.
​💡 Coba cek tanda fisik ini di rumah:
👉 Apakah perut si Kecil sering terlihat sangat buncit tapi tangan-kakinya sangat kecil?
👉 Apakah sering mengeluh sakit perut atau sulit BAB?
👉 Apakah posturnya terlihat bungkuk atau miring saat sedang makan?
​Yuk, kita pastikan "jalur p**a" nutrisinya lancar dulu, supaya makanan bergizi yang Bunda siapkan nggak terbuang sia-sia! ✨
​Simpan postingan ini sebagai bahan evaluasi, dan share ke Bunda-Bunda yang lagi berjuang naikin BB anak! 🫂

31/01/2026

Balita sudah lewat 18 bulan tapi belum kokoh jalan atau sering jatuh? 🥺 Jangan-jangan, ada "miring" di bagian ini yang bikin dia susah seimbang! 🤫

Deg-degan ya Bun, lihat anak lain seumuran sudah lari-lari, sementara si Kecil kita masih ragu melangkah atau sering bruuuk jatuh? 😟
​Orang tua sering fokus melatih kaki atau tangan, tapi lupa satu hal penting: Pondasi utama keseimbangan tubuh ada di mana? Di PINGGUL!
​Di Griya Sehat 146, kami sering menemukan kasus balita yang terlambat jalan atau sering jatuh bukan karena ototnya lemah, tapi karena "miring" di bagian panggul (pelvis) atau tulang belakang bagian bawah.
​Bayangkan rumah yang pondasinya miring. 🏠
Semewah apapun bangunannya, pasti gampang goyang dan tidak stabil kan?
​Sama seperti tubuh si Kecil:
➡️ Pinggul adalah pusat gravitasi tubuh. Jika satu sisi lebih tinggi atau lebih maju (miring), maka keseimbangan jadi terganggu.
➡️ Tubuh akan berusaha mengkompensasi kemiringan ini, membuat otot bekerja lebih keras, tapi tetap saja, pondasi sudah tidak stabil.
➡️ Akibatnya, anak kesulitan mempertahankan posisi tegak, gampang oleng, dan sering jatuh. Mereka jadi takut mencoba berjalan.
​Ini bukan soal dia tidak mau, tapi secara fisik, dia mungkin sedang berjuang mencari kestabilan!
​💡 Coba cek tanda-tanda "miring" di pinggul si Kecil di rumah:
👉 Apakah lipatan paha kanan dan kiri tidak simetris (satu lebih tinggi)?
👉 Saat didudukkan, apakah punggungnya terlihat melengkung ke satu sisi?
👉 Apakah saat merangkak, salah satu kakinya lebih sering diseret?
👉 Saat berdiri, apakah salah satu kaki cenderung lebih menapak atau jinjit?
​Jika ada tanda di atas + anak terlambat jalan/sering jatuh, mungkin pondasi pinggulnya perlu dilihat lebih dekat.
​Yuk, bantu si Kecil melangkah dengan lebih percaya diri dan kokoh! 💪
​Simpan postingan ini buat checklist dan bagikan ke Bunda lain yang butuh info ini! 🫂
​ terapibiomekanik griyasehat146 parentingindonesia motorikanak infobunda anakaktif

31/01/2026

Anak ADHD hiperaktif dan susah fokus? 🤯 Mungkin bukan cuma "energy berlebih", tapi sistem sarafnya sedang "korslet" karena hal ini! 💥

