09/05/2017
BISNIS DAN KEHORMATAN
Menegakkan wajah & mempertahankan kehormatan pribadi di atas kemiskinan yg panjang, bukan perkara gampang. Tp bertahan dlm kemiskinan yg panjang di tengah gemerlap dunia materi dgn tetap mempertahankan tingkat produktivitas ilmiah yg tinggi, tentu saja jauh lebih sulit.
Tp itulah inti semua tantangan yg dihadapi para ulama pewaris nabi. Itu akan menjadi lebih rumit bila mereka hidup pd suatu masa dmn para penguasa bersikap anti ulama, meremehkan peranan ilmu pengetahuan, & s**a merendahkan ulama. Kemiskinan adlh pilihan hidup mrk, tp kehormatan adlh tameng mrk.
Masalahnya adlh bhw sbgn dr kehormatan itu hrs dipertahankan dgn materi atau harta. Harta itu sendiri tdk secara langsung ber hubungan dgn produktivitas dlm dunia mrk tp itulah masalahnya: harta, kata Rasulullah SAW adlh sumber kebanggaan manusia dlm hidup. Mk, perintah menjadi kaya beralasan di sini: agar kita juga memiliki kebanggaan itu, agar kita dihormati dlm pergaulan masyarakat.
Bisnis adlh jalannya. Itu sebabnya kita menemukan para ulama besar yg juga pebisnis. Abu Hanifah, misalnya, adlh pengusaha garmen. Beliau bahkan membiayai hidup sbgn besar murid2- nya. Itu membuat beliau terhormat di mata para penguasa, relatif untoucheble.
Tapi itu juga memberikan beliau kedalaman dlm fiqih, khususnya dlm bidang muamalah. Bbrp literatur awal dlm masalah keuangan negara kemudian lahir dari tangan murid beliau. Misalnya, Kitab Al Kharaj yang ditulis Abu Yusuf. Utk sebagiannya, pemikiran ekonomi Islam pd mulanya diwarisi dr fiqih Abu Hanifah.
Walaupun begitu, popularitas mrk tdk dtg dari kekayaan mrk yg melimpah ruah. Sebab, bisnis tdk boleh mengganggu โbisnisโ mereka yg lain.
Sebab, mrk hanya ingin menjadi orang bebas dgn bisnis itu. Sebab, mrk hanya ingin mempertahankan kehormatan mrk dgn bisnis itu. Itu berarti bhw mrk hrs mampu mengelola bisnis paruh wkt dgn sukses.
Demikianlah kejadiannya. Suatu saat Abdullah Ibnul Mubarak, maha guru para ahli zuhud, ulama & perawi hadits yg tsiqah, jago panah & petarung sejati, ditanya ttg mengapa beliau msh berbisnis. Beliau yg terlibat dlm sbgn besar pertempuran di masa hidupnya, menulis bbrp buku monumental spt Kitab Al Zuhd, mmg dikenal sbg seorg pebisnis yang sukses. Namun, beliau hanya menjawab dgn enteng.
โAku berbisnis utk menjaga kehormatan para ulama agar mrk tdk terbeli oleh para penguasa.โ
Barakallahfiikum.
Oleh Ustadz Muhammad Anis Matta, Lc