Bunda pasti sering dengar, "Anak ADHD memang gitu, harus banyak stimulasi, jangan dimarahin." Betul. ✅
​Tapi kalau si Kecil sudah sering terapi, minum obat, tapi energi "lasak"-nya kok gak habis-habis? Konsentrasinya tetap buyar?
​Jangan putus asa dulu, Bun! Di Griya Sehat 146, kami melihat ADHD dari sudut pandang yang lebih luas: Bagaimana jika ketidakseimbangan fisik membebani sistem sarafnya?
​Bayangkan sistem saraf anak itu seperti jaringan kabel listrik di rumah. 🔌
Normalnya, listrik mengalir lancar, lampu nyala, alat elektronik berfungsi baik.
​Tapi kalau ada kabel yang kejepit, tegang, atau bahkan ada "saklar" yang miring di tulang belakang/leher (postur tubuh), apa yang terjadi?
➡️ Arus listrik (sinyal saraf) jadi tidak stabil.
➡️ Terjadi "korsleting" atau overload sensorik.
➡️ Otak kesulitan memproses informasi dengan tenang, jadinya gampang teralihkan dan tubuh selalu merasa perlu bergerak.
​Ini bukan nakal, Bun. Ini adalah respon tubuh yang kelelahan karena sistem sarafnya bekerja terlalu keras akibat ketidakseimbangan struktural. Mereka mencoba "melampiaskan" ketidaknyamanan internal ini.
​💡 Coba cek tanda fisik halus ini pada si Kecil di rumah:
👉 Apakah bahunya terlihat tinggi sebelah atau lehernya sering miring?
👉 Apakah sering mengeluh sakit kepala atau leher kaku (jika sudah bisa bicara)?
👉 Apakah tidurnya sangat gelisah dan sulit untuk rileks total?
👉 Apakah keseimbangannya kurang baik atau sering tersandung?
​Jika ada tanda di atas + diagnosis ADHD, mungkin sudah saatnya melihat "kabel" dan "saklar" di tubuhnya.
​Yuk, bantu si Kecil agar sistem sarafnya kembali stabil dan dia bisa fokus! ✨
​Simpan postingan ini sebagai informasi penting, dan bagikan ke orang tua hebat lainnya! ❤️

30/01/2026

Anak sering tantrum heboh tanpa sebab jelas? 😫 Bunda mungkin sering mikir dia "nakal", padahal bisa jadi dia sedang kesakitan di tubuhnya sendiri! 💔

Sudah coba berbagai cara, dari dibujuk, diajak main, sampai didiamkan... tapi tantrum si Kecil tetap pecah? 🤯
​Capek ya, Bun? Mungkin Bunda juga sering merasa bersalah atau bingung harus bagaimana.
​Di Griya Sehat 146, kami memahami tantrum pada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) seperti Autis, ADHD, atau Speech Delay, seringkali bukan sekadar masalah emosi atau perilaku.
​Justru, tantrum bisa jadi sinyal darurat dari tubuh mereka! 🚨
​Bayangkan kalau Bunda sendiri punya saraf kejepit di punggung, atau leher tegang luar biasa. Kita aja bisa gampang bad mood, sensitif, atau marah-marah kan?
​Nah, anak-anak ini punya filter rasa sakit yang berbeda, atau bahkan tidak mampu mengungkapkan rasa tidak nyamannya secara verbal. Jadi, yang keluar adalah perilaku tantrum hebat.
​Ketika struktur tulang belakang, panggul, atau leher mereka tidak seimbang:
➡️ Terjadi tekanan saraf atau otot yang konstan.
➡️ Tubuh merasa tidak nyaman, bahkan nyeri kronis.
➡️ Otak jadi overstimulated dan sulit mengatur emosi.
​Mereka tidak nakal, mereka hanya terjebak dalam tubuh yang tidak nyaman.
​💡 Coba perhatikan tanda ini pada si Kecil di rumah:
👉 Apakah sering mengeluh sakit kepala atau punggung (jika sudah bisa bicara)?
👉 Apakah tidurnya gelisah, sering berubah posisi, atau sulit rileks?
👉 Apakah sering membenturkan kepala atau menekan bagian tubuh tertentu?
👉 Apakah posturnya terlihat miring saat duduk atau berdiri?
​Jika ada tanda di atas + anak sering tantrum hebat, mungkin saatnya kita bantu mereka merasa nyaman di tubuhnya sendiri dulu.
​Yuk, ubah tantrum jadi senyuman! 😊
​Simpan postingan ini sebagai pengingat empatik, dan bagikan ke orang tua hebat lainnya! ❤️
​ parentinganakspesial kesehatantulangbelakang terapibiomekanik griyasehat146 empathyparenting solusitantrum infobunda

29/01/2026

Umur 2 tahun tapi kosakata masih "itu-itu" aja? 🥺 Jangan cuma disuruh sabar, Bun. Cek dulu "kabel vital" di lehernya! 🤫

Paling galau ya Bun, kalau liat anak teman seumuran sudah cerewet, tapi si Kecil kita masih irit banget ngomongnya.
​Sering dibilang "Nanti juga bisa sendiri", tapi feeling Bunda bilang ada yang ngeganjal.
​Di Griya Sehat 146, kami sering menemukan sudut pandang lain: Speech Delay bukan cuma masalah di mulut, tapi di "kabel penghubung"-nya.
​Bayangkan leher (saraf cervical) si Kecil itu seperti jalan tol utama yang menghubungkan Otak (pusat perintah) ke Mulut (pelaksana). 🧠➡️🗣️
​Kalau struktur tulang lehernya kaku, tegang, atau posisinya kurang pas (mungkin karena posisi tidur sejak bayi atau pernah jatuh), jalan tol itu jadi "macet".
​Akibatnya? Sinyal perintah bicara dari otak terhambat di leher, dan gak sampai ke mulut dengan lancar.
​💡 Coba jadi detektif di rumah, cek tanda fisik ini:
👉 Apakah lehernya kaku saat menoleh?
👉 Apakah sering mendongak berlebihan saat melihat sesuatu?
👉 Coba ingat, pernahkah jatuh terduduk atau terbentur keras?
​Kalau ada tanda di atas + bicaranya terlambat, mungkin struktur "kabel"-nya perlu dirapikan dulu lewat terapi biomekanik yang aman.
​Coba diamati dulu di rumah ya, Bun. Simpan postingan ini buat contekan nanti! 💾
​ griyasehat146 terapibiomekanik solusispeechdelay infobunda balitasehat

28/01/2026

Bangun Tidur Malah Encok? 🛌 Cek Kasur dan Posisi Bantalmu Sekarang!

Pernah gak sih, niatnya tidur biar badan segar, eh pas bangun pinggang malah kaku kayak papan? Atau nyeri menjalar makin kerasa? 😫

Itu tandanya tulang belakangmu "melintir" atau tertekan semalaman tanpa sadar!

Buat pejuang Saraf Kejepit (HNP) atau nyeri pinggang, posisi tidur dan media tidur itu KRUSIAL. Tulang belakang butuh istirahat dalam posisi NETRAL.

Coba terapkan 3 Aturan Penyelamat ini (Simpan postingan ini ya! 👉):

1️⃣ Tidur Miring (Side Sleeper) ✅ SOLUSI: Jepit bantal DI ANTARA KEDUA LUTUT. Ini menjaga panggul tetap sejajar dan mencegah tulang belakang melintir semalaman.

2️⃣ Tidur Telentang (Back Sleeper) ✅ SOLUSI: Taruh bantal guling DI BAWAH LUTUT. Ini akan membantu punggung bawah (lumbar) menempel rileks ke kasur tanpa beban tegang.

3️⃣ WAJIB: Hindari Kasur Terlalu Empuk! Banyak yang salah sangka kalau kasur empuk/lembut itu nyaman. Faktanya, kasur yang terlalu empuk bikin tulang belakangmu "tenggelam" dan melengkung seperti hammock. ✅ SOLUSI: Pilih kasur yang Firm (cukup keras) atau kasur ortopedi yang mampu menopang berat tubuh secara merata. Kasur yang stabil menjaga rangka tetap pada jalurnya.

💡 "Sudah coba posisi ini & ganti kasur, tapi kok masih nyeri?"

Hati-hati, itu sinyal kalau struktur tulangmu sudah butuh koreksi profesional. Bantal dan kasur berfungsi sebagai support, tapi Terapi Biomekanik di 🏥 Griya Sehat 146 bertugas membereskan "kemacetan" sarafnya.

Kami bantu kembalikan posisi rangkamu agar tidurmu bisa benar-benar berkualitas lagi tanpa drama sakit pinggang.

Tag temanmu yang tidurnya sering ngeluh sakit pinggang atau mau beli kasur baru! 👇

— nyeripinggang lowbackpain kesehatanpunggung griyasehat146 terapibiomekanik infokesehatan hidupsehat bantalopedi sleephealth sehattanpaobat

28/01/2026

Nyeri Pinggang Biasa vs Saraf Kejepit: Kamu yang Mana? 🤔

​Jangan tertukar! Salah tahu bedanya, bisa salah penanganan juga lho. 😱
​Pernah gak sih ngerasa pinggang sakit banget, terus mikir "Ah, paling cuma kecapekan atau salah bantal"? Tapi kok dipijat biasa gak sembuh-sembuh?
​Yuk, kenali bedanya supaya kamu gak salah langkah:
​🔹 NYERI PINGGANG BIASA (Muscle Strain)
​Rasanya: Pegal, kaku, atau seperti ditarik di area otot tertentu saja.
​Lokasi: Terpusat di satu titik (lokal) dan tidak menjalar.
​Pemicu: Biasanya habis angkat beban berat atau olahraga berlebihan.
​Pemulihan: Istirahat 2-3 hari biasanya sudah mendingan.
​🔸 SARAF KEJEPIT (HNP/Pinched Nerve)
​Rasanya: Nyeri tajam seperti tersengat listrik, panas, atau malah kebas/mati rasa.
​Lokasi: Menjalar! Dari pinggang bisa turun ke pantat, paha, sampai ujung kaki.
​Pemicu: Posisi tulang belakang yang salah (biomekanik tubuh tidak seimbang).
​Pemulihan: Gak cukup cuma istirahat atau oles balsem. Butuh koreksi posisi tulang!
​💡 Kenapa Saraf Kejepit Gak Bisa Sembuh Sendiri?
​Karena masalahnya ada di STRUKTUR. Bayangkan ada kabel yang terjepit pintu, kabel itu gak akan lancar aliran listriknya sebelum pintunya dibuka, kan?
​Di 🏥 Griya Sehat 146, kami fokus pada Terapi Biomekanik. Kami tidak hanya meredakan nyerinya, tapi memperbaiki "pintu" (tulang & otot) yang menjepit saraf kamu.
​Hasilnya? Tekanan hilang, saraf bebas, dan kamu bisa gerak lagi tanpa rasa takut. ✅
​Kira-kira keluhan yang kamu rasa sekarang lebih mirip yang mana nih? Coba tulis di kolom komentar ya, nanti tim admin kami bantu kasih saran awal! 👇
​—
griyasehat146 terapibiomekanik tulangbelakang sakitpinggang infokesehatan tipssehat solusitanpaoperasi hidupsehat

27/01/2026

⚠️ Peringatan Keras Tubuh yang Sering Diabaikan! Jangan Tunggu Sampai Lumpuh.
​Banyak yang mengira saraf kejepit itu "cuma" nyeri pinggang atau leher biasa. Padahal, kalau jepitan pada saraf sudah berlangsung lama dan makin parah, tubuhmu akan mengirimkan sinyal S.O.S. 🆘
​Cek sekarang, apakah kamu atau orang tuamu sering merasakan 3 tanda bahaya ini?
​1️⃣ Kaki Mati Rasa/Kebas yang Intens
Bukan kesemutan biasa karena duduk bersila ya. Ini rasa baal atau tebal di area paha, betis, sampai telapak kaki yang sering muncul, bahkan saat istirahat. Artinya: Aliran sinyal saraf sensorik sudah terganggu parah.
​2️⃣ Kaki Tiba-tiba Lemas (Foot Drop)
Lagi jalan biasa, tiba-tiba kaki terasa berat untuk diangkat atau gampang kesandung? Hati-hati! Ini tanda sinyal motorik (perintah gerak) dari otak ke otot kaki sudah mulai terputus.
​3️⃣ Gangguan Buang Air (BAB/BAK)
Ini RED FLAG terbesar! 🚩 Jika kamu mulai sulit menahan kencing, atau malah sulit BAB karena tidak ada rangsangan, itu tanda saraf di area tulang ekor (Cauda Equina) sudah tertekan hebat. Ini kondisi darurat medis!
​💡 Jangan Panik, Tapi Bertindak Cepat!
​Jika kamu mengalami SALAH SATU saja dari tanda di atas, minum obat pereda nyeri BUKAN solusinya. Itu cuma mematikan alarm, tapi kebakarannya makin besar.
​Di 🏥 Griya Sehat 146, kami menangani kasus seperti ini dengan Terapi Biomekanik.
​Fokus kami adalah membebaskan tekanan pada saraf tersebut dengan mengoreksi struktur tulang dan otot penyebabnya, secara aman dan terukur, tanpa operasi. Tujuannya mencegah kerusakan saraf permanen.
​Waktu sangat berharga. Jangan biarkan sampai terlambat.
​Mau memastikan kondisi sarafmu? Konsultasikan keluhanmu sekarang (GRATIS).
📲 Klik link di Bio kami untuk terhubung langsung dengan terapis ahli kami.
​—

Address

Jalan Baru Komplek Pasir Indah Blok F 146 Cinanggung
Serang
42116

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00
Sunday 09:00 - 16:00

Telephone

+6287841245461

Website

https://lynk.id/146

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Rumah Sehat 146 posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Practice

Send a message to Rumah Sehat 146:

Share

Share on Facebook Share on Twitter Share on LinkedIn
Share on Pinterest Share on Reddit Share via Email
Share on WhatsApp Share on Instagram Share on Telegram